Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » CATATAN PINGGIR : TUA [Dulu Kencang Sekarang Kendor]

CATATAN PINGGIR : TUA [Dulu Kencang Sekarang Kendor]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 1.180
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Tua itu ibarat baterai hape jadul, awalnya tahan dua hari, sekarang baru bangun tidur aja udah 5%. Dulu, badan kita masih kayak shockbreaker motor trail, mau dibanting gimana pun, tetap lentur dan gesit. Sekarang? baru salah posisi tidur semalam, bangun pagi udah kayak bekas lipatan karpet gulung, kaku semua, tak tahan dengan dingin ubin.

Dulu bangun pagi kayak tentara, langsung tegak, mandi, dan siap kerja. Sekarang? bangun aja susah pake tahan sepuluh jari ke dinding kamar untuk keseimbangan tubuh, udah itu butuh pemanasan, stretching, dan sedikit motivasi spiritual. Bahkan ada fase “loading otak”, ha hay…, sebelum kaki nyentuh lantai. “Tunggu, aku siapa? Ini hari apa? Masih hidup?” Baru setelah itu kaki bisa mulai jalan dengan drama punggung kriuk-kriuk kayak membuka bungkus kerupuk.

Dulu, rambut masih hitam legam, tajam kayak garis eyeliner Syahrini. Sekarang? Udah kayak lahan sawah siap panen—putih, merata, dan makin hari makin banyak. Dulu  nungguin salju turun di drama Korea, sekarang kita malah jadi tokoh utamanya, rambut putihnya lebih natural dari efek visual.

Waktu kecil, kita pengen cepet tua biar bisa bebas. Eh, pas udah tua, malah pengen jadi bocah lagi, karena jadi tua itu banyak notifikasi dari tubuh lutut bilang capek, pinggang ngambek tiap naik tangga, nafas ngos-ngosan, jantung debar, berkeringat serta perut? Nah ini… dia punya cerita sendiri.

Kalau soal makan, dulu kita bagaikan kerbau lepas dari kandang. Semua dimakan, tanpa rem. Nasi goreng dua piring luder diembat gak mikir yang lain? Gampang. Keripik satu toples? Habis sebelum sinetron mulai. Sekarang? Baru nyicip sambal aja, perut langsung siaran pers. “Maaf, perut ini tidak menerima makanan pedas tanpa jadwal konsultasi terlebih dahulu”.

Kata orang bijak, “Isi piring menunjukkan isi hati”. Tapi makin tua, isi piring kita makin minimalis. Dulu isinya penuh sampe tumpah-tumpah, sekarang isinya cuma nasi setengah sendok, sayur dua lembar, dan lauk kecil yang keliatan lebih cocok buat boneka Barbie. Takut darah naik, diabet, asam urat, kalestrol..he..he!!.

Dulu kita makan steak, burger, mie pedas level 20. Sekarang? Bubur ayam pun dipesan yang tanpa lada, tanpa bawang goreng, tanpa kerupuk, pokoknya bubur versi zen. Kita udah lebih kenal dengan makanan rebus, kukus, dan kukusannya kadang malah lebih menggoda dari lauknya, alasannya ? ya salah satunya gigi udah mulai berkurang.

Yang paling kocak itu kalau kita mulai cerewet soal bahan makanan. Kayak detektif gizi. Beli biskuit aja diperiksa “Ini gulanya berapa gram? Ada pengawetnya gak? MSG-nya natural atau kimia?” Dulu yang penting enak, sekarang yang penting gak bikin jantung goyang.

Kadang makanan sederhana jadi luar biasa. Dulu tempe goreng cuma makanan selingan, sekarang bisa jadi highlight harian. Kita makan tempe sambil bilang, “Hidup ini nggak butuh mewah, asal bisa senyum dan kenyang”.

Dan tentu, makin tua itu kita makin sayang sama isi perut. Karena sekarang, makan itu bukan soal kenyang, tapi soal perasaan. Makan bareng keluarga, meski menunya sederhana, rasanya kayak pesta ulang tahun penuh tawa, penuh syukur, dan tentu penuh rempah kebersamaan.

Nah, perut yang dulu rata, sekarang mulai ngebentuk apa yang disebut dengan buncit. Udah gak bisa bohong, kalau tiap kali liat cermin, “Ini apa, ya, kok makin nyentuh meja?”.
Tapi ya, meskipun fisik kita mulai berubah, ternyata kita jadi lebih sabar ngadepin diri sendiri.

Dulu, mungkin kita benci sama perubahan itu, tapi sekarang kita cuma bisa ketawa dan bilang, “Ya, emang sih, fisik makin berubah, tapi yang penting kan tetap sehat dan bisa ketawa.” Bahkan, tubuh yang mulai kendor ini kadang bikin kita sadar, meskipun kita nggak bisa lari cepet lagi, kita masih bisa meraih kebahagiaan dengan cara yang lebih santai.
Yang paling seru, sih, perubahan fisik ini sering jadi bahan banyolan di keluarga. Misalnya, lagi makan bareng, lo bilang, “Coba liat deh, kok tiba-tiba badan gue nggak kayak dulu ya? Kayaknya pas udah tua, ukuran baju ikut bertambah juga!”. Anak-anak lo cuma bisa ketawa sambil bilang, “Ya, gitu deh, pak. Kita semua jadi korban gravitasi!”.

Tua itu bukan akhir dari segalanya. Tapi awal dari pertunjukan baru di mana tubuh mulai melambat, tapi hati jadi lebih peka. Di mana isi piring menyusut, tapi rasa syukur membuncah.  Meskipun tubuh ini mulai kendor, cinta kita ke hidup justru makin kencang. Ingat pepatah Jawa, “Sepuh kuwi dudu lemah, mung ngalih posisi saka mlayu dadi mlaku, saka mlaku dadi lungguh, saka lungguh dadi nyantai, tapi isih iso ngguyu kenceng!”.[***]/bersambung

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi Revolusi Industri 4.0, Menteri Perindustrian Luncurkan Pendidikan Vokasi Tahap VI

    Hadapi Revolusi Industri 4.0, Menteri Perindustrian Luncurkan Pendidikan Vokasi Tahap VI

    • calendar_month Jumat, 11 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.382
    • 0Komentar

    Mengakselerasi penyediaan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan dunia industri seiring dengan implementasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

  • Satyalancana Karya Satya, Modal ASN Tingkatkan Prestasi Kerja 

    Satyalancana Karya Satya, Modal ASN Tingkatkan Prestasi Kerja 

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    SEBANYAK 198 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) Sumsel menerima penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, di Griya Agung, Jumat (13/8). Penyematan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia untuk pengabdian ASN 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun ini ditandai dengan pembacaan lampiran Keputusan Presiden […]

  • KPUD Muba Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

    KPUD Muba Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Sebagai bagian dari upaya menyukseskan pelaksanaan Pilpres dan Pileg pada 17 April mendatang, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Muba H M Soleh Naim menghadiri Simulasi Lemilu yang dilaksanakan di Stable Berkuda Sekayu, minggu (14/4/2019). Pada acara tersebut, disimulasikan secara detail pelaksanaan Pilpres dan Pileg mulai dari […]

  • Palembang Peroleh Penghargaan dari Kemenkumham RI, Apa Itu ?

    Palembang Peroleh Penghargaan dari Kemenkumham RI, Apa Itu ?

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 863
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Kota Palembang kembali meraih penghargaan Tingkat Nasional, kali ini penghargaan diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada Pemerintah Kota Palembang yang turut mensukseskan program Kemenkumham RI yakni Program Gerakan Nasional Pemunuhan Hak Perlindungan Anak dengan Hukum. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly kepada […]

  • Mama Yuliana, Pencetus Pasar Mama-Mama Papua

    Mama Yuliana, Pencetus Pasar Mama-Mama Papua

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.359
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAYAPURA – Adzan Maghrib baru saja berlalu. Seorang wanita setengah baya menghampiri rombongan dari Jakarta yang sedang berkunjung ke Pasar Mama-Mama Papua di Jalan Percetakan, Kota Jayapura. Wanita itu, Mama Yuliana Pigay berkaos hijau dengan tutup kepala jaring-jaring merah, melempar senyumnya. “Sa jaga sa pu kaka ada sakit di rumah sakit, jadi sa baru […]

  • STAN Dinkominfo Muba Gratiskan Layanan Internet 

    STAN Dinkominfo Muba Gratiskan Layanan Internet 

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    STAN Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin (Dinkominfo Kab Muba), menyediakan akses internet gratis bagi pengunjung STAN di Muba Expo tahun 2019. “Kami pasang internet gratis di STAN   Muba Expo untuk memberikan fasilitas kepada para pengunjung,” ujar Kapala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga, Sabtu ( 28/9/2019). Akses internet yang disediakan akan dibatasi dan dikendalikan. Hanya bisa […]

expand_less
WordPress Archive Everest Forms Survey, Polls and Quiz Everest Google Places Reviews Everly – Blog & Magazine Elementor Template Kit Evernet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Evior – Modern Magazine WordPress Theme Evisa – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Evne – Creative Portfolio WordPress Theme Evomind – Home Healthcare Services Elementor Template Kit Evont – Event And Conference WordPress Theme Ewa – Beauty & Spa Salon Elementor Template Kit