Investasi Jerman di Indonesia Tak Cuma Modal, Perusahaan Didorong Garap Proyek
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto: ekon.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Investasi Jerman di Indonesia didorong masuk ke proyek-proyek konkret, terutama energi terbarukan, semikonduktor, dan manufaktur. Pemerintah mencatat lebih dari 250 perusahaan Jerman telah beroperasi di Indonesia dengan total investasi USD1,23 miliar sepanjang 2021–2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peluang investasi tersebut perlu diarahkan pada proyek yang bisa dikembangkan bersama, termasuk proyek energi hijau.
Dorongan tersebut salah satunya menyasar proyek energi terbarukan. Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi perusahaan Jerman untuk terlibat lebih jauh dalam pengembangan proyek energi hijau, termasuk melalui dukungan pembiayaan.
Jerman sendiri menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Jerman bersama Jepang berperan sebagai co-leading dalam International Partners Group (IPG), dengan nilai proyek yang telah dikomitmenkan dalam JETP mencapai USD21,4 miliar.
Airlangga mengatakan Indonesia juga terus mendorong agar proyek-proyek green energy mendapatkan akses pembiayaan. Salah satu lembaga yang menjadi perhatian adalah KfW, bank pembangunan dan investasi milik negara Jerman.
Selain energi terbarukan, pemerintah juga melihat peluang pada penguatan rantai nilai semikonduktor. Sektor ini dinilai semakin penting bagi pengembangan industri Indonesia, terutama dengan dukungan kemampuan Jerman dalam riset terapan dan precision manufacturing.
Kerja sama Indonesia-Jerman juga mencakup pendidikan vokasi. Keunggulan Jerman dalam sistem pendidikan vokasi dinilai dapat mendukung kebutuhan Indonesia dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan industri.
Airlangga menyebut Jerman memiliki sejumlah keunggulan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan industri Indonesia, mulai dari riset terapan, precision manufacturing hingga standar industri.
Di sisi lain, Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan menegaskan keinginan negaranya untuk memperkuat hubungan ekonomi sekaligus kerja sama pembangunan dengan Indonesia.
Reem mengatakan perusahaan Jerman memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya melalui pengembangan energi terbarukan.
Pemerintah juga mengaitkan penguatan hubungan dagang dan investasi tersebut dengan perkembangan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan ini diharapkan dapat ditandatangani tahun ini.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menilai keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting agar kemitraan Indonesia-Jerman menghasilkan proyek dan investasi yang lebih konkret.
Menurut Haryo, pertemuan pemerintah dengan delegasi bisnis Jerman diharapkan dapat mendorong berbagai peluang yang telah dibahas untuk masuk ke tahap proyek dan investasi. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
