Kemenperin Genjot Hilirisasi Ikan di Kawasan Transmigrasi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemenperin.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggenjot hilirisasi komoditas perikanan di kawasan transmigrasi guna meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Upaya ini dijalankan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal, salah satunya di Kawasan Transmigrasi Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Program itu diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Industri Pangan Olahan Ikan yang berlangsung pada 27–30 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Sinergi Pengentasan Kemiskinan Terpadu Kawasan Pesisir (SiTaskin Pesisir) sekaligus tindak lanjut kolaborasi Kemenperin dengan Kementerian Transmigrasi dalam pengembangan industri di kawasan transmigrasi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan kawasan transmigrasi. Menurutnya, potensi sumber daya yang tersedia akan memberikan manfaat ekonomi lebih besar apabila diolah menjadi produk industri.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjual hasil perikanan dalam bentuk mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya saing, dan mampu menciptakan peluang kerja di daerah,” ujar Agus dalam keterangan di Jakarta, Rabu (29/7).
Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali materi mulai dari kewirausahaan, manajemen usaha, akses pembiayaan, pemasaran digital hingga praktik pengolahan pangan berbasis ikan. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi modal awal bagi calon pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan.
Selain meningkatkan kemampuan pelaku usaha, sinergi Kemenperin dan Kementerian Transmigrasi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri di kawasan transmigrasi. Kerja sama kedua kementerian mencakup pengembangan wirausaha baru, penerapan teknologi untuk hilirisasi produk unggulan, penyediaan dan revitalisasi mesin serta peralatan IKM, pendampingan pemenuhan standar mutu, hingga promosi dan pemasaran produk.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyebutkan, program bersama tersebut disusun dengan mengedepankan optimalisasi sumber daya, sinkronisasi data, serta penetapan kawasan prioritas agar pengembangan industri di kawasan transmigrasi berjalan lebih terarah.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menjelaskan, pelatihan di Barelang diikuti 25 calon wirausaha baru yang mayoritas berasal dari kelompok masyarakat desil 1–4. Selain mengikuti materi di kelas, peserta juga melakukan kunjungan ke salah satu IKM pengolahan ikan di Batam untuk melihat langsung proses produksi dan pengelolaan usaha.
Ke depan, kolaborasi kedua kementerian tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga mendorong hilirisasi produk unggulan daerah agar mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan memperkuat perekonomian kawasan transmigrasi. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
