Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » CATATAN PINGGIR : TUA [Dulu Kencang Sekarang Kendor]

CATATAN PINGGIR : TUA [Dulu Kencang Sekarang Kendor]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 1.158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Tua itu ibarat baterai hape jadul, awalnya tahan dua hari, sekarang baru bangun tidur aja udah 5%. Dulu, badan kita masih kayak shockbreaker motor trail, mau dibanting gimana pun, tetap lentur dan gesit. Sekarang? baru salah posisi tidur semalam, bangun pagi udah kayak bekas lipatan karpet gulung, kaku semua, tak tahan dengan dingin ubin.

Dulu bangun pagi kayak tentara, langsung tegak, mandi, dan siap kerja. Sekarang? bangun aja susah pake tahan sepuluh jari ke dinding kamar untuk keseimbangan tubuh, udah itu butuh pemanasan, stretching, dan sedikit motivasi spiritual. Bahkan ada fase “loading otak”, ha hay…, sebelum kaki nyentuh lantai. “Tunggu, aku siapa? Ini hari apa? Masih hidup?” Baru setelah itu kaki bisa mulai jalan dengan drama punggung kriuk-kriuk kayak membuka bungkus kerupuk.

Dulu, rambut masih hitam legam, tajam kayak garis eyeliner Syahrini. Sekarang? Udah kayak lahan sawah siap panen—putih, merata, dan makin hari makin banyak. Dulu  nungguin salju turun di drama Korea, sekarang kita malah jadi tokoh utamanya, rambut putihnya lebih natural dari efek visual.

Waktu kecil, kita pengen cepet tua biar bisa bebas. Eh, pas udah tua, malah pengen jadi bocah lagi, karena jadi tua itu banyak notifikasi dari tubuh lutut bilang capek, pinggang ngambek tiap naik tangga, nafas ngos-ngosan, jantung debar, berkeringat serta perut? Nah ini… dia punya cerita sendiri.

Kalau soal makan, dulu kita bagaikan kerbau lepas dari kandang. Semua dimakan, tanpa rem. Nasi goreng dua piring luder diembat gak mikir yang lain? Gampang. Keripik satu toples? Habis sebelum sinetron mulai. Sekarang? Baru nyicip sambal aja, perut langsung siaran pers. “Maaf, perut ini tidak menerima makanan pedas tanpa jadwal konsultasi terlebih dahulu”.

Kata orang bijak, “Isi piring menunjukkan isi hati”. Tapi makin tua, isi piring kita makin minimalis. Dulu isinya penuh sampe tumpah-tumpah, sekarang isinya cuma nasi setengah sendok, sayur dua lembar, dan lauk kecil yang keliatan lebih cocok buat boneka Barbie. Takut darah naik, diabet, asam urat, kalestrol..he..he!!.

Dulu kita makan steak, burger, mie pedas level 20. Sekarang? Bubur ayam pun dipesan yang tanpa lada, tanpa bawang goreng, tanpa kerupuk, pokoknya bubur versi zen. Kita udah lebih kenal dengan makanan rebus, kukus, dan kukusannya kadang malah lebih menggoda dari lauknya, alasannya ? ya salah satunya gigi udah mulai berkurang.

Yang paling kocak itu kalau kita mulai cerewet soal bahan makanan. Kayak detektif gizi. Beli biskuit aja diperiksa “Ini gulanya berapa gram? Ada pengawetnya gak? MSG-nya natural atau kimia?” Dulu yang penting enak, sekarang yang penting gak bikin jantung goyang.

Kadang makanan sederhana jadi luar biasa. Dulu tempe goreng cuma makanan selingan, sekarang bisa jadi highlight harian. Kita makan tempe sambil bilang, “Hidup ini nggak butuh mewah, asal bisa senyum dan kenyang”.

Dan tentu, makin tua itu kita makin sayang sama isi perut. Karena sekarang, makan itu bukan soal kenyang, tapi soal perasaan. Makan bareng keluarga, meski menunya sederhana, rasanya kayak pesta ulang tahun penuh tawa, penuh syukur, dan tentu penuh rempah kebersamaan.

Nah, perut yang dulu rata, sekarang mulai ngebentuk apa yang disebut dengan buncit. Udah gak bisa bohong, kalau tiap kali liat cermin, “Ini apa, ya, kok makin nyentuh meja?”.
Tapi ya, meskipun fisik kita mulai berubah, ternyata kita jadi lebih sabar ngadepin diri sendiri.

Dulu, mungkin kita benci sama perubahan itu, tapi sekarang kita cuma bisa ketawa dan bilang, “Ya, emang sih, fisik makin berubah, tapi yang penting kan tetap sehat dan bisa ketawa.” Bahkan, tubuh yang mulai kendor ini kadang bikin kita sadar, meskipun kita nggak bisa lari cepet lagi, kita masih bisa meraih kebahagiaan dengan cara yang lebih santai.
Yang paling seru, sih, perubahan fisik ini sering jadi bahan banyolan di keluarga. Misalnya, lagi makan bareng, lo bilang, “Coba liat deh, kok tiba-tiba badan gue nggak kayak dulu ya? Kayaknya pas udah tua, ukuran baju ikut bertambah juga!”. Anak-anak lo cuma bisa ketawa sambil bilang, “Ya, gitu deh, pak. Kita semua jadi korban gravitasi!”.

Tua itu bukan akhir dari segalanya. Tapi awal dari pertunjukan baru di mana tubuh mulai melambat, tapi hati jadi lebih peka. Di mana isi piring menyusut, tapi rasa syukur membuncah.  Meskipun tubuh ini mulai kendor, cinta kita ke hidup justru makin kencang. Ingat pepatah Jawa, “Sepuh kuwi dudu lemah, mung ngalih posisi saka mlayu dadi mlaku, saka mlaku dadi lungguh, saka lungguh dadi nyantai, tapi isih iso ngguyu kenceng!”.[***]/bersambung

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Sepuluh Destinasi Wisata  Ditata Secara Khusus

    Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Sepuluh Destinasi Wisata Ditata Secara Khusus

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.547
    • 0Komentar

    PENATAAN Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) mendapat perhatian khusus Pemerintah. Total ada 10 KSPN yang menjadi prioritas, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Borobudur (Jawa Tengah), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Lombok (Nusa Tenggara Barat), Tanjung Kelayang (Bangka-Belitung), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Morotai (Maluku Utara), Manado-Likupang-Bitung (Sulawesi Utara), dan Raja Ampat (Papua Barat). Dilansir […]

  • Kolaborasi Muba-SKK Migas, Bangun Roadmap Pengembangan SDM Migas, Ini Poin Penting Yang Disepakati

    Kolaborasi Muba-SKK Migas, Bangun Roadmap Pengembangan SDM Migas, Ini Poin Penting Yang Disepakati

    • calendar_month Sabtu, 22 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Muba bekerjasama dengan SKK Migas Perwakilan Sumsel siap berkolaborasi membangun roadmap pengembangan sumber daya manusia [SDM] dalam bidang industri migas. Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, Anggono Mahendrawan mengungkapkan pihaknya siap mendukung  dari sisi pembiayaan dan pendampingan dalam perencanaan dan pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi bidang industri migas. “Kebijakan dan program ini sangat jelas sasarannya, […]

  • “Petualangan Bicik Mona, Resep Ayam Betutu Bali Anti Gagal”

    “Petualangan Bicik Mona, Resep Ayam Betutu Bali Anti Gagal”

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    HALO, para pencinta kuliner sejati! Bicik Mona kembali hadir, bukan sekadar untuk mengulik Malbi Palembang atau pempek, tapi kali ini ia merantau jauh sampai Pulau Dewata. Ya, Pulau Bali! Tujuan satu hidangan legendaris yang bikin lidah menari, Ayam Betutu Bali. Jangan salah, ini bukan ayam biasa yang dibumbui asal-asalan. Salah bumbu sedikit saja, rasanya bisa […]

  • 2 Solusi  Atasi Masalah Illegal Drilling dari Bupati Muba

    2 Solusi Atasi Masalah Illegal Drilling dari Bupati Muba

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.960
    • 0Komentar

    KEGIATAN penambangan sumur minyak mentah secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sudah menjadi konflik dan isu sampai ke tingkat nasional. Oleh karena itu Pemkab Muba gelar rapat koordinasi berjudul Pencegahan dan Penanganan illegal drilling di wilayah Kabupaten Muba. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Muba H Dodi Reza Alex. Turut hadir […]

  • Bea Cukai Gagalkan Peredaran 3,17 Juta Batang Rokok Ilegal

    Bea Cukai Gagalkan Peredaran 3,17 Juta Batang Rokok Ilegal

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Bea Cukai terus memperkuat pemberantasan rokok ilegal melalui rangkaian operasi pengawasan di Jawa Timur. Hasilnya, lebih dari 3,17 juta batang rokok ilegal berhasil disita dalam berbagai penindakan, mulai dari operasi pasar, operasi mandiri, hingga operasi gabungan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Capaian terbesar dibukukan Bea Cukai Kediri sepanjang Juni 2026. Dalam […]

  • PPKM Sukses Tekan Angka Kasus Harian, Modal Indonesia Menuju Endemi COVID-19

    PPKM Sukses Tekan Angka Kasus Harian, Modal Indonesia Menuju Endemi COVID-19

    • calendar_month Jumat, 1 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    PENURUNAN kasus harian COVID-19 terjadi signifikan. Per 26 September 2021, penambahan kasus mingguan di Indonesia sebanyak 17.250 kasus atau turun 20 kali lipat dari puncak gelombang kedua. Pencapaian baik ini merupakan kontribusi dari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Setidaknya ada 5 faktor yang mempengaruhi keberhasilan PPKM. Kelimanya adalah pemberlakukan kebijakan berlapis dari pembatasan mobilitas […]

expand_less
WordPress Archive Everest Forms Survey, Polls and Quiz Everest Google Places Reviews Everly – Blog & Magazine Elementor Template Kit Evernet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Evior – Modern Magazine WordPress Theme Evisa – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Evne – Creative Portfolio WordPress Theme Evomind – Home Healthcare Services Elementor Template Kit Evont – Event And Conference WordPress Theme Ewa – Beauty & Spa Salon Elementor Template Kit