Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Bulan Ramadhan, Pesantren Laa Roiba Ajak Jemaah Bersihkan “Duri”

Bulan Ramadhan, Pesantren Laa Roiba Ajak Jemaah Bersihkan “Duri”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
  • visibility 773
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, TANJUNG ENIM : Seperti biasa, suasana shalat tarawih di Mushola Al-Istiqomah

Bara Lestari 2 RT 40 Dusun 5 Desa Keban Agung, Tanjung Enim diiikuti puluhan jemaah setempat. Diantaranya ada anak-anak, remaja dan sebagian lagi orang tua, baik laki-laki dan perempuan.

Sore itu, (Minggu, 10/03/2025), terlihat juga sejumah jemaah ibu-ibu dari majelis taklim Mushola Al-Istiqomah sejak menjelang berbuka sudah menyiapkan takjil dan beberapa makanan kecil untuk berbuka puasa Ramadhan 1446 H.

Puluhan cangkir berisi minuman segar, gorengan, model, buah jeruk dan lainnya sudah terhidang di meja yang terletak di teras mushola. Di sebelahnya ada beberapa kursi plastik berwarna coklat dibariskan, sebagai tempat duduk jemaah yang akan berbuka puasa sore itu.

Sejak pukul 17.00 WIB, beberapa anggota majelis taklim dan sebagian jemaah laki-laki lainnya, sudah berada di teras Mushola Al-Istiqomah, menungu beduk maghrib. Mereka duduk di kursi yang berada samping hidangan takjil yang tersedia.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 18.25 WIB, Ketua Pengurus Mushola Al-Istiqomah, Jun Supriadi, mendampingi Ustad Imron Supriyadi, S.Ag, M. Hum, Pengasuh Pondok Pesantren Laa Roiba Muaraenim datang dan menyalami beberapa jemaah yang sudah hadir lebih dulu.

Bedug Maghrib tiba. Tak terkecuali, semua jemaah yang hadir, sore itu langsung berbuka puasa bersama. Takjil dan beberapa hidangan yang sudah disiapkan jemaah majelis taklim ibu-ibu menjadi santapan awal pembuka di Mushola Al-Istiqomah, sebelum shalat maghrib ditunaikan.

Mengantarkan kultum, usai shalat Isyak, sebelum shalat tarawih, Jun Supriyadi mengajak kepada jemaah Mushola Al-Istiqomah agar bisa mengikuti kultum sejenak, yang akan disampaikan, sekaligus dapat mengambil hikmah dari isi kultum malam itu.

Pada kultum-nya, Ustadz Imron Supriyadi mengawali dengan mengjak jemaah untuk bersyukur atas nikmat Allah Swt, yang berupa napas, detak jantung, paru-paru, penglihatan, kesehatan dan lainnya.

“Semua fasilitas dari Allah itu diberikan secara gratis, dan inilah yang patut kita syukuri. Kalau kita hitung detak napas, sejak bayi sampai sekarang, akan berapa banyak kita harus membayar. Tapi Allah tidak menuntut itu. Semua gratis. Kita hanya diwajibkan untuk beribadah, sebagai bentuk kesadaran kehambaan kita. Inilah yang wajib kita syukuri, karena kita masih diberi ruang dan waktu untuk bertanam kebaikan di dunia, guna persiapan menuju alam akhirat. Kalau sudah masuk kubur tak ada gunanya lagi, kecuali amal jariyah yang kita tanam di dunia, anak shaleh yang mendoakan, dan ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.

Pada ulasan berikutnya, Ustadz Imron menyampaikan kisah seorang pemuda yang menanam pohon berduri di pinggir jalan. Sementara ada orang tua yang selalu menegur anak muda itu, agar menghentikan menanam pohon berduri di pinggir jalan.

“Namun ketika orang tua itu menegur, anak muda itu selalu mengatakan : nantilah, pohonnya masih kecil. Lagi pula Pak Tua ndak usah urusi pohon ini. Urusilah dirimu saja, pohon ini urusan aku. Kalau dalam bahasa daerah kite : pacaklah aku, wak!” kisahnya.

Lama-lama, pohon berduri itu tumbuh besar. Sementara Pak Tua yang biasa menegur anak muda ini sudah meninggal.

Begitu juga anak muda itu setelah sekian belas tahun berlalu, usianya kian tua dan badannya makin renta. Anak muda yang sudah tua ini baru sadar, ketika pohon berduri yang ditanam itu sudah tumbuh besar dan sebagian ranting durinya jatuh menganggu orang yang berjalan.

Kali itu, anak muda yang sudah tua ini baru sadar dengan apa yang sudah diperbuat. Maka, anak muda renta ini, kemudian mengambil kampak dari rumahnya, hendak menebang pohon berduri yang sudah tumbuh besar. Di tengah perjalanan, anak muda renta ini, kakinya tertusuk duri, dan terduduk tanpa daya.

“Jangankan untuk menebang pohon, hanya sekadar mencabut duri dari kakinya saja, anak muda renta ini pun tak mampu lagi. Tangannya sudah gemetar. Ini akibat sikap anak muda yang dulu selalu mengabaikan saran dari Pak Tua. Anak muda ini dulu selalu mengatakan : nanti…nanti…karena pohon masih kecil,” kisah Ustadz Imron yang menukil dari Kitab Mastnawi, karangan sastrawan dan tokoh sufi dunia, Jalaludin Rummi.

Dari kisah itu, Ustad imron memberi gambaran kepada jemaah Mushola Al-Istiqomah, tentang sikap umat sebagian yang selalu ingin menunda berbuat baik dengan menjawab : nanti saja, saya masih muda. Urusan akhirat itu urusan nanti, sekarang urusan dunia dulu.

“Begitulah jawaban diantara sebagian orang ketika diajak berbuat baik, selalu jawabannya : nanti saja, saya masih muda, kamu duluan saja yang ke masjid, saya nanti saja, saya masih banyak urusan, jadi nanti saja. Begitulah mungkin yang sering kita dengar atau juga sering kita katakan pada diri sendiri dari sebagian kita,” kisahnya lagi.

Sementara, umur terus berjalan sebagaimana anak muda yang kian renta, tak lagi bisa menebang pohon berduri, hingga akhirnya duri itu melukai dirinya sendiri, yang ia sendiri tak kuasa mencabut duri yang tertancap di kakinya.

Hikmah dari kisah ini, dijelaskan Ustadz Imron, waktu adalah kehidupan yang akan terus berjalan. Sementara kematian kapan saja akan datang tanpa kompromi.

“Oleh sebab itu, sejak hari ini jangan pernah lagi berkata : nanti, atau saya masih muda, urusan akhirat itu nanti dan lainnya. Itu juga bagian duri dalam diri kita yang harus kita bersihkan. Sebab duri kemalasan, duri banyak alasan : nanti dan nanti, itu akan menjadi racun, ketika menjadi duri yang tumbuh besar dalam diri kita. Akhirnya, ketika napas sudah di tenggorokan kita baru ingat, akan datangnya panggilan Allah Swt. Sementara, duri itu sudah tertancam dalam dalam tubuh kita, dan menutup semua peredaran darah, penglihatan, pendengaran dan mengunci hati kita, Naudzubillah min dzalik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ustadz Imron juga menyampaikan tentang Pondok Pesantren Laa Roiba yang sedang membuka pendafataran bagi santri Yatim-dhuafa.

“Bagi warga di sini atau ada sanak saudara yang akan menyekolahkan putra-purtrinya ke pesantren, silakan titipkan kepada kami. Ada kelas yang khusus yatim dan dhuafa, kiat akan survei, dan tahun ini ada juga yang berbayar di Laa Roiba Dua, di Desa Panang Jaya Ujan Mas,” ujarnya.

Usai menyampaikan kultum, dilanjutkan shalat tarawih bersama, dan Ustadz Imron diminta Jun Supriyadi, untuk menjadi imam shalat tarawih pada malam itu. Usai shakat selesai dilakukan ramah tamah sebentar dengan majelis taklim ibu-ibu untuk sharing tentang pentingnya menyekolahkan anak-anak di pesantren.[***]/TIM MEDIA LAA ROIBA

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Diakui Negara, Bupati OKI Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Honor jadi PPPK

    Agar Diakui Negara, Bupati OKI Perjuangkan Nasib Ribuan Guru Honor jadi PPPK

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE terus memperjuangkan nasib ribuan guru honorer agar diakui negara statusnya. Upaya itu membuahkan hasil. Sebanyak 2.466 orang guru honorer di Bumi Bende Seguguk telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sejak tahun 2019. Rinciannya tahun 2019 sebanyak 130 orang, 2021 sebanyak 861 orang dan […]

  • Penduduk Kurang Lima Juta Jiwa, Papua Miliki Anggaran Terbesar Nomor Delapan

    Penduduk Kurang Lima Juta Jiwa, Papua Miliki Anggaran Terbesar Nomor Delapan

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    DANA otonomi khusus (Otsus) Papua naik 2,25 persen dari dana alokasi umum nasional, dan merupakan daerah dengan anggaran terbesar ke delapan secara nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian melalui keterangan tertulisnya, usai kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam) M. Mahfud MD di perbatasan […]

  • HUT RI ke-74, 18 Kecamatan di Palembang Wajib Ada Gapura Cinta Negeri

    HUT RI ke-74, 18 Kecamatan di Palembang Wajib Ada Gapura Cinta Negeri

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    MENINDAKLANJUTI surat Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) dan Kementrian Sekertariat Negara (Kemensetneg) mengenai penyambutan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah kota Palembang mewajibkan 18 kecamatan guna menyelenggarakan Festival Gapura Cinta Negeri tingkat Rt/RW dalam merebutkan piala Presiden. Hal ini secara langsung ditanggapi Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bahwa kegiatan ini tidak boleh menggunakan dana APBD […]

  • Dampak Pandemi Covid-19, Pemkot Palembang Revisi Target PAD

    Dampak Pandemi Covid-19, Pemkot Palembang Revisi Target PAD

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    DAMPAK pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Palembang harus melakukan penyesuaian anggaran, termasuk merevisi target pendapatan asli daerah atau PAD. Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, target pendapatan dari 11 pajak daerah yang dikelola BPPD masih stagnan sejak beberapa bulan lalu. Ini karena kondisi pandemi Covid-19 dan diberlakukannya sejumlah pembatasan atau PPKM. “Karena kondisi saat ini, […]

  • Tidak Pandang Bulu, Pelaku Penyalahgunaan Bansos akan Ditindak Tegas

    Tidak Pandang Bulu, Pelaku Penyalahgunaan Bansos akan Ditindak Tegas

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menyatakan siapapun yang menyalahgunakan bantuan sosial (bansos) akan mendapat tindakan tegas. Dalam keterangan resminya Kemaren, Kepala Biro Humas Kemensos Hasyim mengatakan, masyarakat penerima manfaat harus sesuai menerima haknya, dan tidak boleh ada pemotongan atau pungutan liar. “Sudah sangat jelas sikap pemerintah akan menindak tegas oknum yang kedapatan menyalahgunakan penyaluran dana bansos,” kata […]

  • Komit dukung sektor pertanian, Pusri pastikan stok pupuk bersubsidi awal tahun aman

    Komit dukung sektor pertanian, Pusri pastikan stok pupuk bersubsidi awal tahun aman

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.692
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- PT Pusri Palembang yang merupakan anggota holding dari PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan bahwa stok pupuk bersubsidi untuk seluruh wilayah rayon tanggung jawab Pusri pada awal tahun 2025 aman dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Sebagai bentuk komitmen untuk mendukung kebutuhan sektor pertanian, hingga 31 Januari 2025 Pusri telah menyiapkan pupuk urea […]

expand_less
WordPress Archive Educatito | Multiconcept Education & Courses WordPress Theme Educator – Education WordPress Theme for University & School Educator – Online University & Courses Elementor Template Kit Educavo – Education WordPress Theme Educavo - Online Courses & Education WordPress Theme EduChain – WPLMS WordPress Educita – Education Elementor Template Kit Educiza | Courses & Education WordPress Theme Educrat – Online Course Education WordPress Theme Edudemy – School & Education Elementor Template Kit