KKP Konservasi Mangrove Belitung Dorong Populasi Kerang Dara, Ekonomi Warga Pesisir Ikut Terangkat
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kkp
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – KKP Konservasi Mangrove Belitung menjadi salah satu upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui kolaborasi bersama warga, pelaku usaha, dan akademisi, kawasan mangrove di Desa Juru Seberang, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, kini dikembangkan untuk mendukung peningkatan populasi kerang dara yang menjadi sumber penghasilan masyarakat pesisir.
Program ini membuktikan upaya pelestarian laut tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan, tetapi juga bagaimana masyarakat sekitar bisa mendapatkan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Permana Yudiarso belum lama ini mengatakan pengelolaan kawasan pesisir membutuhkan kerja bersama berbagai pihak.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga ruang laut tanpa keterlibatan aktif masyarakat. “Mangrove memiliki peran strategis sebagai penyimpan karbon biru, pelindung pantai dari abrasi, habitat berbagai biota, sekaligus menjadi penopang mata pencaharian masyarakat pesisir,” kata Permana.
Ia menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki manfaat besar, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi kehidupan warga yang menggantungkan penghasilan dari sumber daya pesisir.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penebaran indukan kerang dara di kawasan mangrove Desa Juru Seberang. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
Selain penebaran indukan, masyarakat juga membuat komitmen bersama untuk melindungi dan mengelola kawasan indukan kerang dara agar populasinya dapat berkembang secara alami.
Konservasi mangrove harus melibatkan masyarakat
Program Director Bakau Institute Naufal Bintang Akbar menilai keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan rehabilitasi lingkungan, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pesisir.
Menurutnya, masyarakat harus memiliki rasa kepemilikan terhadap sumber daya alam yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.
“Konservasi akan lebih kuat ketika masyarakat ikut menjaga dan mendapatkan manfaat dari kawasan tersebut,” ujarnya.
Pengembangan kawasan perlindungan indukan kerang dara di Desa Juru Seberang diharapkan menjadi contoh konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Melalui pendekatan ekonomi biru, KKP mendorong agar pemanfaatan ruang laut tetap memperhatikan kelestarian ekosistem. Perlindungan mangrove, penguatan pengelolaan pesisir, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga masa depan sumber daya laut Indonesia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
