Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » PENDIDIKAN : “Multibeam, Mahasiswa & Mimpi di Dasar Laut, Ketika Sonar Lebih Tajam dari Wacana”

PENDIDIKAN : “Multibeam, Mahasiswa & Mimpi di Dasar Laut, Ketika Sonar Lebih Tajam dari Wacana”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
  • visibility 614
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEKOLAH itu penting, Nak, biar kau bisa bedakan mana yang sonar, mana yang cuma suara,”- (Petuah Ibu di dapur, sambil goreng ikan asin)

Di sebuah ruangan tak jauh dari bibir pantai Ancol, Jakarta, sekelompok mahasiswa pascasarjana tampak khusyuk menatap layar monitor, bukan main TikTok, bukan juga nonton drama Korea, mereka tengah mengutak-atik Multibeam Echo Sounder (MBES), teknologi pemetaan dasar laut tiga dimensi yang lebih canggih dari imajinasi emak-emak arisan RT kalau ngomongin tetangga baru.

40 mahasiswa pilihan dari lima kampus ternama ditambah 8 perwakilan BPPSDM lagi magang serius, bukan main-main,  bukan pelatihan biasa, ini adalah proyek kolaborasi resmi antara Indonesia dan Korea Selatan lewat program Official Development Assistance – Korea-Indonesia Integrated Ocean and Fisheries Technology Training Center (ODA KIOTEC). Wah, panjangnya aja udah kayak nama gado-gado di warung ujung jalan, tapi isinya bukan kerupuk-melainkan ilmu yang gurihnya tahan lama.

Teknologi MBES ini semacam sonar super yang bisa ‘melihat’ dasar laut dengan akurasi sekelas mantan pacar yang bisa tahu kamu bohong cuma dari nada suara. Tapi bedanya, MBES ini tidak sakit hati. Ia menghasilkan peta dasar laut tiga dimensi yang digunakan untuk survei hidrografi, model ekosistem, sampai rencana tata ruang laut.

Pelatihan selama 4 hari itu digarap serius teori ada, praktik ada, bahkan pengambilan data langsung ke laut juga ada. Pesertanya? Calon ilmuwan kelautan yang suatu hari bisa jadi penentu arah pembangunan pesisir dan ekonomi biru.

Sebagaimana pepatah bijak berbunyi, “Beri aku peta laut, dan akan kutata ruang hidupku dari dasar hingga pantai,” atau kalau versi ngelantur “Lebih baik punya MBES di kapal daripada banyak MBES masih bisa eksis sementara di feed Instagram”.

Acara ini bukan asal-asalan, ada nama-nama berat yang hadir Wiwin Windupranata dari ITB, Mochamad Riam Badriana, dan tim teknis MTCRC, mereka enggak sekadar ngajar, tapi juga meramu pengetahuan akademik dengan kebutuhan industri.

Menurut Rudi Alek Wahyudin dari BPPSDM KP, keterlibatan lembaganya dalam pelatihan ini bukan sekadar ngumpulin absensi, tapi ini adalah langkah strategis untuk mentransformasikan pendidikan vokasi, dari sekadar hafalan di kelas, jadi  singkatnya dari yang biasanya nulis laut itu asin di ujian, sekarang mereka tahu betul koordinat mana yang airnya paling asin dan kenapa.

Park Hansan, Direktur Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), bilang program ini jadi kontribusi nyata buat memperkuat kerja sama bilateral, tapi lebih dari itu, ini bagian dari aksi global dalam UN Decade of Ocean Science for Sustainable Development, Intinya, kalau anak muda kita jago survei laut, Indonesia bisa punya peran penting di pentas internasional.

Sebagaimana dikatakan Nelson Mandela, “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”. “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.”, sumber : Nelson Mandela By Himself: The Authorised Book of Quotations (Edisi resmi kutipan Mandela, diterbitkan oleh Nelson Mandela Foundation).

Dan dalam konteks ini, weapon-nya ya MBES tadi, kalau boleh bercermin dari negara lain, Korea Selatan sendiri sudah lama memprioritaskan riset laut sebagai bagian dari strategi ekonomi dan pertahanan.

Jepang juga punya sistem pendidikan kelautan yang terintegrasi dengan teknologi tinggi, bahkan sejak jenjang sekolah menengah. Artinya? Kita tidak kalah, cuma perlu mengejar dengan gaya jangan lari terburu-buru, nanti jatuh ke lubang kebijakan yang cuma wacana.

Kembali ke kampus dan pelatihan, kita patut bertanya siapa yang akan melanjutkan estafet pembangunan kelautan ke depan kalau bukan generasi yang sekarang sedang sibuk belajar MBES? Jangan sampai anak muda kita cuma jago bikin konten #HealingDiPantai, tapi buta soal kondisi dasar laut tempat mereka healing.

Program KIOTEC ini bukan cuma soal transfer teknologi, tapi soal menanam benih mimpi. Bahwa di masa depan, Indonesia tidak hanya jadi negara yang lautnya luas, tapi juga yang paling memahami lautnya.

Kalau negara ini serius ingin mewujudkan ekonomi biru yang berbasis sains, maka penguasaan teknologi seperti MBES adalah kompasnya, dan generasi muda, terutama yang sekarang dilatih lewat ODA KIOTEC, adalah nahkodanya.

Karena seperti kata pepatah lama yang dimodifikasi “di laut yang dalam, bukan cuma ikan yang berenang. Tapi juga harapan, ilmu, dan masa depan bangsa”. Dan seperti yang sering dikatakan Pak RT kami, “Lebih baik tenggelam dalam data laut, daripada hanyut dalam kebijakan tanpa dasar”.

Jadi, kapan terakhir kali kamu lihat laut, dan bukan cuma untuk selfie?. Mungkin sudah saatnya kita lihat lebih dalam dengan sonar, bukan sekadar pandangan mata. Ditulis sambil membayangkan jadi nelayan digital di masa depan, pakai drone dan MBES sambil minum kopi kapal api. [***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menparekraf Yakin Sumbangan Sektor Pariwisata 2022 Akan Lebih  Meningkat

    Menparekraf Yakin Sumbangan Sektor Pariwisata 2022 Akan Lebih Meningkat

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.493
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meyakini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) akan dapat berkontribusi besar bagi kebangkitan ekonomi di tanah air pada tahun 2022 karena potensinya cukup besar. Hal itu terlihat saat libur Natal dan Tahun Baru menunjukkan hasil yang sehat dan sesuai hasil kunjungan langsung ke lapangan. […]

  • Berkah HUT-1338, Palembang Diberi Kado Senilai Rp123 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur, Gubernur Pesan Ini, Walikota Jawab Begini  

    Berkah HUT-1338, Palembang Diberi Kado Senilai Rp123 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur, Gubernur Pesan Ini, Walikota Jawab Begini  

    • calendar_month Kamis, 17 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    PUNCAK peringatan Hari Jadi Kota Palembang ke 1338 dilakukan Sidang Paripurna Istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berjalan dengan khidmat, meski ditengah Pandemi Covid 19. HUT Kota Palembang dilaksanakan sederhan tanpa pesta rakyat, karena sejak dua tahun masih dilanda pagebluk. Meski ditiadakan pesta rakyat seperti HUT Kota Palembang, namun dibalik itu ada berkahnya, […]

  • Kiat Jiwa Kepemimpinan untuk Mahasiswa UNSRI

    Kiat Jiwa Kepemimpinan untuk Mahasiswa UNSRI

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA memberikan kiat khusus untuk mahasiswa Universitas Sriwijaya [UNSRI]. Dalam kuliah umumnya  Bupati Muba memberikan materi kuliah kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya Secara virtualdi Ruang Rapat Bupati kemarin. Pada pertemuan kali ini Dodi Reza melanjutkan pembahasan materi kepemimpinan. Konsep dari kepemimpinan visioner yang pertama, […]

  • Walikota Pagaralam : MTQ, Media yang Efektif Untuk Syiar Agama Islam

    Walikota Pagaralam : MTQ, Media yang Efektif Untuk Syiar Agama Islam

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

    WALIKOTA Pagaralam Alpian Maskoni resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota yang ke-X. MTQ berlangsung di Masjid Taqwa Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara, dengan tema ” Membangun Insan Qur’ani Mewujudkan Pagar Alam Maju,” Selasa (3/3/20). Pantauan dilapangan ratusan peserta dari tiga kelompok umur, yakni Anak-anak, Remaja serta Dewasa yang merupakan juara MTQ tingkat […]

  • Impian Investor: Pasar Properti Dubai Akan Melonjak, Menjanjikan Pertumbuhan Modal, Bergabunglah dengan acara abad ini

    Impian Investor: Pasar Properti Dubai Akan Melonjak, Menjanjikan Pertumbuhan Modal, Bergabunglah dengan acara abad ini

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Dubai, yang terkenal dengan proyek infrastrukturnya yang ambisius, lokasinya yang strategis, dan lingkungan bisnisnya yang dinamis, memberikan alasan yang menarik untuk apresiasi modal. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap potensi pertumbuhan investasi kota ini. Pertama, lokasi geografis Dubai yang strategis sebagai pintu gerbang antara Timur dan Barat menjadikannya pusat perdagangan, perniagaan, dan pariwisata yang […]

  • Perta Samtan Dorong Wisata Ekologis Desa Pangkul

    Perta Samtan Dorong Wisata Ekologis Desa Pangkul

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.966
    • 0Komentar

    KOMITMEN PT Perta Samtan Gas (PSGas) untuk pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup semakin menguat. Salah satunya dengan menggerakkan sejumlah program di Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatra Selatan. Berkat program pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan PSGas, warga desa ini aktif melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terintrigasi. Tak heran jika pada […]

expand_less
WordPress Archive Urbania – Modern Minimal WordPress Blog Urbanite – Architect & Real Estate Developer FSE WordPress Theme Urbanize - Urban Planning Designer Elementor Template Kit UrbanPoint – House Selling & Rental WordPress Theme Urim – Creative Agency WordPress Theme URL to RSS – Custom Curated RSS Feeds, RSS From Any Site Urna – All-in-one WooCommerce WordPress Theme Uruana – Multi Store Responsive WordPress Theme Urusin – Business Consulting Elementor Template Kit Use-your-Drive | Google Drive Plugin for WordPress