Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Fakultas Pertanian Baru di UIN, Mahasiswa Jawab Tantangan Pangan!

Fakultas Pertanian Baru di UIN, Mahasiswa Jawab Tantangan Pangan!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 3.177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU ada pepatah bilang “tak ada rotan, akar pun jadi,” rupanya pepatah itu cocok banget buat Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Soalnya, siapa sangka kampus yang selama ini dikenal dengan jurusan hukum, ekonomi, dan ilmu sosial, tiba-tiba digoda ide segar mendirikan Fakultas Pertanian. Jangan salah, ini bukan cuma soal bibit-bibit sayur atau padi, tapi soal membentuk generasi muda yang siap jadi superhero ketahanan Pangan Nasional.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dengan gayanya yang khas seperti guru ngaji tapi versi modern, bilang bahwa UIN Raden Fatah bisa banget menambah Fakultas Pertanian. Alasannya? “Untuk mengangkat ketahanan pangan kita butuh sumber daya manusia yang hebat,” katanya. Sekilas kedengarannya serius, tapi kalau dipikir-pikir, ini ibarat memberi sayap pada ayam kampus agar bisa terbang jauh di langit inovasi Pangan Nasional.

Nah, bayangkan kalau fakultas ini benar-benar ada. Mahasiswa jurusan pertanian tidak cuma belajar cara menanam tomat atau cabai supaya tumbuh subur, tapi juga diajarin cara bikin Indonesia tetap aman dari krisis pangan. Mereka seperti Robin Hood versi modern, bukan mencuri dari orang kaya, tapi menyelamatkan nasi di piring rakyat.

Yang bikin tambah kocak, mahasiswa UIN sekarang bisa punya slogan baru “Dari kampus ke sawah, dari teori ke piring rakyat”.

Tapi jangan salah, ide fakultas baru ini bukan sekadar iseng atau “cuma wacana ngomong doang”. Ada pesan moral yang dalemnya kayak martabak cokelat, karena pendidikan tinggi itu harus relevan dengan kebutuhan bangsa. Kalau cuma belajar hukum atau ekonomi, tapi negara kelaparan, ya sama aja kayak bikin mie instan tapi nggak punya air panas, tidak bisa dinikmati!

Kalau kita tarik ke perumpamaan, keberadaan Fakultas Pertanian di UIN ini, seperti menambahkan bumbu rahasia pada masakan keluarga. Semua sudah lengkap, mahasiswa pintar, dosen hebat, kampus keren. Tinggal ditambah satu “bumbu”, kemampuan bertani dan memahami ketahanan pangan. Hasilnya? Bisa bikin Indonesia makin mantep, seperti rendang yang dimasak berhari-hari, rasanya nendang dan tahan lama.

Yang lucu dan sekaligus bikin ngakak, bayangkan mahasiswa ekonomi dan hukum tiba-tiba harus belajar bercocok tanam. Bisa jadi ada momen drama:

“Pak, ini padi kenapa nggak subur?”

“Eh, jangan salahin padi, salahin pupuknya!”

“Pupuknya habis!”

“Ya.. udah, kita tanam lagi sambil bikin proposal Hukum untuk subsidi pupuk!”

Humor seperti ini memang bikin ngakak, tapi sebenarnya ada benang merahnya, kolaborasi lintas ilmu itu penting, apalagi untuk menghadapi tantangan besar seperti ketahanan pangan. Dan ini bukan cuma mimpi, lho. Banyak Universitas top dunia juga sudah punya Fakultas Pertanian yang jadi pusat inovasi pangan. Jadi, UIN Raden Fatah ikut nimbrung itu artinya ikut main di liga besar.

Selain itu, ide Fakultas Pertanian ini juga membuka peluang buat mahasiswa menjadi pelopor inovasi pangan.

Bayangkan, mereka bisa riset cara menanam padi yang tahan banjir atau cabai yang nggak mudah layu.

Kalau berhasil, mereka bukan cuma jadi mahasiswa keren, tapi juga jadi Pahlawan Nasional yang bikin perut rakyat kenyang.

Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan ide yang terlihat aneh atau baru. Kadang, dari ide yang kelihatan receh, lahirlah inovasi yang luar biasa. Kayak kata pepatah, “Air yang tenang menghanyutkan”. Fakultas baru ini bisa jadi arus deras perubahan positif untuk Indonesia.

Jadi, jika UIN Raden Fatah benar-benar membuka Fakultas Pertanian mahasiswa nggak cuma jago teori, tapi juga siap terjun langsung ke lapangan alias hands-on. Indonesia punya peluang lebih besar mencapai ketahanan pangan yang solid. Generasi muda diajari kolaborasi lintas ilmu, dari hukum, ekonomi, sampai bercocok tanam. Dan yang paling penting, kita bisa tertawa bareng melihat mahasiswa serius bercampur tanah sambil bikin inovasi super keren.

Maksudnya, siapa bilang kampus itu cuma soal skripsi, ujian, dan kopi instan tengah malam?. Dengan Fakultas Pertanian baru, UIN Raden Fatah bisa jadi pahlawan tak dikenal yang diam-diam menjaga nasi di meja kita tetap aman. Dan mahasiswa?. Mereka bukan cuma mahasiswa biasa, tapi superhero Pangan Nasional.

Kalau ada pepatah lama bilang, “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, maka itu,  pendirian fakultas baru ini ibarat mendayung bukan cuma satu, tapi seluruh nusantara menuju Indonesia Emas 2045.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langit Lokal: Bukan Sekadar Tenda Dagang, Ini Panggung Para Penjahit Mimpi & Pejuang IP  Tak Lulus PNS

    Langit Lokal: Bukan Sekadar Tenda Dagang, Ini Panggung Para Penjahit Mimpi & Pejuang IP Tak Lulus PNS

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    SORE yang mendungnya mirip hati anak kos akhir bulan, Urban Forest Jakarta mendadak berubah jadi festival akal sehat. Kegiatan itu,  bukan acara diskon sembako atau lomba karaoke RW. Namun lebih keren sesuai tema  The Local Market edisi ke-21, atau dalam bahasa anak kreatif  dinamai “Ajang show-off legal yang bikin orang tua bangga dan mantan menyesal”. […]

  • Ramadan di Sukarami, Ada Rebana, Ada Berkah

    Ramadan di Sukarami, Ada Rebana, Ada Berkah

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ramadan emang bulan penuh berkah, tapi kali ini berkahnya makin nambah berkat aksi  dari Tim Penggerak PKK Kota Palembang belum lama ini. Tim ini turun langsung ke Jalan Surya Sakti, Kelurahan Sukarami, bagi-bagi bantuan buat warga. Dan bukan cuma sembako, loh—ibu-ibu pengajian juga kebagian alat rebana buat makin semarakin kegiatan mereka. Ketua TP […]

  • Palembang Dua Lokasi, UIN RF dan Hotel Arya Duta, Kemenag Gelar Rukyatul Hilal di 101 Titik

    Palembang Dua Lokasi, UIN RF dan Hotel Arya Duta, Kemenag Gelar Rukyatul Hilal di 101 Titik

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.279
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama akan menggelar Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1443 H pada Jumat, 1 April 2022 petang. Sebagaimana biasa, sidang yang berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama ini akan didahului dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag yang sebelumnya akan dilaksanakan Rukyatul Hilal. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, […]

  • Layanan 24 Jam Jadi Andalan BMKG Hadapi Cuaca Ekstrem di HUT RI ke-81

    Layanan 24 Jam Jadi Andalan BMKG Hadapi Cuaca Ekstrem di HUT RI ke-81

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – BMKG HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi momen untuk memperingati kemerdekaan, melain juga sebagai penegas kembali peran lembaga dalam menjaga keselamatan masyarakat. Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang semakin kompleks, BMKG memastikan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika tetap berjalan selama 24 jam untuk mendukung sistem peringatan dini dan pengambilan keputusan. Hal […]

  • Hadir di Titik Nol Kilometer, Inilah Kesan dan Harapan Para Gubernur Se Indonesia pada IKN

    Hadir di Titik Nol Kilometer, Inilah Kesan dan Harapan Para Gubernur Se Indonesia pada IKN

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    PARA perwakilan provinsi dari seluruh Tanah Air hadir mengikuti prosesi penyatuan tanah dan air secara simbolis bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kawasan Titik Nol Kilometer Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (14/03/2022). Dalam kesempatan tersebut, sejumlah gubernur menyampaikan kesan dan harapannya terhadap pembangunan IKN. Seperti yang disampaikan Gubernur Kalimantan Timur […]

  • Pemerintah Sikat Perambah, 7.723 Hektare Tesso Nilo Kembali

    Pemerintah Sikat Perambah, 7.723 Hektare Tesso Nilo Kembali

    • calendar_month Sabtu, 7 Nov 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 10
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah terus menyikat aktivitas ilegal di kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Riau. Melalui operasi penertiban kawasan hutan, sebanyak 7.723,61 hektare lahan telah diserahkan kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan Tim Percepatan Pemulihan Ekosistem (TP2) TN Tesso Nilo sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi kawasan konservasi dan memulihkan habitat satwa […]

expand_less
WordPress Archive Akcel – Crowdfunding Charity WordPress Theme Akhash – Broadband & Internet Services Provider WordPress Theme Aki – Multipurpose Kids WordPress Theme Akko – Portfolio WordPress Theme Aksa – Yoga Teacher & Studio Elementor Template Kit Alamak – Responsive One Page Portfolio Theme Alarmax – Security Services & Alarm Installation Elementor Template Kit Alasia — Model Agency Elementor Template Kit Alaska – WHMCS & Hosting WordPress Theme Alavion – Private Jet Charters WordPress Theme