Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Jangan Lega Dulu, Hotspot Sumsel Masih 76 Titik, Asap Palembang Belum Pergi

Jangan Lega Dulu, Hotspot Sumsel Masih 76 Titik, Asap Palembang Belum Pergi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Jangan buru-buru menganggap ancaman karhutla sudah lewat. Hotspot Sumsel masih mencapai 76 titik dalam pemantauan 8 September 2026, sementara asap masih memengaruhi kondisi udara dan jarak pandang di Palembang.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 76 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Sumatera Selatan hingga Selasa malam.

Angka itu memang turun dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 88 titik. Namun, Sumsel tetap menjadi provinsi dengan jumlah hotspot high confidence terbanyak di antara enam wilayah prioritas pengendalian karhutla.

Artinya, penurunan angka belum cukup menjadi alasan untuk lengah.

Di Palembang, pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada Selasa siang masih mencatat kondisi berasap dengan jarak pandang sekitar 5 kilometer. Asap yang bertahan menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla tidak berhenti hanya karena jumlah hotspot bergerak turun.

Secara nasional, pada pukul 21.10 WIB terdeteksi 397 hotspot high confidence. Jumlah itu justru naik tipis dari 386 titik pada 7 September.

Pergerakannya juga tidak seragam. Kalimantan Barat mengalami penurunan paling tajam, dari 31 menjadi 12 titik. Riau turun menjadi 8 titik dan Jambi menjadi 3 titik.

Namun di sisi lain, Kalimantan Tengah justru naik dari 46 menjadi 63 titik. Kalimantan Selatan juga bergerak naik dari 4 menjadi 6 titik.

Gambaran tersebut menunjukkan kondisi karhutla masih berubah cepat. Ada wilayah yang mulai mendapat bantuan hujan, tetapi ada pula lokasi yang masih membutuhkan pengawasan dan penanganan lebih ketat.

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus menggelar operasi darat dan udara. Patroli, pengecekan lapangan, pemadaman, penyekatan api, mopping up hingga pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC juga terus dijalankan. Pada 8 September, operasi tersebut mendukung terjadinya hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Hujan membantu membasahi lahan, tetapi bukan berarti seluruh persoalan langsung selesai. Di lokasi yang masih menyimpan api aktif atau bara di bawah permukaan, terutama kawasan gambut, proses pembasahan dan pendinginan tetap diperlukan.

Untuk memperkuat penanganan, sebanyak 53 armada udara disiagakan di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Sebanyak 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC, sedangkan 34 armada lainnya disiapkan untuk operasi water bombing.

Pengerahan tersebut disesuaikan dengan kondisi di lapangan, perkembangan cuaca, dan kebutuhan operasi. Tujuannya satu: mempercepat penanganan sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.

Di saat yang sama, kualitas udara masih menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. Pemantauan berbasis PM2.5 menunjukkan kondisi udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, terdapat wilayah di Kalimantan yang masuk kategori berbahaya.

Kondisi asap sendiri sangat bergantung pada banyak faktor. Arah angin, kecepatan angin, kelembapan, hujan, konsentrasi asap, hingga aktivitas kebakaran bisa membuat jarak pandang berubah dalam waktu singkat.

Karena itu, angka hotspot bukan satu-satunya ukuran untuk melihat situasi karhutla. Setiap indikasi tetap perlu diverifikasi di lapangan karena satu kejadian kebakaran bisa menghasilkan beberapa titik panas yang terdeteksi satelit.

Bagi masyarakat Sumsel, terutama yang beraktivitas di Palembang, kondisi ini menjadi alasan untuk tetap mengikuti perkembangan kualitas udara dan informasi resmi terkait asap.

Hotspot memang turun dari 88 menjadi 76 titik. Tetapi selama asap masih terlihat dan kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman, kewaspadaan belum boleh diturunkan.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Di wilayah yang terdampak asap, aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan informasi resmi yang terus diperbarui. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al Qur’an Harus Dipahami Isinya, Kitab Suci Tersebut Sebagai Penunjuk Dalam Kehidupan

    Al Qur’an Harus Dipahami Isinya, Kitab Suci Tersebut Sebagai Penunjuk Dalam Kehidupan

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    AL-QUR’AN merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia (hudan lin-nas) dan merupakan buku panduan (manual book) bagi tatanan kehidupan manusia. Dalam menghadapi segala persoalan dan tantangan, umat Islam sebagai pewaris kitab suci ini semestinya kembali kepada Al-Qur’an sebagai manual book sehingga maknanya perlu dipahami secara utuh. “Al-Qur’an jangan hanya menjadi jargon yang kehilangan makna. Oleh karena […]

  • Bergerak Bersama untuk Bumi yang Lebih Baik

    Bergerak Bersama untuk Bumi yang Lebih Baik

    • calendar_month Jumat, 24 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    TERIMA kasih, karena kamu terus menginspirasi kami dari tahun ke tahun. Dukunganmu yang berkelanjutan membantu tercapainya bumi yang lebih hijau dan damai di masa mendatang. Ada beberapa kemenangan bersama tahun ini dari setiap suara yang telah kamu berikan. Seperti penghentian pendanaan proyek batubara baru oleh Maybank, kemenangan gugatan 32 warga atas polusi udara di Jakarta, sampai penolakan PTUN Jayapura terhadap […]

  • Tim Relawan Serimenang Lakukan Penyemprotan, Berlanjut Sebelum Idul Fitri

    Tim Relawan Serimenang Lakukan Penyemprotan, Berlanjut Sebelum Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    TIM Relawan Covid-19 mengadakan penyemprotan disinfektan di area perumahan warga di dua dusun yang ada di desa setempat guna  mengantisipasi dan memutus penyebaran virus Corona di Desa Serimenang Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sebanyak lebih kurang 26 orang dari Tim Relawan Covid-19, yang dibantu juga dari Bhabinkamtibmas, perangkat desa serta tokoh masyarakat, yang ikut terjun […]

  • Kerja Keras Berbuah Ini

    Kerja Keras Berbuah Ini

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 977
    • 0Komentar

    BERKAT kerjasama tim dan kekompakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang, mendapatkan sertifikat Cara Pembuatan Obat Benar (CPOB) yang baik untuk UTD PMI Kota Palembang dari Badan POM Republik Indonesia. Kota Palembang mendapatkan peringkat ke 17 secara Nasional dari 400 OTD , selain itu juga untuk di pulau Sumatera Kota Palembang menduduki peringkat ke 3 […]

  • Sesuai Surat Edaran, Pemda Berkewajiban Awasi Pengendalian LPG 3 Kg

    Sesuai Surat Edaran, Pemda Berkewajiban Awasi Pengendalian LPG 3 Kg

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.419
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta pemerintah daerah turut mengawasi penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg agar penggunaanya tetap sasaran. Pemda turut mengawasi tersebut karena hal itu telah tercantum dalam Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji Nomor B-2461/MG.05/DJM/2022 tanggal 25 Maret 2022. […]

  • Jumat bersih di Muba

    Jumat bersih di Muba

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 653
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Bupati Muba H Apriyadi menyusuri perumahan komplek Griya Randik. Bukan tanpa alasan, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate datang ke komplek Griya Randik, dalam rangka melakukan Pencanangan Gerakan Serentak (GERTAK) Jum’at Bersih Lingkungan dalam rangka Pencegahan Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Musi Banyuasin. “Kita perlu kembali menggalakkan gerakan […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms iContact Ninja Forms Insightly CRM Ninja Forms IntelligenceWP Ninja Forms – Limit Checkboxes Ninja Forms Mad Mimi Ninja Forms MailChimp Ninja Forms MailPoet Ninja Forms Multi-Part Forms Ninja Forms OnePageCRM Ninja Forms PayPal Express