Minggu, 1 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Tua & Kehidupan Makin Punya Arti [Dari Pemuda Gagal Fokus jadi Orang Tua Eling,Tapi Masih Sering Lupa]

Tua & Kehidupan Makin Punya Arti [Dari Pemuda Gagal Fokus jadi Orang Tua Eling,Tapi Masih Sering Lupa]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 1.041
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Tua itu ibarat nasi dingin, meski udah nggak hangat kayak dulu, tapi tetap bisa bikin kenyang, asal nggak dimakan sambil nonton sinetron sedih, nanti nangisnya dobel. Dulu waktu muda, hidup tuh kayak lari estafet, buru-buru, ganti arah, dan selalu ada aja yang ngejar. Sekarang? Hidup kayak jalan santai kayak keong di taman, sambil mikir, “Lah, tadi  mau ke mana ya?”.

Kita tuh dulu jagonya multitasking, makan mie instan sambil ngetik skripsi, ngopi sambil denger musik keras, rock.. gagah bro!, ngobrol ngalor ngidul sama tetanggo kost, liat tetangga benerin komputer jangkriknya era 90-an. Semua bisa. Sekarang? Cuma buka kulkas aja butuh konsentrasi penuh, kayak mau defuse bom di film action. “Lah,  buka kulkas mau ngambil apa, ya?” Lima menit loading-nya, lantas, malah berdiri termenung di depan kulkas sambil mikir lagi, “Ini lampu kulkas masih nyala, berarti listrik masih aman”.

Begitu juga dengan kehidupan, waktu muda,  sering gagal fokus, gak tanggung-tanggung bisa naksir tiga orang sekaligus, hebat, kan! daftar kerja di lima tempat, ngambil rokok utang di warung sebelah kost, maklum kiriman wesel belum datang dari kampung. Malah buat traktir gebetan malam minggu, pulang kampung ortu, pinjam dulu duit nenek..he..he sambil ngerayu biar gak banyak diomelin. Tapi sekarang? Kita jadi lebih fokus. Fokus nyari kacamata yang entah kenapa suka pindah sendiri. Fokus ngitung obat yang harus diminum pagi ini. Fokus nyari sinyal TV digital yang hilang padahal cuma salah pencet remote.

Tapi jangan salah, bro. Walaupun kita sering lupa, kita juga lebih “eling.” Eling dengan umur udzur. Eling kalau marah-marah bikin cepat keriput, eling kalau ternyata bantal yang empuk itu lebih membahagiakan daripada motor sport yang dulu kita impikan. Tapi ya itu tadi, elingnya sering durasinya pendek. Kayak iklan rokok kesannya bijak, tapi abis itu lupa maksudnya apa.

Pernah nggak? lagi ngomong bijak ke anak, nasihatin tentang pentingnya hemat dan kerja keras, eh pas lima menit kemudian  lupa naruh dompet di mana? Akhirnya, anak  malah jadi lebih bijak karena dia yang nemuin dompet di dalam kulkas, diselipin di antara tahu dan sambal terasi. Kita sih tinggal senyum sambil ngeles, ha..ha “Ini dompet emang pengen dingin..

Dan soal kesibukan? Waktu muda sibuknya luar biasa. Seolah dunia ini nggak bakal jalan kalau kita nggak eksis. Tapi sekarang? Kita sibuk juga, tapi sibuknya lebih… spiritual. Misalnya, sibuk nyari sendal jepit yang cuma ilang satu. Sibuk ngitung sisa pil kolesterol. Sibuk nyari posisi duduk paling nyaman biar nggak kram pas lagi nonton sinetron. Itu semua butuh strategi, perhitungan, dan tekad baja.

Tua juga ngajarin kita soal makna hidup. Dulu kita mikir hidup itu tentang “pencapaian”. ngayal gaji besar, pasangan ideal, rumah mewah, mobil dua pintu. Sekarang? Hidup itu tentang “ketenangan” bisa tidur siang tanpa diganggu, bisa kentut pelan tanpa dicurigai, bisa makan tempe goreng yang garing tanpa drama asam urat. Kita udah nggak ngejar dunia, tapi lebih milih ngejar diskon di apotek dan promo sarapan di warung padang.

Dan soal keluarga? Wah, ini levelnya udah beda. Dulu kita sering maki-maki anak karena lupa ngerjain PR. Sekarang? Kita malah lebih sering minta tolong anak buat ngerjain PR teknologi kita. “Nak, ini gimana caranya WiFi nyambung lagi? Kok TV gue malah muter terus kayak dangdut koplo?”. Anak kita mungkin ketawa, tapi ya udah, kita senyum aja sambil bilang, “Maklum, Bapak rock ‘n’ roll versi pensiunan”.

Lo juga pasti pernah ngalamin momen “serba salah ingat”. Misalnya, lo inget banget hari ulang tahun temen lo, tapi lupa namanya. Atau inget pernah ngutangin orang, tapi lupa siapa. Akhirnya lo jadi kayak detektif tua, nyari petunjuk dari foto-foto lama dan mutasi rekening. Kadang nemu, kadang malah makin bingung, “Lah, kok ini ada transfer ke nama orang yang nggak gue kenal? Siapa Mami Spa & Reflexi?”.

Tapi dari semua kelucuan itu, tua juga ngajarin kita untuk memaafkan. Dulu kita dendaman, baperan, gampang kesinggung. Sekarang? Kita udah naik level. Kita maafin orang yang pernah nyakitin, bahkan yang nggak sengaja nyenggol motor kita di parkiran. Alasannya? Karena kita lupa siapa dia. Sederhana, kan?

Dan yang paling penting tua ngajarin kita buat tidak terlalu serius sama hidup, karena hidup ini sebenernya panggung dagelan. Kadang kita jadi pemeran utama, kadang kita cuma jadi figuran yang disuruh bawa kursi. Tapi sepanjang kita masih bisa ketawa, masih bisa cerita konyol, dan masih bisa minum teh sambil ngemil pisang goreng di sore hari, itu tandanya hidup kita tetap berarti.

Jadi, buat lo yang sekarang lebih sering lupa naruh kacamata di kamar mandi, atau tiba-tiba nemuin sandal di kulkas, selamat datang di fase “tua tapi nggak usang”. Kita mungkin udah nggak bisa jogging 5 kilometer tanpa ngos-ngosan, tapi kita tetap bisa cerita 5 jam tanpa kehabisan bahan.

Tertawalah, bro. Nikmatilah. Karena meskipun kita sering lupa tanggal, kita masih inget cara bersyukur.

Dan jangan lupa hidup ini cuma sebentar. Jadi selagi bisa ketawa, ketawalah. Selagi bisa makan rendang, makanlah. Dan selagi bisa nyanyi lagu rock di kamar mandi walau cuma satu bait nyanyilah. Karena di usia segini, kebahagiaan kecil itu nilainya udah kayak emas batangan di atas tumpukan bantal.[***]/bersambung

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Ajak Para Bupati dan Wako Se-Sumbagsel Tingkatkan Koordinasi, Sinergi Penting Dalam Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 

    Gubernur Ajak Para Bupati dan Wako Se-Sumbagsel Tingkatkan Koordinasi, Sinergi Penting Dalam Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumse) H. Herman Deru hadir langsung pada seminar kajian Masyarakat Profesional Sumatera Bagian Selatan (Maspro Sumbagsel) secara virtual  di Command Center Kantor Gunernur Sumsel, Sabtu, (12/3). Dalam seminar Maspro Sumbagsel tersebut  melibatkan lima Gubernur se- Sumbagsel masing-masing Gubernur Sumsel, Gubernur Jambi, Gubernur Bangka Belitung, Gubernur Lampung, dan Gunernur Bengkulu serta menghadirkan  48 […]

  • Awal Tahun, Palembang Sudah 20 Kali Terjadi Kebakaran

    Awal Tahun, Palembang Sudah 20 Kali Terjadi Kebakaran

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    WAKIL Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menyatakan keprihatinan atas peristiwa kebakaran yang masih terjadi di Palembang karena baru awal tahun sudah 20 kali. “Dari data kami, tahun ini sudah 20 rumah yang terbakar,” ujar Fitrianti, usai meninjau lokasi kebakaran di Jalan Rawa Sari Lorong Purnama RT.50 RW.10 Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni, kemaren. Ia meminta […]

  • Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Capai Rp12 Miliar

    Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Capai Rp12 Miliar

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    KEPALA Kanwil DJBC (Direktorat Jenderal Bea Cukai) Sumatra Bagian Timur [Sumbagtim],Dwijo Muryono menyebutkan Kerugian Negara di Wilayah Sumbagtim dari  Rokok Polos Tanpa Pita Cukai Mencapai Rp12 Miliar. Kerugian itu salah satu penyumbang tidak tercapainya APBN 2019. “Kelalaian pola pengawasan barang ilegal, terutama penyelundupan jenis rokok tak berizin, salah satu dampaknya,” katanya dalam konferensi pers capaian […]

  • Asa Pj Bupati Muba kepada PCNU Muba

    Asa Pj Bupati Muba kepada PCNU Muba

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Penjabat Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi Mahmud menaruh harapan tinggi kepada pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Muba NU agar tetap sinergi kolaborasi bekerjasama dengan baik. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Muba, di Ruang Audiensi Bupati, Senin (3/7/2023). Dalam kesempatan tersebut Rais Syuriyah Ky Makhfud Masduqi,  […]

  • Alex Terima Penghargaan Sebagai Pangeran Natadiraja Utama dari Lembaga Penasehat Adat Lubuk Linggau

    Alex Terima Penghargaan Sebagai Pangeran Natadiraja Utama dari Lembaga Penasehat Adat Lubuk Linggau

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.627
    • 0Komentar

    Walapun kota ini tidak mempunyai SDA yang banyak tak masalah, asalkan bisa mengelola dengan baik kota jasa dan wisata akan menjadikan kota ini lebih maju.

  • Pendidikan Itu Cerdas, Bukan Jualan Bangku: Pungli Bukan Kurikulum Wajib!

    Pendidikan Itu Cerdas, Bukan Jualan Bangku: Pungli Bukan Kurikulum Wajib!

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di kota yang katanya terkenal dengan pempek dan senyuman di atas jembatan Ampera, Pemerintah Kota Palembang kembali menyalakan obor semangat lewat program “Palembang Cerdas”. Program ini bukan sekadar tempelan stiker di pagar sekolah atau jargon untuk lomba yel-yel saat apel pagi. Tapi, niat mulia buat ngasih anak-anak kita yang tiap pagi nyebrang parit […]

expand_less
WordPress Archive WP Courseware – WordPress LMS Plugin WP Creative Banners Builder WP Custom Code – Another Script Customizer For Your Site WP Custom Cursors | WordPress Cursor Plugin WP Data Access Premium WP Defender (WordPress Plugin) WP Domain Checker WP e-Commerce Car/Parts Filter Plugin WP EventsPlus | Events Calendar Registration & Booking WP Fastest Cache WordPress Plugin – Premium