Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Tertawalah Sebelum Tertawa Itu Dikenakan Pajak 12%”

“Tertawalah Sebelum Tertawa Itu Dikenakan Pajak 12%”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
  • visibility 1.153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Di negeri yang kadang senyumnya disubsidi dan tawanya numpang lewat di iklan mi instan, hadir satu kabar yang bikin hati mendadak pengin stand up bakal ada Hari Komedi Nasional. Bukan, ini bukan prank tanggal tua. Ini serius tapi jenaka.

Akhir pekan lalu di bawah bayang-bayang Monpera yang biasanya sakral dan heroik, tiba-tiba terdengar suara tawa menggelegar. Bukan karena ada diskon sembako, tapi karena para komedian dari seluruh penjuru tanah tawa berkumpul dalam sarasehan PASKI  semacam rembug nasional para ahli ngelucu.

Gubernur Sumsel, Herman Deru atau yang oleh sebagian warga dijuluki stand up dadakan saat pidato kampanye  pun hadir. Ia dengan wajah khidmat tapi senyum mengembang berkata bahwa profesi komedian itu mulia. Bahkan bisa lebih bermanfaat daripada beberapa influencer yang kerjaannya cuma review skincare tapi lupa pakai logika.

“Profesi ini bikin orang bahagia,” katanya dan kita semua sepakat, di negeri yang harga cabai bisa bikin jantung senam irama, profesi pembuat tawa jauh lebih penting daripada tukang sebar hoaks.

Ketua Umum PASKI, Sujarwo, menambahkan  komedi adalah narasi penyembuh luka. Dan benar juga. Tertawa itu kayak balsem nggak menyelesaikan masalah, tapi bikin rasanya agak adem. Kalau hidup ini berat, ya kita harus ringan-ringan sedikit minimal mulai dari kepala.

Sarasehan ini konon bertujuan menentukan Hari Komedi Nasional, yang kabarnya sedang digodok di DPR. Kita tentu berharap penggodokan itu tidak seperti penggodokan RUU yang seringnya lama, lalu tiba-tiba matang sendiri seperti mi rebus lupa dimatikan.

Komedi itu seperti sandal jepit, kadang dianggap remeh, tapi waktu hilang, baru terasa betapa hidup ini licin tanpanya dan lucunya, banyak pejabat yang lebih takut dikomentari pelawak daripada dikritik ekonom.

Charlie Chaplin pernah bilang, “A day without laughter is a day wasted”. Maksudnya, kalau dalam sehari kita tidak sempat tertawa atau merasakan kegembiraan, maka hari itu terasa kosong dan tidak bermakna. Tawa di sini dianggap sebagai bentuk kebahagiaan, pelipur lara, dan penyeimbang hidup.

Tapi kalau di Indonesia, sehari tanpa tawa itu malah bisa jadi awal dari demo besar-besaran. Maka, usul bikin Hari Komedi Nasional bukan cuma lucu, tapi juga strategis.

Suka nyisir

Lucunya, yang dulu suka nyinyir soal komedi, sekarang ikut selfie di acara sarasehan, dulu dibilang pelawak itu kerjanya cuma ngelawak. Sekarang? Ternyata banyak juga pejabat yang pengin jadi comedian dadakan tiap konferensi pers. Bedanya? Komedian tulen dibayar buat lucu. Yang satu lagi… kadang lucu karena dibayar.

“Daripada menebar hoaks bikin gaduh kampung, mending ikut stand up open mic di warung kopi.”
“Hidup tanpa komedi ibarat lontong sayur tanpa kuah kering, hambar, dan bikin emosi.”

Bukan cuma Hari Komedi Nasional, tapi juga hak hidup layak bagi para komedian karena kalau mereka nggak ada, kita cuma bisa ketawa pas nonton harga BBM naik atau pas ngelihat janji kampanye tinggal kenangan.

Rencana penetapan Hari Komedi Nasional ini bukan sekadar lucu-lucuan. Ini tentang pengakuan terhadap profesi yang sering dianggap “kerjaan sambilan,” padahal dampaknya bisa lebih menyentuh daripada seminar motivasi tiga hari dua malam yang isinya cuma nyuruh kita “bersyukur dan bangkit.” Komedian itu bukan hanya pelawak, mereka itu dokter jiwa rakyat tanpa stetoskop, tapi punya naskah punchline.

Kalau bangsa ini punya Hari Pers, Hari Buruh, bahkan Hari Tanpa Bayangan (yang matahari tepat di atas kepala), kenapa tidak Hari Komedi Nasional?.

Apalagi di tengah negeri yang saban hari penuh drama, korupsi disamarkan sebagai sedekah, dan janji pembangunan lebih sering ditulis dengan tinta yang bisa dihapus, rasanya komedi-lah satu-satunya yang jujur menunjukkan kenyataan meski lewat lelucon.

Bayangkan suatu hari nanti, di kalender nasional ada tulisan merah Hari Komedi Nasional. Dan semua stasiun TV bukan hanya menyiarkan debat politik yang lebih banyak sindirannya daripada solusinya, tapi juga menayangkan para komedian lokal naik panggung, bikin kita ngakak sambil mikir.

Para siswa sekolah disuruh bikin stand-up bertema kejujuran. Para pegawai kantor wajib menyumbang joke tentang birokrasi. Dan para pejabat… ya, mungkin cukup datang dan mendengarkan. Jangan ikut manggung, nanti lucunya nggak disengaja.

Jadi mari kita rawat tawa ini jangan sampai komedi cuma hidup di medsos  tiga detik atau di acara kawinan lewat MC yang lupa skrip. Jangan pula sampai komedian hanya dihargai saat mereka viral, lalu dilupakan saat sedang merintis.

Karena seperti kata pepatah “Lebih baik tertawa bersama rakyat, daripada senyum sendiri di ruang rapat”.Dan siapa tahu, suatu hari nanti, ada satu undang-undang yang isinya cuma satu pasal “Setiap warga negara berhak untuk tertawa, bahkan pada hal-hal yang dianggap tabu, asal tidak merugikan warasnya orang lain.”

Mari tertawa… sebelum hidup ini terlalu serius untuk dihadapi tanpa banyolan. Jadi… maksudnya, kalau dalam sehari kita tidak sempat tertawa atau merasakan kegembiraan, maka hari itu terasa kosong dan tidak bermakna. Tawa di sini dianggap sebagai bentuk kebahagiaan, pelipur lara, dan penyeimbang hidup. Tertawalah puas-puas sebelum tertawa itu dikenakan pajak 12%.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setiap Karya Seniman Patut Dihargai, Kata Wawako Saat Berkunjung di Kediaman Washington yang Banyak Melahirkan Lagu Bernuansa Daerah, Lalu Seniman Itu Curhat Kepada Finda, Begini Respon Orang Nomor 2 Itu

    Setiap Karya Seniman Patut Dihargai, Kata Wawako Saat Berkunjung di Kediaman Washington yang Banyak Melahirkan Lagu Bernuansa Daerah, Lalu Seniman Itu Curhat Kepada Finda, Begini Respon Orang Nomor 2 Itu

    • calendar_month Selasa, 15 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.205
    • 0Komentar

    KUNJUNGI salah satu seniman yang ada di Kota Palembang, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda sangat mengapresiasi atas setiap karya yang diciptakan oleh Washington (70), seperti lagu Gede Ing Suro, Horas Joko Widodo, Palembang Emas Darussalam dan beberapa judul lagu lainnya. Selama masa pandemi, Washington sangat terdampak. Organ tunggalnya sudah dua tahun tidak pernah dapat job. […]

  • Harnojoyo Dinobatkan Pembina Kampung Iklim Terbaik di Indonesia

    Harnojoyo Dinobatkan Pembina Kampung Iklim Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 24 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Walikota Palembang H.Harnojoyo  memperoleh perhargaan tingkat Nasional. Ia dinobatkan  sebagai Pembina Kampung Iklim Terbaik di Indonesia dalam acara penghargaan Proklim dan Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim dengan tema Aksi Nyata Satu Tujuan Di bawah 2 derajat , di Auditorium Manggala Wanabakti KLHK,  Jakarta, Rabu ( 25/10/2018). Penghargaan secara personal pembina kampung iklim terbaik […]

  • Gubernur Minta Pimpinan  Harus Menyadari Tanggung Jawab Moril Lingkungan Kerja

    Gubernur Minta Pimpinan Harus Menyadari Tanggung Jawab Moril Lingkungan Kerja

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 763
    • 0Komentar

    KOMANDAN Korem 044/Gapo Brigjen TNI M. Naudi Nurdika S.I.P M.Si, M.Tr (Han), mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Kabupaten/Kota Se-Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), di Hotel Santika Premiere Jalan Gubernur H. Asnawi Mangku Alam Kebun Bunga Sukarami Palembang, Selasa (9/11/2021). Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan, bahwa hampir semua pimpinan instansi ini di Sumsel maupun […]

  • 6 Bulan Kembangkan Inovasi, Talenta Muda Pusri Raih Penghargaan SDG Innovation 2026

    6 Bulan Kembangkan Inovasi, Talenta Muda Pusri Raih Penghargaan SDG Innovation 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Upaya PT Pusri Palembang dalam membangun budaya inovasi melalui pengembangan talenta muda membuahkan hasil, setelah mengikuti rangkaian program selama enam bulan, insan muda Pusri ini berhasil membawa perusahaan meraih penghargaan Distinction in Program Excellence dalam ajang SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Closing Ceremony & Innovation […]

  • Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

    Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Rambut, Godek, Kumis, Janggut, dan Brewok: Cara Aku Berdamai di Usia Kepala Lima PAGI senin setelah mandi, seperti hari-hari sebelumnya, aku berdiri sedikit lebih lama di depan cermin. Cahaya matahari pagi memantul pelan di wajahku dari kaca jendela kamar. Tidak ada yang berubah drastis, namun ada sesuatu yang terasa berbeda. Yang kulihat bukan lagi hanya […]

  • “Cuka Apel, Mangga Muda & Perut Berdendang: Wak Bek Masuk Angin, Mang Zenal Bikin Ramuan Maut”

    “Cuka Apel, Mangga Muda & Perut Berdendang: Wak Bek Masuk Angin, Mang Zenal Bikin Ramuan Maut”

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 582
    • 0Komentar

    MINGGU pagi, langit mendung, perut Wak Bek gendang.Ia duduk memeluk bantal di teras rumah, jaket dua lapis, kaos kaki beda warna, dan tatapan kosong ke arah jemuran yang belum diangkat dari tiga hari lalu. “Zenal… Perut aku ni cak demo orkes dangdut. Masuk angin level nasional” keluhnya, sambil kentut pelan dengan harapan tak terdengar. Mang […]

expand_less
WordPress Archive Bazz – WooCommerce WordPress Theme Bazzer – Influencer Marketing Agency Elementor Template Kit BBOOTS – Mini CMS system for phpBB bbPress Forums for AMP Bcare – Baby Care Services Elementor Template Kit Bcom - Consulting Business WordPress Theme Bean Barista – Online Barista Course Elementor Template Kit BeatKit – Music Events Elementor Template Kit Beatrix – Modern Magazine WordPress Theme Beats – Responsive Music & Event WordPress Theme