Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Resep Pindang Ceker Ayam Khas Palembang dengan Nanas, Kuah Gurih Pedas yang Bikin Nagih

Resep Pindang Ceker Ayam Khas Palembang dengan Nanas, Kuah Gurih Pedas yang Bikin Nagih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – SUMSELTERKINI.CO.ID – Resep pindang ceker ayam khas Palembang dengan potongan nanas ini cocok buat yang suka masakan berkuah dengan rasa gurih, pedas, asam, dan segar. Ceker ayam dimasak sampai empuk, lalu dipadukan dengan bumbu pindang dan nanas mengkal yang membuat kuahnya punya rasa asam-manis yang khas.

Ceker memang sering dianggap bagian ayam yang sederhana. Harganya relatif murah dan kadang cuma dimasukkan ke sop atau dibuat seblak. Padahal kalau dimasak dengan bumbu pindang, ceritanya bisa lain.

Apalagi kalau kuahnya diberi nanas, di situlah rasa gurih dari ceker bertemu dengan asam-manis buah. Pedas cabai jadi lebih enak, rempah terasa lebih keluar, dan kuahnya tidak terasa berat.

Buat saya, bagian paling menarik justru ketika makan ceker dan tiba-tiba dapat potongan nanas. Ada rasa asam segar yang memutus rasa gurih, lalu beberapa detik kemudian ingin menyendok kuah lagi.

Bahan Pindang Ceker

Untuk sekitar 4 porsi, siapkan:

  • 500 gram ceker ayam
  • ½ buah nanas mengkal
  • 1 liter air
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 ruas lengkuas, memarkan
  • 2 buah tomat
  • 2 batang daun bawang
  • 1 genggam kemangi
  • 1–2 buah jeruk nipis
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Kaldu bubuk secukupnya
  • Minyak untuk menumis

Bumbu yang Dihaluskan

  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah
  • 5–10 cabai rawit
  • 2 butir kemiri
  • 1 ruas kunyit
  • 1 ruas jahe

Cabai rawit tidak harus sebanyak itu. Kalau di rumah ada yang tidak kuat pedas, kurangi saja. Pindang tetap enak meskipun pedasnya sedang.

Cara Membuat Pindang Ceker

Pertama, bersihkan ceker. Potong bagian kukunya, kemudian cuci sampai bersih.

Rebus sebentar dalam air mendidih. Air rebusan pertama bisa dibuang. Setelah itu, ceker direbus kembali menggunakan air bersih sampai mulai empuk.

Sambil menunggu ceker, haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kunyit, dan jahe.

Panaskan sedikit minyak. Tumis bumbu halus bersama serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas.

Tumis sampai bumbunya benar-benar matang dan harum.

Jangan cuma sampai bumbu layu. Kalau sudah matang, aromanya biasanya mulai keluar dan minyak terlihat sedikit terpisah dari bumbu.

Masukkan tumisan tersebut ke dalam panci berisi ceker.

Aduk pelan, lalu masak dengan api sedang.

Sekarang tinggal menunggu sampai ceker benar-benar empuk dan bumbunya meresap.

Setelah itu baru masukkan tomat dan nanas.

Nanas Jangan Dimasak Terlalu Lama

Untuk pindang ceker, saya lebih suka memakai nanas yang masih mengkal.

Teksturnya lebih kuat dan rasa asam-manisnya masih terasa. Potong agak besar supaya tidak langsung hancur ketika masuk ke kuah.

Masukkan nanas setelah ceker empuk.

Tidak perlu dimasak terlalu lama. Cukup sampai nanas menyatu dengan kuah, tetapi teksturnya masih terasa ketika digigit.

Ini yang membuat pindang ceker jadi menarik.

Kuahnya gurih dan pedas, lalu ada potongan nanas yang memberikan rasa asam-manis.

Sederhana, tapi pas.

Apa Manfaat Nanas dalam Pindang?

Nanas bukan cuma membuat kuah terlihat lebih ramai.

Buah ini memberi rasa asam dan manis alami sehingga rasa gurih dari ceker tidak terasa terlalu berat. Nanas juga mengandung vitamin C dan mangan.

Selain itu, nanas mengandung bromelain, yaitu enzim yang dapat memecah protein. Namun karena masakan dipanaskan, aktivitas enzim tersebut akan berkurang.

Jadi jangan menganggap nanas di pindang sebagai bahan yang punya efek khusus untuk kesehatan. Peran utamanya tetap sebagai penambah rasa, aroma, tekstur, sekaligus tambahan nutrisi.

Kunci Kuah Pindang yang Enak

Menurut saya, bagian paling penting ada di bumbunya.

Bumbu harus ditumis sampai matang.

Kalau bumbu masih mentah, kuah biasanya terasa kurang dalam. Aroma kunyit, jahe, bawang, serai, dan daun jeruk juga belum keluar maksimal.

Kemudian jangan pelit dengan bahan aromatik.

Serai, daun jeruk, daun salam, dan lengkuas memang kelihatannya cuma pelengkap. Tapi justru bahan-bahan seperti inilah yang membuat aroma kuah pindang terasa lebih hidup.

Untuk rasa asam, jangan langsung memasukkan banyak jeruk nipis.

Cicipi dulu setelah nanas masuk.

Kalau masih kurang segar, baru tambahkan sedikit jeruk nipis setelah api dimatikan.

Kalau Mau Lebih Pedas

Pindang ceker memang enak kalau pedas.

Tapi pedasnya jangan sampai menutup rasa lain.

Gunakan cabai merah untuk warna dan rasa, lalu cabai rawit untuk tendangan pedasnya.

Kalau suka pedas sekali, silakan tambah cabai rawit.

Kalau untuk makan keluarga, gunakan jumlah yang sedang. Nanti sambal bisa disiapkan terpisah.

Dengan begitu, satu panci pindang bisa dinikmati semua orang.

Jangan Lupa Kemangi

Kemangi bisa dimasukkan menjelang api dimatikan.

Tidak perlu terlalu lama dimasak.

Aromanya akan langsung keluar ketika terkena kuah panas.

Kalau suka, potongan tomat juga bisa diperbanyak. Tomat membantu memberi rasa segar dan sedikit asam pada kuah.

Jadi rasa asam tidak hanya mengandalkan jeruk nipis.

Pindang Ceker Paling Pas dengan Nasi Hangat

Ada masakan yang cukup dimakan begitu saja.

Pindang ceker bukan salah satunya.

Kuahnya lebih enak kalau disiram ke nasi putih hangat.

Ceker diambil satu.

Kemudian nanas.

Lalu kuahnya ditambah lagi.

Biasanya di sini mulai muncul masalah kecil.

Nasi yang tadinya sudah dirasa cukup ternyata masih kurang.

Bukan karena cekernya banyak.

Kuahnya yang susah ditinggalkan.

Rasa gurih dari kaldu, pedas cabai, aroma rempah, lalu potongan nanas yang asam-manis membuat satu suapan terasa berbeda dengan suapan berikutnya.

Itulah yang membuat pindang ceker khas Palembang menarik untuk dimasak di rumah.

Bahan-bahannya sederhana, cara membuatnya juga tidak rumit. Yang dibutuhkan cuma sedikit kesabaran saat merebus ceker dan menumis bumbu.

Setelah itu, biarkan kuah bekerja.

Dan kalau akhirnya nasi di piring habis lebih banyak dari biasanya, ya sudah.

Anggap saja itu bagian dari resep. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puncak Hari Ibu ke -90, Pesan Harnojoyo Bikin TP- PKK Palembang Merinding

    Puncak Hari Ibu ke -90, Pesan Harnojoyo Bikin TP- PKK Palembang Merinding

    • calendar_month Kamis, 13 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.172
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Puncak peringatan hari ibu ke-90 tahun 2018 Kota Palembang digelar di Arrahman Center Function & Weding Hall Komplek Rumah Makan Makan Sri Melayu, Kamis (13/12/2018). Berbagai acara dan pertunjukan disajikan dalam acara tersebut, mulai dari penampilan paduan suara PKK Kota Palembang, Puisi yang dibawakan ibu-ibu PKK Kota Palembang, Pameran hasil karya perempuan, […]

  • Serahterima Danrem, Pangdam Sriwijaya Minta Danrem Ciptakan Situasi Kondusif

    Serahterima Danrem, Pangdam Sriwijaya Minta Danrem Ciptakan Situasi Kondusif

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.383
    • 0Komentar

      SELESAI meresmikan penambahan gedung baru Makorem 041/Gamas, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Agus Suhardi, memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danrem 041/Gamas dan Danrem 044/Gapo, di Gedung Balai Prajurit Korem 041/Gamas, Jalan Pembangunan No 3 Padang Harapan Kota Bengkulu, Kamis (7/10/2021). Danrem 041/Gamas yang semula dipimpin Brigjen TNI Yanuar Adil, pindah menjadi Irdam III/Siliwangi dan digantikan […]

  • Berbagi Berkah Ramadhan, Pangdam Sriwijaya Bagikan Takjil

    Berbagi Berkah Ramadhan, Pangdam Sriwijaya Bagikan Takjil

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    MENJELANG waktu berbuka Puasa Ramadhan, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi didampingi Kasdam II/Swj Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko, S.E., M.B.A., dan sejumlah pejabat utama Kodam II/Swj, membagikan Takjil Buka Puasa kepada pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, para sopir dan penumpang angkutan umum yang melintas Jalan Jenderal Sudirman KM 2,5 di depan Makodam II/Sriwijaya Kota […]

  • Galiat Pedestrian Sudirman Palembang di Malam Akhir Pekan

    Galiat Pedestrian Sudirman Palembang di Malam Akhir Pekan

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.366
    • 0Komentar

      MESKI asap dari karhutlabun masih terasa menganggu pernapasan, namun tak menyurutkan warga Palembang untuk menikmati suasana malam, akhir pekan di Pedestrian Jalan Sudirman. Berbondong-bondong mereka terlihat memadati sepanjang Jalan Sedirman yang belum lama ini dijadikan destinasi wisata baru di Palembang. Saat jarum jam tepat menunjuk angka 19.00 WIB, Sabtu malam [19/10/2019] beberapa titik jalan, […]

  • Dollar AS Naik Belum Berdampak Besar pada Pelumas Mobil 1   

    Dollar AS Naik Belum Berdampak Besar pada Pelumas Mobil 1  

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    Oleh : As SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Dampak kenaikan dollar AS terhadap rupiah belum berpengaruh besar terhadap pemasaran dan penjualan produk minyak pelumas/Oli /Pelumas mesin sintetis mesin mobil 1 menyusul meningkatnya penjualan kendaraan masih sangat tinggi di Indonesia. “Apalagi pihak pemasaran selalu melaksanakan program-program yang disampaikan melalui program mobil royalti club dan promosi langsung ke customer […]

  • Di Vaksinasi Lagi, Walikota : Yang Sudah Diprioritaskan Jangan Menunda, Ini Pengakuannya Setelah Ikut Vaksin tahap II

    Di Vaksinasi Lagi, Walikota : Yang Sudah Diprioritaskan Jangan Menunda, Ini Pengakuannya Setelah Ikut Vaksin tahap II

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    INI kali kedua, Walikota Palembang Harnojoyo disuntik vaksin di Rumah Sakit BARI Palembang. Vaksinasi ia lakukan, sudah menjadi kewajiban, karena sudah masuk daftar prioritas. “Tidak ada gejala apapun yang dirasakan hingga usai proses vaksinasi tahap kedua yang telah dijalaninya. Artinya setelah yang pertama selesai, yang kedua juga gejalanya tidak ada sama sekali,” kata Harnojoyo usai […]

expand_less
WordPress Archive Park – Creative Portfolio WordPress Theme Parkivia | Auto Parking & Car Maintenance WordPress Theme Parkivia | Auto Parking & Car Maintenance WP Partdo - Auto Parts and Tools Shop WooCommerce Theme Particles Backgrounds Addon for WPBakery Page Builder Partiso Political Party & Candidate Elementor Template Kit Partiso | Political WordPress Theme for Party & Candidate Partiwi – Barbershop Elementor Template Kit PartyMaker | Event Planner & Wedding Agency WP Passage – Responsive Retina Multi-Purpose Theme