Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Infrastruktur & Transportasi » “Dari Jok Mobil Dinas ke LRT Palembang: Kisah Lucu Transformasi Transportasi Publik Warga”

“Dari Jok Mobil Dinas ke LRT Palembang: Kisah Lucu Transformasi Transportasi Publik Warga”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 1.059
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG selama ini dikenal sebagai kota dengan jalan-jalan yang selalu penuh sesak, seperti tahu goreng yang menempel rapat di wajan panas ramai, panas, dan bikin kesal. Tapi kini Wali Kota Palembang, Drs H Ratu Dewa, M.Si, punya misi yang terdengar sederhana tapi sebenarnya seperti mengubah air menjadi gula membiasakan warganya, termasuk ASN, naik LRT.

Namun bukan perkara gampang, sebab membalik kebiasaan manusia itu seperti mengajak kucing berenang ada yang lincah, ada yang takut basah. Ide ini punya benang merah budaya transportasi publik yang ramah lingkungan, hemat energi, dan bikin kota lebih rapi.

Bayangkan pegawai Pemkot yang biasanya parkir di mobil dinas tiap hari, sekarang duduk manis di kereta, sambil membaca berita atau cuma menatap pemandangan kota berasa seperti turis gratis di kota sendiri.

Kebijakan ini juga menyasar anak-anak SD hingga SMP, filosofinya sederhana “Biasakan dari kecil, biar besar jadi kebiasaan”, kalau dulu orang tua bilang “jangan main hujan-hujanan, nanti sakit”, kini wali kota bilang, “Ayo naik LRT, biar kota bebas macet.” Tindakan kecil ini bisa berdampak besar, karena perilaku individu akhirnya merajut perubahan kolektif. Perumpamaan klasiknya, tetesan air lama-lama bisa bikin batu berlubang, begitulah kekuatan kebiasaan kecil yang konsisten.

Tentu saja, ada tantangan psikologis, ada yang bilang, “Ah, naik LRT itu ribet, antri, panas, nggak nyaman.” Tapi lihat sisi positifnya selama ini, warga Palembang sudah terbiasa macet, jadi duduk di LRT yang nyaman itu malah terasa mewah,  kadang orang lebih rela membakar bensin di jalan macet daripada memanfaatkan fasilitas gratis yang tersedia. Pepatah lama bilang, “Air tenang menghanyutkan,” dan LRT bisa jadi arus tenang yang membawa kita ke tujuan lebih cepat.

Dari sisi sosial, kebiasaan baru ini bisa memperkuat interaksi antar warga, coba seandainya, seorang guru SD duduk berdampingan dengan tukang ojek atau pegawai bank, ngobrol santai sambil bergerak di satu kereta. Ini seperti memadukan sayur dan sambal dalam satu piring bisa bikin hidup lebih berwarna.

Palembang bukan satu-satunya kota yang mengubah kebiasaan transportasi warganya, beberapa kota di dunia sudah membuktikan bahwa perubahan kecil bisa bikin perbedaan besar, sebut saja Kopenhagen, Denmark, hampir separuh warganya memilih sepeda daripada mobil, membiasakan transportasi ramah lingkungan sejak kecil.

Tokyo, Jepang, meski padat penduduk, warga Tokyo terbiasa naik kereta cepat dan kereta bawah tanah, sehingga macet kendaraan pribadi bisa ditekan.

Singapore,  transportasi publik yang efisien membuat warga jarang menggunakan mobil pribadi pemerintah juga menerapkan kebijakan ERP untuk membatasi kemacetan.

Bogotá, Kolombia, dengan sistem TransMilenio, warga terbiasa menggunakan bus cepat yang nyaman dan tepat waktu, menggantikan kebiasaan naik mobil.

Seoul, Korea Selatan, pemanfaatan kereta dan bus yang terintegrasi serta tarif terjangkau membuat warga Seoul lebih memilih transportasi umum daripada mobil pribadi.

Oleh karena itu perubahan kecil dimulai dari kebiasaan sehari-hari, kota yang bebas macet bukan mimpi jika warganya berani meninggalkan ego mobil pribadi dan membuka diri untuk transportasi publik.

ASN sebagai teladan bisa menjadi magnet bagi masyarakat umum, dan anak-anak sebagai generasi penerus akan tumbuh dengan mindset mobilitas cerdas.

LRT bukan sekadar moda transportasi, tapi alat pendidikan perilaku, pengurangan kemacetan, dan promosi Smart City yang ramah lingkungan. Palembang bisa menjadi contoh kota yang tidak hanya membangun gedung tinggi, tapi juga membangun budaya tinggi budaya menggunakan transportasi publik.

Kalau berhasil, suatu hari orang tidak lagi mengeluh macet, tapi justru rindu naik LRT, dan siapa tahu, pepatah baru bisa lahir “Naik LRT hari ini, selamatkan bumi besok”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawa Sajam & Simpan Sabu, Pemuda Desa Ini di Cokok Aparat Pangkalan Lampam

    Bawa Sajam & Simpan Sabu, Pemuda Desa Ini di Cokok Aparat Pangkalan Lampam

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.628
    • 0Komentar

    GENERASI muda seharusnya mengisi hidup itu dengan yang baik-baik, kan harus jadi penerus bangsa, kasihani juga orang tua, kok kamu gitu, ulah yang salah yang kamu bikin sendiri pasti ada akibatnya dan ganjarannya. Apalagi kesalahan itu sampe-sempe berurusan dengan hukum, pasti capek dech urusannya, gak bakal beres dalam hitungan jam, terlebih lagi sampe berurusan dengan pasal […]

  • Wah Keren, Tersedia 14 Bahasa, Samsung Electronics Updates ‘Try Galaxy’ App for Non-Galaxy Users To Explore the Latest Galaxy S23 Series Experience

    Wah Keren, Tersedia 14 Bahasa, Samsung Electronics Updates ‘Try Galaxy’ App for Non-Galaxy Users To Explore the Latest Galaxy S23 Series Experience

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Gak rugi gunakan smartphone produk Samsung, karena selalu berinovasi, bukti kemarin Samsung Electronics mengumumkan lagi aplikasi “Try Galaxy” yang disempurnakan, yang memungkinkan pengguna smartphone non-Galaxy1 untuk menguji fitur-fitur baru dari seri Galaxy S23 dan One UI 5.1 yang baru diluncurkan. Aplikasi ini kini juga tersedia dalam 14 bahasa, termasuk Arab, Bahasa Indonesia, Cina […]

  • Deloitte India jalin aliansi strategis dengan BUSINESSNEXT untuk percepat inovasi di bidang perbankan dan asuransi

    Deloitte India jalin aliansi strategis dengan BUSINESSNEXT untuk percepat inovasi di bidang perbankan dan asuransi

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.725
    • 0Komentar

    Integrasi CRM yang Mulus untuk sektor BFSI, mengakomodasi implementasi lokal dan cloud. Hal ini membawa penerapan berdasarkan konsultasi menuju manfaat bisnis, adopsi, dan realisasi nilai awal dengan hasil penjualan nyata di seluruh APAC dan Timur Tengah. Sumselterkini.co.id, HANOI, Jakarta,(GLOBE NEWSWIRE) – Deloitte Touche Tohmatsu India LLP (Deloitte India) dan BUSINESSNEXT telah mengumumkan aliansi strategis untuk […]

  • Masyarakat akan Nikmati Layanan Televisi Digital Secara Nasional

    Masyarakat akan Nikmati Layanan Televisi Digital Secara Nasional

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    PEMERINTAH menargetkan penyiaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO) akan berakhir di tanggal 2 November 2022. Pada waktu yang bersamaan masyarakat akan menikmati layanan televisi digital secara nasional. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad Ramli mengatakan, migrasi penyiaran televisi dari analog ke digital setidaknya berdampak positif bagi Indonesia terutama pada […]

  • Menduniakan Indonesia Melalui Ekspor Berbasis Hasil Pertanian

    Menduniakan Indonesia Melalui Ekspor Berbasis Hasil Pertanian

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.709
    • 0Komentar

    MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik ekspor perdana untuk komoditas makanan berbasis hasil pertanian yang dilakukan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke Australia. Pelepasan ekspor perdana tersebut berlangsung pada Kamis (8/4/2021) di Jakarta. “Kementerian Perdagangan mengapresiasi HIPMI yang berhasil mengekspor produk-produknya ke Australia. Ekspor perdana ini menjadi langkah awal HIPMI berkontribusi dalam menduniakan Indonesia sehingga […]

  • Waspada, Gunung Anak Krakatau Livel II

    Waspada, Gunung Anak Krakatau Livel II

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.249
    • 0Komentar

    STATUS Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Provinsi Banten,  waspada Level II dengan ketinggian asap mencapai 1.500 meter sehingga harus selalu waspada. “Kami minta warga pesisir pantai Anyer dan Carita tetap waspada, ” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau ( GAK) di Pasauran Anyer Banten, Deni Mardiono, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (6/2/2022). […]

expand_less
WordPress Archive Beaver Builder Professional WordPress Plugin Beaver Builder Wordpress Theme Beaver Builder Themer Beaver Builder Ultimate Addon Beaver Tunnels Addon Bebicare – Babysitter WordPress Theme Bebio – Kindergarten & Baby Care WordPress Theme Becca – SaaS and Software Company WordPress Theme Becipe – Recipe Blogging WordPress Theme Beeta – Multipurpose WooCommerce Theme