Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Bumi Nggak Butuh Pidato, Bumi Butuh Perbuatan [Tapi Kita Masih Sibuk Cari Mikrofon!]”

“Bumi Nggak Butuh Pidato, Bumi Butuh Perbuatan [Tapi Kita Masih Sibuk Cari Mikrofon!]”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 3.179
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HARI ini bumi mungkin sedang tersenyum kecut, bumi pura-pura bahagia, padahal di dalam hati sudah pengin nangis lihat manusia yang sibuk pidato soal lingkungan, tapi abis acara “malah ninggalin gelas plastik di bawah kursi”.

Meskipun setiap tahunnya, Hari Lingkungan Hidup dirayakan megah, panggung besar, spanduk hijau bertuliskan “Stop Polusi Plastik”, deretan pejabat berjas rapi, dan sambutan yang menggugah. Tapi kalau bumi bisa bicara, mungkin ia cuma bilang, “Sudah, Nak. Aku kenyang dengar janji”.

Pepatah lama bilang, air beriak tanda tak dalam, dan kadang, yang paling ramai suaranya, justru yang paling minim tindakannya.

Kita sering semangat di atas panggung, tapi begitu lampu mati dan tepuk tangan reda, semangat itu ikut padam. Pemerintah pusat bikin program “Hijaukan Negeri”, pemerintah daerah gelar lomba kebersihan, tapi di lapangan, plastik masih beterbangan kayak bendera kemenangan kebiasaan buruk.

Bumi itu seperti ibu kos yang sabarnya luar biasa. Tiap minggu sudah ngingetin, “Tolong jaga kebersihan kamar, Nak”. Tapi tetap aja, penghuni kos buang sampah di dapur dan pura-pura nggak tahu.

Kita sudah punya banyak program, tapi terlalu sering berhenti di launching. Ada grand opening, tapi grand action-nya entah ke mana. Padahal, bumi tidak menagih seremoni  bumi menagih tanggung jawab.

Biar adil, mari tengok daerah dan negara yang benar-benar serius menjaga bumi,  Surabaya, contohnya, sudah bertahun-tahun menukar sampah plastik dengan tiket bus. Warganya bangga datang ke halte sambil bawa botol bekas.

Begitu pula Bali, berani melarang total plastik sekali pakai sejak 2019. Pantai makin bersih, turis makin senang, dan pedagang mulai kreatif bikin kemasan ramah lingkungan.

Terus kita ambil contoh nun jauh disana..Kigali, ibu kota Negara Rwanda, bahkan dijuluki kota terbersih di Afrika karena mereka gotong royong bersih-bersih massal tiap bulan.

Ada juga Seoul punya sistem daur ulang superdisiplin, salah buang sampah bisa kena denda. Tapi hasilnya, udara bersih, sungai bersinar, warganya sadar.

Mereka bukan cuma pandai bikin poster, tapi benar-benar membiasakan hidup ramah lingkungan. Mereka membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil bukan dari naskah sambutan yang disiapkan staf protokol.

Sumsel Bisa, Asal Mau

Sumatera Selatan punya potensi luar biasa. Alamnya kaya, warganya tangguh, dan komunitas pecinta lingkungannya aktif. Tapi semua itu butuh keberanian politik dan keteladanan nyata.

Kalau kepala daerah bisa mulai dari hal sederhana, misalnya menolak penggunaan botol plastik di setiap rapat, atau mengganti suvenir acara dengan bibit pohon, pesan itu akan jauh lebih kuat daripada seribu spanduk “Go Green”.

Masyarakat juga perlu diajak dengan pendekatan yang kreatif, bukan cuma disuruh. Edukasi lingkungan bisa dikemas lewat budaya lokal, lomba lucu, atau konten digital yang membumi. Karena menjaga alam itu bukan gaya hidup baru, tapi warisan lama yang kita lupa jalankan.

Bahkan bumi bukan selebritas yang haus pujian. Ia tak butuh tepuk tangan di akhir pidato, apalagi spanduk bertuliskan “Kita Peduli Lingkungan” yang ujung-ujungnya jadi sampah baru.

Yang bumi butuh hanyalah tindakan nyata dari tangan-tangan yang mau kotor untuk membersihkan, kaki-kaki yang rela melangkah tanpa disorot kamera.

Oleh sebab itu, jadi peringatan Hari Lingkungan Hidup seharusnya bukan soal siapa yang paling lantang bicara, tapi siapa yang paling konsisten menjaga. Karena sejatinya, bumi tidak menagih laporan kegiatan, melainkan bukti kehidupan.

Jadi sebelum kita sibuk bikin tema peringatan tahun depan, coba tanya diri sendiri. Apakah bumi hari ini sedikit lebih lega karena kita, atau justru makin sesak karena ulah kita?

Mari kita kurangi kata-kata, tambahkan kerja nyata.
Kalau terus menunda, jangan salahkan bumi nanti kalau ia benar-benar “menyisihkan” manusia dari daftar penyewanya.
Sebab bumi bukan butuh penghuni yang cerewet, tapi yang tahu diri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SoftServe Bermitra Dengan NQCH Dan IMDA Untuk Dorong Prakarsa Komputasi Kuantum Singapura

    SoftServe Bermitra Dengan NQCH Dan IMDA Untuk Dorong Prakarsa Komputasi Kuantum Singapura

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach –  SoftServe, perusahaan konsultan TI yang menawarkan pengembangan perangkat lunak dan layanan digital, bermitra dengan National Quantum Computing Hub (NQCH) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) mengumumkan keberhasilan peluncuran Quantum perdana di Singapura Bootcamp, program pendidikan transformatif untuk siswa yang mengejar karir dalam komputasi kuantum. Wen Huang, Chief Technology Officer […]

  • Gubernur Ingatkan Warga Sumsel Gelar Silaturahmi Halal Bihalal dengan Disiplin Prokes 

    Gubernur Ingatkan Warga Sumsel Gelar Silaturahmi Halal Bihalal dengan Disiplin Prokes 

    • calendar_month Minggu, 15 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    SETELAH dua tahun dilanda pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas tradisi mudik lebaran, tahun ini seluruh umat muslim termasuk di Sumsel patut bersyukur karena dapat merayakan Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah dan mudik Lebaran dengan kelonggaran. Karena itu pula, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengingatkan semua warga Sumsel untuk dapat melaksanakan silaturahmi dan halal bihalal Lebaran […]

  • Wagub Sumsel Sebut Demokrasi di Sumsel Dewasa, Gimana Nasib Rakyatnya ?

    Wagub Sumsel Sebut Demokrasi di Sumsel Dewasa, Gimana Nasib Rakyatnya ?

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 832
    • 0Komentar

    Hasil tahapan terakhir dalam penetapan jumlah kursi untuk anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019 sudah dilaksanakan sejak tanggal 12 Agustus 2019.

  • Pensiunan ASN Bisa Jadi Pengusaha, Indogrosir Siapkan Toko, BRI Dukung Modal

    Pensiunan ASN Bisa Jadi Pengusaha, Indogrosir Siapkan Toko, BRI Dukung Modal

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pensiunan ASN punya peluang baru setelah memasuki masa purnabakti. Kementerian Perdagangan menyiapkan skema usaha toko bersama Indomaret Group dan dukungan pembiayaan dari BRI bagi pegawai yang ingin beralih menjadi pengusaha. Program tersebut diperkenalkan dalam lokakarya “Purnabakti Berwirausaha: Dari Pengabdian Menuju Kesejahteraan” di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (12/8). Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan […]

  • Ada Lima Buah, Pemkot Palembang Terima Bantuan Motor Pengangkut Sampah Dari PT KAI

    Ada Lima Buah, Pemkot Palembang Terima Bantuan Motor Pengangkut Sampah Dari PT KAI

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.252
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang menerima bantuan 5 unit motor roda tiga pengangkut sampah dari PT KAI Divisi Regional III Palembang guna mengangkut sampah yang setiap hari menumpuk. Bantuan dari melalui program CSR itu diserahkan langsung oleh Kepala PT KAI Divre III Palembang Junaidi, dan diterima oleh Wali Kota Palembang Harnojoyo, di rumah dinas wali kota, Rabu […]

  • Perlindungan Sosial: Bantu Masyarakat Miskin dan Rentan Penuhi Kebutuhan Dasar

    Perlindungan Sosial: Bantu Masyarakat Miskin dan Rentan Penuhi Kebutuhan Dasar

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    RANCANGAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 masih berfokus pada penanganan pandemi COVID-19 dan juga perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan yang terdampak. Anggaran Perlindungan Sosial ditetapkan sebesar Rp427,5 triliun (15,8%) dari total belanja negara dan difokuskan untuk beberapa hal, seperti verifikasi, validasi, dan bangun sistem terintegrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan […]

expand_less
WordPress Archive CountDown Pro WP Plugin | WebSites / Products / Offers CountDown Pro WP Plugin – WebSites/Products/Offers Countdown Timer Plugin for WordPress: Boost Conversions and Drive Urgency CountDown With Image or Video Background – Responsive WordPress Plugin Countdowner – Countdown Timer for Elementor Counter Addon for WPBakery Page Builder Counter – Addons for WPBakery Page Builder WordPres Plugin CountryHolidays – Hotel and Bed & Breakfast Couples – Wedding Planner Template Kit CouponHut – Coupons & Deals Theme