Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Berpengalaman di Jateng, rencana konkret Ganjar jadikan Indonesia lumbung pangan dinantikan

Berpengalaman di Jateng, rencana konkret Ganjar jadikan Indonesia lumbung pangan dinantikan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
  • visibility 814
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso meminta bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo menyusun program terperinci untuk membangun ketahanan pangan nasional. Menurut Andreas, strategi Ganjar terkait pangan yang diungkap dalam sejumlah forum publik masih sekadar retorika.

“Siapa pun nanti presidennya memiliki tugas penting untuk menggenjot produksi pangan karena ketimpangan antara yang kita ekspor dan impor itu semakin melebar. Ada beberapa hal yang teramat penting yang jarang disentuh,” ucap Andreas saat dihubungi, Senin (25/9/2023).

Dalam forum kebangsaaan di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), belum lama ini, Ganjar mengungkap tiga strategi utama untuk meningkatkan ketahanan pangan. Pertama, aktivasi birokrasi untuk memantau ketersediaan suplai dan permintaan. Kedua, menggenjot sentra produksi bahan pokok. Ketiga, menyeimbangkan neraca ekspor-impor pangan.

Andreas menilai strategi-strategi itu perlu dielaborasi lebih rinci. Secara khusus, ia menyoroti niat Ganjar menggenjot sentra produksi bahan pokok. Menurut dia, hingga kini belum ada presiden yang sukses menggenjot produksi sehingga Indonesia memiliki kedaulatan pangan.

Salah satu indikasi, kata Andreas, ialah impor gandum yang terus membengkak dari tahun ke tahun. “Total kebutuhan pangan kita sekitar 28% itu gandum. Perhitungan saya, di usia seratus tahun Indonesia merdeka, impor pangan kita hampir 50% nanti bisa tergantikan gandum,” kata Andreas.

Diversifikasi pangan ke gandum itu, lanjut Andreas, tak menguntungkan bagi masyarakat. Pasalnya, harga gandum semakin lama semakin mahal. Rata-rata harga gandum dunia hingga akhir kuartal II-2022 berada di kisaran US$392,4 per ton atau setara dengan Rp5,8 juta.

“Pergeseran dari beras ke gandum persoalan serius yang harus diselesaikan. Di tahun 1970-an, persentase pangan gandum hanya 4 %. Tahun 2010 itu sudah 18,3%. Tahun 2021 kemarin itu sudah 28 persen,” ucap Andreas.

Andreas juga mempertanyakan langkah-langkah konkret Ganjar untuk menyeimbangkan neraca impor-ekspor pangan. Tak hanya gandum, saat ini Indonesia juga mengimpor sejumlah komoditas pangan penting untuk memenuhi kebutuhan domestik.

“Gandum 100% impor, kedelai 70% impor, dan gula 70% kita impor.  Setiap presiden pasti, entah apa namanya, mendorong swasembada pangan atau pajale (padi, jagung, dan kedelai). Tapi, apa hasilnya? Semakin lama impor kita semakin tinggi. Itu yang terjadi,” kata Andreas.

Jika ditotal, menurut Andreas, nilai impor komoditas pangan Indonesia dari 2008 hingga 2018 naik sekitar tiga kali lipat, yakni dari 8 juta ton menjadi 27,6 juta ton. “Masuk akal apa enggak dalam tempo 10 tahun naik segitu,” kata Andreas.

Pemenuhan kebutuhan pangan domestik memang jadi salah satu perhatian Ganjar saat jadi Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Tak lama setelah menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau panen raya padi Ambal, Kabupaten Kebumen, Jateng, Maret lalu, Ganjar sempat berkicau di Twitter soal niat Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Di Jateng, Ganjar sendiri tergolong berhasil membangun kemandirian pangan. Tercatat, kini ada 282 desa mandiri pangan di provinsi tersebut. Pada 2019, Jateng bahkan sempat jadi lumbung padi terbesar nasional dengan produksi 9,65 ton gabah kering giling (GKG). Jateng baru tergeser oleh Jatim pada 2021.

Sepanjang 2020-2021, peningkatan ekspor komoditas pertanian Jateng tercatat sebesar Rp8,3 triliun, atau tertinggi di seluruh Indonesia jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya. Ekpor komoditas Jateng bahkan sampai ke Mesir, Italia, Jepang, dan Korea Selatan. Capaian itu diganjar penghargaan Abdi Bakti Tani Tahun pada 2021.

Pada era Ganjar, Jateng juga memunculkan tren pertanian organik yang ramah lingkungan. Itu ditandai dengan lahirnya petani-petani milenial. Dari sekitar 3 juta petani di Jateng saat ini, 33,7% di antaranya ialah petani dari kalangan milenial yang tergolong melek teknologi.

Apa pun program yang bakal disusun Ganjar dan bacapres lainnya, Andreas berharap petani tidak dipinggirkan. “Kalau petani dikorbankan ya sudah produksi pangan akan semakin menurun. Impor semakin lama akan semakin meningkat,” ucap Andreas.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratu Dewa ‘Inspiration Figure’ Milenial Moeslim Nasional

    Ratu Dewa ‘Inspiration Figure’ Milenial Moeslim Nasional

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.026
    • 0Komentar

      SEJUMLAH tokoh muslim nasional, akan kembali menerima penghargaan Moeslim Choice Award 2020 yang akan diselenggarakan di Auditorium TVRI Jakarta malam ini, Senin (21/12/2020). Pemberikan penghargaan Moeslim Choice Award ke-3 ini, akan diberikan kepada sejumlah tokoh muslim tanah air dan lembaga perbankan syariah yang dianggap mampu memberikan inspirasi untuk negeri, mulai dari Presiden RI ke […]

  • 5 Santri/Wati Ponpes & Jamaah Umroh Pemkab Banyuasin Peroleh Penghargaan dari Musium Al – Quran Al Mukkaramah

    5 Santri/Wati Ponpes & Jamaah Umroh Pemkab Banyuasin Peroleh Penghargaan dari Musium Al – Quran Al Mukkaramah

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.036
    • 0Komentar

    LIMA santriwan/wati Pondok Pesantren [Ponpes] Kabupaten Banyuasin dan Jamaah Umroh Pemkab Banyuasin  mendapatkan penghargaan berupa Kitab Suci Al-Qur’an dari Musium Al – Qur’an Al – Mukarramah. Ratusan jamaah Umroh Pemkab Banyuasin dan santri tersebut tengah melaksanakan Umroh di Mekkah. Adapun ke lima Hapizho dan Hadis tersebut terdiri dari Ngaliatul Marfuah (20) dari Ponpes Sabilul Hasanah, Indri Martalina (20) Ponpes Sabilul Hasanah, Raudhatul Jamilah (22) Ponpes […]

  • Token Metasens Meroket Sebesar 1000%, Volume Perdagangan Minggu Pertama Melebihi US $ 60 Juta

    Token Metasens Meroket Sebesar 1000%, Volume Perdagangan Minggu Pertama Melebihi US $ 60 Juta

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.326
    • 0Komentar

    HONG KONG SAR – Metasens, proyek metamesta di bawah Imperium Technology Group (0776.HK, Group), memulai debut global token MSU di bursa mata uang kripto tingkat institusional AAX pada tanggal 4 Maret. lebih dari 1000% pada hari pertama pencatatan dari 0,25 USDT menjadi hampir 3 USDT Volume perdagangan untuk minggu pertama telah melampaui lebih dari US […]

  • Sambut HUT OKI, bagi-bagi beras ke masyarakat

    Sambut HUT OKI, bagi-bagi beras ke masyarakat

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten OKI bekerja sama dengan OKI Pulps and Papper Mills membagikan sebanyak 1.000 kantong beras berisi 10 kg kepada warga sebagai penerima manfaat di 23 desa/kelurahan dalam Kecamatan Kota Kayuagung, termasuk petugas kebersihan jalan sebanyak 176 orang dan petugas kebersihan kantor bupati sebanyak 49 orang. Penyerahan 1.000 kantong […]

  • Gegara Tak Download Astra Pay, Suami Tidak Boleh Bayar Kredit Motor Istri

    Gegara Tak Download Astra Pay, Suami Tidak Boleh Bayar Kredit Motor Istri

    • calendar_month Sabtu, 23 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.828
    • 0Komentar

    GEGARA hanya tak men-download aplikasi Astra Pay aplikasi berbayar FIF Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin, seorang suami konsumen tidak diperkenankan untuk membayar angsuran kredit sepeda motor milik istrinya. Hal ini diungkapkan Madi (34), Warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Ia mengaku terkejut saat bayar ansuran sepeda motor milik istrinya. Ia disuruh men -download […]

  • Efisiensi dan Pemerataan Jaringan, Kominfo Bagi Tiga Lapisan Frekuensi 5G, Semoga Tidak Ada Hambatan

    Efisiensi dan Pemerataan Jaringan, Kominfo Bagi Tiga Lapisan Frekuensi 5G, Semoga Tidak Ada Hambatan

    • calendar_month Selasa, 8 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika membagi alokasi frekuensi untuk jaringan telekomunikasi seluler 5G ke dalam tiga lapisan (layer) telekomunikasi, yaitu Low Band, Middle Band, dan High Band. Pembagian itu dilakukan untuk pemerataan dan efisiensi layanan. “Ketiga layer ini berada di frekuensi yang berbeda. Untuk pita bawah (Low Band), frekuensinya di bawah 1 Ghz, cocok untuk pemerataan […]

expand_less
WordPress Archive ListingHub – WordPress Business Directory Listing Plugin ListingPro – Directory & Listing WordPress Theme ListingPro - Directory & Listing WordPress Theme Listio – Directory Listing & Real Estate WordPress Theme Listivo – Classified Ads & Directory Listygo – Directory & Listing WordPress Theme Litl’ Pal – Animal Shelter & Charity WordPress Theme Litmus – Creative MultiPurpose WordPress Theme Live Chat Complete Live Chat Experience