Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » “Buah Tangan”: Kisah Perjalanan Oleh-Oleh yang Bukan Berasal dari Pohon

“Buah Tangan”: Kisah Perjalanan Oleh-Oleh yang Bukan Berasal dari Pohon

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau ada satu istilah dalam bahasa Indonesia yang sering membuat orang salah paham, mungkin saya salah satunya. Nama saya “buah tangan”.

Jangan buru-buru mencari saya di kebun. Saya tidak tumbuh di pohon mangga, tidak menggantung di dahan seperti rambutan, dan tidak perlu disiram setiap pagi dan sore. Saya memang punya kata “buah” dan “tangan”, tetapi saya bukan buah yang bisa dimakan, dan tangan saya juga bukan tangan manusia.

Saya hanyalah sebuah ungkapan. Sebuah ungkapan yang sering muncul ketika seseorang pulang dari perjalanan lalu membawa sesuatu untuk orang yang disayanginya. “Ini ada buah tangan dari saya.”

Begitu pula biasanya manusia berkata sambil menyerahkan sebuah benda kecil dengan senyum bangga. Padahal kalau dipikir-pikir, lucu juga, misal kalau benar-benar tangan berbuah, mungkin dokter akan bingung memeriksa pasien yang datang sambil berkata. “Dok, tangan saya berbuah pisang.” Untungnya, bahasa Indonesia lebih kreatif daripada kebun.

Saya Bukan Buah, Saya Juga Bukan Tangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), buah tangan berarti oleh-oleh atau barang yang dibawa dari bepergian untuk diberikan kepada orang lain. Jadi, ketika seseorang berkata “Jangan lupa buah tangan dari Jakarta, ya.”

Maksudnya bukan meminta membawa buah yang dipetik menggunakan tangan. Yang diminta adalah kenang-kenangan.

Sesuatu yang menjadi tanda seseorang mengingat kita dalam perjalanannya, karena terkadang sebuah benda kecil bisa membawa cerita yang besar.

Mengapa Disebut “Buah Tangan”?

Pertanyaan menariknya adalah, kenapa harus buah? bukankah oleh-oleh bisa berupa baju, makanan, gantungan kunci, bahkan magnet kulkas bergambar tempat wisata?

Ternyata dalam bahasa Indonesia, kata “buah” sering digunakan untuk menggambarkan hasil atau sesuatu yang dihasilkan.

Kita mengenal misalnya “buah pikiran”, “buah karya”, “buah hati”, dan tentu saja “buah tangan”.

“Buah” bukan hanya tentang sesuatu yang tumbuh di pohon. Kadang “buah” adalah hasil dari usaha, rasa, atau perhatian seseorang. Sedangkan “tangan” menggambarkan sesuatu yang dibawa atau diberikan langsung oleh manusia.

Jadi, buah tangan bisa dimaknai sebagai hasil pilihan seseorang yang dibawa dengan tangan untuk diberikan kepada orang lain.

Saya Sering Datang dari Perjalanan Kecil

Banyak orang mengira buah tangan harus mahal, padahal tidak. Saya pernah hadir dalam bentuk kue kecil dari kampung halaman.

Saya pernah menjadi selembar kain tradisional, saya pernah berubah menjadi sebungkus kerupuk yang dibawa naik bus selama berjam-jam.

Bahkan saya pernah menjadi sebuah batu kecil dari pantai. “Lho, batu kok dibawa pulang?” Tenang…..bukan berarti rumahnya kekurangan batu, batu itu punya cerita.

Bisa jadi batu tersebut mengingatkan seseorang pada suara ombak, perjalanan bersama keluarga, atau momen bahagia yang sulit dilupakan.

Saya Kadang Membuat Orang Panik

Ada satu hal lucu tentang saya, ketika seseorang berkata “Nanti saya bawakan buah tangan.”

Sebagian orang langsung membayangkan sesuatu yang besar. Padahal kadang hasilnya hanya sebuah cokelat kecil. Lalu penerima berkata “Ini buah tangan?”

“Iya.”  “Buahnya mana?” Nah, di sinilah saya sering dituduh.

Padahal saya sudah menjelaskan dari awal bahwa saya bukan saudara dekat buah apel atau durian. Saya adalah buah yang hidup di dunia bahasa.

Bukan Harganya, Tetapi Maknanya

Manusia sering lupa nilai sebuah buah tangan bukan terletak pada mahalnya barang.

Sebuah oleh-oleh sederhana bisa terasa sangat berharga jika diberikan dengan ketulusan.

Secangkir kopi dari daerah tertentu, sebungkus makanan khas kampung halaman. Sebuah kartu kecil berisi tulisan. “Terima kasih sudah selalu mendukung saya.”

Kadang benda sederhana seperti itu justru lebih lama diingat, karena yang sampai bukan hanya barangnya. Namun yang sampai itu adalah perhatian.

Buah Tangan dan Cerita Manusia

Saya hanyalah dua kata sederhana, namun di balik nama saya, ada banyak cerita. Ada orang yang mengingat keluarga ketika bepergian. Ada orang yang ingin berbagi kebahagiaan setelah melihat tempat baru.

Ada orang yang pulang membawa sedikit bagian dari perjalanan hidupnya untuk diberikan kepada orang lain. Itulah keindahan bahasa Indonesia.

Kadang dua kata biasa bisa menyimpan makna luar biasa, saya bukan buah yang tumbuh di pohon. Saya bukan tangan yang bisa menggenggam.

Saya adalah “buah tangan”  sebuah tanda kecil bahwa seseorang pernah pergi jauh, tetapi tetap membawa orang lain dalam ingatannya.

Dan mungkin itulah hadiah terbesar dari sebuah oleh-oleh, bukan benda yang dibawa pulang, tetapi rasa bahwa kita tidak pernah dilupakan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indentitas dan Tempat Sudah Diketahui, Polri Pastikan Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditangkap

    Indentitas dan Tempat Sudah Diketahui, Polri Pastikan Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    MABES Polri memastikan pelaku pembunuhan ibu, TH, 55, dan anak, AMR, 23, di Subang, Jawa Barat, akan tertangkap. Polisi terus melakukan penyidikan. “Yakinlah bahwa penyidik terus menyidik, apalagi telah dibantu Bareskrim Polri. Tim Puslabfor juga turun, kemudian Tim Inafis juga turun untuk mengungkap kasus ini,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan saat […]

  • Bukan Terkait Mahar, Kunjungan Sandi Siang Ini ke KPK Laporkan LHKPN

    Bukan Terkait Mahar, Kunjungan Sandi Siang Ini ke KPK Laporkan LHKPN

    • calendar_month Selasa, 14 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 989
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno, pada Selasa (14/8) siang berencana melapor harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kunjungan Sandiaga ke KPK bukan terkait mahar Rp500 miliar agar dirinya ikut Pilpres mendampingi Prabowo Subianto. “Pada intinya ada yang perlu kami laporkan di KPK besok karena LHKPN menyangkut harga saham yang saya miliki,” […]

  • Ponpes Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan Luncurkan Edu Wisata

    Ponpes Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan Luncurkan Edu Wisata

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    Memperingati Hari Ulang Tahun  (HUT) ke-10, tahun, Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz dan Sekolah Alam Kiai Marogan Palembang, akan meluncurkan program Edu Wisata. Dijadwalkan, acara ini akan digelar pada Hari Ahad, 19 Juli 2020, mulai pukul 13.00 WIB di Komplek Ponpes Tahfidz Kiai Marogan, Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan. . Ustadz H Ahmad Fauzan […]

  • Bedah Rumah Warga Tak Mampu, Ini Strategi Pemdes Keramat Jaya Muba

    Bedah Rumah Warga Tak Mampu, Ini Strategi Pemdes Keramat Jaya Muba

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    “Ini cukup berhasil karena desa sudah memiliki penghas,”ilan dan kita sangat bersyukur. Bedah rumah ini memang biasa, namun menjadi luar biasa

  • Ratusan Mahasiswa UMP Siap Ngabdi di OKI, Begini Asa Wabup

    Ratusan Mahasiswa UMP Siap Ngabdi di OKI, Begini Asa Wabup

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, OKI – Wakil Bupati Ogan Komering Ilir Dja’far Shodiq berharap adanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri di 2 (Dua) Kecamatan, Jejawi dan SP Padang Kabupaten OKI oleh 360 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Angkatan ke-59 Tahun Akademik 2022/2023 bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menambah pengetahuan. Apalagi KKN tersebut berjalan selama 40 hari, oleh sebab […]

  • Ini Tempat-tempat Yang Bakal Di Pantau Polrestabes Palembang Pada Saat Malam Pergantian Tahun 2021

    Ini Tempat-tempat Yang Bakal Di Pantau Polrestabes Palembang Pada Saat Malam Pergantian Tahun 2021

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    KAPOLRSTABES Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji menegaskan PAM tahun baru 2021, ada beberapa titik yang menjadi fokus pengamanan. Pertama, Konsentrasi massa, yakni BKB, Jembatan Ampera, Bundaran air mancur, Jakabaring, Kambang Iwak, Punti Kayu, Amazing Water Park, Jembatan Musi 4 dan 6. Kedua, hotel dan tempat hiburan, yakni diantaranya Novotel, Aryaduta, dan Ketiga untuk tempat ibadah. […]

expand_less
WordPress Archive Queak – Cleaning Service Elementor Template Kit Queeny – Fashion Lingerie WordPress Theme Quere – Real Estate & Apartments WordPress Theme Querida – Creative Agency WordPress Theme Questionar – FAQ Accordions for Elementor Quform – Responsive Ajax Contact Form Quform | WordPress Form Builder Quick Buy Now Button for WooCommerce Quick Call – Call Center Elementor Template Kit Quick Order flutter mobile app for woocommerce with multivendor features