Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » A Kind of Magic & Kekuatan Foto, Kenangan 98 ke Jepretan Hati

A Kind of Magic & Kekuatan Foto, Kenangan 98 ke Jepretan Hati

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 1.344
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang, “Foto itu cuma gambar diam,” maka tampaknya dia belum ketemu sama A Kind of Magic. Bukan, ini bukan album Queen, bukan juga trik sulap yang dipakai dukun di acara infotainment. Ini adalah buku fotografi karya Juliana Tan, yang diluncurkan di MET Glodok, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Dan percaya deh, ini bukan buku foto biasa. Ini sambel pecel rasa reformasi paduan kenangan, cinta, dan keberanian dalam satu bidikan kamera.

“A Kind of Magic” ini ibarat soto Betawi isinya kaya, rasanya dalam, dan setiap suap (baca: halaman) mengandung kenangan yang menghangatkan hati. Juliana Tan, sang fotografer, menyulap kenangan masa kecilnya dan trauma tahun 1998 jadi sajian visual dan naratif yang bukan cuma bikin mewek, tapi juga mikir.

Wamenekraf Irene Umar bahkan menyebut karya ini punya daya jangkau lintas generasi. Ya gimana nggak, Bu? Ini buku bisa jadi mesin waktu, nyeret kita balik ke zaman krismon, mie instan rasa sedih, dan tukang koran yang lebih update dari grup WA keluarga.

“Buku ini punya misi sebagai buku fotografi yang memperkenalkan dan menyajikan jalinan visual mendalam atas kisah pribadi dari tahun 1998… Saya kembali teringat seperti apa masa-masa kritis dalam sejarah Indonesia saat itu,” kata Irene Umar sambil mengenang masa di mana harga cabe bisa bikin orang jual motor.

Juliana Tan menyulap kamera menjadi semacam mesin pengaduk ingatan. Kalau biasanya kamera itu cuma ngerekam senyum dan selfie, kali ini ia jadi alat pengingat bahwa dari trauma bisa tumbuh cinta, dan dari kenangan bisa lahir harapan.

“Ini reformasi masa kecil saya dari rumah dan identitas,” kata Juliana. Mirip kayak orang pindahan rumah, tapi ini pindahan rasa. Ia menata ulang lemari hatinya, menyusun ulang baju-baju kenangan, dan menaruh ‘cinta’ di rak paling atas.

Bahkan dalam buku ini, ada kontribusi tiga penulis esai Sylvie Tanaga, Metta Setiandi, dan Charlene Kayla Roeslie. Mereka menulis dalam tiga bahasa karena kalau cuma satu bahasa, nanti kenangannya nggak cukup global. Ini kayak nasi goreng yang dibungkus daun pisang, tapi bisa dipesan lewat aplikasi multibahasa: pedes, manis, dan universal.

Metta Setiandi malah bilang, buku ini bukan cuma tentang memori kolektif, tapi semacam panggilan batin untuk berani menengok masa lalu, melafalkan luka, dan melukisnya jadi pelajaran yang bisa diwariskan.

Kalau bicara karya foto yang membawa ingatan sejarah dan trauma kolektif, kita bisa lihat karya seperti The Americans dari Robert Frank di Amerika Serikat, atau Vietnam Inc. karya Philip Jones Griffiths. Mereka memotret bukan cuma obyek, tapi luka, dan menyajikannya bukan sebagai dokumentasi, melainkan pengingat.

Sama halnya seperti proyek buku A Kind of Magic, karya-karya semacam ini di berbagai negara pernah jadi bagian dari penyembuhan kolektif. Di Rwanda, pascagenosida, komunitas bahkan menggunakan foto dan mural sebagai bentuk terapi publik. Di Jepang, setelah bencana tsunami, banyak proyek seni yang mengambil foto keluarga yang hilang dan mempertemukan mereka kembali dalam pameran harapan.

Desmond Tutu, seorang uskup agung asal Afrika Selatan yang dikenal sebagai tokoh perdamaian, aktivis hak asasi manusia, dan peraih Nobel Perdamaian tahun 1984/ aktivis HAM dari Afrika Selatan mengatakan “Hope is being able to see that there is light despite all of the darkness”. Maksudnya “Harapan adalah kemampuan untuk melihat bahwa masih ada cahaya meskipun kita sedang berada dalam kegelapan.”

Dan buku ini, adalah cahaya kecil yang lahir dari gulita masa lalu. Juliana, melalui foto-fotonya, seperti menyalakan lilin di tengah gelap reformasi.

Atau, seperti pepatah Minang” Nan ka hilang tak akan habis akal, nan ka lai tak akan habis cara.”

Meskipun 1998 telah lama berlalu, cara mengingatnya terus berkembang. Dan salah satu caranya adalah lewat lensa kamera dan keberanian menyusun ulang kisah yang sempat porak-poranda.

“A Kind of Magic” adalah bukti bahwa foto bukan cuma buat narsis. Ia bisa jadi alat reformasi personal, pengingat sejarah, dan penghubung generasi. Seperti kata pepatah Jawa, “Gusti ora sare,” mungkin Tuhan tidak tidur, tapi kita sering lupa mimpi kita pernah robek di masa lalu. Nah, buku ini mengajarkan cara menambalnya dengan cinta dan keberanian.

Kalau kamu pikir kamera cuma buat konten di medsos, cobalah tengok buku ini. Karena ternyata, dari sorotan lensa bisa lahir suara hati dan dari bidikan yang jujur, bisa tumbuh keajaiban. A kind of magic, indeed.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel & PT KAI Sepakati Pengembangan Usaha Terkait LRT

    Sumsel & PT KAI Sepakati Pengembangan Usaha Terkait LRT

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Kerjasama tersebut tidak jadi dilaksanakan karena PT. KAI akan mengelola sendiri ticketing system LRT menggunakan dana internal.

  • Sederet penyanyi top di dunia yang populer di era 80 -an ke atas, & lagu hingga kini masih asyik dinikmati pecandu musik

    Sederet penyanyi top di dunia yang populer di era 80 -an ke atas, & lagu hingga kini masih asyik dinikmati pecandu musik

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.593
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Beberapa artis yang populer di era 80-an dianggap sebagai ikon musik dan budaya pada masanya. Berikut ini beberapa artis top dunia yang populer di era 80-an: Michael Jackson: Michael Jackson adalah salah satu artis terkenal sepanjang masa. Albumnya “Thriller” yang dirilis pada tahun 1982 menjadi album terlaris sepanjang masa dan menghasilkan hits seperti […]

  • Bulan Ramadhan, Pesantren Laa Roiba Ajak Jemaah Bersihkan “Duri”

    Bulan Ramadhan, Pesantren Laa Roiba Ajak Jemaah Bersihkan “Duri”

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, TANJUNG ENIM : Seperti biasa, suasana shalat tarawih di Mushola Al-Istiqomah Bara Lestari 2 RT 40 Dusun 5 Desa Keban Agung, Tanjung Enim diiikuti puluhan jemaah setempat. Diantaranya ada anak-anak, remaja dan sebagian lagi orang tua, baik laki-laki dan perempuan. Sore itu, (Minggu, 10/03/2025), terlihat juga sejumah jemaah ibu-ibu dari majelis taklim Mushola Al-Istiqomah […]

  • Nilai Ekspor Sumsel Meningkat

    Nilai Ekspor Sumsel Meningkat

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    BERDASARKAN data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis, 2 Juni 2022, mencatat nilai  Ekspor pada April 2022 mengalami kenaikan 8,46 persen. Sedangkan dibandingkan pada April 2021 nilai ekspor tumbuh tinggi menjadi 62,65 persen. Naiknya perkembangan ekspor tersebut juga terjadi di beberapa sektor diantaranya sektor nonmigas pada April 2022 mencapai […]

  • Fakultas Pertanian Baru di UIN, Mahasiswa Jawab Tantangan Pangan!

    Fakultas Pertanian Baru di UIN, Mahasiswa Jawab Tantangan Pangan!

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.158
    • 0Komentar

    KALAU ada pepatah bilang “tak ada rotan, akar pun jadi,” rupanya pepatah itu cocok banget buat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Soalnya, siapa sangka kampus yang selama ini dikenal dengan jurusan hukum, ekonomi, dan ilmu sosial, tiba-tiba digoda ide segar mendirikan Fakultas Pertanian. Jangan salah, ini bukan cuma soal bibit-bibit sayur atau padi, […]

  • Kelahiran Pancasila Sebagai Falsafah Negara, Dalam Membentuk Kepribadian Bangsa dan Rakyat Indonesia* 

    Kelahiran Pancasila Sebagai Falsafah Negara, Dalam Membentuk Kepribadian Bangsa dan Rakyat Indonesia* 

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.196
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu *Salam Sejahtera Untuk Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan* HARI ini, Rabu 1 juni 2022, segenap bangsa di republik ini, kembali memperingati Hari Lahir Pancasila, falsafah negara, yang seyogianya menjadi pedoman hidup dan kehidupan berbangsa-bernegara, di tanah air Indonesia tercinta.   Sebagai falsafah negara di republik ini, Pancasila adalah garda […]

expand_less
WordPress Archive Uno – Creative Photography WordPress Theme unRovr – Animated vCard WordPress Theme Unta – MultiPurpose Business WordPress Theme Uomo – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme UpCreators – Digital Creators WordPress Theme UpCreators – Multipurpose, Creative Elementor Template Kit Upcycle - Waste Management & Recycling Elementor Template Kit UpdraftPlus Premium – WordPress Backup Upgreat – Business Service Corporate Elementor Template Upland – Responsive App Landing Theme