Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » SMK Sumsel Didorong Jadi “Iron ManWong Kito”

SMK Sumsel Didorong Jadi “Iron ManWong Kito”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEJAK awal kegiatan LKS SMK Sumsel 2026 dimulai di SMK Negeri 2 Palembang, suasananya terlihat sudah dipenuhi siswa dari berbagai daerah yang datang membawa keterampilan masing-masing untuk diuji di tingkat provinsi.

Ada yang datang dengan wajah serius, ada yang santai, ada juga yang kelihatannya sudah “mode fokus total” seperti mau menghadapi ujian hidup, padahal ini baru lomba keterampilan.

Tapi, memang begitulah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Sumatera Selatan 2026 ini. Bukan hanya acara tahunan yang formal dan rapi di atas kertas, tapi arena tempat anak SMK unjuk kemampuan, dari teknik, teknologi, sampai keterampilan yang nanti ujungnya diharapkan bisa dipakai di dunia nyata.

Di tengah suasana itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, memberi pesan yang cukup tegas, tapi disampaikan dengan gaya yang membumi. Ia tidak hanya bicara soal lomba, tapi soal arah.

“Bangunlah teknologi yang bisa membantu petani karet kita, ciptakan mesin yang meringankan kerja nelayan Sungai Musi, dan kembangkan aplikasi yang mengangkat UMKM lokal wong kito,” ujarnya.

Kalau diterjemahkan ke bahasa santai, kira-kira begini maksudnya, jangan sampai anak SMK cuma jago di bengkel atau lab, tapi bingung ketika disuruh bantu menyelesaikan masalah di lapangan.

Dan dari situ muncul gambaran yang agak menarik kalau boleh sedikit dibumbui imajinasi, anak SMK Sumsel ini seperti sedang disiapkan jadi “Iron Man versi Wong Kito”.

Bukan pakai armor futuristik atau terbang di langit, tapi pakai solder, kabel, mesin, dan laptop yang kadang kipasnya bunyi lebih keras dari suara kelas.

Iron Man versi ini kerjanya lebih membumi, bantu petani karet supaya kerja lebih efisien, bantu nelayan Sungai Musi supaya alat tangkapnya lebih efektif, atau bantu UMKM lokal biar dagangannya bisa naik kelas, bukan cuma naik status WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Mondyaboni, menjelaskan LKS tahun ini mempertandingkan 31 bidang lomba. Seperti 31 “ruang latihan” yang berbeda-beda, masing-masing punya tantangan sendiri, tapi ujungnya sama, menguji kemampuan siswa SMK.

Ada yang serius mengerjakan teknis, ada yang sibuk merancang, ada yang mungkin kelihatannya diam tapi pikirannya lagi “full loading”. Namanya juga kompetisi, semua orang punya mode masing-masing.

Di sisi lain, LKS ini juga bukan akhir cerita. Para pemenang dari tingkat provinsi akan melanjutkan ke LKS tingkat nasional yang dijadwalkan 26 Juli hingga 1 Agustus 2026. Jadi apa yang terjadi di Palembang ini sebenarnya baru “bab latihan”, bukan finalnya.

Bengkel ide

Kalau dilihat dari sudut yang lebih santai, LKS ini seperti semacam “audisi besar-besaran” calon tukang solusi. Bukan audisi nyanyi atau akting, tapi audisi kemampuan bikin sesuatu yang bisa dipakai orang lain.

Dan di sinilah pesan Wagub terasa masuk akal. Karena kalau ilmu hanya berhenti di sekolah, ya dia cuma jadi teori yang rapi di buku. Tapi kalau bisa turun ke masyarakat, dia bisa berubah jadi alat bantu yang benar-benar terasa manfaatnya.

Petani karet tidak butuh teori panjang, mereka butuh alat yang memudahkan kerja. Nelayan Sungai Musi tidak butuh penjelasan rumit, mereka butuh solusi yang bisa dipakai langsung. UMKM juga tidak butuh jargon teknologi, mereka butuh cara agar dagangannya lebih laku.

Oleh sebab itu, di tengah semua itu, SMK jadi titik penting. Tempat di mana teori pelan-pelan harus belajar “turun ke bumi”.

Kalau boleh ditarik dengan gaya santai, mungkin begini, SMK Sumsel sekarang sedang diminta bukan cuma jadi tempat belajar, tapi juga jadi “bengkel ide” yang hasilnya bisa langsung dipakai masyarakat.

Bukan berarti semua harus langsung jadi sempurna. Tapi setidaknya, arah besarnya jelas ilmu bukan untuk disimpan, tapi untuk dipakai.

Sehingga dari LKS SMK Sumsel 2026 harapannya bukan cuma lahir juara lomba, tapi juga lahir generasi yang kalau melihat masalah di sekitar, refleksnya bukan “ini sulit”, tapi “ini bisa kita bantu bagaimana ya?”

Itu mungkin versi paling sederhana dari “Iron Man Wong Kito” yang dimaksud bukan superhero film, tapi anak SMK yang pelan-pelan belajar jadi solusi nyata di dunia nyata.(***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CATL & VinFast Capai Kerja Sama Strategis Global untuk Promosikan e-Mobilitas Global

    CATL & VinFast Capai Kerja Sama Strategis Global untuk Promosikan e-Mobilitas Global

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OSAKA, JAPAN –  Perusahaan Teknologi Amperex Kontemporer (“CATL”) dan Perusahaan Saham Gabungan VinFast Trading & Manufacturing (“VinFast”) mengumumkan Nota Kesepahaman untuk Kerjasama Strategis Global untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang termasuk CIIC ( CATL integrated intelligent chassis) produk sasis skateboard.   Bapak Pham Nhat Vuong – Ketua Vingroup dan Bapak Robin Zeng – Pendiri […]

  • Siaga Karhutla 2020, Pemprov Tak Main-Main

    Siaga Karhutla 2020, Pemprov Tak Main-Main

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan nampaknya tidak akan main-main dalam menangani permasalahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di wilayah Sumsel. Tidak hanya ribuan personil yang dikerahkan, bahkan Pemrov Sumsel telah memberikan bantuan keuangan kepada 10 kabupaten berdampak Karhutla dengan total Rp 45 Miliar. Hal tersebut diungkapkan  Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Mawardi Yahya didampingi Kadis LHP […]

  • Kebutuhan darah di Palembang Tinggi, PMI Alang-Alang Lebar Baru Dilantik Diminta Bergerak Cepat

    Kebutuhan darah di Palembang Tinggi, PMI Alang-Alang Lebar Baru Dilantik Diminta Bergerak Cepat

    • calendar_month Kamis, 23 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.396
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Kebutuhan darah di Palembang dinilai tinggi, Palang Merah Indonesia/PMI Alang-Alang Lebar yang baru dilantik diminta bergerak Cepat dan membantu menyosialisasikan kegiatan donor darah kepada masyarakat Harapan itu disampaikan Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, di kantor camat Alang-Alang Lebar, saat melantik pengurus PMI Kecamatan, kemarin. “Saat ini masih banyak yang membutuhkan. Dan […]

  • Sembilan Peserta MTQ Asal Muba Masuk Final

    Sembilan Peserta MTQ Asal Muba Masuk Final

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.109
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN MTQ Tingkat Provinsi terus bergulir, ratusan peserta dari beberapa cabang yang diikutsertakan 17 Kabupaten/Kota se-Sumsel bersaing untuk merebut tiket MTQ ke tingkat Nasional pada November mendatang. Dalam rangkaian MTQ tingkat Provinsi Sumsel ini, sebanyak 9 peserta asal Kabupaten Musi Banyuasin berhasil melaju babak final. “Dari arena MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Kota Palembang […]

  • 4 pilar beragama dan bernegara

    Sumsel Perkuat Keutuhan 4 Pilar Kebangsaan di Kalangan Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2017
    • account_circle Bono
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan , Joko Imam Sentosa secara resmi membuka seminar kebangsaan dengan tema “Penegakan Falsafah Pancasila di Atas Kepentingan Kelompok dan Golongan” diselenggarakan Forum Pembauran Kebangsaan & NU, di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov. Sumsel, Sabtu (29/7).

  • Banjir Landa Kota Serang, Dua Warga Meninggal Dunia

    Banjir Landa Kota Serang, Dua Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.326
    • 0Komentar

    DUA orang warga dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya dinyatakan hilang pada kejadian banjir di Kota Serang, Provinsi Banten, sebagaimana berdasarkan lokasi ⁹⁹l klik perkembangan kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang per Rabu (2/3) pukul 01.45 WIB. Di samping itu, sebanyak 2.413 KK yang tinggal di 2.413 rumah masih terdampak banjir […]

expand_less
WordPress Archive LearnDash LMS Slack Integration LearnDash LMS Stripe Integration LearnDash LMS Toolkit Addon LearnDash LMS Visual Customizer LearnDash LMS WooCommerce Integration Addon LearnDash LMS WordPress Plugin LearnDash LMS Zapier Integration LearnDash Notes LearnKit – e-Learning Elementor Template Kit Learnomatic – Udemy Affiliate Plugin for WordPress