Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Ombudsman Minta Kementan Tak Kambing Hitamkan Mafia Pangan

Ombudsman Minta Kementan Tak Kambing Hitamkan Mafia Pangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Nov 2018
  • visibility 1.412
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) diimbau untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan polemik terkait dengan ketersediaan dan kebutuhan pangan, juga soal kebijakan impor 100 ribu ton jagung yang disepakati melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas), yang diajukan Kementan sendiri.

Komisi Ombudsman menyerukan agar kementerian ini tak mengulang kebiasaan untuk menjadikan isu mafia pangan sebagai kambing hitam terkait dengan kebijakan impor dan ketidakoptimalan kinerjanya.

“Jangan terlalu membela diri bahwa seolah-olah ini kepentingan importir atau mafia pangan. Kan semua impor lewat Bulog, cari sendiri (siapa mafianya). Untuk sementara, sudahlah, jangan terlalu banyak komentar. Lebih baik fokus memperhatikan kebutuhan (jagung) peternak. Juga fokus sosialisasikan dengan baik bahwa impor untuk meningkatkan cadangan, bukan untuk mengganggu petani,” ujar Komisioner Ombudsman RI, Alamsyah Saragih, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, meskipun banyak pihak yang menolak impor bahan pangan, namun hal itu harus disesuaikan dengan kondisi fakta di lapangan. Walaupun berulang kali Kementan menyatakan saat ini produksi jagung surplus, namun harga di lapangan tinggi dan para peternak sulit mendapatkan jagung untuk kebutuhan pakan ternak.

“Sederhananya begini, yang penting kan harga. Meski banyak penolakan, walaupun dibilang surplus, tidak ada gunanya kalau barangnya tidak ada,” tegasnya.

Di kesempatan berbeda, Ketua Apindo Bidang Peternakan dan Perikanan, Anton J Supit mempertanyakan klaim surplus jagung oleh Kementan dan rencana impor jagung yang menjadi polemik.

“Ada beberapa pertanyaan besar terkait klaim surplus jagung oleh Kementan. Kalau mereka bilang ada surplus 12,98 juta ton, tapi berada di wilayah yang bukan sentra peternakan atau luar Jawa, ini banyak pertanyaan harus dijawab oleh mereka,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (9/11/2018).

Pertanyaan pertama, kata Anton, 12 juta ton stok jagung itu artinya akan ada 12 juta truk lebih membawa jagung.

“Apakah ada truk-truk pembawa jagung ini? yang jumlahnya 12 juta lebih?” tanyanya heran.

Pertanyaan kedua, lanjutnya, 12 juta ton jagung itu berada di mana? Menurutnya, jika 12 juta jagung itu ada di pengusaha, maka akan mudah diketahui.

“Kalau ada di petani, petani simpan di mana? Jagung itu tidak bisa disimpan di tempat terbuka, harus di Silo (penyimpanan curah), petani tidak punya Silo. Kalau pun industri pakan simpan jagung di Silo, kapasitasnya tidak mungkin sampai 12 juta ton,” tanyanya.

Ia juga mempertanyakan kenapa 12 juta ton jagung tidak dijual ke pasaran. “Kalau petani punya jagung 12 juta ton, dengan harga pasaran, misalnya Rp4.500 per kilogram, artinya uang petani mengendap Rp58 triliun. Apakah petani tidak butuh uang? Untuk kebutuhan sehari-hari dan operasional?” kata dia lagi.

Jika pertanyaan-pertanyaan di atas tidak bisa dijawab Kementan, lanjut Anton, maka ia mempersilakan masyarakat menilai sendiri apakah data surplus yang diklaim itu benar. Sedangkan terkait rencana impor jagung 100.000 ton yang dianggap jumlahnya kecil oleh Kementan, Anton pun mempertanyakannya.

“Jadi, kalau mau impor, berarti secara tidak langsung mengakui bahwa tidak ada barang, atau berarti barangnya kurang. Tapi, ini Kementan malu-malu saja mengatakan (jagung) kurang,” tuturnya.

Di sisi lain, anggota Komisi IV Darori Wonodipuro mengatakan, dewan akan menanyakan kebenaran data jagung kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ia juga heran akan polemik yang justru digulirkan pihak Kementan.

“Saya akan menanyakan tentang impor jagung ini. Sebab, saya juga ditanya oleh masyarakat, katanya surplus jagung, tapi kita impor 100 ribu ton, ini mana yang benar,” kata Darori di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, impor jagung yang dilakukan Menteri Amran disebabkan oleh tingginya harga komoditas ini di pasaran. Namun, seharusnya, Menteri Amran tak langsung melakukan impor.

“Dia harusnya, mengecek di lapangan. Apakah ini memang produksinya yang buruk atau disimpan oleh tengkulak,” katanya.

Tak hanya menanyakan ke Menteri Amran, Darori meminta Satgas Pangan untuk menyelidiki data surplus produksi jagung sebanyak 12,9 juta ton. Upaya untuk mengetahui kebenaran data produksi jagung dalam negeri.

“Kan Menteri Pertanian enggak ngaku siapa yang menguasai ternak. Satgas Pangan sidak saja, bagaimana kondisi jagung di pasaran. Supaya ada keterbukaan,” singkatnya.[**]

Penulis : Warta Ekonomi.co.id

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laksanakan Donor Darah, Wawako Palembang Apresiasi BRI

    Laksanakan Donor Darah, Wawako Palembang Apresiasi BRI

    • calendar_month Selasa, 21 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.331
    • 0Komentar

    WAKIL Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengapresiasi kontribusi BRI kepada warga kota ini. Pernyataan ini dikemukakan Fitrianti saat meninjau langsung kegiatan donor darah yang diadakan Kantor Wilayah BRI Palembang, Jalan Kapten A Rivai, Selasa (21/6/2022). “Untuk mengurangi angka kemiskinan BRI selalu terdepan. Pada saat penanggulangan Covid-19 BRI selalu sigap. Dan juga saat sekarang kita membutuhkan […]

  • PII Kecam Aksi Pembakaran Al -Quran di Depan Kedutaan Turki

    PII Kecam Aksi Pembakaran Al -Quran di Depan Kedutaan Turki

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 874
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Jakarta – Organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) mengecam dan menyayangkan aksi pembakaran Al – Quran oleh Pemimpin Politik Denmark-Swedia Rasmus Paludan yang juga Kepala Partai Politik Sayap Kanan Denmark Starm Kurs dalam demonstrasinya pada Sabtu 21 Januari 2023 lalu di depan kedutaan Turki di Ibukota Swedia, Stockholm. Bahkan aksi tersebut juga memicu kecaman dan kemarahan dari negara muslim di dunia. Pengurus Besar Pelajar […]

  • Wagub Mawardi Minta Personel Tanggulangi Bencana Bertindak Cepat

    Wagub Mawardi Minta Personel Tanggulangi Bencana Bertindak Cepat

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 925
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menekankan agar personel gabungan dan peralatan untuk penanggulangan bencana tetap siap siaga. Hal itu dimaksudkan agar mobilisasi para personel terhadap bencana yang sedang terjadi lebih cepat dilakukan. “Apel ini diharapkan dapat mencegah permasalahan klasik seperti terlambat, belum ada laporan, belum ada petunjuk, tanggung jawab dinas atau instansi lain itu tidak […]

  • “Dari Jok Mobil Dinas ke LRT Palembang: Kisah Lucu Transformasi Transportasi Publik Warga”

    “Dari Jok Mobil Dinas ke LRT Palembang: Kisah Lucu Transformasi Transportasi Publik Warga”

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    PALEMBANG selama ini dikenal sebagai kota dengan jalan-jalan yang selalu penuh sesak, seperti tahu goreng yang menempel rapat di wajan panas ramai, panas, dan bikin kesal. Tapi kini Wali Kota Palembang, Drs H Ratu Dewa, M.Si, punya misi yang terdengar sederhana tapi sebenarnya seperti mengubah air menjadi gula membiasakan warganya, termasuk ASN, naik LRT. Namun […]

  • Dua Oknum Perwira Polisi Divonis 5 Tahun Terkait Suap Penerimaan Secaba

    Dua Oknum Perwira Polisi Divonis 5 Tahun Terkait Suap Penerimaan Secaba

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    SIDANG lanjutan kedua terdakwa perkara dugaan suap dalam penerimaan calon siswa (casis) Bintara Polri Polda Sumsel tahun 2016 yakni mantan Kabiddokkes Polda Sumsel Kombespol (Purn) Susilo Pradoto serta perwira aktif Sekretaris Tim Rikkes Polda Sumsel AKBP Syaiful Yahya harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang kelas 1A khusus dengan agenda pembacaan putusan dengan cara […]

  •  Program Hallo Dokter Bakal Hadir di Muba

     Program Hallo Dokter Bakal Hadir di Muba

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 752
    • 0Komentar

    Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin seperti tidak pernah kehabisan ide, pusat pelayanan kesehatan ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat dengan berbagai inovasi terbaiknya.   Dalam waktu dekat ini, RSUD Sekayu bakal meluncurkan terobosan terbarunya yaitu program “Hallo Dokter”. RSUD Sekayu bakal MoU kan Program Hallo Dokter ini dengan […]

expand_less
WordPress Archive Kooki – Kindergarten Elementor Template Kit Koppy – Coffee Shop & Cafe Elementor Template Kit Koral – Multi-Concept WordPress Theme Kossy – Minimalist eCommerce WordPress Theme Koto – Artist Portfolio WordPress Theme Kotona – Software and App Landing WordPress Theme Koudo Education WordPress theme Kozi – Elementor Fashion Store WordPress Theme KRAFTY – Construction & Industry Elementor Template Kit Krakatau – Mountain & Hiking Elementor Template Kit