Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » Gigit Jari, Bedu Salah Paham sampai Jempol Sendiri Jadi Korban

Gigit Jari, Bedu Salah Paham sampai Jempol Sendiri Jadi Korban

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pernah mendengar ungkapan “gigit jari” dan mengira seseorang benar-benar menggigit jarinya? Jangan sampai seperti Bedu. Gara-gara salah memahami makna ungkapan tersebut, ia malah benar-benar menggigit jempol sendiri setelah gagal mendapatkan hadiah yang diidam-idamkannya.

Di Balai Desa Kampung Manggu masih ramai ketika pengumuman pemenang undian kuis dibacakan. Begitu nomor pemenang disebutkan, warga langsung bersorak. Bedu yang sejak tadi sudah senyum-senyum membayangkan mesin cuci baru di rumah ikut menahan napas.

Namun, senyum di wajahnya mendadak hilang. Nomor yang disebut ternyata bukan miliknya, melainkan nomor Pak Somad.

Bedu langsung lemas. Ia bersandar di tiang kayu sambil menatap kosong ke arah panggung. Harapan membawa pulang mesin cuci baru yang sejak tadi dibayangkannya pun seketika buyar.

Melihat Bedu yang masih terpaku, Pak RT yang kebetulan lewat menepuk bahunya.

“Sabar, Du. Jangan patah semangat. Daripada cuma bisa gigit jari karena nggak dapat hadiah, mending ikut Bapak makan bakso, yuk!”

Mendengar ucapan Pak RT, Bedu langsung melotot.

Dalam pikirannya yang polos, Bedu membatin. “Wah, Pak RT tahu saja kalau gigit jari bisa jadi penawar rasa kecewa!”

Tanpa pikir panjang, Bedu mengangkat jempol kanannya, memasukkannya ke dalam mulut, lalu MENGGIGITNYA KUAT-KUAT!

“AUUWW! SAKITTT!”

Bedu spontan meloncat sambil memegangi jempolnya.

Pak RT kaget bukan main. Mangkok baksonya sampai hampir tumpah. “Lho, Bedu! Kamu kenapa tiba-tiba gigit jempol sendiri sampai jerit-jerit begitu?!”

Sambil mengusap air mata yang hampir menetes, Bedu menjawab polos,

“Lha, tadi Pak RT yang nyuruh! Katanya daripada cuma bisa gigit jari, mending makan bakso. Ya sudah, saya coba gigit jari dulu biar rasa kecewa karena gagal dapat mesin cuci hilang. Tapi ternyata sakit banget, Pak!”

Pak RT cuma bisa menepuk jidat. “Duh, Bedu… Bedu… Makanya kalau sekolah jangan bolos terus!”

Pembelajaran JEDA: Apa Arti “Gigit Jari” Sebenarnya?

Setelah adegan Bedu sibuk meniup jempolnya yang memerah, mari kita luruskan kesalahpahaman unik ini agar tidak ada korban jempol berikutnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “gigit jari” merupakan ungkapan kiasan yang berarti kecewa karena tidak mendapatkan sesuatu yang diharapkan.

Jadi, ketika seseorang berkata, “Saya cuma bisa gigit jari,” ia bukan sedang memberi tahu bahwa jarinya sedang digigit. Ia sedang menggambarkan keadaan ketika harapannya tidak terpenuhi.

Itulah yang terjadi pada Bedu. Ia memang kecewa karena gagal mendapatkan mesin cuci, tetapi ia keliru memahami ungkapan tersebut sebagai tindakan yang harus dilakukan untuk menghilangkan rasa kecewa.

Makna Harfiah dan Makna Kiasan

Kesalahan Bedu sebenarnya terjadi karena ia memahami ungkapan secara harfiah, padahal gigit jari digunakan dalam makna kiasan.

Sederhananya, secara harfiah, menggigit jari dengan gigi dan secara kiasan, kecewa karena tidak mendapatkan sesuatu yang diharapkan.

Jadi, gigit jari bukanlah cara untuk mengobati rasa kecewa. Sebaliknya, ungkapan tersebut justru menggambarkan rasa kecewa itu sendiri.

Kalau seseorang sudah berharap mendapatkan sesuatu tetapi ternyata gagal memperolehnya, ia bisa dikatakan gigit jari.

Dan tentu saja, tidak perlu benar-benar menggigit jempol seperti Bedu.

Contoh Penggunaan “Gigit Jari” dalam Kalimat

Ungkapan gigit jari dapat digunakan dalam berbagai situasi ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

  1. “Sudah antre tiket konser dari jam lima pagi, eh pas giliran saya malah kehabisan. Akhirnya cuma bisa gigit jari.”
  2. “Tim itu harus gigit jari setelah gol di menit terakhir dianulir wasit.”
  3. “Sudah berharap mendapat hadiah utama, ternyata nomor pemenangnya milik orang lain. Bedu pun cuma bisa gigit jari.”
  4. “Ia harus gigit jari setelah kesempatan mendapatkan beasiswa itu jatuh kepada peserta lain.”

Pesan dari Rubrik JEDA

Jadi, kalau suatu hari temanmu berkata, “Aduh, saya cuma bisa gigit jari nih!”

Kamu tidak perlu mengambilkan minyak angin atau memanggil ambulans.

Cukup pahami bahwa yang sedang “sakit” bukan jarinya, melainkan harapannya yang kandas. Kalau mau menghibur, belikan es teh manis atau ajak makan bakso.

Tapi ingat, jangan suruh dia benar-benar menggigit jari!

Dan untuk Bedu? Untung saja Pak RT tidak menyuruhnya panjang tangan atau berat kepala. Kalau semua ungkapan dipahami secara harfiah, bisa makin repot urusannya!

 

Catatan Redaksi: Cerita Bedu, Pak RT, dan Kampung Manggu dalam artikel ini merupakan cerita fiksi dan ilustrasi humor yang dibuat untuk keperluan edukasi. Artikel ini membahas makna ungkapan bahasa Indonesia “gigit jari” dan mengajak pembaca memahami perbedaan antara makna harfiah dan makna kiasan dengan cara yang ringan dan menyenangkan.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag Punya Aplikasi Pusaka Super Apps, Ini Fitur & Manfaatnya..

    Kemenag Punya Aplikasi Pusaka Super Apps, Ini Fitur & Manfaatnya..

    • calendar_month Minggu, 27 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.187
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Transformasi digital di Kementerian Agama satu tahap lebih maju lantaran merilis Pusaka Super Apps. “Ini menjadi bagian dari upaya dan langkah strategis untuk mewujudkan Transformasi digital,” tegas Menag Menag Yaqut Cholil Qoumasdi Jakarta, Jumat (25/11/2022). Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 terasa istimewa. Sebab, HGN tahun ini menjadi momentum Kemenag […]

  • Prudential plc termasuk dalam Program Penghubung Saham Shanghai – Hong Kong

    Prudential plc termasuk dalam Program Penghubung Saham Shanghai – Hong Kong

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.016
    • 0Komentar

      HONG KONG SAR – Media OutReach  – Prudential plc (“Prudential”) hari ini mengumumkan bahwa saham Prudential, yang diperdagangkan di Bursa Efek Hong Kong, kini termasuk dalam program Shanghai-Hong Kong Stock Connect.   Ekspansi ini dilakukan setelah Prudential masuk dalam program Shenzhen-Hong Kong Stock Connect dan Hang Seng Composite Index tahun lalu.   James Turner, […]

  • Polrestabes Palembang Punya Tim Hunter, Kapolda Sumsel : Agar Masyarakat Nyaman, Sikat Kasus 3 C

    Polrestabes Palembang Punya Tim Hunter, Kapolda Sumsel : Agar Masyarakat Nyaman, Sikat Kasus 3 C

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

    KAPOLDA Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto menegaskan, Tim Hunter yang terdiri dari 90 personil Polrestabes sangat diperlukan di masyarakat guna mencegah dan menekan tindak kriminal di jalanan dan ditengah masyarakat sehingga masyarakat akan nyaman. “Saya dukung pembentukan tim Hunter Polrestabes ini, agar kasus 3 C (curat, curas dan curanmor) dapat dicegah karena sangat meresahkan masyarakat,” […]

  • Danrem 044/Gapo Ajak Semua Komponen Ciptakan Kondusifitas Wilayah

    Danrem 044/Gapo Ajak Semua Komponen Ciptakan Kondusifitas Wilayah

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 978
    • 0Komentar

    DALAM Rangkaian Kunjungan Kerja Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo), Kolonel Arh Sonny Septiono SE di Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bertepatan di Bulan Suci Ramadhan menyempatakan Safari Ramadhan dan Buka Bersama (Bukber) dengan Jajaran Pemkab Muba, bertempat di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Senin (13/5/2019). Dalam Sambutannya Danrem 044/Gapo mengingatkan, dengan adanya situasi yang […]

  • Bantu Pasien Covid, Polda Riau Kawal Ketat Pengiriman 70 Ton Oksigen ke Jakarta

    Bantu Pasien Covid, Polda Riau Kawal Ketat Pengiriman 70 Ton Oksigen ke Jakarta

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    BANTU ketersediaan oksigen pada pasien Covid-19 di Jakarta, Polda Riau melaksanakan pengawalan ketat pada pegiriman 70 ton oksigen yang akan dikirim dari Riau. Kapolda Riau, Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan, pihaknya mengerahkan 2 unit kendaraan pengawal dan 4 personel Kepolisian. “70 ton oksigen diangkut 5 unit truk, dikawal menggunakan 2 […]

  • Positif COVID-19 di Sumsel Jadi 537 Orang

    Positif COVID-19 di Sumsel Jadi 537 Orang

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    KASUS Positif COVID-19 di Sumsel meningkat lagi menjadi 537 orang setelah Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 mengumumkan ada penambahan 16 orang terinfeksi hari ini, Senin [18/5/2020]. Juru Bicara Penanganan Percepatan Covid-19 di Sumsel, Yusri, SKM, MKM dalam press realese, sore ini, mengatakan, kasus positif Corona terbaru yakni 15 di antaranya berasal dari Kota Palembang dan […]

expand_less
WordPress Archive Robor – AI and Automation Integration WordPress Theme Robust – Premium Bootstrap 4 Admin, Dashboard & WebApp Kit Template Rocket Board – Metro WordPress Theme Rocket – Creative Multipurpose WordPress Theme RockON DJ – Music Club & Night Club WordPress Theme Rockway – Music Band & Musician Elementor Template Kit Rocland – Real Estate Group WordPress Theme Rodich – A Restaurant WordPress Theme Roethlon – American Football & NFL Elementor Template Kit Rogan – Creative Multipurpose HTML + RTL template