Darurat! 45,5 Kg Sabu Jaringan Internasional Disikat, Bandar Sengaja Incar Desa-Desa di Sumsel!
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 21 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 45,5 kg sabu dari jaringan narkotika internasional Malaysia-Palembang-PALI dimusnahkan BNNP Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (18/9). Besarnya barang bukti tersebut memunculkan perhatian serius, karena peredaran narkoba kini tidak hanya menyasar perkotaan, tetapi telah merambah hingga daerah dan desa.
Selain sabu, petugas turut memusnahkan 9.439 butir ekstasi dan 140 cartridge Etomidate. Seluruh barang bukti dimusnahkan di halaman Kantor BNNP Sumsel setelah pengungkapan jaringan peredaran narkotika yang melibatkan jalur internasional.
Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Hisar Siallagan mengungkapkan sepanjang 2026 pihaknya telah mengungkap sekitar 65 kilogram sabu bersama sejumlah barang bukti lainnya.
Menurutnya menjadi bagian dari upaya membongkar jaringan peredaran gelap narkotika yang terus bergerak. Namun, penyitaan barang bukti bukan menjadi akhir dari penindakan.
BNNP Sumsel masih memburu para bandar dan jaringan yang berada di balik peredaran narkotika tersebut. Pengejaran dilakukan berdasarkan data intelijen serta informasi yang diperoleh dari masyarakat.
“Kami tidak akan berhenti. Para bandar dan jaringan narkotika, cepat atau lambat akan terus kami kejar,” tegas Hisar.
Di tengah masifnya pengungkapan tersebut, Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menilai pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum.
Menurutnya, benteng pertama justru harus dibangun dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.
“Sasarannya sekarang ini adalah daerah dan desa. Karena itu, kita perlu memperkuat benteng mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat hingga desa, khususnya melibatkan tokoh agama,” ujar Herman Deru.
Ia meminta keluarga, lingkungan masyarakat, perangkat desa hingga tokoh agama ikut memperkuat pencegahan agar narkoba tidak semakin mudah masuk ke tengah masyarakat.
Herman Deru juga mengingatkan agar capaian pembangunan Sumsel, mulai dari sektor pangan hingga penanganan stunting, dibarengi perhatian serius terhadap ancaman narkoba.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurutnya, perlu didukung lingkungan yang sehat agar generasi muda tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Ia turut mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel memperkuat sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada masyarakat.
Pesan tersebut menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak berhenti pada pemusnahan barang bukti. Ketika peredarannya mulai menjangkau daerah dan desa, pencegahan juga dituntut bergerak dari lingkungan terkecil, keluarga dan masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
