Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » Apa Arti Besar Kepala? Ternyata Bukan Ukuran Kepala Manusia

Apa Arti Besar Kepala? Ternyata Bukan Ukuran Kepala Manusia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada satu ungkapan yang sering muncul setelah seseorang meraih keberhasilan, mungkin saya salah satunya.

Nama saya “besar kepala.”

Tenang dulu.

Saya bukan penyakit yang membuat ukuran kepala seseorang bertambah.

Saya juga bukan akibat terlalu sering memakai topi.

Saya hanyalah sebuah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan sifat seseorang ketika merasa dirinya paling hebat.

Pernah mendengar kalimat seperti ini?

“Sejak menang lomba, dia jadi besar kepala.”

Atau…

“Jangan besar kepala hanya karena sekali berhasil.”

Kalimat-kalimat itu pasti sudah tidak asing lagi.

Namun, pernahkah terpikir, mengapa disebut besar kepala?

Apakah benar ukuran kepala seseorang berubah?

Tentu tidak.

Bukan Kepala yang Membesar, Melainkan Rasa Sombong

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), besar kepala berarti menjadi sombong, angkuh, atau terlalu membanggakan diri karena merasa lebih hebat daripada orang lain.

Artinya, yang berubah bukan bentuk kepala.

Yang berubah adalah sikap.

Seseorang mulai merasa dirinya paling pintar, paling hebat, atau paling berhasil sehingga sulit menerima masukan dari orang lain.

Itulah makna sebenarnya dari saya.

Mengapa Disebut “Besar Kepala”?

Bahasa Indonesia penuh dengan ungkapan yang menggunakan anggota tubuh untuk menggambarkan sifat manusia.

Ada keras kepala untuk orang yang sulit dinasihati.

Ada ringan tangan untuk orang yang suka membantu—atau dalam konteks lain, suka memukul.

Ada panjang tangan untuk orang yang suka mencuri.

Begitu pula dengan saya.

Kepala sering dianggap sebagai lambang pikiran, kehormatan, dan kedudukan.

Ketika seseorang merasa dirinya terlalu tinggi dibanding orang lain, seolah-olah kepalanya menjadi “lebih besar” daripada yang lain.

Tentu saja ini hanyalah kiasan.

Saya Sering Datang Setelah Pujian

Menariknya, saya jarang muncul saat seseorang gagal.

Saya justru sering datang setelah keberhasilan.

Naik jabatan.

Menang perlombaan.

Bisnis berkembang.

Mendapat banyak pujian.

Semua itu adalah hal yang baik.

Namun, jika keberhasilan membuat seseorang berhenti belajar dan mulai meremehkan orang lain, di situlah saya biasanya muncul.

Bukan karena sukses itu salah.

Melainkan karena kesuksesan kadang membuat seseorang lupa bahwa semua orang masih bisa belajar.

Saya Seperti Balon yang Terlalu Banyak Diisi Angin

Kalau boleh diibaratkan, saya seperti sebuah balon.

Semakin banyak angin yang masuk, balon terlihat semakin besar.

Namun jika terlalu penuh, balon justru mudah pecah.

Begitu pula manusia.

Kepercayaan diri memang penting.

Tetapi jika berubah menjadi kesombongan, hubungan dengan orang lain bisa ikut retak.

Orang mungkin berhenti memberi saran.

Teman bisa menjaga jarak.

Bahkan kesempatan belajar pun perlahan hilang karena merasa sudah mengetahui segalanya.

Contoh Penggunaan “Besar Kepala”

Berikut beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari.

“Dia menjadi besar kepala setelah dipromosikan menjadi manajer.”

Artinya, ia mulai bersikap sombong karena jabatan barunya.

“Prestasi memang membanggakan, tetapi jangan sampai membuat kita besar kepala.”

Artinya, keberhasilan sebaiknya disertai sikap rendah hati.

“Meski sering juara, ia tidak pernah besar kepala.”

Artinya, ia tetap rendah hati meskipun memiliki banyak prestasi.

Percaya Diri Boleh, Besar Kepala Jangan

Banyak orang mengira percaya diri dan besar kepala adalah hal yang sama.

Padahal berbeda.

Percaya diri membuat seseorang yakin pada kemampuannya.

Sedangkan besar kepala membuat seseorang merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.

Perbedaannya mungkin tipis.

Namun dampaknya sangat berbeda.

Orang yang percaya diri biasanya tetap mau belajar.

Orang yang besar kepala sering merasa tidak perlu lagi belajar.

Sebuah Ungkapan, Sebuah Pengingat

Saya hanyalah dua kata sederhana.

Namun di balik ungkapan besar kepala, tersimpan pesan yang penting.

Keberhasilan memang layak dirayakan.

Prestasi memang pantas dibanggakan.

Tetapi kerendahan hati sering kali membuat seseorang dihormati lebih lama daripada sekadar kepintaran.

Mungkin itulah indahnya bahasa Indonesia.

Lewat ungkapan sederhana seperti saya, manusia diingatkan bahwa setinggi apa pun pencapaian, tetaplah rendah hati.

Karena kepala tidak pernah benar-benar membesar.

Yang perlu dijaga justru sikap kita agar tidak merasa lebih besar daripada orang lain. (***)

 

 

Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan konten edukasi literasi bahasa yang disusun berdasarkan rujukan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, khususnya entri “besar kepala”, yang diakses pada 31 Juli 2026, serta berbagai referensi mengenai ungkapan (idiom) dalam bahasa Indonesia. Materi kemudian disusun kembali dan dikemas dengan bahasa yang ringan, menarik, dan mudah dipahami dalam gaya literasi populer khas Sumselterkini.co.id, tanpa mengubah makna dasar dari sumber rujukan.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Kembali Lebih Ramah Lingkungan: Mengatasi Perubahan Iklim di Asia,Laporan Lintas Ekonomi CAPS Menyajikan Perspektif Unik Asia mengenai Aksi Perubahan Iklim

    Membangun Kembali Lebih Ramah Lingkungan: Mengatasi Perubahan Iklim di Asia,Laporan Lintas Ekonomi CAPS Menyajikan Perspektif Unik Asia mengenai Aksi Perubahan Iklim

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG, 11 Desember 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Center for Asian Philanthropy and Society (CAPS), sebuah organisasi penasihat dan penelitian unik di Asia, independen, dan berorientasi pada tindakan, merilis laporan penelitian terbarunya, Building Back Greener: Addressing Climate Perubahan di Asia. Laporan ini mengambil wawasan dari wawancara dengan 163 individu dan pakar dari perusahaan, yayasan, […]

  • Vaksin COVID-19 Efektif Tangkal Mutasi Virus COVID-19

    Vaksin COVID-19 Efektif Tangkal Mutasi Virus COVID-19

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 716
    • 0Komentar

    VAKSIN COVID-19 yang saat ini digunakan efektif terhadap mutasi virus COVID-19 Sampai saat ini belum ada penelitian ataupun bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin yang telah diproduksi dan telah digunakan di berbagai belahan dunia tidak bisa melindungi kita dari virus varian baru. Mutasi virus corona dari Inggris, atau varian B.1.1.7, dikonfirmasi telah masuk ke Indonesia. Walau tidak […]

  • 2018, OJK Regional 7 Sumbagsel Siap Lanjutkan Kinerja Tahun Lalu

    2018, OJK Regional 7 Sumbagsel Siap Lanjutkan Kinerja Tahun Lalu

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    “Kami optimistis peran OJK di daerah bisa berjalan optimal,”

  • Media Rutin Soroti Kepala Daerah, Kemendagri Apresiasi

    Media Rutin Soroti Kepala Daerah, Kemendagri Apresiasi

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 761
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi kepada media yang memberitakan perilaku tidak baik kepala daerah karena itu bagian dari pengawasan. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Akmal Malik melalui keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021) “Kami sangat apresiasi media yang terus memberitakan perilaku-perilaku tidak baik karena merupakan sanksi yang luar biasa bagi mereka yang […]

  • Bantu Pemkot Palembang, Kagama Sumsel Berikan Sembako dan APD

    Bantu Pemkot Palembang, Kagama Sumsel Berikan Sembako dan APD

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 994
    • 0Komentar

    Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) Sumsel memberikan bantuan berupa beras, Alat Pelindung Diri (APD) dan cairqn Disinfektan. Untuk Kota Palembang dan dua kabupaten yang ada di Sumsel di posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Palembang, Jalan Tasik, Senin (13/4/2020) Diterima langsung Walikota Palembang H. Harnojoyo, bantuan ini akan disebarkan di 107 […]

  • Selain Pantau Titik Api, Tugas Ini Juga Harus Dilakukan Satgas Karhutla

    Selain Pantau Titik Api, Tugas Ini Juga Harus Dilakukan Satgas Karhutla

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.046
    • 0Komentar

    UPAYA Satuan Tugas (Satgas) yang dikomandoi langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam penanganan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel dinilai sukses.  Dimana selama sepanjang   tahun 2020 ini, tidak terjadinya  karhutla yang berujung pada bencana kabut asap. “Saya sangat apresiasi peran semua pihak baik yang masuk dalam struktur kesatgasan maupun yang […]

expand_less
WordPress Archive Hoom – News & Magazine WordPress Theme HoomPotact – Smart Alarm & Security Systems Template Kit Hoope – Charity & Donation Elementor Template Kit Hooray — Blog WordPress theme for Professional Writers Hoppers – Pet Store WordPress Theme Hoppex – Real Estate and Architect Group WordPress Theme Horizon – Menu Bar Plugin for WordPress Horizontal Timeline – Slider Addon For Elementor Horrses – Equestrian & Horse Riding Club Elementor Template Kit Horse Racing – HTML5 Casino Game