Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » SMK Sumsel Didorong Jadi “Iron ManWong Kito”

SMK Sumsel Didorong Jadi “Iron ManWong Kito”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEJAK awal kegiatan LKS SMK Sumsel 2026 dimulai di SMK Negeri 2 Palembang, suasananya terlihat sudah dipenuhi siswa dari berbagai daerah yang datang membawa keterampilan masing-masing untuk diuji di tingkat provinsi.

Ada yang datang dengan wajah serius, ada yang santai, ada juga yang kelihatannya sudah “mode fokus total” seperti mau menghadapi ujian hidup, padahal ini baru lomba keterampilan.

Tapi, memang begitulah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Sumatera Selatan 2026 ini. Bukan hanya acara tahunan yang formal dan rapi di atas kertas, tapi arena tempat anak SMK unjuk kemampuan, dari teknik, teknologi, sampai keterampilan yang nanti ujungnya diharapkan bisa dipakai di dunia nyata.

Di tengah suasana itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, memberi pesan yang cukup tegas, tapi disampaikan dengan gaya yang membumi. Ia tidak hanya bicara soal lomba, tapi soal arah.

“Bangunlah teknologi yang bisa membantu petani karet kita, ciptakan mesin yang meringankan kerja nelayan Sungai Musi, dan kembangkan aplikasi yang mengangkat UMKM lokal wong kito,” ujarnya.

Kalau diterjemahkan ke bahasa santai, kira-kira begini maksudnya, jangan sampai anak SMK cuma jago di bengkel atau lab, tapi bingung ketika disuruh bantu menyelesaikan masalah di lapangan.

Dan dari situ muncul gambaran yang agak menarik kalau boleh sedikit dibumbui imajinasi, anak SMK Sumsel ini seperti sedang disiapkan jadi “Iron Man versi Wong Kito”.

Bukan pakai armor futuristik atau terbang di langit, tapi pakai solder, kabel, mesin, dan laptop yang kadang kipasnya bunyi lebih keras dari suara kelas.

Iron Man versi ini kerjanya lebih membumi, bantu petani karet supaya kerja lebih efisien, bantu nelayan Sungai Musi supaya alat tangkapnya lebih efektif, atau bantu UMKM lokal biar dagangannya bisa naik kelas, bukan cuma naik status WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Mondyaboni, menjelaskan LKS tahun ini mempertandingkan 31 bidang lomba. Seperti 31 “ruang latihan” yang berbeda-beda, masing-masing punya tantangan sendiri, tapi ujungnya sama, menguji kemampuan siswa SMK.

Ada yang serius mengerjakan teknis, ada yang sibuk merancang, ada yang mungkin kelihatannya diam tapi pikirannya lagi “full loading”. Namanya juga kompetisi, semua orang punya mode masing-masing.

Di sisi lain, LKS ini juga bukan akhir cerita. Para pemenang dari tingkat provinsi akan melanjutkan ke LKS tingkat nasional yang dijadwalkan 26 Juli hingga 1 Agustus 2026. Jadi apa yang terjadi di Palembang ini sebenarnya baru “bab latihan”, bukan finalnya.

Bengkel ide

Kalau dilihat dari sudut yang lebih santai, LKS ini seperti semacam “audisi besar-besaran” calon tukang solusi. Bukan audisi nyanyi atau akting, tapi audisi kemampuan bikin sesuatu yang bisa dipakai orang lain.

Dan di sinilah pesan Wagub terasa masuk akal. Karena kalau ilmu hanya berhenti di sekolah, ya dia cuma jadi teori yang rapi di buku. Tapi kalau bisa turun ke masyarakat, dia bisa berubah jadi alat bantu yang benar-benar terasa manfaatnya.

Petani karet tidak butuh teori panjang, mereka butuh alat yang memudahkan kerja. Nelayan Sungai Musi tidak butuh penjelasan rumit, mereka butuh solusi yang bisa dipakai langsung. UMKM juga tidak butuh jargon teknologi, mereka butuh cara agar dagangannya lebih laku.

Oleh sebab itu, di tengah semua itu, SMK jadi titik penting. Tempat di mana teori pelan-pelan harus belajar “turun ke bumi”.

Kalau boleh ditarik dengan gaya santai, mungkin begini, SMK Sumsel sekarang sedang diminta bukan cuma jadi tempat belajar, tapi juga jadi “bengkel ide” yang hasilnya bisa langsung dipakai masyarakat.

Bukan berarti semua harus langsung jadi sempurna. Tapi setidaknya, arah besarnya jelas ilmu bukan untuk disimpan, tapi untuk dipakai.

Sehingga dari LKS SMK Sumsel 2026 harapannya bukan cuma lahir juara lomba, tapi juga lahir generasi yang kalau melihat masalah di sekitar, refleksnya bukan “ini sulit”, tapi “ini bisa kita bantu bagaimana ya?”

Itu mungkin versi paling sederhana dari “Iron Man Wong Kito” yang dimaksud bukan superhero film, tapi anak SMK yang pelan-pelan belajar jadi solusi nyata di dunia nyata.(***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua BUMD Pemprov Sumsel  Boyong Boyong Penghargaan

    Dua BUMD Pemprov Sumsel  Boyong Boyong Penghargaan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.607
    • 0Komentar

    DUA Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumsel agar memberikan kontribusi yang optimal terhadap pembangunan daerah mencapai hasil yang cukup maksimal sehingga mendapatkan penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2020 dalam ajang TOP BUMD Awards 2020 yang digelar di The Sultan Hotel Jakarta, beberapa waktu lalu. Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Gubernur H. Mawardi Yahya. “Kedepan […]

  • Sepeda Membuncah Tawa

    Sepeda Membuncah Tawa

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.484
    • 0Komentar

    DAYUNG bukan temani perahu Sekali goes berlusin putaran roda Jantung berdegup sehat Keringat membanjiri  jalan dan lorong yang dilalui   Rute dipilih sendirian atau beramai Olahraga sekaligus membangun sinergi Komunitas lahir karena tempat kerja Sama sekampung, atau sekedar bersapa di jalan   Praktis dilipat walau bukan digulung Pakai gigi depan belakang penambah cepat dan peringan […]

  • Bybit Luncurkan Staking ETH yang Dioptimalkan Menjelang Peningkatan Ethereum di Shanghai

    Bybit Luncurkan Staking ETH yang Dioptimalkan Menjelang Peningkatan Ethereum di Shanghai

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- DUBAI, Uni Emirat Arab –  Bybit, bursa kripto yang paling banyak dikunjungi ketiga di dunia, meluncurkan Web3 Staking Pool barunya, memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan opsi staking ETH yang tidak rumit di bursa pada waktunya untuk jaringan Ethereum yang sangat dinantikan Peningkatan Shanghai.   Staking pool secara drastis menyederhanakan proses penambahan likuiditas ke protokol […]

  • HNU Ingin Lihat Kontraktor Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Tapi…

    HNU Ingin Lihat Kontraktor Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Tapi…

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.618
    • 0Komentar

    Pj. Bupati Muara Enim, Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M., Nasrun Umar mendorong pengusaha atau kontraktor jasa konstruksi lokal di Kabupaten Muara Enim dapat bersaing dan lebih terlibat dalam pembangunan daerah, khususnya pada proyek-proyek kegiatan APBD Kabupaten Muara Enim. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan konsolidasi bersama pengurus asosiasi pengusaha lokal Kabupaten Muara Enim di Ruang […]

  • Surat Cinta dari Tuhan

    Surat Cinta dari Tuhan

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.878
    • 0Komentar

    Tuhan sedang mencoba hambanya, dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, dengan kekurangan harta dan buah-buahan, dengan mencabut jiwa, bagi mereka yang bertakwa,   Tuhan sedang menegur hambanya, dengan menimpakan bencana, malapetaka yang tak sudah, disebabkan perbuatan tangan mereka, disebabkan mempersekutukannya, disebabkan telah melampaui batas, bagi mereka yang berdosa,   bencana apa yang telah melanda, adalah kehendaknya […]

  • Tingkatkan jumlah penumpang LRT Sumsel, Menhub : Bakal ada angkutan feeder yang bentuknya unik sumbangan salah satu perbankan nasional  

    Tingkatkan jumlah penumpang LRT Sumsel, Menhub : Bakal ada angkutan feeder yang bentuknya unik sumbangan salah satu perbankan nasional  

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.920
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Kementerian Perhubungan terus berupaya meningkatkan jumlah penumpang (ridership) angkutan massal di kota Palembang, seperti Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (LRT Sumsel). “LRT ini harus banyak angkutan feedernya. Sejauh ini kolaborasi antara Kemenhub dengan Pemerintah Kota Palembang untuk menyediakan angkutan feeder ini sudah cukup baik. Ke depan kita akan menggandeng pihak swasta,” ujar Menteri […]

expand_less
WordPress Archive LearnDash LMS Slack Integration LearnDash LMS Stripe Integration LearnDash LMS Toolkit Addon LearnDash LMS Visual Customizer LearnDash LMS WooCommerce Integration Addon LearnDash LMS WordPress Plugin LearnDash LMS Zapier Integration LearnDash Notes LearnKit – e-Learning Elementor Template Kit Learnomatic – Udemy Affiliate Plugin for WordPress