Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Pendidikan Itu Cerdas, Bukan Jualan Bangku: Pungli Bukan Kurikulum Wajib!

Pendidikan Itu Cerdas, Bukan Jualan Bangku: Pungli Bukan Kurikulum Wajib!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
  • visibility 774
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di kota yang katanya terkenal dengan pempek dan senyuman di atas jembatan Ampera, Pemerintah Kota Palembang kembali menyalakan obor semangat lewat program “Palembang Cerdas”. Program ini bukan sekadar tempelan stiker di pagar sekolah atau jargon untuk lomba yel-yel saat apel pagi. Tapi, niat mulia buat ngasih anak-anak kita yang tiap pagi nyebrang parit pakai seragam belepotan tanah pendidikan yang tidak cuma cerdas di akal, tapi juga bersih di moral.

Namun sayangnya, di tengah niat baik ini, masih saja ada praktik pendidikan model warung yang duduk bayar, yang lulus bayar, yang mau daftar sekolah juga bayar. Ini bukan pendidikan, tapi seminar MLM. Maka tak heran, Sekda Aprizal Hasyim sampai turun tangan langsung kasih pengarahan ke para kepala sekolah SMP se-Palembang, sambil berpesan “Jangan takut intervensi, asal kita masih di jalan yang benar.”

Pendidikan mestinya tempat anak-anak menanam mimpi, bukan tempat kepala sekolah memanen “uang bangku”. Kita tahu, menjelang tahun ajaran baru, beberapa sekolah mendadak berubah seperti pasar subuh ramai pungutan tanpa karcis, dari uang pendaftaran sampai sumbangan “suka tidak suka”. Alasan resminya “demi operasional”, tapi kadang mirip parkiran liar tidak ada kuitansi, tapi petugasnya galak.

Coba tengok Finlandia negara yang katanya punya sistem pendidikan paling jos sedunia. Di sana, pendidikan bukan cuma gratis, tapi juga nggak pakai pungutan-pungutan nyeleneh. Kepsek di Finlandia gak sibuk hitung amplop, tapi sibuk mikir bagaimana murid bisa suka matematika tanpa harus trauma lihat angka 7.

Atau Jepang, yang bahkan saking niatnya, guru-guru di sana dapat pelatihan lebih ketat dari calon ninja. Disiplin, transparan, dan bertanggung jawab. Di kita, pelatihannya kadang cuma nambahin template PowerPoint dan sertifikat warna-warni.

Di atas kertas, kepala sekolah itu pimpinan tertinggi di sekolah. Tapi dalam praktik, ada yang malah lebih mirip calo yang mangkal di terminal pendidikan. Maka betul kiranya peringatan Sekda  “Jaga amanah. Jangan takut intervensi”. Karena kalau lurus, tak perlu takut disalip. Yang bikin ngeri itu kalau sudah belok-belok, tapi ngotot bilang “jalan tol”.

Kepsek harusnya seperti sopir bus pariwisata tahu rute, tahu rem, tahu kapan nyalain AC supaya anak-anak nyaman. Tapi jangan malah jadi kernet yang sibuk narik ongkos tambahan padahal sekolahnya masih nebeng dinas.

Program Palembang Cerdas juga katanya akan menyentuh fasilitas sekolah. Nah ini baru benar, karena jangan sampai muridnya cerdas, tapi plafonnya ambrol. Belajar Kimia pakai helm proyek karena takut tertimpa eternit.

Kalau ruang kelas sudah mirip rumah hantu, gimana anak-anak bisa fokus belajar? Kita perlu sekolah yang bukan cuma punya papan tulis, tapi juga papan harapan. Dan ini bukan mimpi. Di daerah-daerah seperti Banyuwangi dan Surabaya, sekolah-sekolah negeri sudah seperti hotel kapsul rapi, bersih, penuh inovasi. Muridnya semangat, gurunya kreatif. Bukan karena dana lebih, tapi karena manajemen yang benar.

Integritas kepala sekolah dan guru adalah fondasi. Kalau yang di depan kelas saja licik, bagaimana mungkin anak didiknya jadi jujur? Jangan sampai Palembang Cerdas jadi cuma slogan semata. Karena pendidikan bukan hanya soal ijazah, tapi juga karakter. Kalau dari kecil anak diajari “asal ada duit semua bisa diatur”, maka kita sedang mencetak generasi yang pintar nyari jalan pintas, bukan solusi panjang.

Palembang sedang menata langkah menuju pendidikan yang lebih baik. Tapi langkah itu akan pincang kalau pungutan liar masih merajalela. Kepala sekolah bukan kolektor tagihan. Mereka pemimpin yang harusnya bisa jadi contoh. Pungli bukan kurikulum, dan amplop bukan indikator prestasi.

Maka mari dukung Palembang Cerdas, bukan dengan kata-kata manis dalam seminar, tapi lewat tindakan nyata bersih, transparan, dan berani bilang tidak pada pungli. Karena sekolah bukan tempat cari untung, tapi tempat anak-anak menanam masa depan. Dan ingat, “Cerdas itu bukan mahal, tapi berintegritas”.[***]/

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Literasi Iklim & Ketahanan Pangan, Begini Asanya

    Literasi Iklim & Ketahanan Pangan, Begini Asanya

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    SEKOLAH Lapang Iklim sebagai jembatan informasi iklim BMKG yang general dapat diterjemahkan ke praktis sektoral, sehingga memberikan dukungan nyata pada sektor pertanian. Pada kesempatan kali ini sebagai penyelenggara kegiatan SLI Operasional di wilayah Jawa Barat , Stasiun Klimatologi Darmaga Bogor memilih Wilayah Indramayu untuk menyelenggarakan kegiatan yang diikuti para petani dan kelompok petani. Pada Agustus […]

  • Tidak Perlu Tatap Muka, Laporan SPT Melalui Daring

    Tidak Perlu Tatap Muka, Laporan SPT Melalui Daring

    • calendar_month Kamis, 4 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo melaporkan, Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan secara daring melalui aplikasi daring e-filling di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (3/3/2021). “Hari ini saya telah melaporkan SPT Tahunan secara online melalui e-filling,” kata Presiden. Pengakuan Presiden, dirinya sudah melakukan kegiatan di atas selama lima tahun terakhir. Mengingat, saat ini pelayanan publik terkait pelaporan pajak […]

  • Naik Jadi Zona Merah Lagi, Palembang Perketat Sistem Protokes, Duh..Siapa Yang Salah ?

    Naik Jadi Zona Merah Lagi, Palembang Perketat Sistem Protokes, Duh..Siapa Yang Salah ?

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

      PEMERINTAH kota Palembang kembali memperketat sistem protokol kesehatan setelah tingkat status zona Orange berubah naik menjadi zona merah akibat penyebaran covid 19 yang masih marak dilingkungan masyarakat. Dari dampak tersebut, solat idul fitri ditahun 2021 ini ditiadakan bahkan aktivitas mudikpun dilarang. Usai rapat koordinasi melalui aplikasi virtual zoom dengan Kementerian Dalam Negeri membahas mengenai  […]

  • Tidak Ada Izin, LAZ ABA Diduga Himpun Dana Untuk Teroris Merupakan Ilegal

    Tidak Ada Izin, LAZ ABA Diduga Himpun Dana Untuk Teroris Merupakan Ilegal

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    DENSUS 88 menangkap sejumlah pengurus Lembaga Amil Zakat Abdurrohman bin Auf (LAZ ABA) di Lampung yang diduga menghimpun dana yang terkait dengan teroris merupakan ilegal. Staf Khusus Menteri Agama Bidang Toleransi, Terorisme, Radikalisme dan Pesantren Nuruzzaman, memastikan LAZ ABA adalah ilegal karena tidak memiliki izin operasional. “Izin LAZ ABA sudah dicabut sejak 29 Januari 2021,” […]

  • Try Galaxy: Lipat-Lipat HP, Biar Hidupmu Nggak Kaku Kayak Tempe Rebus

    Try Galaxy: Lipat-Lipat HP, Biar Hidupmu Nggak Kaku Kayak Tempe Rebus

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    KALAU hidup itu nasi, kebanyakan orang makannya datar-datar aja, tapi Samsung bilang, “Eh, hidupmu juga bisa dilipat-lipat, kayak Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7!”. Tenang, nggak perlu gadai ginjal buat nyobain sensasi HP lipat ini. Cukup pakai Try Galaxy platform seru yang bikin kamu bisa merasakan kecanggihan foldable tanpa harus punya HPnya. Ibarat mau nyobain […]

  • Dijual Pada Peserta PON, Bahan Bekas Jadi UMKM Menarik

    Dijual Pada Peserta PON, Bahan Bekas Jadi UMKM Menarik

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.399
    • 0Komentar

    DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua, memberdayakan masyarakat sekitar dengan melakukan pelatihan untuk membuat sebuah produk kreatif, salah satunya dari bahan bekas pakai. Pelaksana Bidang Industri Disperindag, Mimika, Salma, Sabtu (2/11/2021) mengatakan untuk membuat suatu produk, masyarakat memanfaatkan tempurung kelapa menjadi tempat menyimpan tisu, bingkai foto, dan patung, pajangan, dan sebagainya. “Selain itu, […]

expand_less
WordPress Archive Netmix | Broadband & Telecom Internet Provider WordPress Theme Netric – Proxy & VPN Services Elementor Template Kit Netshare – Paywall & Content Sharing WordPress Theme Netube – Viral Video Blog / Magazine WordPress Theme Network Merchants (Collect.js) Payment Gateway for WooCommerce Network Merchants Payment Gateway for WooCommerce Netzen – Multivendor NFT Marketplace WordPress Theme Netzo – NFT Portfolio Elementor Template Kit Neue – A Simple Portfolio Theme NeuFam – Dog Breeder & Kennel Club Elementor Template Kit