Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Resep Pindang Ceker Ayam Khas Palembang dengan Nanas, Kuah Gurih Pedas yang Bikin Nagih

Resep Pindang Ceker Ayam Khas Palembang dengan Nanas, Kuah Gurih Pedas yang Bikin Nagih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – SUMSELTERKINI.CO.ID – Resep pindang ceker ayam khas Palembang dengan potongan nanas ini cocok buat yang suka masakan berkuah dengan rasa gurih, pedas, asam, dan segar. Ceker ayam dimasak sampai empuk, lalu dipadukan dengan bumbu pindang dan nanas mengkal yang membuat kuahnya punya rasa asam-manis yang khas.

Ceker memang sering dianggap bagian ayam yang sederhana. Harganya relatif murah dan kadang cuma dimasukkan ke sop atau dibuat seblak. Padahal kalau dimasak dengan bumbu pindang, ceritanya bisa lain.

Apalagi kalau kuahnya diberi nanas, di situlah rasa gurih dari ceker bertemu dengan asam-manis buah. Pedas cabai jadi lebih enak, rempah terasa lebih keluar, dan kuahnya tidak terasa berat.

Buat saya, bagian paling menarik justru ketika makan ceker dan tiba-tiba dapat potongan nanas. Ada rasa asam segar yang memutus rasa gurih, lalu beberapa detik kemudian ingin menyendok kuah lagi.

Bahan Pindang Ceker

Untuk sekitar 4 porsi, siapkan:

  • 500 gram ceker ayam
  • ½ buah nanas mengkal
  • 1 liter air
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 ruas lengkuas, memarkan
  • 2 buah tomat
  • 2 batang daun bawang
  • 1 genggam kemangi
  • 1–2 buah jeruk nipis
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Kaldu bubuk secukupnya
  • Minyak untuk menumis

Bumbu yang Dihaluskan

  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah
  • 5–10 cabai rawit
  • 2 butir kemiri
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas jahe

Cabai rawit tidak harus sebanyak itu. Kalau di rumah ada yang tidak kuat pedas, kurangi saja. Pindang tetap enak meskipun pedasnya sedang.

Cara Membuat Pindang Ceker

Pertama, bersihkan ceker. Potong bagian kukunya, kemudian cuci sampai bersih.

Rebus sebentar dalam air mendidih. Air rebusan pertama bisa dibuang. Setelah itu, ceker direbus kembali menggunakan air bersih sampai mulai empuk.

Sambil menunggu ceker, haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kunyit, dan jahe.

Panaskan sedikit minyak. Tumis bumbu halus bersama serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas.

Tumis sampai bumbunya benar-benar matang dan harum.

Jangan cuma sampai bumbu layu. Kalau sudah matang, aromanya biasanya mulai keluar dan minyak terlihat sedikit terpisah dari bumbu.

Masukkan tumisan tersebut ke dalam panci berisi ceker.

Aduk pelan, lalu masak dengan api sedang.

Sekarang tinggal menunggu sampai ceker benar-benar empuk dan bumbunya meresap.

Setelah itu baru masukkan tomat dan nanas.

Nanas Jangan Dimasak Terlalu Lama

Untuk pindang ceker, saya lebih suka memakai nanas yang masih mengkal.

Teksturnya lebih kuat dan rasa asam-manisnya masih terasa. Potong agak besar supaya tidak langsung hancur ketika masuk ke kuah.

Masukkan nanas setelah ceker empuk.

Tidak perlu dimasak terlalu lama. Cukup sampai nanas menyatu dengan kuah, tetapi teksturnya masih terasa ketika digigit.

Ini yang membuat pindang ceker jadi menarik.

Kuahnya gurih dan pedas, lalu ada potongan nanas yang memberikan rasa asam-manis.

Sederhana, tapi pas.

Apa Manfaat Nanas dalam Pindang?

Nanas bukan cuma membuat kuah terlihat lebih ramai.

Buah ini memberi rasa asam dan manis alami sehingga rasa gurih dari ceker tidak terasa terlalu berat. Nanas juga mengandung vitamin C dan mangan.

Selain itu, nanas mengandung bromelain, yaitu enzim yang dapat memecah protein. Namun karena masakan dipanaskan, aktivitas enzim tersebut akan berkurang.

Jadi jangan menganggap nanas di pindang sebagai bahan yang punya efek khusus untuk kesehatan. Peran utamanya tetap sebagai penambah rasa, aroma, tekstur, sekaligus tambahan nutrisi.

Kunci Kuah Pindang yang Enak

Menurut saya, bagian paling penting ada di bumbunya.

Bumbu harus ditumis sampai matang.

Kalau bumbu masih mentah, kuah biasanya terasa kurang dalam. Aroma kunyit, jahe, bawang, serai, dan daun jeruk juga belum keluar maksimal.

Kemudian jangan pelit dengan bahan aromatik.

Serai, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas memang kelihatannya cuma pelengkap. Tapi justru bahan-bahan seperti inilah yang membuat aroma kuah pindang terasa lebih hidup.

Untuk rasa asam, jangan langsung memasukkan banyak jeruk nipis.

Cicipi dulu setelah nanas masuk.

Kalau masih kurang segar, baru tambahkan sedikit jeruk nipis setelah api dimatikan.

Kalau Mau Lebih Pedas

Pindang ceker memang enak kalau pedas.

Tapi pedasnya jangan sampai menutup rasa lain.

Gunakan cabai merah untuk warna dan rasa, lalu cabai rawit untuk tendangan pedasnya.

Kalau suka pedas sekali, silakan tambah cabai rawit.

Kalau untuk makan keluarga, gunakan jumlah yang sedang. Nanti sambal bisa disiapkan terpisah.

Dengan begitu, satu panci pindang bisa dinikmati semua orang.

Jangan Lupa Kemangi

Kemangi bisa dimasukkan menjelang api dimatikan.

Tidak perlu terlalu lama dimasak.

Aromanya akan langsung keluar ketika terkena kuah panas.

Kalau suka, potongan tomat juga bisa diperbanyak. Tomat membantu memberi rasa segar dan sedikit asam pada kuah.

Jadi rasa asam tidak hanya mengandalkan jeruk nipis.

Pindang Ceker Paling Pas dengan Nasi Hangat

Ada masakan yang cukup dimakan begitu saja.

Pindang ceker bukan salah satunya.

Kuahnya lebih enak kalau disiram ke nasi putih hangat.

Ceker diambil satu.

Kemudian nanas.

Lalu kuahnya ditambah lagi.

Biasanya di sini mulai muncul masalah kecil.

Nasi yang tadinya sudah dirasa cukup ternyata masih kurang.

Bukan karena cekernya banyak.

Kuahnya yang susah ditinggalkan.

Rasa gurih dari kaldu, pedas cabai, aroma rempah, lalu potongan nanas yang asam-manis membuat satu suapan terasa berbeda dengan suapan berikutnya.

Itulah yang membuat pindang ceker khas Palembang menarik untuk dimasak di rumah.

Bahan-bahannya sederhana, cara membuatnya juga tidak rumit. Yang dibutuhkan cuma sedikit kesabaran saat merebus ceker dan menumis bumbu.

Setelah itu, biarkan kuah bekerja.

Dan kalau akhirnya nasi di piring habis lebih banyak dari biasanya, ya sudah.

Anggap saja itu bagian dari resep. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Perjalanan Kesehatan Malaysia Mengumumkan Chief Executive Officer Baru

    Dewan Perjalanan Kesehatan Malaysia Mengumumkan Chief Executive Officer Baru

    • calendar_month Rabu, 18 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, Malaysia, (GLOBE NEWSWIRE) — Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) dengan bangga mengumumkan penunjukan Chief Executive Officer barunya, Dr. Mohamed Ali Abu Bakar, efektif tanggal 16 Oktober 2023. Dr. Ali akan mempelopori semua aspek operasi MHTC, memastikan komitmennya untuk memfasilitasi dan mempromosikan industri perjalanan kesehatan nasional. Dengan pengalaman dan kepemimpinannya yang luas, beliau […]

  • Momen Maulid Nabi Muhammad SAW Dimanfaatkan Bupati Muba Temui Nelayan Babat Toman, Apa Yang Dibicarakan ?

    Momen Maulid Nabi Muhammad SAW Dimanfaatkan Bupati Muba Temui Nelayan Babat Toman, Apa Yang Dibicarakan ?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    MOMENTUM perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darussalam Desa Muara Punjung Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (21/11/2019) menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga setempat. Selain mendapat kunjungan kerja langsung dari Bupati Muba Dodi Reza, dalam momentum tersebut warga Desa Muara Punjung yang sebagian besar berpenghasilan dari nelayan ikan mendapatkan bantuan perahu dan fasilitas untuk […]

  • Banyuasin Diminta Fokus Kembangkan Pertanian & Perekbunan, Bonusnya Kembangkan Industri, Wisata Burung Migran

    Banyuasin Diminta Fokus Kembangkan Pertanian & Perekbunan, Bonusnya Kembangkan Industri, Wisata Burung Migran

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru secara tegas meminta pemerintah Kabupaten Banyuasin lebih fokus mengembangkan potensi unggulannya pertanian dan perkebunan.Pernyataan itu disampaikannya  saat Ia menghadiri peringatan HUT Kabupaten Banyuasin ke-18 tahun 2020 secara virtual dari Griya Agung, kemarin. “Masuk peringkat 4 (kabupaten penghasil beras tertinggi) bukan gampang apalagi dari 500 kab/kota di Indonesia. Artinya apa? Bupati dan jajaran […]

  • 4.500 tak perlu resah lagi terkait soal ini, begini jawaban Walikota

    4.500 tak perlu resah lagi terkait soal ini, begini jawaban Walikota

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.505
    • 0Komentar

    4.500 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang kian merucut, terkait surat ederan  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN- beberapa waktu lalu, dijawab Wali Kota Palembang H.Harnojoyo. “Kami Pemerintah akan berjuang serta menyakinkan tidak ada pemutusan kontrak atau merumahkan mereka (pegawai Non PNSD),” kata Harnojoyo, Senin (4/7/2022) saat memimpin apel gabungan seluruh […]

  • Bikin Mulipin, Muba Kelola Energi Sendiri

    Bikin Mulipin, Muba Kelola Energi Sendiri

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    KABUPATEN Muba berinovasi dengan membuat program Muba Listrik Pintar [Mulipin], guna mengelola energi sendiri. Program tersebut diluncurkan PT MEP. Peluncuran inovasi baru ini, tentu menambah catatan sejarah, karena kali pertama di Indonesia. Muba merupakan satu satunya Pemerintah yang mengelola energinya sendiri. Muba listrik pintar ini adalah aplikasi Hp android yang dibuat untuk mempermudahkan masyarakat Muba […]

  • Cegah Karhutla, Gubernur Kerahkan Semua Kekuatan dan Peralatan

    Cegah Karhutla, Gubernur Kerahkan Semua Kekuatan dan Peralatan

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    KEBERHASILAN Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel)  dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun lalu  akan menjadi  acuan dalam    pencegahan karhutla secara permanen, utamanya di daerah yang dinilai rawan karhutla   di  tahun 2022. “Keberhasilan penurunan titik hotspot pada tahun 2021, merupakan prestasi terbaik yang telah dilaksanakan oleh tim pengendalian kebakaran hutan dan lahan, […]

expand_less
WordPress Archive Park – Creative Portfolio WordPress Theme Parkivia | Auto Parking & Car Maintenance WordPress Theme Parkivia | Auto Parking & Car Maintenance WP Partdo - Auto Parts and Tools Shop WooCommerce Theme Particles Backgrounds Addon for WPBakery Page Builder Partiso Political Party & Candidate Elementor Template Kit Partiso | Political WordPress Theme for Party & Candidate Partiwi – Barbershop Elementor Template Kit PartyMaker | Event Planner & Wedding Agency WP Passage – Responsive Retina Multi-Purpose Theme