Karhutla Sumsel Makin Panas, 5 Wilayah Ini Jadi Prioritas
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 29 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Sumatera Selatan (Sumsel) makin panas. Penanganan kini difokuskan di lima wilayah prioritas, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim.
Penguatan dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan, sekaligus mempercepat pemadaman agar kebakaran tidak meluas.
Kasatgas Karhutla sekaligus Danrem Gapo Khabib Mahfud menjelaskan OKI menjadi wilayah dengan titik karhutla terbanyak.
Sementara, empat wilayah lainnya yang masuk prioritas yakni Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir dan Muara Enim.
Kepala BNPB Suharyanto meminta efektivitas pemadaman ditingkatkan setiap hari agar kebakaran baru dapat segera ditangani. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dioptimalkan untuk mendukung penanganan karhutla.
Menko Polkam Djamari Chaniago meminta seluruh kekuatan personel dan peralatan yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal.
Kecepatan pemadaman, katanya, harus berjalan beriringan dengan pencegahan agar karhutla tidak kembali meluas.
“Jangan cepat puas dengan data yang ada. Upaya pencegahan lebih penting daripada penanggulangan,” tegasnya.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengapresiasi peran Satgas Darat Sumsel yang dinilai berkontribusi dalam mengurangi titik kebakaran di wilayah Sumatera Selatan.
Di tengah penanganan tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru meninjau Posko Satgas Penanggulangan Karhutla Kecamatan Kertapati dan lokasi lahan terdampak di Palembang, Jumat (18/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi karhutla di lapangan.
Herman Deru mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pencegahan dan rehabilitasi juga harus berjalan agar kebakaran tidak kembali terjadi.
“Penanggulangan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh pihak, tidak hanya dalam pemadaman, tetapi juga upaya pencegahan dan rehabilitasi,” ujar Herman Deru.
Dukungan BNPB, TNI dan Polri turut diperkuat untuk membantu personel di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas penanganan.
Herman Deru juga meminta dampak asap terhadap masyarakat ikut menjadi perhatian.
Pelayanan kesehatan sebutnya harus diperkuat, termasuk kesiapsiagaan Puskesmas selama 24 jam.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan dan peralatan pemadaman juga diserahkan kepada regu pemadam karhutla di Sumsel.
Data Kementerian Kehutanan
Penguatan penanganan di Sumsel juga berlangsung di tengah tingginya hotspot yang terpantau Kementerian Kehutanan.
Data SiPongi hingga Kamis (17/9/2026) pukul 21.05 WIB mencatat 184 hotspot high confidence di Sumsel naik dari 123 titik sehari sebelumnya.
Pada saat yang sama, hotspot high confidence secara nasional justru turun dari 479 menjadi 475 titik.
Sumsel menjadi wilayah dengan hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas.
Kementerian Kehutanan mengingatkan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis menunjukkan jumlah kejadian kebakaran.
Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa hotspot sehingga setiap indikasi tetap harus diverifikasi di lapangan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya juga meninjau Suaka Margasatwa Padang Sugihan untuk memastikan kondisi habitat Gajah Sumatra.
Sebanyak 29 gajah binaan di PKG Jalur 21 dilaporkan masih dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
