Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Fakultas Pertanian Baru di UIN, Mahasiswa Jawab Tantangan Pangan!

Fakultas Pertanian Baru di UIN, Mahasiswa Jawab Tantangan Pangan!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 3.168
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pepatah bilang “tak ada rotan, akar pun jadi,” rupanya pepatah itu cocok banget buat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Soalnya, siapa sangka kampus yang selama ini dikenal dengan jurusan hukum, ekonomi, dan ilmu sosial, tiba-tiba digoda ide segar mendirikan Fakultas Pertanian. Jangan salah, ini bukan cuma soal bibit-bibit sayur atau padi, tapi soal membentuk generasi muda yang siap jadi superhero ketahanan Pangan Nasional.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dengan gayanya yang khas seperti guru ngaji tapi versi modern, bilang bahwa UIN Raden Fatah bisa banget menambah Fakultas Pertanian. Alasannya? “Untuk mengangkat ketahanan pangan kita butuh sumber daya manusia yang hebat,” katanya. Sekilas kedengarannya serius, tapi kalau dipikir-pikir, ini ibarat memberi sayap pada ayam kampus agar bisa terbang jauh di langit inovasi Pangan Nasional.

Nah, bayangkan kalau fakultas ini benar-benar ada. Mahasiswa jurusan pertanian tidak cuma belajar cara menanam tomat atau cabai supaya tumbuh subur, tapi juga diajarin cara bikin Indonesia tetap aman dari krisis pangan. Mereka seperti Robin Hood versi modern, bukan mencuri dari orang kaya, tapi menyelamatkan nasi di piring rakyat.

Yang bikin tambah kocak, mahasiswa UIN sekarang bisa punya slogan baru “Dari kampus ke sawah, dari teori ke piring rakyat”.

Tapi jangan salah, ide fakultas baru ini bukan sekadar iseng atau “cuma wacana ngomong doang”. Ada pesan moral yang dalemnya kayak martabak cokelat, karena pendidikan tinggi itu harus relevan dengan kebutuhan bangsa. Kalau cuma belajar hukum atau ekonomi, tapi negara kelaparan, ya sama aja kayak bikin mie instan tapi nggak punya air panas, tidak bisa dinikmati!

Kalau kita tarik ke perumpamaan, keberadaan Fakultas Pertanian di UIN ini, seperti menambahkan bumbu rahasia pada masakan keluarga. Semua sudah lengkap, mahasiswa pintar, dosen hebat, kampus keren. Tinggal ditambah satu “bumbu”, kemampuan bertani dan memahami ketahanan pangan. Hasilnya? Bisa bikin Indonesia makin mantep, seperti rendang yang dimasak berhari-hari, rasanya nendang dan tahan lama.

Yang lucu dan sekaligus bikin ngakak, bayangkan mahasiswa ekonomi dan hukum tiba-tiba harus belajar bercocok tanam. Bisa jadi ada momen drama:

“Pak, ini padi kenapa nggak subur?”

“Eh, jangan salahin padi, salahin pupuknya!”

“Pupuknya habis!”

“Ya.. udah, kita tanam lagi sambil bikin proposal Hukum untuk subsidi pupuk!”

Humor seperti ini memang bikin ngakak, tapi sebenarnya ada benang merahnya, kolaborasi lintas ilmu itu penting, apalagi untuk menghadapi tantangan besar seperti ketahanan pangan. Dan ini bukan cuma mimpi, lho. Banyak Universitas top dunia juga sudah punya Fakultas Pertanian yang jadi pusat inovasi pangan. Jadi, UIN Raden Fatah ikut nimbrung itu artinya ikut main di liga besar.

Selain itu, ide Fakultas Pertanian ini juga membuka peluang buat mahasiswa menjadi pelopor inovasi pangan.

Bayangkan, mereka bisa riset cara menanam padi yang tahan banjir atau cabai yang nggak mudah layu.

Kalau berhasil, mereka bukan cuma jadi mahasiswa keren, tapi juga jadi Pahlawan Nasional yang bikin perut rakyat kenyang.

Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan ide yang terlihat aneh atau baru. Kadang, dari ide yang kelihatan receh, lahirlah inovasi yang luar biasa. Kayak kata pepatah, “Air yang tenang menghanyutkan”. Fakultas baru ini bisa jadi arus deras perubahan positif untuk Indonesia.

Jadi, jika UIN Raden Fatah benar-benar membuka Fakultas Pertanian mahasiswa nggak cuma jago teori, tapi juga siap terjun langsung ke lapangan alias hands-on. Indonesia punya peluang lebih besar mencapai ketahanan pangan yang solid. Generasi muda diajari kolaborasi lintas ilmu, dari hukum, ekonomi, sampai bercocok tanam. Dan yang paling penting, kita bisa tertawa bareng melihat mahasiswa serius bercampur tanah sambil bikin inovasi super keren.

Maksudnya, siapa bilang kampus itu cuma soal skripsi, ujian, dan kopi instan tengah malam?. Dengan Fakultas Pertanian baru, UIN Raden Fatah bisa jadi pahlawan tak dikenal yang diam-diam menjaga nasi di meja kita tetap aman. Dan mahasiswa?. Mereka bukan cuma mahasiswa biasa, tapi superhero Pangan Nasional.

Kalau ada pepatah lama bilang, “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, maka itu,  pendirian fakultas baru ini ibarat mendayung bukan cuma satu, tapi seluruh nusantara menuju Indonesia Emas 2045.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asa Bupati OKI dalam Musda MUI

    Asa Bupati OKI dalam Musda MUI

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id-Bupati Ogan Komering Ilir H. Iskandar, SE mendukung penuh terselenggaranya Musyawarah Daerah (MUSDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2023. Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki peran penting dalam menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. “MUSDA ini sangat penting sebagai sarana evaluasi dan perbaikan, guna […]

  • Kwarcab Gerakan Pramuka Muba Gelar Perkemahan Wirakarya

    Kwarcab Gerakan Pramuka Muba Gelar Perkemahan Wirakarya

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.436
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Muba diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Muba H Ibnu Sa’ad SSos MSi  membuka Perkemahan Wirakarya Pramuka (PWC) tahun 2019 se-Kabupaten Muba, di Bumi Perkemahan Kupek Randik Kuyung Ranggonang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Muba, Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu, Rabu (20/11/2019). Dalam […]

  • Korupsi Pagar Makam,  4 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

    Korupsi Pagar Makam,  4 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    KEJAKSAAN Negeri Kota Pagaralam Sumatera Selatan menahan dua orang tersangka kasus korupsi pembangunan pagar makam pada Dinas Sosial Kota Pagaralam Sumatera Selatan Dalam keterangan Persnya Kajari Pagaralam M Zuhri didampingi Kasi Pidsus Jendra Catur Putra dan Kasi Datun M Fajar Dian Prawitama, di Aula Gedung Kejaksaan Negeri Pagaralam menjelaskan sebenarnya akan menahan empat orang tersangka […]

  • Inilah Poin-poin Disampaikan KPK untuk Pemkab Muba

    Inilah Poin-poin Disampaikan KPK untuk Pemkab Muba

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 879
    • 0Komentar

    KORWIL II KPK RI Asep Rahmat Suwandha membahas 8 area intervensi, diantaranya Perencanaan dan Penganggaran, PBJ, Perizinan, Kapabilitas APIP, Manajemen ASN, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen Aset Daerah, dan Tata Kelola Dana Desa, dapat meningkatkan kepatuhan dan wajib lapor. Hasil Rapat Koordinasi ini KPK mengeluarkan beberapa Rekomendasi kepada Pemerintah Daerah antara lain : Pemerintah Daerah harus berkoordinasi […]

  • Presiden Jokowi Bersama Putra Mahkota Abu Dhabi Tanam Mangrove

    Presiden Jokowi Bersama Putra Mahkota Abu Dhabi Tanam Mangrove

    • calendar_month Jumat, 5 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    SETELAH bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Al-Shatie, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau Jubail Mangrove Park yang terletak di Pulau Al Jubail, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Rabu (3/11/2021) waktu setempat. Dikutip dari laman setkab.go.id, dalam perjalanan menuju Jubail Mangrove Park, Presiden bersama rombongan […]

  • BPK Sebut 6 Pemda di Sumsel Terindikasi Terjadi Kerugian Negara, Mau Tahu ?

    BPK Sebut 6 Pemda di Sumsel Terindikasi Terjadi Kerugian Negara, Mau Tahu ?

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 961
    • 0Komentar

    BADAN Akuntabilitas Publik (BAP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI melakukan dengar pendapat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait dengan tindak lanjut ikthisar hasil pemeriksaan semester II tahun 2018 dan pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan (TLRHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2018. Pertemuan dengar pendapat ini berlangsung di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Senin […]

expand_less
WordPress Archive Akcel – Crowdfunding Charity WordPress Theme Akhash – Broadband & Internet Services Provider WordPress Theme Aki – Multipurpose Kids WordPress Theme Akko – Portfolio WordPress Theme Aksa – Yoga Teacher & Studio Elementor Template Kit Alamak – Responsive One Page Portfolio Theme Alarmax – Security Services & Alarm Installation Elementor Template Kit Alasia — Model Agency Elementor Template Kit Alaska – WHMCS & Hosting WordPress Theme Alavion – Private Jet Charters WordPress Theme