Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » CATATAN PINGGIR : TUA [Dulu Kencang Sekarang Kendor]

CATATAN PINGGIR : TUA [Dulu Kencang Sekarang Kendor]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 1.166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Tua itu ibarat baterai hape jadul, awalnya tahan dua hari, sekarang baru bangun tidur aja udah 5%. Dulu, badan kita masih kayak shockbreaker motor trail, mau dibanting gimana pun, tetap lentur dan gesit. Sekarang? baru salah posisi tidur semalam, bangun pagi udah kayak bekas lipatan karpet gulung, kaku semua, tak tahan dengan dingin ubin.

Dulu bangun pagi kayak tentara, langsung tegak, mandi, dan siap kerja. Sekarang? bangun aja susah pake tahan sepuluh jari ke dinding kamar untuk keseimbangan tubuh, udah itu butuh pemanasan, stretching, dan sedikit motivasi spiritual. Bahkan ada fase “loading otak”, ha hay…, sebelum kaki nyentuh lantai. “Tunggu, aku siapa? Ini hari apa? Masih hidup?” Baru setelah itu kaki bisa mulai jalan dengan drama punggung kriuk-kriuk kayak membuka bungkus kerupuk.

Dulu, rambut masih hitam legam, tajam kayak garis eyeliner Syahrini. Sekarang? Udah kayak lahan sawah siap panen—putih, merata, dan makin hari makin banyak. Dulu  nungguin salju turun di drama Korea, sekarang kita malah jadi tokoh utamanya, rambut putihnya lebih natural dari efek visual.

Waktu kecil, kita pengen cepet tua biar bisa bebas. Eh, pas udah tua, malah pengen jadi bocah lagi, karena jadi tua itu banyak notifikasi dari tubuh lutut bilang capek, pinggang ngambek tiap naik tangga, nafas ngos-ngosan, jantung debar, berkeringat serta perut? Nah ini… dia punya cerita sendiri.

Kalau soal makan, dulu kita bagaikan kerbau lepas dari kandang. Semua dimakan, tanpa rem. Nasi goreng dua piring luder diembat gak mikir yang lain? Gampang. Keripik satu toples? Habis sebelum sinetron mulai. Sekarang? Baru nyicip sambal aja, perut langsung siaran pers. “Maaf, perut ini tidak menerima makanan pedas tanpa jadwal konsultasi terlebih dahulu”.

Kata orang bijak, “Isi piring menunjukkan isi hati”. Tapi makin tua, isi piring kita makin minimalis. Dulu isinya penuh sampe tumpah-tumpah, sekarang isinya cuma nasi setengah sendok, sayur dua lembar, dan lauk kecil yang keliatan lebih cocok buat boneka Barbie. Takut darah naik, diabet, asam urat, kalestrol..he..he!!.

Dulu kita makan steak, burger, mie pedas level 20. Sekarang? Bubur ayam pun dipesan yang tanpa lada, tanpa bawang goreng, tanpa kerupuk, pokoknya bubur versi zen. Kita udah lebih kenal dengan makanan rebus, kukus, dan kukusannya kadang malah lebih menggoda dari lauknya, alasannya ? ya salah satunya gigi udah mulai berkurang.

Yang paling kocak itu kalau kita mulai cerewet soal bahan makanan. Kayak detektif gizi. Beli biskuit aja diperiksa “Ini gulanya berapa gram? Ada pengawetnya gak? MSG-nya natural atau kimia?” Dulu yang penting enak, sekarang yang penting gak bikin jantung goyang.

Kadang makanan sederhana jadi luar biasa. Dulu tempe goreng cuma makanan selingan, sekarang bisa jadi highlight harian. Kita makan tempe sambil bilang, “Hidup ini nggak butuh mewah, asal bisa senyum dan kenyang”.

Dan tentu, makin tua itu kita makin sayang sama isi perut. Karena sekarang, makan itu bukan soal kenyang, tapi soal perasaan. Makan bareng keluarga, meski menunya sederhana, rasanya kayak pesta ulang tahun penuh tawa, penuh syukur, dan tentu penuh rempah kebersamaan.

Nah, perut yang dulu rata, sekarang mulai ngebentuk apa yang disebut dengan buncit. Udah gak bisa bohong, kalau tiap kali liat cermin, “Ini apa, ya, kok makin nyentuh meja?”.
Tapi ya, meskipun fisik kita mulai berubah, ternyata kita jadi lebih sabar ngadepin diri sendiri.

Dulu, mungkin kita benci sama perubahan itu, tapi sekarang kita cuma bisa ketawa dan bilang, “Ya, emang sih, fisik makin berubah, tapi yang penting kan tetap sehat dan bisa ketawa.” Bahkan, tubuh yang mulai kendor ini kadang bikin kita sadar, meskipun kita nggak bisa lari cepet lagi, kita masih bisa meraih kebahagiaan dengan cara yang lebih santai.
Yang paling seru, sih, perubahan fisik ini sering jadi bahan banyolan di keluarga. Misalnya, lagi makan bareng, lo bilang, “Coba liat deh, kok tiba-tiba badan gue nggak kayak dulu ya? Kayaknya pas udah tua, ukuran baju ikut bertambah juga!”. Anak-anak lo cuma bisa ketawa sambil bilang, “Ya, gitu deh, pak. Kita semua jadi korban gravitasi!”.

Tua itu bukan akhir dari segalanya. Tapi awal dari pertunjukan baru di mana tubuh mulai melambat, tapi hati jadi lebih peka. Di mana isi piring menyusut, tapi rasa syukur membuncah.  Meskipun tubuh ini mulai kendor, cinta kita ke hidup justru makin kencang. Ingat pepatah Jawa, “Sepuh kuwi dudu lemah, mung ngalih posisi saka mlayu dadi mlaku, saka mlaku dadi lungguh, saka lungguh dadi nyantai, tapi isih iso ngguyu kenceng!”.[***]/bersambung

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asisi Bantu Pemprov Sumsel Turunkan Pengangguran

    Asisi Bantu Pemprov Sumsel Turunkan Pengangguran

    • calendar_month Senin, 13 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 620
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru hadiri Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah (DPD)  Asosiasi Teknisi Refrigerasi dan Air Conditioner Nusantara Sumatera Selatan (Asisi), di Balroom Hotel Swarnadwipa, Senin (13/6). Sebagai organisasi yang mewadahi para teknisi yang bekerja dibidang perbaikan refrigerasi dan Air Conditioner (AC), Herman Deru tak sungkan memberikan beberapa tips marketing kepada para nggota […]

  • Turunkan Angka Kemiskinan, Pemerintah Terus Kembangkan Perekonomian Masyarakat, dampak Pandemi Covid

    Turunkan Angka Kemiskinan, Pemerintah Terus Kembangkan Perekonomian Masyarakat, dampak Pandemi Covid

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 460
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mendorong semua elemen masyarakat, termasuk pilar-pilar sosial, untuk berkontribusi terhadap percepatan penanganan kemiskinan dengan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat sehingga semuanya lebih mandiri. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pemberdayaan Sosial Kemensos, Edi Suharto, mewakili Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (19/6/2022). Edi menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif Karang Taruna di […]

  • Berpengalaman di Jateng, rencana konkret Ganjar jadikan Indonesia lumbung pangan dinantikan

    Berpengalaman di Jateng, rencana konkret Ganjar jadikan Indonesia lumbung pangan dinantikan

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso meminta bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo menyusun program terperinci untuk membangun ketahanan pangan nasional. Menurut Andreas, strategi Ganjar terkait pangan yang diungkap dalam sejumlah forum publik masih sekadar retorika. “Siapa pun nanti presidennya memiliki tugas penting untuk menggenjot produksi pangan karena ketimpangan antara yang […]

  • sandiaga-uno-palembang

    Di Palembang, Sandi Sebut Terima Keluhan Emak-emak, Pemerintah Jangan Jawab Dengan Angka Statistik

    • calendar_month Rabu, 19 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno berkeliling Pasar Seberang Ulu, Palembang, Sumatera Selatan mendapat masukan dari ibu-ibu yang berbelanja ke pasar. Ia mengatakan bahwa ibu-ibu mengutarakan keluhan bahan kebutuhan pokok yang mahal. “Emak-emak itu adalah kaum yang sangat jujur, berbicara dari hati dan berbicara apa adanya terhadap keadaan negara kita. Sehari-hari, mereka […]

  • Rumah Adat dan Kuliner Khas Musi Banyuasin Hiasi Festival Anjungan

    Rumah Adat dan Kuliner Khas Musi Banyuasin Hiasi Festival Anjungan

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Rumah adat dan kuliner khas Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ikut serta dalam menghiasi festival anjungan dan pekan adat ke-4 Tahun 2023. Acara yang dihadiri oleh Kabupaten / Kota Sumatera Selatan tersebut dibuka secara langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, […]

  • Jurus Jihad Ala Bang Sandi

    Jurus Jihad Ala Bang Sandi

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Meskipun RI banyak pembangunan infrastruktur, di era Jokowi- JK selama 4 tahun, namun masih banyak kesenjangan dan ketimpangan, pembangunan sehingga dinilai belum berdampak besar untuk masyarakat. Demikian dikatakan Sandiaga Uno, calon wakil presiden No urut 2. Ia menegaskan Resolusi Jihad Ekonomi mampu memberikan jalan keluar. de Resolusi Jihad Ekonomi mengambil dari resolusi jihad […]

expand_less
WordPress Archive Everest Forms Survey, Polls and Quiz Everest Google Places Reviews Everly – Blog & Magazine Elementor Template Kit Evernet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Evior – Modern Magazine WordPress Theme Evisa – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Evne – Creative Portfolio WordPress Theme Evomind – Home Healthcare Services Elementor Template Kit Evont – Event And Conference WordPress Theme Ewa – Beauty & Spa Salon Elementor Template Kit