Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Wakaf Hutan: Warisan Hijau untuk Masa Depan, Menanam Amal, Menyelamatkan Bumi

Wakaf Hutan: Warisan Hijau untuk Masa Depan, Menanam Amal, Menyelamatkan Bumi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
  • visibility 1.947
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Bayangkan sebuah tanah wakaf. Biasanya, kita membayangkannya sebagai lahan tempat berdirinya masjid, sekolah, atau rumah sakit. Namun, bagaimana jika tanah wakaf itu adalah hutan? Sebuah kawasan hijau yang terus tumbuh, menjaga keseimbangan ekosistem, menyerap karbon, dan menjadi rumah bagi flora serta fauna yang kian terdesak?

Inilah gagasan yang kini digerakkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) dalam program Kemenag Go Green: Green Theology. Program ini bukan sekadar seruan menjaga lingkungan, tetapi juga sebuah transformasi besar dalam cara kita memandang wakaf. Melalui roadshow dan lokakarya yang digelar di berbagai daerah, Kemenag ingin menanamkan kesadaran bahwa wakaf bukan hanya soal ibadah, tetapi juga investasi jangka panjang bagi keberlanjutan hidup manusia dan alam.

Bahkan program ini bukan sekadar ajakan menanam pohon, melainkan sebuah gerakan strategis yang menyatukan nilai spiritual dan kepedulian ekologis dalam satu konsep besar adalah wakaf hutan.

Roadshow dan lokakarya bertajuk Menanam Akar di Surga: Dari Umat untuk Masa Depan, Kemenag juga mengajak masyarakat melihat wakaf sebagai investasi hijau yang bernilai ibadah sekaligus solusi bagi keberlanjutan lingkungan.

Islam mengajarkan  manusia adalah khalifah di bumi—pemegang amanah untuk menjaga alam. Namun, sering kali konsep ini hanya berakhir sebagai slogan tanpa implementasi nyata. Padahal, jika dikelola dengan baik, wakaf bisa menjadi alat revolusioner dalam menghadapi krisis iklim.

“Wakaf hutan adalah langkah konkret dalam menjawab perubahan iklim. Islam tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga tanggung jawab kita terhadap alam sebagai bagian dari amanah Allah,” ujar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag, Abu Rokhmad, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/3/2025).

Melalui program ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa wakaf tidak melulu dalam bentuk tanah untuk bangunan, tetapi juga bisa berupa kawasan hutan yang memberikan manfaat ekologis dan ekonomi jangka panjang. Sebuah konsep yang bukan hanya menguntungkan umat, tetapi juga memperpanjang usia bumi yang semakin renta.

Go Green bukan sekadar kampanye kosong, karena model hutan wakaf ini sudah mulai diterapkan di beberapa wilayah, dengan konsep  tanah yang diwakafkan dikelola sebagai hutan produktif. Artinya, hutan ini tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru dunia, tetapi juga bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sistem pengelolaan berkelanjutan.

Melalui program ini, Kemenag ingin membuktikan bahwa wakaf bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang menciptakan sesuatu yang terus hidup dan memberi manfaat dalam jangka panjang.

Menebar Benih Hijau

Gerakan ini tidak hanya berhenti di seminar dan wacana. Kemenag akan turun langsung ke empat lokasi strategis untuk menyebarkan gagasan ini,  6 Maret 2025 – Wajo, Sulawesi Selatan, 9 Maret 2025 – Gunung Kidul, Yogyakarta, 11 Maret 2025 – Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Maret 2025 – Padang, Sumatra Barat

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Wilayah-wilayah ini memiliki potensi besar untuk pengelolaan hutan berbasis wakaf, baik dari segi ketersediaan lahan, ekosistem yang butuh pemulihan, maupun dukungan masyarakat setempat.

Konsep wakaf hutan membuka peluang bagi semua pihak untuk berkontribusi: Pewakif – Bisa mewakafkan tanah atau dana untuk pengelolaan hutan wakaf. Nazir – Pengelola wakaf yang dapat mengembangkan model hutan produktif. Masyarakat umum – Bisa berpartisipasi sebagai penerima manfaat dari ekosistem yang lebih sehat dan lestari.

Abu Rokhmad menekankan bahwa program ini harus menjadi gerakan nasional. “Kita ingin membangun kesadaran bahwa wakaf bukan sekadar investasi untuk akhirat, tetapi juga warisan hijau yang akan terus mengalir manfaatnya bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah kita sadar akan krisis lingkungan, tetapi apakah kita siap mengambil langkah nyata? Wakaf hutan bisa menjadi jawaban. Sebab, amal jariyah terbaik adalah yang terus hidup, bertumbuh, dan memberikan manfaat. Dan apa yang lebih baik daripada mewariskan bumi yang lebih hijau untuk anak cucu kita. Amin.. [***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Mantu, Ini Dilakukan Bupati Iskandar

    Jelang Mantu, Ini Dilakukan Bupati Iskandar

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.269
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE minta di doakan menjelang akan mantu. Putra pertamanya Muhammad Alky Ardiansyah, akan mempersunting Angel Aisyah Amadea Mulligan. Keluarga besar H. Iskandar, SE menggelar pengajian dan doa bersama di Kayuagung. Acara pernikahan sendiri akan dilangsungkan Jum’at, pekan depan. “Pada kesempatan ini, selaku shohibul bait kami mengharap barokah, minta di doakan […]

  • Produk Unggulan Harus Dikembangkan, Presiden Tekankan Pentingnya Hilirisasi dan Industrialisasi Kelapa Sawit

    Produk Unggulan Harus Dikembangkan, Presiden Tekankan Pentingnya Hilirisasi dan Industrialisasi Kelapa Sawit

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 600
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi kelapa sawit untuk dilakukan di tanah air mengingat potensinya yang sangat besar. Dilansir dari Setkab.go.id, Menurut Presiden, potensi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dimiliki Indonesia mencapai 52 juta ton per tahunnya sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Hilirisasi, industrialisasi harus dilakukan dan harus […]

  • Pjs. Walikota Palembang : Kebersihan Itu Tanggung Jawab Bersama

    Pjs. Walikota Palembang : Kebersihan Itu Tanggung Jawab Bersama

    • calendar_month Jumat, 23 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    Kebersihan di Kota Palembang tidak mungkin dikerjakan oleh pemkot sendiri.

  • Ramadhan Fun Festival, Pj Bupati OKI kasih wejangan untuk para pemenang

    Ramadhan Fun Festival, Pj Bupati OKI kasih wejangan untuk para pemenang

    • calendar_month Minggu, 31 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Pj. Bupati Ogan Komering Ilir [OKI] memberi wejangan dan motivasi kepada seluruh pemenang pada kegiatan Ramadhan Fun Festival  yang diselenggarakan  Karang Taruna Kecamatan Kayuagung. “Selamat untuk seluruh pemenang atau juara pada kegiatan Ramadhan Fun Festival. Jangan cepat puas, terus berlatih. Yang belum berhasil jangan sedih, tetap semangat, belajar terus, belajar dan berlatih,” kata […]

  • Kasus Covid -19 Meninggal di OKI 3 Orang

    Kasus Covid -19 Meninggal di OKI 3 Orang

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    SEMENJAK Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memberlakukan kebijakan New Normal, Awal Juni 2020 lalu, tren satu kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) baru, Kamis (18/06/2020) malam. Berdasarkan data yang dirilis oleh Gugus Tugas Provinsi Sumsel, total kasus COVID-19 yang meninggal di Sumsel hingga hari ini berjumlah 65 orang dengan rincian tiga […]

  • Stand Dinkominfo Muba hadirkan E-Book Review Capaian Kinerja Pemkab Muba

    Stand Dinkominfo Muba hadirkan E-Book Review Capaian Kinerja Pemkab Muba

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) menggandeng PT. Micepro Indonesia telah meluncurkan buku dan E-book dengan judul Muba Review Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin 2023. Sebelumnya, penyerahan buku telah dilakukan langsung oleh Direktur Marketing PT Micepro Indonesia, Berto Joshua dan Hisar Hendrik kepada Pj Bupati Muba H Apriyadi […]

expand_less
WordPress Archive MStore Pro – Complete React Native template for e-commerce MT Photography – WordPress Theme MTDb – Ultimate Movie&TV Database Muana – Personal Blog & Magazine WordPress Theme Mudik – Moving & Transportation Services Elementor Template Kit MudRace – A Single Event Fundraiser WordPress Theme Muffle – Roofing Company WordPress Theme Muji | Beauty Shop & Spa Salon WordPress Theme Multi Currency Pro for WooCommerce Multi Dealer and Real Estate Agent/Agency WordPress Plugin