Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Ombudsman Minta Kementan Tak Kambing Hitamkan Mafia Pangan

Ombudsman Minta Kementan Tak Kambing Hitamkan Mafia Pangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Nov 2018
  • visibility 1.406
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) diimbau untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat menimbulkan polemik terkait dengan ketersediaan dan kebutuhan pangan, juga soal kebijakan impor 100 ribu ton jagung yang disepakati melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas), yang diajukan Kementan sendiri.

Komisi Ombudsman menyerukan agar kementerian ini tak mengulang kebiasaan untuk menjadikan isu mafia pangan sebagai kambing hitam terkait dengan kebijakan impor dan ketidakoptimalan kinerjanya.

“Jangan terlalu membela diri bahwa seolah-olah ini kepentingan importir atau mafia pangan. Kan semua impor lewat Bulog, cari sendiri (siapa mafianya). Untuk sementara, sudahlah, jangan terlalu banyak komentar. Lebih baik fokus memperhatikan kebutuhan (jagung) peternak. Juga fokus sosialisasikan dengan baik bahwa impor untuk meningkatkan cadangan, bukan untuk mengganggu petani,” ujar Komisioner Ombudsman RI, Alamsyah Saragih, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, meskipun banyak pihak yang menolak impor bahan pangan, namun hal itu harus disesuaikan dengan kondisi fakta di lapangan. Walaupun berulang kali Kementan menyatakan saat ini produksi jagung surplus, namun harga di lapangan tinggi dan para peternak sulit mendapatkan jagung untuk kebutuhan pakan ternak.

“Sederhananya begini, yang penting kan harga. Meski banyak penolakan, walaupun dibilang surplus, tidak ada gunanya kalau barangnya tidak ada,” tegasnya.

Di kesempatan berbeda, Ketua Apindo Bidang Peternakan dan Perikanan, Anton J Supit mempertanyakan klaim surplus jagung oleh Kementan dan rencana impor jagung yang menjadi polemik.

“Ada beberapa pertanyaan besar terkait klaim surplus jagung oleh Kementan. Kalau mereka bilang ada surplus 12,98 juta ton, tapi berada di wilayah yang bukan sentra peternakan atau luar Jawa, ini banyak pertanyaan harus dijawab oleh mereka,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (9/11/2018).

Pertanyaan pertama, kata Anton, 12 juta ton stok jagung itu artinya akan ada 12 juta truk lebih membawa jagung.

“Apakah ada truk-truk pembawa jagung ini? yang jumlahnya 12 juta lebih?” tanyanya heran.

Pertanyaan kedua, lanjutnya, 12 juta ton jagung itu berada di mana? Menurutnya, jika 12 juta jagung itu ada di pengusaha, maka akan mudah diketahui.

“Kalau ada di petani, petani simpan di mana? Jagung itu tidak bisa disimpan di tempat terbuka, harus di Silo (penyimpanan curah), petani tidak punya Silo. Kalau pun industri pakan simpan jagung di Silo, kapasitasnya tidak mungkin sampai 12 juta ton,” tanyanya.

Ia juga mempertanyakan kenapa 12 juta ton jagung tidak dijual ke pasaran. “Kalau petani punya jagung 12 juta ton, dengan harga pasaran, misalnya Rp4.500 per kilogram, artinya uang petani mengendap Rp58 triliun. Apakah petani tidak butuh uang? Untuk kebutuhan sehari-hari dan operasional?” kata dia lagi.

Jika pertanyaan-pertanyaan di atas tidak bisa dijawab Kementan, lanjut Anton, maka ia mempersilakan masyarakat menilai sendiri apakah data surplus yang diklaim itu benar. Sedangkan terkait rencana impor jagung 100.000 ton yang dianggap jumlahnya kecil oleh Kementan, Anton pun mempertanyakannya.

“Jadi, kalau mau impor, berarti secara tidak langsung mengakui bahwa tidak ada barang, atau berarti barangnya kurang. Tapi, ini Kementan malu-malu saja mengatakan (jagung) kurang,” tuturnya.

Di sisi lain, anggota Komisi IV Darori Wonodipuro mengatakan, dewan akan menanyakan kebenaran data jagung kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ia juga heran akan polemik yang justru digulirkan pihak Kementan.

“Saya akan menanyakan tentang impor jagung ini. Sebab, saya juga ditanya oleh masyarakat, katanya surplus jagung, tapi kita impor 100 ribu ton, ini mana yang benar,” kata Darori di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, impor jagung yang dilakukan Menteri Amran disebabkan oleh tingginya harga komoditas ini di pasaran. Namun, seharusnya, Menteri Amran tak langsung melakukan impor.

“Dia harusnya, mengecek di lapangan. Apakah ini memang produksinya yang buruk atau disimpan oleh tengkulak,” katanya.

Tak hanya menanyakan ke Menteri Amran, Darori meminta Satgas Pangan untuk menyelidiki data surplus produksi jagung sebanyak 12,9 juta ton. Upaya untuk mengetahui kebenaran data produksi jagung dalam negeri.

“Kan Menteri Pertanian enggak ngaku siapa yang menguasai ternak. Satgas Pangan sidak saja, bagaimana kondisi jagung di pasaran. Supaya ada keterbukaan,” singkatnya.[**]

Penulis : Warta Ekonomi.co.id

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar pelatihan keahlian untuk pencari Kerja, Pj Bupati OKI akui urusan wajib bahkan jadi masalah krusial

    Gelar pelatihan keahlian untuk pencari Kerja, Pj Bupati OKI akui urusan wajib bahkan jadi masalah krusial

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya M.Si mengatakan, masalah ketenagakerjaan adalah masalah yang sangat pokok bagi bangsa, bahkan dalam kaitannya dengan program-program pemerintah. Bagi pemerintah daerah, hal ini menjadi urusan wajib dan menjadi masalah yang krusial dalam bidang ketenagakerjaan. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) […]

  • 5 Alasan Galaxy A34 5G Awesome Lime Cocok Bagi Para Gamers

    5 Alasan Galaxy A34 5G Awesome Lime Cocok Bagi Para Gamers

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.410
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- Bermain game saat ini menjadi salah satu hal yang semakin digemari oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, dalam studi terbaru dari We Are Social melaporkan bahwa dari semua pengguna smartphone di Indonesia, 66,2% diantaranya bermain game secara aktif.   Tidak berhenti sampai disitu saja, 94,8% pengguna internet pada rentang usia 16 hingga 64 tahun bermain game. Ditambah dengan banyaknya […]

  • Ingin Pasarkan Karya Seni Masyarakat, Istri Bupati Ini Bakal Dirikan PKK Mart Di Setiap Kecamatan, Mantap Bu Bro !

    Ingin Pasarkan Karya Seni Masyarakat, Istri Bupati Ini Bakal Dirikan PKK Mart Di Setiap Kecamatan, Mantap Bu Bro !

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.874
    • 0Komentar

    MELIHAT banyaknya prakarya dari Usaha Kecil Menengah [UKM] yang merupakan ciri khas desa-desa di kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuasin yang selama ini tidak tersalurkan ternyata menjadi perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin dr. Sri Fitriyanti Nurwahid. Istri orang nomor satu di Kabupaten Banyuasin ini ( Askolani Bupati Banyuasin) membuat terobosan untuk tim penggerak […]

  • Sekda Lantik 48 Pejabat Struktural di Lingkungan Pemprov Sumsel

    Sekda Lantik 48 Pejabat Struktural di Lingkungan Pemprov Sumsel

    • calendar_month Rabu, 27 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Atas nama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar melantik dengan resmi sebanyak 48 Pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel, di Griya Agung (26/6/2018). Pelantikan tersebut sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor : 1044/KPTS/BKD. II/2018 tanggal 30 April 2018 dan Nomor : […]

  • BPS Klaim Jumlah Pengangguran TPT Februari 2018 Turun  0,20%

    BPS Klaim Jumlah Pengangguran TPT Februari 2018 Turun  0,20%

    • calendar_month Selasa, 8 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.424
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2018 menurun 140.000 orang atau 0,20% dibandingkan periode yang sama di 2017. “Tingkat pengangguran terbuka pada bulan Februari 2018 ini sebesar 5,13%, jika dibandingkan TPT pada tahun lalu ada penurunan dari 5,33% ke 5,13% atau turun 0,20%,” ujar Kepala BPS Suhariyanto […]

  • Yuk, Bareng-bareng Selesaikan Masjid Raya Sriwijaya

    Yuk, Bareng-bareng Selesaikan Masjid Raya Sriwijaya

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.209
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru berkesempatan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh Sumsel sekaligus Yayasan Masjid Raya Sriwijaya Palembang, di Griya Agung, minggu (18/11/2018). Selain membahas progres pembangunan, HD menargetkan masjid kebanggaan wong Sumsel itu rampung paling lama 5 tahun. Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sangat berterima kepada seluruh tokoh Sumsel maupun pengurus […]

expand_less
WordPress Archive Kooki – Kindergarten Elementor Template Kit Koppy – Coffee Shop & Cafe Elementor Template Kit Koral – Multi-Concept WordPress Theme Kossy – Minimalist eCommerce WordPress Theme Koto – Artist Portfolio WordPress Theme Kotona – Software and App Landing WordPress Theme Koudo Education WordPress theme Kozi – Elementor Fashion Store WordPress Theme KRAFTY – Construction & Industry Elementor Template Kit Krakatau – Mountain & Hiking Elementor Template Kit