Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » “Buah Tangan”: Kisah Perjalanan Oleh-Oleh yang Bukan Berasal dari Pohon

“Buah Tangan”: Kisah Perjalanan Oleh-Oleh yang Bukan Berasal dari Pohon

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada satu istilah dalam bahasa Indonesia yang sering membuat orang salah paham, mungkin saya salah satunya. Nama saya “buah tangan”.

Jangan buru-buru mencari saya di kebun. Saya tidak tumbuh di pohon mangga, tidak menggantung di dahan seperti rambutan, dan tidak perlu disiram setiap pagi dan sore. Saya memang punya kata “buah” dan “tangan”, tetapi saya bukan buah yang bisa dimakan, dan tangan saya juga bukan tangan manusia.

Saya hanyalah sebuah ungkapan. Sebuah ungkapan yang sering muncul ketika seseorang pulang dari perjalanan lalu membawa sesuatu untuk orang yang disayanginya. “Ini ada buah tangan dari saya.”

Begitu pula biasanya manusia berkata sambil menyerahkan sebuah benda kecil dengan senyum bangga. Padahal kalau dipikir-pikir, lucu juga, misal kalau benar-benar tangan berbuah, mungkin dokter akan bingung memeriksa pasien yang datang sambil berkata. “Dok, tangan saya berbuah pisang.” Untungnya, bahasa Indonesia lebih kreatif daripada kebun.

Saya Bukan Buah, Saya Juga Bukan Tangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buah tangan berarti oleh-oleh atau barang yang dibawa dari bepergian untuk diberikan kepada orang lain. Jadi, ketika seseorang berkata “Jangan lupa buah tangan dari Jakarta, ya.”

Maksudnya bukan meminta membawa buah yang dipetik menggunakan tangan. Yang diminta adalah kenang-kenangan.

Sesuatu yang menjadi tanda seseorang mengingat kita dalam perjalanannya, karena terkadang sebuah benda kecil bisa membawa cerita yang besar.

Mengapa Disebut “Buah Tangan”?

Pertanyaan menariknya adalah, kenapa harus buah? bukankah oleh-oleh bisa berupa baju, makanan, gantungan kunci, bahkan magnet kulkas bergambar tempat wisata?

Ternyata dalam bahasa Indonesia, kata “buah” sering digunakan untuk menggambarkan hasil atau sesuatu yang dihasilkan.

Kita mengenal misalnya “buah pikiran”, “buah karya”, “buah hati”, dan tentu saja “buah tangan”.

“Buah” bukan hanya tentang sesuatu yang tumbuh di pohon. Kadang “buah” adalah hasil dari usaha, rasa, atau perhatian seseorang. Sedangkan “tangan” menggambarkan sesuatu yang dibawa atau diberikan langsung oleh manusia.

Jadi, buah tangan bisa dimaknai sebagai hasil pilihan seseorang yang dibawa dengan tangan untuk diberikan kepada orang lain.

Saya Sering Datang dari Perjalanan Kecil

Banyak orang mengira buah tangan harus mahal, padahal tidak. Saya pernah hadir dalam bentuk kue kecil dari kampung halaman.

Saya pernah menjadi selembar kain tradisional, saya pernah berubah menjadi sebungkus kerupuk yang dibawa naik bus selama berjam-jam.

Bahkan saya pernah menjadi sebuah batu kecil dari pantai. “Lho, batu kok dibawa pulang?” Tenang…..bukan berarti rumahnya kekurangan batu, batu itu punya cerita.

Bisa jadi batu tersebut mengingatkan seseorang pada suara ombak, perjalanan bersama keluarga, atau momen bahagia yang sulit dilupakan.

Saya Kadang Membuat Orang Panik

Ada satu hal lucu tentang saya, ketika seseorang berkata “Nanti saya bawakan buah tangan.”

Sebagian orang langsung membayangkan sesuatu yang besar. Padahal kadang hasilnya hanya sebuah cokelat kecil. Lalu penerima berkata “Ini buah tangan?”

“Iya.”  “Buahnya mana?” Nah, di sinilah saya sering dituduh.

Padahal saya sudah menjelaskan dari awal bahwa saya bukan saudara dekat buah apel atau durian. Saya adalah buah yang hidup di dunia bahasa.

Bukan Harganya, Tetapi Maknanya

Manusia sering lupa nilai sebuah buah tangan bukan terletak pada mahalnya barang.

Sebuah oleh-oleh sederhana bisa terasa sangat berharga jika diberikan dengan ketulusan.

Secangkir kopi dari daerah tertentu, sebungkus makanan khas kampung halaman. Sebuah kartu kecil berisi tulisan. “Terima kasih sudah selalu mendukung saya.”

Kadang benda sederhana seperti itu justru lebih lama diingat, karena yang sampai bukan hanya barangnya. Namun yang sampai itu adalah perhatian.

Buah Tangan dan Cerita Manusia

Saya hanyalah dua kata sederhana, namun di balik nama saya, ada banyak cerita. Ada orang yang mengingat keluarga ketika bepergian. Ada orang yang ingin berbagi kebahagiaan setelah melihat tempat baru.

Ada orang yang pulang membawa sedikit bagian dari perjalanan hidupnya untuk diberikan kepada orang lain. Itulah keindahan bahasa Indonesia.

Kadang dua kata biasa bisa menyimpan makna luar biasa, saya bukan buah yang tumbuh di pohon. Saya bukan tangan yang bisa menggenggam.

Saya adalah “buah tangan”  sebuah tanda kecil bahwa seseorang pernah pergi jauh, tetapi tetap membawa orang lain dalam ingatannya.

Dan mungkin itulah hadiah terbesar dari sebuah oleh-oleh, bukan benda yang dibawa pulang, tetapi rasa bahwa kita tidak pernah dilupakan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banyak Data Tak Aktif, Palembang Bakal Verifikasi Ulang DTKS

    Banyak Data Tak Aktif, Palembang Bakal Verifikasi Ulang DTKS

    • calendar_month Senin, 1 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 952
    • 0Komentar

    DALAM waktu dekat Pemerintah Kota Palembang akan verifikasi ulang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Dilakukan verifikasi ulang sangat penting karena banyak data tidak valid lagi sehingga membebankan Pemkot Palembang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita verifikasi data sehingga kita bisa pertahankan, karena cukup penting dengan adanya Wace […]

  • PP TUNAS, Parental Control, dan Sinyal WiFi yang Lebih Galak dari Emak

    PP TUNAS, Parental Control, dan Sinyal WiFi yang Lebih Galak dari Emak

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 651
    • 0Komentar

    PEMERINTAH resmi mengesahkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 alias PP TUNAS (Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak), sebuah jurus sakti untuk melindungi anak-anak dari jebakan konten digital yang lebih licin dari belut disiram lotion. Lewat regulasi ini, semua platform digital, dari yang besar kayak Netflix sampai yang kecil kayak aplikasi belajar anak […]

  • Koperasi Merah Putih, “Jangan Sampai Hanya Jadi Warna Tanpa Rasa”

    Koperasi Merah Putih, “Jangan Sampai Hanya Jadi Warna Tanpa Rasa”

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di tengah gegap gempita kampung yang baru saja usai lomba balap karung, tiba-tiba datang instruksi dari langit politik “Bentuk Koperasi Merah Putih di tiap kelurahan!”. Begitulah kira-kira semangat yang digelorakan dalam Rapat Koordinasi di Ruang Parameswara, yang dibuka langsung  Sekda Aprizal Hasyim. Semua Camat dan Lurah dikumpulkan macam gladi resik pernikahan massal, hanya […]

  • Asyiik, Gak Perlu Jauh-Jauh Lagi ke Bogor, Bakal Ada Rusa di Kediaman Rumah Bupati Muba, Asyiik Dong Gratis!!

    Asyiik, Gak Perlu Jauh-Jauh Lagi ke Bogor, Bakal Ada Rusa di Kediaman Rumah Bupati Muba, Asyiik Dong Gratis!!

    • calendar_month Minggu, 23 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.426
    • 0Komentar

    Sekayu – Warga ‘Bumi Serasan Sekate’ bakal mempunyai tontonan baru, pasalnya Sekretariat Istana Kepresidenan Bogor memberikan sebanyak enam ekor bantuan Rusa Totol (Axis Axis SP) untuk Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] untuk kemudian dipelihara di dilingkungan kediaman Rumah Dinas  Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Di Sekayu. Sedikit untuk mengenalkan satwa jenis Rusa totol […]

  • Tidak Gunakan Rambu, Galian Aspal Di Jalan Arisan Buntal Makan Korban

    Tidak Gunakan Rambu, Galian Aspal Di Jalan Arisan Buntal Makan Korban

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.554
    • 0Komentar

    PERBAIKAN jalan poros dalam Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memakan korban. Hal itu disebabkan, lantaran galian aspal rusak yang belum selesai dikerjakan, apalagi di beberapa titik perbaikan tersebut tidak terdapat tanda atau rambu. Salah satu korban bernama Rendi, yang mengalami kecelakaan tunggal di jalan desa arisan buntal Kecamatan Kayuagung, sekitar Pukul 20.00 WIB, […]

  • Harga 4 Merk Mobil Produksi Toyota Ini Naik, Harga Avanza Aman

    Harga 4 Merk Mobil Produksi Toyota Ini Naik, Harga Avanza Aman

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    EMPAT mobil yang diproduksi Toyota mengalami kenaikan Rp4 juta-Rp15 juta, seperti Alphard, Vellfire, Voxy, dan HiAce Commuter Manual, namun untuk merek Avanza masih aman harganya. Harga Avanza masih dijual seharga Rp191,1 juta hingga harga tertinggi Rp221,25 juta. Kenaikan ke empat merek Toyota tersebut merupakan imbas dari penguatan nilai tukar yen. Begitupula dengan Veloz. Harga Veloz […]

expand_less
WordPress Archive Queak – Cleaning Service Elementor Template Kit Queeny – Fashion Lingerie WordPress Theme Quere – Real Estate & Apartments WordPress Theme Querida – Creative Agency WordPress Theme Questionar – FAQ Accordions for Elementor Quform – Responsive Ajax Contact Form Quform | WordPress Form Builder Quick Buy Now Button for WooCommerce Quick Call – Call Center Elementor Template Kit Quick Order flutter mobile app for woocommerce with multivendor features