Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » A Kind of Magic & Kekuatan Foto, Kenangan 98 ke Jepretan Hati

A Kind of Magic & Kekuatan Foto, Kenangan 98 ke Jepretan Hati

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 1.326
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang, “Foto itu cuma gambar diam,” maka tampaknya dia belum ketemu sama A Kind of Magic. Bukan, ini bukan album Queen, bukan juga trik sulap yang dipakai dukun di acara infotainment. Ini adalah buku fotografi karya Juliana Tan, yang diluncurkan di MET Glodok, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Dan percaya deh, ini bukan buku foto biasa. Ini sambel pecel rasa reformasi paduan kenangan, cinta, dan keberanian dalam satu bidikan kamera.

“A Kind of Magic” ini ibarat soto Betawi isinya kaya, rasanya dalam, dan setiap suap (baca: halaman) mengandung kenangan yang menghangatkan hati. Juliana Tan, sang fotografer, menyulap kenangan masa kecilnya dan trauma tahun 1998 jadi sajian visual dan naratif yang bukan cuma bikin mewek, tapi juga mikir.

Wamenekraf Irene Umar bahkan menyebut karya ini punya daya jangkau lintas generasi. Ya gimana nggak, Bu? Ini buku bisa jadi mesin waktu, nyeret kita balik ke zaman krismon, mie instan rasa sedih, dan tukang koran yang lebih update dari grup WA keluarga.

“Buku ini punya misi sebagai buku fotografi yang memperkenalkan dan menyajikan jalinan visual mendalam atas kisah pribadi dari tahun 1998… Saya kembali teringat seperti apa masa-masa kritis dalam sejarah Indonesia saat itu,” kata Irene Umar sambil mengenang masa di mana harga cabe bisa bikin orang jual motor.

Juliana Tan menyulap kamera menjadi semacam mesin pengaduk ingatan. Kalau biasanya kamera itu cuma ngerekam senyum dan selfie, kali ini ia jadi alat pengingat bahwa dari trauma bisa tumbuh cinta, dan dari kenangan bisa lahir harapan.

“Ini reformasi masa kecil saya dari rumah dan identitas,” kata Juliana. Mirip kayak orang pindahan rumah, tapi ini pindahan rasa. Ia menata ulang lemari hatinya, menyusun ulang baju-baju kenangan, dan menaruh ‘cinta’ di rak paling atas.

Bahkan dalam buku ini, ada kontribusi tiga penulis esai Sylvie Tanaga, Metta Setiandi, dan Charlene Kayla Roeslie. Mereka menulis dalam tiga bahasa karena kalau cuma satu bahasa, nanti kenangannya nggak cukup global. Ini kayak nasi goreng yang dibungkus daun pisang, tapi bisa dipesan lewat aplikasi multibahasa: pedes, manis, dan universal.

Metta Setiandi malah bilang, buku ini bukan cuma tentang memori kolektif, tapi semacam panggilan batin untuk berani menengok masa lalu, melafalkan luka, dan melukisnya jadi pelajaran yang bisa diwariskan.

Kalau bicara karya foto yang membawa ingatan sejarah dan trauma kolektif, kita bisa lihat karya seperti The Americans dari Robert Frank di Amerika Serikat, atau Vietnam Inc. karya Philip Jones Griffiths. Mereka memotret bukan cuma obyek, tapi luka, dan menyajikannya bukan sebagai dokumentasi, melainkan pengingat.

Sama halnya seperti proyek buku A Kind of Magic, karya-karya semacam ini di berbagai negara pernah jadi bagian dari penyembuhan kolektif. Di Rwanda, pascagenosida, komunitas bahkan menggunakan foto dan mural sebagai bentuk terapi publik. Di Jepang, setelah bencana tsunami, banyak proyek seni yang mengambil foto keluarga yang hilang dan mempertemukan mereka kembali dalam pameran harapan.

Desmond Tutu, seorang uskup agung asal Afrika Selatan yang dikenal sebagai tokoh perdamaian, aktivis hak asasi manusia, dan peraih Nobel Perdamaian tahun 1984/ aktivis HAM dari Afrika Selatan mengatakan “Hope is being able to see that there is light despite all of the darkness”. Maksudnya “Harapan adalah kemampuan untuk melihat bahwa masih ada cahaya meskipun kita sedang berada dalam kegelapan.”

Dan buku ini, adalah cahaya kecil yang lahir dari gulita masa lalu. Juliana, melalui foto-fotonya, seperti menyalakan lilin di tengah gelap reformasi.

Atau, seperti pepatah MinangNan ka hilang tak akan habis akal, nan ka lai tak akan habis cara.”

Meskipun 1998 telah lama berlalu, cara mengingatnya terus berkembang. Dan salah satu caranya adalah lewat lensa kamera dan keberanian menyusun ulang kisah yang sempat porak-poranda.

“A Kind of Magic” adalah bukti bahwa foto bukan cuma buat narsis. Ia bisa jadi alat reformasi personal, pengingat sejarah, dan penghubung generasi. Seperti kata pepatah Jawa, “Gusti ora sare,” mungkin Tuhan tidak tidur, tapi kita sering lupa mimpi kita pernah robek di masa lalu. Nah, buku ini mengajarkan cara menambalnya dengan cinta dan keberanian.

Kalau kamu pikir kamera cuma buat konten di medsos, cobalah tengok buku ini. Karena ternyata, dari sorotan lensa bisa lahir suara hati dan dari bidikan yang jujur, bisa tumbuh keajaiban. A kind of magic, indeed.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Besok Rencananya Ada Vaksin Serentak di Muba, Bupati Bersama Forkopimda Disuntik Tahap I

    Besok Rencananya Ada Vaksin Serentak di Muba, Bupati Bersama Forkopimda Disuntik Tahap I

    • calendar_month Senin, 25 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    RENCANA pelaksanaan vaksin serentak akan dilaksanakan pada, Selasa 26 Januari 2021 di RSUD Sekayu. “Dijadwalkan Bupati Muba Dodi Reza dan Wakil Bupati Beni beserta Forkopimda, tenaga kesehatan (nakes) dan Tokoh Masyarakat akan disuntik vaksin perdana,” Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah MARS akhir pekan ini.  Sementara jatah dosis vaksin untuk Muba dijadwalkan Senin (25/1/2021) […]

  • google-indonesia

    Google Indonesia Sebut Investor Mancanegara Tertarik Danai Startup Lokal

    • calendar_month Rabu, 20 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    Google Indonesia menyebutkan bahwa investor mancanegara tertarik untuk mendanai start up lokal menyusul lima tahun ke depan makro ekonomi Indonesia bakal tumbuh signifikan.

  • “Rumah Tenaga Medis di Tarakan, Nyaman Tapi Bikin Penasaran!”

    “Rumah Tenaga Medis di Tarakan, Nyaman Tapi Bikin Penasaran!”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.055
    • 0Komentar

    KALAU kata pepatah, “rumahku istanaku”, tapi jangan salah, di Tarakan, Kalimantan Utara, sekarang ada istana kecil yang khusus buat tenaga medis. Yap, bukan cuma jadi tempat tidur dan rebahan, tapi juga markas super hero tanpa jubah, tenaga kesehatan yang siap melawan virus dan sakit kepala pasien kapan saja. Dalam kunjungan kerja, Staf Ahli Menteri Bidang […]

  • Akhir Februari, APBN Surplus Rp19,7 Triliun

    Akhir Februari, APBN Surplus Rp19,7 Triliun

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.287
    • 0Komentar

    MENTERI Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga akhir Februari 2022 mengalami surplus senilai Rp19,7 triliun dan ini prestasi yang luar biasa. “Surplus tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan periode yang sama 2021, ketika terjadi defisit Rp63,3 triliun atau 0,37 persen PDB. Dibandingkan dengan tahun lalu yang […]

  • Muba Raup 10 Medali Emas  Cabor Renang di Porprov Sumsel

    Muba Raup 10 Medali Emas Cabor Renang di Porprov Sumsel

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    KABUPATEN Musi Banyuasin (Muba) kembali meraih medali emas pada cabang olahraga renang putra dan putri di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke XIII yang digelar di Kolam Renang Tasya Baturaja, Rabu. Tak tanggung-tanggung, dihari kedua cabang olahraga tersebut atlet Muba berhasil membawa pulang 16 medali terdiri atas 10 emas, tiga perak dan tiga perunggu. […]

  • Besuk Penderita ‘Hidrosefalus’, Begini Harapan Wako Pagar Alam

    Besuk Penderita ‘Hidrosefalus’, Begini Harapan Wako Pagar Alam

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.161
    • 0Komentar

    WALIKOTA Pagar Alam Alpian Maskoni mengunjungi kediaman Dapindra (2 tahun) yang menderita Hidrosefalus (penumpukan cairan di dalam rongga jauh dalam otak), yang bertempat tinggal di Dusun Jambat Balo Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Pagar Alam Selatan, Selasa (27/10/2020). Walikota menyampaikan langsung kepada Yuliana, ibu dari Dapindra, Pemkot Pagar Alam akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pengobatan […]

expand_less
WordPress Archive Uno – Creative Photography WordPress Theme unRovr – Animated vCard WordPress Theme Unta – MultiPurpose Business WordPress Theme Uomo – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme UpCreators – Digital Creators WordPress Theme UpCreators – Multipurpose, Creative Elementor Template Kit Upcycle - Waste Management & Recycling Elementor Template Kit UpdraftPlus Premium – WordPress Backup Upgreat – Business Service Corporate Elementor Template Upland – Responsive App Landing Theme