Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Bulan Ramadhan, Pesantren Laa Roiba Ajak Jemaah Bersihkan “Duri”

Bulan Ramadhan, Pesantren Laa Roiba Ajak Jemaah Bersihkan “Duri”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
  • visibility 766
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, TANJUNG ENIM : Seperti biasa, suasana shalat tarawih di Mushola Al-Istiqomah

Bara Lestari 2 RT 40 Dusun 5 Desa Keban Agung, Tanjung Enim diiikuti puluhan jemaah setempat. Diantaranya ada anak-anak, remaja dan sebagian lagi orang tua, baik laki-laki dan perempuan.

Sore itu, (Minggu, 10/03/2025), terlihat juga sejumah jemaah ibu-ibu dari majelis taklim Mushola Al-Istiqomah sejak menjelang berbuka sudah menyiapkan takjil dan beberapa makanan kecil untuk berbuka puasa Ramadhan 1446 H.

Puluhan cangkir berisi minuman segar, gorengan, model, buah jeruk dan lainnya sudah terhidang di meja yang terletak di teras mushola. Di sebelahnya ada beberapa kursi plastik berwarna coklat dibariskan, sebagai tempat duduk jemaah yang akan berbuka puasa sore itu.

Sejak pukul 17.00 WIB, beberapa anggota majelis taklim dan sebagian jemaah laki-laki lainnya, sudah berada di teras Mushola Al-Istiqomah, menungu beduk maghrib. Mereka duduk di kursi yang berada samping hidangan takjil yang tersedia.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 18.25 WIB, Ketua Pengurus Mushola Al-Istiqomah, Jun Supriadi, mendampingi Ustad Imron Supriyadi, S.Ag, M. Hum, Pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba Muaraenim datang dan menyalami beberapa jemaah yang sudah hadir lebih dulu.

Bedug Maghrib tiba. Tak terkecuali, semua jemaah yang hadir, sore itu langsung berbuka puasa bersama. Takjil dan beberapa hidangan yang sudah disiapkan jemaah majelis taklim ibu-ibu menjadi santapan awal pembuka di Mushola Al-Istiqomah, sebelum shalat maghrib ditunaikan.

Mengantarkan kultum, usai shalat Isyak, sebelum shalat tarawih, Jun Supriyadi mengajak kepada jemaah Mushola Al-Istiqomah agar bisa mengikuti kultum sejenak, yang akan disampaikan, sekaligus dapat mengambil hikmah dari isi kultum malam itu.

Pada kultum-nya, Ustadz Imron Supriyadi mengawali dengan mengjak jemaah untuk bersyukur atas nikmat Allah Swt, yang berupa napas, detak jantung, paru-paru, penglihatan, kesehatan dan lainnya.

“Semua fasilitas dari Allah itu diberikan secara gratis, dan inilah yang patut kita syukuri. Kalau kita hitung detak napas, sejak bayi sampai sekarang, akan berapa banyak kita harus membayar. Tapi Allah tidak menuntut itu. Semua gratis. Kita hanya diwajibkan untuk beribadah, sebagai bentuk kesadaran kehambaan kita. Inilah yang wajib kita syukuri, karena kita masih diberi ruang dan waktu untuk bertanam kebaikan di dunia, guna persiapan menuju alam akhirat. Kalau sudah masuk kubur tak ada gunanya lagi, kecuali amal jariyah yang kita tanam di dunia, anak shaleh yang mendoakan, dan ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.

Pada ulasan berikutnya, Ustadz Imron menyampaikan kisah seorang pemuda yang menanam pohon berduri di pinggir jalan. Sementara ada orang tua yang selalu menegur anak muda itu, agar menghentikan menanam pohon berduri di pinggir jalan.

“Namun ketika orang tua itu menegur, anak muda itu selalu mengatakan : nantilah, pohonnya masih kecil. Lagi pula Pak Tua ndak usah urusi pohon ini. Urusilah dirimu saja, pohon ini urusan aku. Kalau dalam bahasa daerah kite : pacaklah aku, wak!” kisahnya.

Lama-lama, pohon berduri itu tumbuh besar. Sementara Pak Tua yang biasa menegur anak muda ini sudah meninggal.

Begitu juga anak muda itu setelah sekian belas tahun berlalu, usianya kian tua dan badannya makin renta. Anak muda yang sudah tua ini baru sadar, ketika pohon berduri yang ditanam itu sudah tumbuh besar dan sebagian ranting durinya jatuh menganggu orang yang berjalan.

Kali itu, anak muda yang sudah tua ini baru sadar dengan apa yang sudah diperbuat. Maka, anak muda renta ini, kemudian mengambil kampak dari rumahnya, hendak menebang pohon berduri yang sudah tumbuh besar. Di tengah perjalanan, anak muda renta ini, kakinya tertusuk duri, dan terduduk tanpa daya.

“Jangankan untuk menebang pohon, hanya sekadar mencabut duri dari kakinya saja, anak muda renta ini pun tak mampu lagi. Tangannya sudah gemetar. Ini akibat sikap anak muda yang dulu selalu mengabaikan saran dari Pak Tua. Anak muda ini dulu selalu mengatakan : nanti…nanti…karena pohon masih kecil,” kisah Ustadz Imron yang menukil dari Kitab Mastnawi, karangan sastrawan dan tokoh sufi dunia, Jalaludin Rummi.

Dari kisah itu, Ustad imron memberi gambaran kepada jemaah Mushola Al-Istiqomah, tentang sikap umat sebagian yang selalu ingin menunda berbuat baik dengan menjawab : nanti saja, saya masih muda. Urusan akhirat itu urusan nanti, sekarang urusan dunia dulu.

“Begitulah jawaban diantara sebagian orang ketika diajak berbuat baik, selalu jawabannya : nanti saja, saya masih muda, kamu duluan saja yang ke masjid, saya nanti saja, saya masih banyak urusan, jadi nanti saja. Begitulah mungkin yang sering kita dengar atau juga sering kita katakan pada diri sendiri dari sebagian kita,” kisahnya lagi.

Sementara, umur terus berjalan sebagaimana anak muda yang kian renta, tak lagi bisa menebang pohon berduri, hingga akhirnya duri itu melukai dirinya sendiri, yang ia sendiri tak kuasa mencabut duri yang tertancap di kakinya.

Hikmah dari kisah ini, dijelaskan Ustadz Imron, waktu adalah kehidupan yang akan terus berjalan. Sementara kematian kapan saja akan datang tanpa kompromi.

“Oleh sebab itu, sejak hari ini jangan pernah lagi berkata : nanti, atau saya masih muda, urusan akhirat itu nanti dan lainnya. Itu juga bagian duri dalam diri kita yang harus kita bersihkan. Sebab duri kemalasan, duri banyak alasan : nanti dan nanti, itu akan menjadi racun, ketika menjadi duri yang tumbuh besar dalam diri kita. Akhirnya, ketika napas sudah di tenggorokan kita baru ingat, akan datangnya panggilan Allah Swt. Sementara, duri itu sudah tertancam dalam dalam tubuh kita, dan menutup semua peredaran darah, penglihatan, pendengaran dan mengunci hati kita, Naudzubillah min dzalik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ustadz Imron juga menyampaikan tentang Pondok Pesantren Laa Roiba yang sedang membuka pendafataran bagi santri Yatim-dhuafa.

“Bagi warga di sini atau ada sanak saudara yang akan menyekolahkan putra-purtrinya ke pesantren, silakan titipkan kepada kami. Ada kelas yang khusus yatim dan dhuafa, kiat akan survei, dan tahun ini ada juga yang berbayar di Laa Roiba Dua, di Desa Panang Jaya Ujan Mas,” ujarnya.

Usai menyampaikan kultum, dilanjutkan shalat tarawih bersama, dan Ustadz Imron diminta Jun Supriyadi, untuk menjadi imam shalat tarawih pada malam itu. Usai shakat selesai dilakukan ramah tamah sebentar dengan majelis taklim ibu-ibu untuk sharing tentang pentingnya menyekolahkan anak-anak di pesantren.[***]/TIM MEDIA LAA ROIBA

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Bersama Kapolda Sumsel Canangkan Kampung Tangguh di OKU Timur

    Gubernur Bersama Kapolda Sumsel Canangkan Kampung Tangguh di OKU Timur

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 686
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru bersama dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Hermanto mencanangan Desa Batu Mas dan Desa Mangulak di Wilayah OKU Timur sebagai kampung tangguh anti intoleransi dan radikalisme. Pencanangan kampung tangguh ini dilakukan di Balai Rakyat Pemda OKU Timur, Kamis (2/6). Menurut Herman Deru langkah  deteksi  dini yang dilakukan Polda Sumsel, Pemkab […]

  • Banyuasin Diminta Fokus Kembangkan Pertanian & Perekbunan, Bonusnya Kembangkan Industri, Wisata Burung Migran

    Banyuasin Diminta Fokus Kembangkan Pertanian & Perekbunan, Bonusnya Kembangkan Industri, Wisata Burung Migran

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru secara tegas meminta pemerintah Kabupaten Banyuasin lebih fokus mengembangkan potensi unggulannya pertanian dan perkebunan.Pernyataan itu disampaikannya  saat Ia menghadiri peringatan HUT Kabupaten Banyuasin ke-18 tahun 2020 secara virtual dari Griya Agung, kemarin. “Masuk peringkat 4 (kabupaten penghasil beras tertinggi) bukan gampang apalagi dari 500 kab/kota di Indonesia. Artinya apa? Bupati dan jajaran […]

  • Alex Jamin Tidak Ada Masalah Transportasi Asian Games

    Alex Jamin Tidak Ada Masalah Transportasi Asian Games

    • calendar_month Jumat, 4 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta- Kesiapan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Palembang sebagai tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018 sudah sepantasnya tak perlu diragukan lagi. Khususnya dari sisi transportasi selama pelaksanaan event olahraga terakbar di Asia tersebut. Hal tersebut dipertegas Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat menjadi narasumber pada diskusi panel dengan topik Kesiapan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam penyelenggaraan […]

  • Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Secara Virtual, Sekda Kab. Muba : Mari Bersatu Jaga Pancasila

    Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila Secara Virtual, Sekda Kab. Muba : Mari Bersatu Jaga Pancasila

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020 secara virtual di Rumah Dinas Sekda Muba, Kamis (1/10/2020). Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020 secara langsung digelar di Monumen Pancasila, Lubang Buaya Jakarta Timur, dimana Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai Inspektur Upacara. Dalam jalannya upacara […]

  • Bersih Gorong-gorong Bareng Petugas Kebersihan

    Bersih Gorong-gorong Bareng Petugas Kebersihan

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    MESKI libur, namun sejumlah petugas kebersihan di Kabupaten Musi Banyuasin tetap berjibaku membersihkan jalan-jalan di Bumi Serasan Sekate khususnya di sepanjang jalan protokol. Tampak Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi juga turut ikut gotong royong bersama pasukan orange di sepanjang jalan protokol Wahid Udin. “Sekalian cek drainase sama rekan-rekan petugas kebersihan, kita juga bersih-bersih kalau […]

  • Tinjau Posko, Gubernur  Minta Petugas Lebih Aktif Monitor Perkembangan Covid-19

    Tinjau Posko, Gubernur  Minta Petugas Lebih Aktif Monitor Perkembangan Covid-19

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru terus memastikan kesiapan posko gugus tugas pencegahan dan penanganan Covid-19 di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (26/3). Hal itu terlihat saat HD meninjau kembali posko yang didirikan pada pada 25 Maret 2020 tersebut. HD mengatakan, didirikannya posko tersebut guna mempermudah tim gugus dalam memonitor perkembangan Covid-19 di Sumsel. “Dibuatnya posko […]

expand_less
WordPress Archive Educatito | Multiconcept Education & Courses WordPress Theme Educator – Education WordPress Theme for University & School Educator – Online University & Courses Elementor Template Kit Educavo – Education WordPress Theme Educavo - Online Courses & Education WordPress Theme EduChain – WPLMS WordPress Educita – Education Elementor Template Kit Educiza | Courses & Education WordPress Theme Educrat – Online Course Education WordPress Theme Edudemy – School & Education Elementor Template Kit