Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » “Pasir Jadi Chip, Otak Jadi Aset: Asta Cita Naik Kelas!”

“Pasir Jadi Chip, Otak Jadi Aset: Asta Cita Naik Kelas!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 3.081
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dulu orang bilang, “rezeki datang dari tanah,” ya masuk akal  karena  bangsa kita dari dulu emang jago gali. Dari zaman nenek moyang sampai zaman scroll TikTok, hidupnya tak lepas dari urusan gali-menggali, seperti gali tambang, gali jalan, kadang juga gali alasan kalau target tak tercapai.

Tapi saban tahun, bumi makin tipis, dan pikiran harus makin tebal. Hidup nggak bisa lagi pakai prinsip “asal laku, mikir belakangan”. Nah…, di sinilah muncul babak baru, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di bawah komando Agus Gumiwang Kartasasmita gandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) buat ngulik dua bahan yang sering diremehin silika dan grafit.

Bahkan memang keduanya mirip debu, tapi di tangan orang pinter, bisa jadi chip semikonduktor dan baterai mobil listrik alias dari pasir jadi chip, dari otak jadi aset.

Langkah ini bukan asal gaya, tapi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia buat bener-bener ngebut di jalur hilirisasi industri nasional.

“Kerja sama ini penting untuk menyusun kajian teknologi dan mendukung industrialisasi bahan galian nonlogam seperti silika dan grafit,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta (28/10).
Terjemahan bebasnya yaitu Indonesia siap berhenti jual pasir kiloan, mulai jual pengetahuan per giga.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan langsung  Dirjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT), Taufiek Bawazier, bersama Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Lavi Rizki Zuhal.
Upacaranya disaksikan Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.,  dengan nama seberat skripsi S2 untuk mengingatkan bahwa dunia industri nggak bakal jalan tanpa riset yang tajam.

“ITB siap hadir dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukan cuma ngajar, tapi juga nyetrum ide buat industrialisasi nasional,” kata Tatacipta.

Kalimat yang kurang lebih berarti sekarang kampus nggak cuma tempat skripsi dan ngopi, tapi juga jadi dapur teknologi bangsa.

Sementara Taufiek Bawazier menegaskan bahwa industrialisasi itu bukan cuma soal bikin pabrik, tapi juga soal “data, teknologi, dan otak yang siap diajak lembur”.

Kerja sama dengan ITB ini, katanya, penting banget supaya kebijakan industri nanti bukan cuma asal wacana, tapi punya dasar ilmiah dan ekonominya masuk akal.

Dua program yang diluncurkan Ditjen IKFT sejak 2024 udah ngasih arah jelas Industrialisasi Silika jadi Wafer Silikon buat kemandirian industri Photovoltaic (PV) Module dan Semikonduktor Dalam Negeri, industrialisasi Grafit buat menopang ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional.

Dan tahun 2025 ini, kerja sama dengan ITB bakal melahirkan dua kajian canggih sebab kajian teknologi pemurnian silika jadi Metallurgical-Grade Silicon berbasis sumber daya nasional. Kajian pemurnian grafit alam & sintetis plus analisis keekonomian untuk industri lokal. Kalau sukses, bisa jadi Indonesia bukan lagi tukang kirim bahan mentah, tapi pemasok otak dan teknologi buat dunia.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, sumber daya silika di Indonesia mencapai 27 miliar ton, cadangannya 7 miliar ton, sementara grafit alam sekitar 31 juta ton (data 2023).

Bayangin kalau semua itu bisa disulap lewat riset dan inovasi, ekonomi bisa naik kelas tanpa harus gali lebih dalam, cukup gali lebih dalam otak sendiri.

“Silika banyak dipakai untuk industri kaca, ban, semikonduktor. Sementara grafit penting buat pelumas, elektronik, komposit, dan otomotif,” jelas Taufiek Bawazier. Alias dua barang yang kelihatan nggak seksi, tapi bisa jadi primadona ekonomi masa depan.

Jadi, kalau dipikir-pikir, arah Asta Cita ini kayak pepatah lama “Kalau bisa pintar, ngapain cuma kuat”. Indonesia udah lama kuat di urusan gali tanah, sekarang saatnya kuat di urusan gali ide.

Dan kolaborasi Kemenperin dan ITB ini bukan sekadar tanda tangan, tapi tanda zaman, dari jual bahan mentah ke jual hasil otak.

Atau kata pepatah upgrade versi 2025 “Dulu orang kaya karena tambang, sekarang kaya karena temuan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Layani Haji Siap, Menag Terbang Ke Arab Saudi

    Pastikan Layani Haji Siap, Menag Terbang Ke Arab Saudi

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.573
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas bertolak ke Arab Saudi, Rabu (18/5/2022) dini hari untuk melihat kesiapan fasilitas jamaah haji Indonesia. Menag mengatakan keberangkatannya kali ini untuk memastikan layanan yang akan diberikan ke jemaah haji sudah siap. “Oleh karena itu, saya berangkat ke Arab Saudi. Ini adalah pemberangkatan jemaah haji kali pertama setelah tertunda dua tahun […]

  • SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SUMSEL

    SURAT TERBUKA UNTUK GUBERNUR SUMSEL

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.571
    • 0Komentar

    Ketua Umum PKC PMII Sumsel menulis surat terbuka untuk Gubernur Sumatera Selatan. Berdasarkan keterangan yang diterima, Sabtu(16/5/2020), surat terbuka itu meminta agar Gubernur sumsel untuk lebih agresif lagi terkait penanganan pandemi COVID- 19 dan lebih serius memikirkan banyak nyawa masyarakat di Sumsel. “Tidak boleh lagi hanya ada kata-kata, “ harmonisasi, aturan-aturannya sedang dipersiapkan” — tidak boleh […]

  • Alhamdulillah, Kini Rumah Baca Tulis Al Qur’an Ini Berdiri Kokoh

    Alhamdulillah, Kini Rumah Baca Tulis Al Qur’an Ini Berdiri Kokoh

    • calendar_month Kamis, 20 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    RUMAH baca tulis Al Qur’an dikawasan jalan Musi Raya Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang kini berdiri kokoh. Sebelumnya rumah baca tulis Al Qur’an yang diasuh Teguh Darmadi bersama istrinya Ade, nyaris roboh, Desember tahun lalu (2021) menyita perhatian Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda untuk segera diperbaiki. “Alhamdulilah ada program Baznas Kota Palembang, sehingga rumah […]

  • Pembaca Harus Cerdas, Kominfo Tangani 3.640 Ujaran Kebencian Berbasis SARA di Ruang Digital

    Pembaca Harus Cerdas, Kominfo Tangani 3.640 Ujaran Kebencian Berbasis SARA di Ruang Digital

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

      KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika telah menangani konten mengenai ujaran Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) sebanyak 3.640 konten sejak tahun 2018. Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi menyatakan konten itu telah dilakukan pemutusan akses atau takedown. “Kominfo telah melakukan pemutusan akses atau takedown terhadap 3.640 konten yang menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA. Dari […]

  • WTP Jadi Motivasi untuk Kelola Keuangan

    WTP Jadi Motivasi untuk Kelola Keuangan

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 840
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang H.Harnojoyo,Rabu (11/5/2022) menjemput langsung predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) penghargaan dari Kementerian Keuangan  (Kemenkeu) Republik Indonesia di gedung Badan Pemerikasaan Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) untuk ke 12 kalinya. Didampingi Ketua DPRD kota Palembang, Zainal Abidin dan  Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang, Ratu Dewa , WTP yang diterima langsung orang nomor satu […]

  • Melihat Bulan di Langit Malam, Kisah Galileo Galilei Menyempurnakan Teleskop

    Melihat Bulan di Langit Malam, Kisah Galileo Galilei Menyempurnakan Teleskop

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Beberapa malam lalu langit terlihat cukup cerah. Bulan bersinar terang ditemani beberapa bintang yang tampak berkelip. Saya pun berhenti sejenak di halaman rumah, memandang ke atas sambil bertanya dalam hati, bagaimana sebenarnya manusia pertama kali bisa melihat permukaan Bulan dengan lebih jelas? Sekilas, Bulan memang terlihat seperti lingkaran putih yang tenang. Namun, dibalik […]

expand_less
WordPress Archive Koudo Education WordPress theme Kozi – Elementor Fashion Store WordPress Theme KRAFTY – Construction & Industry Elementor Template Kit Krakatau – Mountain & Hiking Elementor Template Kit Kraken Automatic Post Editor Plugin for WordPress Kramic – Pottery & Ceramic Store WooCommerce Elementor Template Kit Krativa – Creative & Digital Agency Services Elementor Template Kit Kreate – Modern Creative Agency WordPress Theme Kreatifa – Creative Digital Agency Elementor Template Kit Kredok – Car Showroom Elementor Template Kit