Minggu, 16 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Menelusuri Sigi Sambil Membawa Misi Kemanusian

Menelusuri Sigi Sambil Membawa Misi Kemanusian

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 16 Feb 2019
  • visibility 1.012
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

MESKI perjalanan dari Sekayu Ibu Kota Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] ke tempat tujuan Kabupaten Sigi – Palu, Sulawesi Tengah [Sulteng] menelan waktu berjama-jam, namun tak membuat saya bersama tim Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan Tim Pemkab Muba merasa lelah dan letih.

Apalagi  pesona dan keindahan alam  Sigi menjadi daya tarik tersendiri, sehingga  rombongan tim kemanusiaan  terus bersemangat untuk menemui  saudara -saudari yang tertimpa musibah di Sigi. Canda dan tawa selalu diperlihatkan seluruh tim LTKL dan Pemkab Muba, membuat saya semakin bersemangat.  Komitmen saya dan tim LTKL hanya satu, yakni menyelesaikan misi sosial guna membantu masyarakat Sigi tepatnya di Kecamatan Kulawi yang terdampak Gempa Bumi magnitudo dan Tsunami berkuatan 7,4 SR pada Oktober tahun lalu.

Tak terasa saat jarum jam menunjuk tepat pukul 06.00 WITA, saya bersama tim tiba di Bandara Sigi dan disambut Bupati Sigi M. Irwan Lapata untuk beristirahat sejenak sembari dijamu sarapan pagi. Setelah itu saya bersama bupati Sigi berserta rombongan melanjutkan kembali perjalanan dari Kota Palu melalui jalur darat menuju Kulawi.

Dalam perjalanan menggunakan kendaraan, saya bersama tim terus menelusuri jalan tanjakan berliku serta jurang yang dalam mobil kami beriringan dengan  mobil Bupati Sigi,yang berada persis didepan kami sambil menyapa warga yang tampak giat bergotong- royong bersama sama. Membenahi rumah keluarga mereka yang satu desa yang terdampak waktu gempa.

Perjalanan  menuju Kecamatan  Kulawi cukup ekstrim karena disisi sebelah kanan jalan jurang yang dalam sebelah kiri jalan tebing yang terjal tetapi jalan yang kami lalui ini walau extrim tidak menbuat kamu takut karena disaat mata memandang jauh saat menyusuri perbukitan  dan padang rumput dan pepohonan nan hijau yang luas menghampar sejauh mata memandang, sangat elok dan indah dipandang mata,dan perjalan kami menuju kecamatan kulawi melintasi “taman nasional Lore Lindu” meskipun memang Kabupaten Sigi merupakan daerah yang sangat parah saat gempa yang dahsyat.

Hati kecil saya pun hanya berkata inilah kekuasaan Allah SWT, namun Allah SWT masih memberikan ke indahannya yang luar biasa alam di Sigi, dan semangat masyarakat di sana pasca gempa ingin terus bangkit untuk terus membangun daerahnya yang hancur oleh bencana dan sangat terasa budaya gotong royong itu ternyata menumbuhkan kebersaman kita saat suka dan duka sungguh warisan pendahulu kita yang wajib kita terus lestarikan di jaman sekarang ini.

Misi ini bagi saya sangat menyenangkan, karena merupakan pengalaman pertama saya, sejak diangkat menjadi Bupati Muba. Apalagi ketika saya bersama rombongan melewati jalan di areal perbukitan dengan didingnya sangat terjal dan miring, jalan di lalui itu pun cukup satu kendaraan dengan dipinggirnya jurang yang sangat dalam.

Sinar matahari memancarkan sinarnya menembus kaca kendaraan, seperti mengiringi laju kendaraan, dan sinarnya menyilaukan mata sang driver. Namun laju mobil yang saya tumpangi tetap melaju  di jalan perbukitan itu.

Saya disuguhkan perjalanan sangat berbahaya di atas perbukitan itu, karena jalan tersebut sangat sempit berliku  dan menikung tajam.

Bahkan kondisinya masih tanah bercampur pasir,  debu-debu terlihat berterbangan menutupi jarak pandang kaca depan kendaraan, perlu keahlian driver melintas di jalan perbukitan.

Bukan itu saja, perjalanan menuju ke Kecamatan Kulawi tempat tujuan saya bersama rombongan, menembus hutan dan jalan yang sempit itu, dan sangat memacu andrenalin saya. Namun dibalik itu sangat membuat saya menikamati tantangan menjelajahi Sigi.

Saya bersama bupati Sigi  pun mengajak rombongan untuk menyempatkan diri memberhentikan mobil untuk melihat-lihat pekerja proyek yang tengah fokus memperbaiki jalan.

Mobil buldozer PU Pemerintah setempat terus menderu membersikan jalan lintas yang berada di atas perbukitan, yang diketahui sebagai jalan lintas Palu menuju Kulawi. Mereka terlihat sangat bersemangat untuk membereskan pengerjaaan jalan yang berada ditebing yang sangat terjal.

Saya juga sempat bertanya, kepada salah satu pekerja, terkait pengerjaan jalan tersebut,    ia meneranangkan sebelah kanan jurang yang mendalam, jalan tersebut tadinya putus dan tak bisa dilalui, sehingga warga Kecamatan Kulawi terisolir, bahkan lampu penerangan PLN putus, namun Alhamdullilah saat Tim Kemanusian Pemkab Muba LTKL dan Tim Bupati Sigi beserta rombongan lainnya yang ikut kompoi dapat melalui jalan tersebut dengan selamat sampai tujuan ke Kecamatan Kulawi.

Saya dan rombongan pun langsung ke di Desa, Bolapapu, Kecamatan Kulawi untuk menemui Camat Kulawi Rolly. Penyambutan saya bersama rombongan sangat luar biasa oleh sejumlah tokoh masyarakat, saya juga menyempatkan diri untuk berbincang -bincang.  Dalam perbincangan tersebut, mereka terlihat sangat bersemangat untuk membangun desanya kembali. Saya sangat terkesan dan terharu, atas kekompakan mereka dalam bergotong royong membenahi dan membangun kembali daerahnya.

Disambut meriah

Penyambutan mereka terhadap saya dan tim begitu meriah, apalagi mengenakan Siga[pakian adat yang dijadikan tutup kepala], saya semakin salut dengan mereka, terlebih budaya adat Kulawi ‘Pantodui’ dipertontonkan kepada saya beserta rombongan sebagai hiburan pelepas lelah.

Tarian  ‘Raego’  sebagai ucapan selamat datang untuk saya bersama rombongan  yang pertama kali pertama datang menginjakan kaki di Desa Bola Papu, Kecamatan Kulawi dan setelah acara sambutan dengan cara adat istiadat asli warga kecamatan kulawi kami pun dijamu makan siang dengan makan khas daerah kulawi, karena jam sudah menunjukan pukul 12.45 WITA, kami pun lahap makan bersama warga desa yang sudah dihidang oleh tokoh tokoh adat dan warga disana.

Usai makan siang bersama, Saya pun diantar untuk melihat-lihat kondisi pasca  terjadi gempa tersebut, terlihat beberapa puing-puing bekas robohnya rumah masih tertumpuk di halaman rumah tersebut, tanah-tanah yang masih terlihat retak akibat bencana itu. Bahkan saat meninjau salah satu desa yang habis rata tanah akibat gempa ‘Liquefaksi’

Tujuan Pemerintah Kabupaten Muba kembali menempuh misi kemanusiaan dan peduli sesama ini untuk membantu dan meringankan beban saudara-saudara sebangsa dalam kesatuan Negara Republik Indonesia di seluruh nusantara. Saya bersama tim mengumpulkan donasi mencapai USD250.000 untuk masyarakat Kabupaten Sigi.

Terhitung pada 2018, hasil pengumpulan dana yang dapat disalurkan untuk mendukung Kabupaten Sigi mencapai angka tersebut. Bersama tim dan anggota LTKL, saya menyerahkan secara langsung bantuan donasi tersebut. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.

Pada Kesempatan misi kemanusiaan tersebut, Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik se-Indonesia tersebut turut didampingi Kepala Bappeda Muba Indita Purnama S Sos MSi, Kepala Dinas Perkebunan Iskandar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro, Plt Kepala BPBD Indita Purnama S Sos MSi, Kabag Humas Herryandi Sinulingga AP, dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putra SSTP MSi dan disambut secara langsung oleh Bupati Kabupaten Sigi Muhammad Irwan SSos MSi didampingi Wakil Bupati Kabupaten Sigi Paulina SE MSi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sigi, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sigi dan Gorontalo, Camat Kulawi Rolli, dan Ketua Majelis Adat Kulawi Yore Pamei.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sigi Muhammad Irwan SSos MSi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada saya dan rombongan. “Banyak sekali bantuan yang diberikan, kami sangat berterima kasih atas perhatian dan pertisipasi ke Kabupaten Sigi khususnya di Kecamatan Kulawi ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan sangat meringankan korban di Sigi khususnya di Kecamatan Kulawi. “Semoga dengan bantuan yang diberikan ini membuat kondisi infrastruktur dan perekonomian masyarakat segera pulih” dan saat ini kami terus berupaya untuk kembali memulihkan keadaan wilayah kami secara keseluruhan dan kami akan terus bekerja keras bersama warga sigi membangun kembali dan Kami optimis Sigi Bangkit,” pungkasnya.

Saat jarum jam menunjuk tepat diangka 14.00 WITA, saya dan rombongan langsung kembali pulan ke Kota Palu bersama tim dari Bupati Palu dengan melintas kembali di jalur perbukitan tersebut dan tepat pukul 17.00 WITA berakhir jelajah saya menelusuri Sigi.

Saya bersama tim langsung beristirahat di salah satu Hotel di Palu dengan nafas lega, ucapan dan sujud syukur saya panjatkan kepada Alla SWT,  atas kelancarangan perjalanan tersebut tanpa hambatan.

Perjalanan ini menjadi pengalaman berharga saya, dengan ridho Allah SWT semuanya selamat dengan rombongan Bupati Sigi M. Irwan Lapata, ia pun bersama rombongannya mengucapkan selamat jalan.Saya bersama rombongan LTKL, saya keesokan harinya pulang menuju Makasar untuk ke Jakarta, Palembang, Muba.

Semoga masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Palu, Sigi, Selteng selalu kuat menjalani kehidupannya. Itu doa saya terkakhir saat meninggalkan Sulteng, Aamiin.[**]

Penulis : Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin
  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Pramuka Beri Penghargaan Dharma Bhakti Untuk Bupati Banyuasin

    Gerakan Pramuka Beri Penghargaan Dharma Bhakti Untuk Bupati Banyuasin

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.392
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani SH MH yang juga sebagai Ketua Mabincab Gerakan Pramuka Kabupaten Banyuasin menerima Penghargaan Dharma Bhakti Gerakan Pramuka dari Kwarnas Gerakan Pramuka pada HUT Pramuka ke 59 tahun 2020 ini. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, perhatian dan komitmen orang nomor satu di bumi sedulang setudung Kabupaten Banyuasin tersebut terhadap gerakan pramuka di […]

  • Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Kucurkan Dana Rp95,13 Triliun

    Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemerintah Kucurkan Dana Rp95,13 Triliun

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 509
    • 0Komentar

    REALISASI anggaran penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui program PEN hingga 3 Juni 2022 mencapai Rp95,13 triliun dan ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan perekonomian. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/06/2022), usai mengikuti Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan […]

  • Terapkan Pelayanan Paripurna, Kemenkes Apresiasi RSUD Bayung Lencir

    Terapkan Pelayanan Paripurna, Kemenkes Apresiasi RSUD Bayung Lencir

    • calendar_month Minggu, 20 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus menambah fasilitas kesehatan guna memaksimalkan pelayanan kesehatan yang prima. Kali ini Bupati Muba Dodi Reza Alex (DRA) meresmikan gedung baru RSUD Bayung Lencir, Sabtu (19/12/2020). Dodi mengatakan, meskipun pandemi COVID-19 menghambat semua aktivitas, tapi tidak untuk pelayanan kesehatan karena fasilitas kesehatan sangat utama. “Oleh karena itu, saya apresiasi Dinkes […]

  • Hentikan Kleptokrasi SEKARANG JUGA !!

    Hentikan Kleptokrasi SEKARANG JUGA !!

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.392
    • 0Komentar

    SALAH satu aktor penyebab terjadinya korupsi dalam ranah politik munculnya budaya percukongan. Kehadiran cukong sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat setiap suksesi pesta demokrasi. Praktek korupsi dan penggunaan kekuasaan yang bertujuan mencari keuntungan secara tidak halal membuat sistem pemerintahan dan budaya masyarakat pun berada di bawah bayangan para “kleptomania” yakni pengidap penyakit mencuri. Dalam […]

  • Mantap, 17 Inovasi Pelayanan Publik Muaraenim Siap Ikuti KIPP

    Mantap, 17 Inovasi Pelayanan Publik Muaraenim Siap Ikuti KIPP

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.720
    • 0Komentar

    SEBANYAK 17 inovasi pelayanan publik Kabupaten Muara Enim siap mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2021 diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Hal itu terungakap dalam rapat persiapan KIPP 2021 di Ruang Rapat Serasan Sekundang, Jumat (30/4/2021). Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Wulandari mengatakan Kabupaten Muara Enim menyiapkan 17 inovasi […]

  • Mr X Ditemukan Warga di Aliran Sungai Temam Lubuklinggau Selatan, Dibunuhkah ?

    Mr X Ditemukan Warga di Aliran Sungai Temam Lubuklinggau Selatan, Dibunuhkah ?

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    SESOSOK mayat tanpa indentitas ditemukan warga di aliran Sungai Temam, Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, sekitar pukul 17.00 WIB petang, Jumat (7/2/2020]. Mayat ditemukan pertama kali oleh, Yanto warga setempat, Kelurahan Rahma, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Saat ditemukan posisi mayat dalam keadaan tertelungkup berada ditepian Aliran Sungai Temam, tersangkut didahan pohon bambu […]

expand_less
WordPress Archive Besa – Elementor Marketplace WooCommerce Theme Bespoke – Onepage Creative WordPress Theme Bestcycle Bicycle Repair & Service Elementor Template Kit Betakit – Digital Marketing Agency WordPress Theme BeTheme – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme BetLab – Sports Betting Platform Better User Chat for BuddyPress BetterDocs Pro BetterLinks Pro – Shorten, Track & Manage Links In WordPress Betube Video WordPress Theme