Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Jangan Lega Dulu, Hotspot Sumsel Masih 76 Titik, Asap Palembang Belum Pergi

Jangan Lega Dulu, Hotspot Sumsel Masih 76 Titik, Asap Palembang Belum Pergi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 21 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Jangan buru-buru menganggap ancaman karhutla sudah lewat. Hotspot Sumsel masih mencapai 76 titik dalam pemantauan 8 September 2026, sementara asap masih memengaruhi kondisi udara dan jarak pandang di Palembang.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 76 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Sumatera Selatan hingga Selasa malam.

Angka itu memang turun dibanding sehari sebelumnya yang mencapai 88 titik. Namun, Sumsel tetap menjadi provinsi dengan jumlah hotspot high confidence terbanyak di antara enam wilayah prioritas pengendalian karhutla.

Artinya, penurunan angka belum cukup menjadi alasan untuk lengah.

Di Palembang, pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada Selasa siang masih mencatat kondisi berasap dengan jarak pandang sekitar 5 kilometer. Asap yang bertahan menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla tidak berhenti hanya karena jumlah hotspot bergerak turun.

Secara nasional, pada pukul 21.10 WIB terdeteksi 397 hotspot high confidence. Jumlah itu justru naik tipis dari 386 titik pada 7 September.

Pergerakannya juga tidak seragam. Kalimantan Barat mengalami penurunan paling tajam, dari 31 menjadi 12 titik. Riau turun menjadi 8 titik dan Jambi menjadi 3 titik.

Namun di sisi lain, Kalimantan Tengah justru naik dari 46 menjadi 63 titik. Kalimantan Selatan juga bergerak naik dari 4 menjadi 6 titik.

Gambaran tersebut menunjukkan kondisi karhutla masih berubah cepat. Ada wilayah yang mulai mendapat bantuan hujan, tetapi ada pula lokasi yang masih membutuhkan pengawasan dan penanganan lebih ketat.

Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus menggelar operasi darat dan udara. Patroli, pengecekan lapangan, pemadaman, penyekatan api, mopping up hingga pendinginan dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC juga terus dijalankan. Pada 8 September, operasi tersebut mendukung terjadinya hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Hujan membantu membasahi lahan, tetapi bukan berarti seluruh persoalan langsung selesai. Di lokasi yang masih menyimpan api aktif atau bara di bawah permukaan, terutama kawasan gambut, proses pembasahan dan pendinginan tetap diperlukan.

Untuk memperkuat penanganan, sebanyak 53 armada udara disiagakan di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Sebanyak 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC, sedangkan 34 armada lainnya disiapkan untuk operasi water bombing.

Pengerahan tersebut disesuaikan dengan kondisi di lapangan, perkembangan cuaca, dan kebutuhan operasi. Tujuannya satu: mempercepat penanganan sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.

Di saat yang sama, kualitas udara masih menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. Pemantauan berbasis PM2.5 menunjukkan kondisi udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, terdapat wilayah di Kalimantan yang masuk kategori berbahaya.

Kondisi asap sendiri sangat bergantung pada banyak faktor. Arah angin, kecepatan angin, kelembapan, hujan, konsentrasi asap, hingga aktivitas kebakaran bisa membuat jarak pandang berubah dalam waktu singkat.

Karena itu, angka hotspot bukan satu-satunya ukuran untuk melihat situasi karhutla. Setiap indikasi tetap perlu diverifikasi di lapangan karena satu kejadian kebakaran bisa menghasilkan beberapa titik panas yang terdeteksi satelit.

Bagi masyarakat Sumsel, terutama yang beraktivitas di Palembang, kondisi ini menjadi alasan untuk tetap mengikuti perkembangan kualitas udara dan informasi resmi terkait asap.

Hotspot memang turun dari 88 menjadi 76 titik. Tetapi selama asap masih terlihat dan kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman, kewaspadaan belum boleh diturunkan.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Di wilayah yang terdampak asap, aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan informasi resmi yang terus diperbarui. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow, Google akan Gelar Demo Day Asia Bagi Calon Startup Sukses

    Wow, Google akan Gelar Demo Day Asia Bagi Calon Startup Sukses

    • calendar_month Rabu, 23 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta  – Melalui inisiatif Google for Entrepreneurs, Google akan menggelar Demo Day Asia yang pertama kali di Asia. Demo Day Asia merupakan wadah bagi calon startup sukses di Asia untuk mempresentasikan bisnisnya kepada investor lokal dan internasional. Demo Day Asia akan digelar di Shanghai, China, pada tanggal 20 September 2018. CEO Google, Sundar Pichai, menuturkan, ajang Demo […]

  • Respon Pusri terhadap bencana banjir di Baturaja

    Respon Pusri terhadap bencana banjir di Baturaja

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.212
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bencana banjir yang terjadi sejak 7 Mei 2024 lalu, mengakibat ribuan rumah, fasilitas pendidikan, publik dan tempat ibadah terendam. di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan. Melihat hal tersebut, Pusri melalui Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) merespon dengan memberikan bantuan berupa 200  paket sembako.   Adapun aksi yang dilakukan […]

  • Bupati Muba Upayakan Evakuasi Warga,Mahasiswa Asal Muba di China

    Bupati Muba Upayakan Evakuasi Warga,Mahasiswa Asal Muba di China

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    MEREBAKNYA virus Corona di China membuat sejumlah warga Indonesia terjebak dan membutuhkan banyak kebutuhan. Termasuk salah satunya yang dialami Rizky Andika yang merupakan mahasiswa Dusun 2 Desa Langkap Kecamatan Babat Supat Kabupaten Muba yang saat ini mengenyam program pendidikan Government Scholarship. “Kami sangat takut, tolong evakuasi kami, Untuk mendapatkan masker saja saat ini sangat sulit, […]

  • SPE Februari : Perbaikan Penjualan Eceran Diperkirakan Berlanjut Pada Maret    

    SPE Februari : Perbaikan Penjualan Eceran Diperkirakan Berlanjut Pada Maret   

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 921
    • 0Komentar

    HASIL Surver Penjualan Eceran [SPE] mengindikasikan perbaikan kinerja penjualan eceran secara bulanan pada Februari 2021. Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2021 tumbuh -2,7% (mtm) membaik dibandingkan dengan -4,3% (mtm) pada Januari 2021. Responden menyampaikan bahwa perbaikan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat yang meningkat saat HBKN Imlek dan libur nasional. Perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok […]

  • Senin Pekan Depan, Cakades di Muba Bakal Dikumpulkan, Ada Apa ?

    Senin Pekan Depan, Cakades di Muba Bakal Dikumpulkan, Ada Apa ?

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SEKAYU- Senin 17 Oktober 2022 pekan depan Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi bakal mengumpulkan semua Calon Kepala Desa (Cakades) untuk bersepakat mewujudkan proses Pilkades yang damai.   Hal ini ditegaskan Pj Bupati Apriyadi saat melakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan 65 Penjabat (Pj) Kepala Desa dan Deklarasi Damai Calon Kepala Desa pada […]

  • Forkopimda Muba Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Keluang Terdampak Banjir

    Forkopimda Muba Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Keluang Terdampak Banjir

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba menyalurkan bantuan kepada masyarakat  terdampak banjir, akibat tingginya curah hujan. Sekda Drs H Apriyadi MSi langsung gaspol dengan motor trailnya bersama OPD dan Forkopimda Muba meninjau  kondisi warga masyarakat Dusun III Desa Dawas dan Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang. Diiringi guyuran hujan, Apriyadi dan rombongan makin membulatkan  tekad meninjau  Sungai Biduk. Di lokasi, […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms iContact Ninja Forms Insightly CRM Ninja Forms IntelligenceWP Ninja Forms – Limit Checkboxes Ninja Forms Mad Mimi Ninja Forms MailChimp Ninja Forms MailPoet Ninja Forms Multi-Part Forms Ninja Forms OnePageCRM Ninja Forms PayPal Express