Rabu, 2 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » “Bumi Nggak Butuh Pidato, Bumi Butuh Perbuatan [Tapi Kita Masih Sibuk Cari Mikrofon!]”

“Bumi Nggak Butuh Pidato, Bumi Butuh Perbuatan [Tapi Kita Masih Sibuk Cari Mikrofon!]”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
  • visibility 3.165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HARI ini bumi mungkin sedang tersenyum kecut, bumi pura-pura bahagia, padahal di dalam hati sudah pengin nangis lihat manusia yang sibuk pidato soal lingkungan, tapi abis acara “malah ninggalin gelas plastik di bawah kursi”.

Meskipun setiap tahunnya, Hari Lingkungan Hidup dirayakan megah, panggung besar, spanduk hijau bertuliskan “Stop Polusi Plastik”, deretan pejabat berjas rapi, dan sambutan yang menggugah. Tapi kalau bumi bisa bicara, mungkin ia cuma bilang, “Sudah, Nak. Aku kenyang dengar janji”.

Pepatah lama bilang, air beriak tanda tak dalam, dan kadang, yang paling ramai suaranya, justru yang paling minim tindakannya.

Kita sering semangat di atas panggung, tapi begitu lampu mati dan tepuk tangan reda, semangat itu ikut padam. Pemerintah pusat bikin program “Hijaukan Negeri”, pemerintah daerah gelar lomba kebersihan, tapi di lapangan, plastik masih beterbangan kayak bendera kemenangan kebiasaan buruk.

Bumi itu seperti ibu kos yang sabarnya luar biasa. Tiap minggu sudah ngingetin, “Tolong jaga kebersihan kamar, Nak”. Tapi tetap aja, penghuni kos buang sampah di dapur dan pura-pura nggak tahu.

Kita sudah punya banyak program, tapi terlalu sering berhenti di launching. Ada grand opening, tapi grand action-nya entah ke mana. Padahal, bumi tidak menagih seremoni  bumi menagih tanggung jawab.

Biar adil, mari tengok daerah dan negara yang benar-benar serius menjaga bumi,  Surabaya, contohnya, sudah bertahun-tahun menukar sampah plastik dengan tiket bus. Warganya bangga datang ke halte sambil bawa botol bekas.

Begitu pula Bali, berani melarang total plastik sekali pakai sejak 2019. Pantai makin bersih, turis makin senang, dan pedagang mulai kreatif bikin kemasan ramah lingkungan.

Terus kita ambil contoh nun jauh disana..Kigali, ibu kota Negara Rwanda, bahkan dijuluki kota terbersih di Afrika karena mereka gotong royong bersih-bersih massal tiap bulan.

Ada juga Seoul punya sistem daur ulang superdisiplin, salah buang sampah bisa kena denda. Tapi hasilnya, udara bersih, sungai bersinar, warganya sadar.

Mereka bukan cuma pandai bikin poster, tapi benar-benar membiasakan hidup ramah lingkungan. Mereka membuktikan bahwa perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil bukan dari naskah sambutan yang disiapkan staf protokol.

Sumsel Bisa, Asal Mau

Sumatera Selatan punya potensi luar biasa. Alamnya kaya, warganya tangguh, dan komunitas pecinta lingkungannya aktif. Tapi semua itu butuh keberanian politik dan keteladanan nyata.

Kalau kepala daerah bisa mulai dari hal sederhana, misalnya menolak penggunaan botol plastik di setiap rapat, atau mengganti suvenir acara dengan bibit pohon, pesan itu akan jauh lebih kuat daripada seribu spanduk “Go Green”.

Masyarakat juga perlu diajak dengan pendekatan yang kreatif, bukan cuma disuruh. Edukasi lingkungan bisa dikemas lewat budaya lokal, lomba lucu, atau konten digital yang membumi. Karena menjaga alam itu bukan gaya hidup baru, tapi warisan lama yang kita lupa jalankan.

Bahkan bumi bukan selebritas yang haus pujian. Ia tak butuh tepuk tangan di akhir pidato, apalagi spanduk bertuliskan “Kita Peduli Lingkungan” yang ujung-ujungnya jadi sampah baru.

Yang bumi butuh hanyalah tindakan nyata dari tangan-tangan yang mau kotor untuk membersihkan, kaki-kaki yang rela melangkah tanpa disorot kamera.

Oleh sebab itu, jadi peringatan Hari Lingkungan Hidup seharusnya bukan soal siapa yang paling lantang bicara, tapi siapa yang paling konsisten menjaga. Karena sejatinya, bumi tidak menagih laporan kegiatan, melainkan bukti kehidupan.

Jadi sebelum kita sibuk bikin tema peringatan tahun depan, coba tanya diri sendiri. Apakah bumi hari ini sedikit lebih lega karena kita, atau justru makin sesak karena ulah kita?

Mari kita kurangi kata-kata, tambahkan kerja nyata.
Kalau terus menunda, jangan salahkan bumi nanti kalau ia benar-benar “menyisihkan” manusia dari daftar penyewanya.
Sebab bumi bukan butuh penghuni yang cerewet, tapi yang tahu diri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemensos Bebaskan 2 Warga Dipasung, Sudah Puluhan Tahun Mereka Diikat

    Kemensos Bebaskan 2 Warga Dipasung, Sudah Puluhan Tahun Mereka Diikat

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial RI melalui Balai “Phala Martha” Sukabumi membebaskan dan mengevakuasi 2 (dua) orang korban pasung warga Kampung Cikamunding, Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang diduga mengalami gangguan jiwa untuk mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Hal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini bahwa Balai Kemensos […]

  • Forkopimcam Bayung Lencir Turunkan Bantuan

    Forkopimcam Bayung Lencir Turunkan Bantuan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    CURAH hujan tinggi belakangan ini menyebabkan wilayah Kecamatan Bayung Lencir khususnya Dusun V RT 24 Pal Bintang atau Dusun Tebing Merana Desa Mekar Jaya Kecamatan Bayung Lencir terdampak dengan meluapnya Sungai Medak. Akibatnya, sedikitnya 35 Kepala Keluarga (KK) terdampak dari luapan Sungai Medak tersebut dan mengharuskan mereka mengungsi sementara ke Desa tetangga dan rumah keluarga […]

  • 3 Putri Askolani Salurkan Bantuan untuk Penderita Cacat

    3 Putri Askolani Salurkan Bantuan untuk Penderita Cacat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.486
    • 0Komentar

    PEDULI akan sesama putri dari Bupati Banyuasin, Nabila Askolani Putri, Siti Aisyah Askolani Putri dan Nadira Askolani Putri berikan bantuan Sosial bagi warga Penderita Cacat di dua Desa diantaranya, Kelurahan Seterio dan Desa Langkan, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Jum’at (24/4/2020). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga yang kurang mampu akibat dan terkena dampak dari […]

  • Refleksi HUT RI ke-78, Air Bersih & Sila ke 5 [Antara Asa, Mimpi & Kenyataan] 

    Refleksi HUT RI ke-78, Air Bersih & Sila ke 5 [Antara Asa, Mimpi & Kenyataan] 

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.282
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  PAGI buta saat jarum jam menunjuk angka enam nol nol, minggu akhir pekan lalu, aku menjalankan aktivitas rutin, membersihkan tiga saringan air tradisional yang terbuat dari ember cat berukuran 1 pail. Saringan yang berisi batu koral, ijuk, koral jagung dan pasir itu fungsinya untuk menyaring air keruh berkarat dan bau menjadi jernih. Membersihkan […]

  • Pemkab Muba Lepas Puluhan Putra-putri Daerah Timba Ilmu di Universitas Telkom Bandung 

    Pemkab Muba Lepas Puluhan Putra-putri Daerah Timba Ilmu di Universitas Telkom Bandung 

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 800
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali bekerjasama dengan Universitas Telkom Bandung untuk melaksanakan program kuliah gratis. Tercatat 24 putra-putri asli Musi Banyuasin yang telah terseleksi terpilih menjadi mahasiswa di Universitas Telkom Bandung ini. Hal ini terungkap dalam acara Pelepasan Mahasiswa Beasiswa Kerjasama Universitas Telkom Angkatan ke-2 Tahun Akademik 2024/2025 […]

  • Peringatan HKN ke-56, Jangan Kendor  Lawan Corona

    Peringatan HKN ke-56, Jangan Kendor  Lawan Corona

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    ASISTEN I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Sumsel Akhmad Najib hadiri Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 Tahun 2020 secara virtual di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Palembang, Kamis (12/11). Peringatan HKN ke 56 kali ini mengusung tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat” kali ini dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI Letnan […]

expand_less
WordPress Archive CountDown Pro WP Plugin | WebSites / Products / Offers CountDown Pro WP Plugin – WebSites/Products/Offers Countdown Timer Plugin for WordPress: Boost Conversions and Drive Urgency CountDown With Image or Video Background – Responsive WordPress Plugin Countdowner – Countdown Timer for Elementor Counter Addon for WPBakery Page Builder Counter – Addons for WPBakery Page Builder WordPres Plugin CountryHolidays – Hotel and Bed & Breakfast Couples – Wedding Planner Template Kit CouponHut – Coupons & Deals Theme