Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Membangun Kembali Lebih Ramah Lingkungan: Mengatasi Perubahan Iklim di Asia,Laporan Lintas Ekonomi CAPS Menyajikan Perspektif Unik Asia mengenai Aksi Perubahan Iklim

Membangun Kembali Lebih Ramah Lingkungan: Mengatasi Perubahan Iklim di Asia,Laporan Lintas Ekonomi CAPS Menyajikan Perspektif Unik Asia mengenai Aksi Perubahan Iklim

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Des 2023
  • visibility 1.012
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, HONG KONG, 11 Desember 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Center for Asian Philanthropy and Society (CAPS), sebuah organisasi penasihat dan penelitian unik di Asia, independen, dan berorientasi pada tindakan, merilis laporan penelitian terbarunya, Building Back Greener: Addressing Climate Perubahan di Asia. Laporan ini mengambil wawasan dari wawancara dengan 163 individu dan pakar dari perusahaan, yayasan, dan organisasi nirlaba di 10 negara Asia (Tiongkok Daratan, Hong Kong, India, india, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Tiongkok Taipei, dan Thailand) yang bertujuan untuk mengkaji cara modal swasta Asia—dari korporasi, investor, dan filantropis—dibawa untuk menghadapi tantangan lingkungan saat ini. Selain itu, laporan ini menyajikan perspektif Asia mengenai aksi iklim dan memberikan rekomendasi bagi sektor publik dan swasta.

Ketika mempertimbangkan bagaimana penyandang dana di Asia mengatasi tantangan lingkungan hidup, studi ini mengidentifikasi empat karakteristik:

Pengaruh realitas ekonomi Asia dan dominasi perusahaan milik keluarga. Pertama, kawasan Asia sebagian besar terdiri dari negara-negara berkembang, sehingga agenda-agenda yang bersaing harus seimbang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara holistik (misalnya, menyeimbangkan pengentasan kemiskinan dengan perlindungan lingkungan). Kedua, keluarga tetap menjadi pemegang saham dominan dan pengambil keputusan di banyak perusahaan di Asia. Para pemimpin bisnis melihat perusahaan mereka sebagai sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai dan warisan kekeluargaan. Hal ini membantu menjelaskan mengapa banyak keluarga kaya menyalurkan sebagian besar filantropi mereka melalui upaya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam bisnis mereka.

Keselarasan dengan pemerintah. Dunia usaha mengikuti petunjuk pemerintah dengan cermat dan sering kali bermitra dengan lembaga pemerintah lokal, regional, dan nasional untuk mengatasi permasalahan sosial dan lingkungan.

Koneksi ke area dan komunitas lokal. Para pemimpin bisnis dan pegiat filantropis merasa terhubung dengan tempat tersebut karena ikatan keluarga historis dan juga karena lokasi operasi bisnis mereka. Keterhubungan dan sejarah ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi oleh komunitas dan masyarakat serta jaringan yang dapat mempengaruhi perubahan.

Solusi win-win yang terkait dengan kepentingan bisnis. Sebagian besar upaya mitigasi dan adaptasi iklim terjadi di dalam perusahaan. Filantropi individu seringkali dikaitkan dengan operasional bisnis yang dapat menghasilkan solusi komprehensif yang bermanfaat bagi lingkungan, perusahaan, dan masyarakat.
“Asia berada di garis depan dalam menghadapi perubahan iklim, dan komunitas yang paling rentan adalah yang paling terkena dampaknya. Namun, terdapat kesenjangan global antara utara dan selatan dalam memikirkan dan mengatasi tantangan iklim. CAPS dengan senang hati menyediakan platform bagi suara-suara Asia untuk mendiskusikan realitas yang ada di komunitas Asia, serta bagaimana perusahaan dan organisasi lokal beradaptasi dan memitigasi perubahan lingkungan. Pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan dan konteks akan memungkinkan perusahaan dan lembaga filantropi di Asia untuk terlibat secara lebih bermakna dan positif,” jelas Mr. Ronnie Chan, Co-Founder dan Ketua CAPS.

Ruth Shapiro, Co-Founder dan Chief Executive CAPS, mengatakan, “Perusahaan-perusahaan di Asia menyadari pentingnya bertindak sekarang untuk mendukung komunitas mereka dengan lebih baik dan meminimalkan risiko terhadap aktivitas bisnis mereka. Meskipun demikian, para narasumber juga menghadapi tantangan serupa ketika mencoba mengatasi permasalahan lingkungan hidup melalui investasi sosial swasta, seperti menyeimbangkan persaingan kepentingan, kurangnya sumber daya manusia, kekhawatiran terhadap standar dan metrik, serta kebijakan, peraturan, dan target yang tidak jelas dan tidak dapat dipertahankan. Jika kita ingin melibatkan penyandang dana dari Asia dengan cara yang berarti, kita harus mempertimbangkan pendekatan yang disesuaikan dan mencerminkan realitas negara-negara berkembang dalam menyeimbangkan kebutuhan manusia dan planet ini.”

Laporan ini menunjukkan beberapa cara dimana modal swasta dapat dimobilisasi secara lebih efektif terhadap proyek-proyek lingkungan hidup di Asia, termasuk:

Peningkatan kapasitas: Di tingkat perusahaan, hal ini memerlukan perluasan pembelajaran dan pengembangan, penetapan indikator kinerja utama (KPI) keberlanjutan, dan penetapan struktur tata kelola perusahaan yang mendukung. Aspek lainnya termasuk mendukung rantai pasokan dan membantu membangun kapasitas pemerintah.
Penyederhanaan standar lingkungan dan keberlanjutan: Metrik yang disederhanakan dan relevan dengan konteks dapat memberikan tolok ukur yang mempertimbangkan kebutuhan spesifik perekonomian, aspirasi, dan sumber daya yang tersedia.
Kebijakan dan insentif: Pemerintah memainkan peran penting dalam menciptakan insentif keuangan bagi investasi sosial swasta dalam aksi iklim, misalnya melalui insentif pajak dan subsidi investasi ramah lingkungan. Pemerintah juga dapat menciptakan instrumen keuangan yang terkait dengan kebijakan non-fiskal seperti obligasi ramah lingkungan dan berkelanjutan serta pasar karbon.
Komunikasi yang efektif: Meskipun aksi lingkungan telah lama menjadi bagian dari budaya Asia, lingkungan hidup, sosial dan tata kelola (ESG) dan kerangka keberlanjutan lainnya relatif baru di kawasan ini. Komunikasi internal dan eksternal yang baik akan membantu pemangku kepentingan melihat manfaat dari inisiatif seputar metrik ini.
Platform untuk kolaborasi multisektor: Koordinasi dan kolaborasi yang lebih baik dapat mencegah pemborosan sumber daya yang berharga dan melipatgandakan manfaat lingkungan. Pemerintah dapat memainkan peran penting dalam memanfaatkan sumber daya multisektoral, sehingga menghasilkan hasil yang saling menguntungkan bagi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Untuk mengakses laporan penelitian selengkapnya, silakan kunjungi: https://caps.org/work/our-research_building-back-greener

Tentang CAPS

Didirikan pada tahun 2013, Center for Asian Philanthropy and Society (CAPS) adalah organisasi penelitian dan penasihat unik di Asia, independen, berorientasi pada tindakan, yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberian filantropi di seluruh Asia. Misi kami adalah untuk meningkatkan sektor investasi sosial di Asia dengan meneliti dan memberikan saran mengenai praktik, model, kebijakan, dan strategi terbaik yang dapat berkontribusi terhadap perubahan sistem yang positif.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adu Keberuntungan di Job Fair

    Adu Keberuntungan di Job Fair

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.647
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Job Fair Akbar Provinsi Sumsel di SMK Negeri 2 Palembang salah satu cara mengurangi angka pengangguran. Selain itu, mengatasi persoalan tersebut yakni dengan memberikan edukasi yang dapat meningkatkan keahlian para calon pekerja khususnya mereka yang masih berstatus sebagai siswa. Terlebih untuk siswa dan siswi lulusan SMK. Dimana menurut Herman Deru, SMK memang dikhususkan untuk […]

  • Dari Kota Medan Wuling Luncurkan Alves, Mau Tahu Harganya..

    Dari Kota Medan Wuling Luncurkan Alves, Mau Tahu Harganya..

    • calendar_month Senin, 10 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 663
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Alvez Produk Wuling Motors (Wuling) sudah menjadi pilihan alternatif konsumen kendaraan di Indonesia, baru-baru ini Wuling Motors (Wuling)  resmi meluncurkan Alvez produk terbarunya untuk masyarakat kota Medan dan sekitarnya dengan harga mulai dari Rp226.000.000 sampai dengan Rp312.000.000 (OTR Medan). Konsumen dapat melihat secara langsung compact SUV yang memadukan desain stylish dan inovasi di pameran Wuling yang diselenggarakan di Delipark Mall, […]

  • KPUD Muba Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

    KPUD Muba Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Sebagai bagian dari upaya menyukseskan pelaksanaan Pilpres dan Pileg pada 17 April mendatang, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Muba H M Soleh Naim menghadiri Simulasi Lemilu yang dilaksanakan di Stable Berkuda Sekayu, minggu (14/4/2019). Pada acara tersebut, disimulasikan secara detail pelaksanaan Pilpres dan Pileg mulai dari […]

  • Berbagi dan Peduli dengan Tenaga Kesehatan

    Berbagi dan Peduli dengan Tenaga Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Di tengah deraan pandemi Covid 19, kepedulian sesama bisa menjadi energi tambahan agar lebih kuat dan solid bertahan. Manakala pandemi covid-19 belum pasti kapan berakhir, kepedulian Sahabat Kebaikan Nusantara (SKN) kepada tenaga kesehatan menghadirkan program Jumat Berbagi. Dalam program Jumat berbagi kali ini, SKN bekerja sama dengan The Zafarm (green house penghasil sayuran hidroponik) untuk […]

  • 15 Pejabat Fungsional Pemkab Muba Dilantik

    15 Pejabat Fungsional Pemkab Muba Dilantik

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    SEBANYAK 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dilantik dan diambil sumpah melalui teleconference oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba Drs H Yusuf Amilin, Selasa (6/10/2020). Diketahui, pengambilan sumpah atau janji ini jabatan fungsional ini didominasi oleh […]

  • Polisi Bongkar Pemalsu SIM yang Sudah Berjalan 11 Tahun

    Polisi Bongkar Pemalsu SIM yang Sudah Berjalan 11 Tahun

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.082
    • 0Komentar

    SATUAN Reskrim Unit Ranmor Polrestabes Palembang, dibawah pimpinan Iptu Novel Siswandi Kurniawan, berhasil mengungkap SIM Palsu. Erlangga Gusta (37) warga Jalan Kopral Sahri Sembayu Lorong Kemudi II RT 21 RW 06 Kelurahan Sei Buah Kecamatan IT II dan Nyayu Fadillah (48) warga Jalan Dr M Isa Lorong Sei Jeruju RT 19 RW 06 Kelurahan Kuto […]

expand_less
WordPress Archive Kologi – Charity NonProfit Elementor Template Kit Kolumn – Blog WordPress Theme Kolyoum – Creative Blog & News WordPress Theme Komo – Bike Rental Shop WordPress Theme Konado – Organic Theme for WooCommerce WordPress Koncrete – Construction & Building Elementor Template Kit Koneksi – Home Wifi Internet Services Elementor Template Kit Konstructo – Construction and Architecture WordPress Theme Konstruk – Construction WordPress Theme Konsultan | Consulting Business WordPress Theme