Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Groundbreaking Pabrik Baru PT Frisian Flag Indonesia, Menperin : Baru 22 % Bahan Baku Susu di Pasok dari Dalam Negeri

Groundbreaking Pabrik Baru PT Frisian Flag Indonesia, Menperin : Baru 22 % Bahan Baku Susu di Pasok dari Dalam Negeri

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
  • visibility 2.812
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDUSTRI pengolahan susu mendapat angin segar setelah resm dilaksanakan Groundbreaking  Pabrik Baru milik PT Frisian Flag Indonesia.

“Industri ini masih dihadapkan pada tantangan pemenuhan bahan baku, karena sampai saat ini hanya 22% bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Groundbreaking Pabrik Baru PT Frisian Flag Indonesia di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (9/3/2021).

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada PT Frisian Flag Indonesia yang turut berupaya mendorong pertumbuhan produksi susu segar agar dapat mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu di dalam negeri.

“Kami sangat mengapresiasi keteguhan PT Frisian Flag Indonesia untuk terus mengembangkan dan memperkuat kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah yang sudah dijalin selama bertahun-tahun,” paparnya.

Upaya yang dijalankan oleh PT Frisian Flag Indonesia tersebut, di antaranya melalui berbagai program seperti bantuan Milk Collection Point (MCP) koperasi susu, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui Akademi Peternak Muda dan Farmer2Farmer, serta pembangunan dairy village (desa susu).

“Diharapkan kontribusi berkelanjutan PT Frisian Flag Indonesia terhadap sektor peternakan sapi perah rakyat dapat bantu mendorong kuantitas dan kualitas susu segar di dalam negeri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor bahan baku,” tutur Menperin. Upaya ini sejalan dengan program Kementerian Perindustrian untuk mewujudkan substitusi impor 35% pada tahun 2022.

Menperin menyambut baik pembangunan pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia dengan investasi tahap awal (tahun 2020-2023) sebesar €225 juta (Rp3,8 triliun) untuk produk susu cair dan susu/krimer kental manis.

“Kami memandang bahwa komitmen dari PT Frisian Flag Indonesia adalah suatu strategi bisnis yang tepat untuk terus memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap produk susu olahan berkualitas,” paparnya.

Pabrik baru PT Frisian Flag Indonesia seluas 25 hektare tersebut berkapasitas 244 juta liter per tahun untuk susu cair serta 476 ribu ton per tahun untuk produk krimer kental manis. Produknya ditargetkan 90% ke pasar ekspor, dan 10% pasar dalam negeri. Penyerapan tenaga kerja akan mencapai 848 orang.

Saat ini, tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia masih sekitar 16,9 kg per kapita per tahun setara susu segar, yang jumlahnya perlu ditingkatkan untuk kompetitif di tingkat regional. “Kami yakin peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan akan terus tumbuh tinggi ke depannya,” ujar Agus.

Optimisme tersebut seiring dengan terus meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan bertumbuhnya kelas menengah, bertransformasinya gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat, serta peningkatan permintaan produk bernutrisi tinggi selama pandemi Covid-19.

“Selain itu juga semakin meningkatnya share populasi masyarakat berusia muda terutama generasi Z yang bersifat aktif, dinamis, dan memiliki mobilitas tinggi khususnya di kawasan urban, yang diperkirakan akan mendongkrak permintaan terhadap produk minuman susu yang praktis dan siap dikonsumsi (ready to drink/RTD),” imbuhnya.

Presiden Direktur PT Frisian Flag Indonesia Maurits Klavert menyampaikan, setelah hampir 100 tahun hadir di Indonesia, merupakan sebuah kebanggaan bagi perusahaan dapat memulai sebuah momen bersejarah dalam rangka realisasi dari investasi untuk membangun pabrik terbesar dari FrieslandCampina di dunia.

“Pabrik baru ini akan mencakup fasilitas produksi atau pengolahan produk susu cair siap minum dan susu kental manis, sentra logistik dan distribusi serta perkantoran dengan menggunakan teknologi modern dan sudah pasti teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Seiring investasi tersebut, perusahaan akan meningkatkan pula penyerapan susu segar dalam negeri yang dipasok oleh belasan ribu peternak sapi perah rakyat di tanah air. “Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan para mitra bisnis kami di Indonesia baik pemasok maupun ratusan mitra distributor kami yang tersebar di seluruh penjuru tanah air,” tuturnya.

Pacu daya saing

Kemenperin memacu daya saing industri pengolahan susu di tanah air melalui beberapa upaya strategis, di antaranya mengusulkan pemberian insentif Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP). Pada tahun 2020, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp583,2 miliar untuk fasilitas BMDTP kepada 33 sektor industri terdampak pandemi Covid-19.

“PT Frisian Flag Indonesia merupakan salah satu perusahaan industri pengolahan susu yang telah menerima manfaat insentif fiskal tersebut dan kemudian meningkatkan investasinya,” sebut Menperin. Di samping itu, PT Frisian Flag Indonesia diharapkan terus berkomitmen untuk mengadopsi dan mengimplementasikan industri 4.0 di setiap lini produksinya, baik di pabrik lama maupun baru agar dapat bersaing di kancah regional dan global.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim juga menyampaikan apresiasinya kepada PT Frisian Flag Indonesia yang telah menambah investasi dan membuka pabrik pengolahan susu baru di Indonesia sejak pertama kali berdiri pada tahun 1969.

“Ke depannya, PT Frisian Flag Indonesia selain meningkatkan investasi di dalam negeri, diharapkan juga terus memperkuat dan memperluas kemitraan dengan peternak sapi perah untuk meningkatkan pasokan bahan baku susu segar dari dalam negeri,” ungkapnya.

Menurut Rochim, langkah ekspansi PT Frisian Flag Indonesia menunjukkan optimisme investor terhadap peluang usaha yang tetap terbuka lebar dan iklim usaha yang makin kondusif di Indonesia walaupun sedang terdampak pandemi Covid-19. “Kami berharap akan ada lebih banyak pihak yang mengikuti jejak PT Frisian Flag Indonesia untuk terus meningkatkan investasinya di tanah air,” tandasnya.

Rochim optimistis, apabila kinerja industri pengolahan susu di dalam negeri dapat tumbuh gemilang, akan membawa dampak positif terhadap kinerja sektor manufaktur khususnya industri makanan dan minuman, bahkan juga perekonomian nasional. Sebab, Indonesia berpotensi memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang terus meningkat.

“Walaupun terdampak pandemi Covid-19, PDB industri makanan dan minuman masih mampu tumbuh sebesar 1,58% pada tahun 2020 atau di atas pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas yang terkontraksi 2,52% dan PDB nasional yang juga terkontraksi 2,07%,” sebutnya.

Namun demikian, pada periode yang sama, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 39,01% terhadap PDB industri pengolahan non-migas, sehingga menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar.

Sepanjang tahun 2020, ekspor industri makanan dan minuman menembus USD31,1 miliar, sehingga berkontribusi 23,7% terhadap ekspor industri pengolahan non-migas. Di sisi lain, industri makanan dan minuman mampu menarik investasi sebesar USD29,4 miliar di tahun 2020, dan secara keseluruhan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang.[***]

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Harimau dengan Manusia, Salah Satu PR dari Reses Anggota DPRD Sumsel di Lahat   

    Konflik Harimau dengan Manusia, Salah Satu PR dari Reses Anggota DPRD Sumsel di Lahat   

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.050
    • 0Komentar

    SEBANYAK 8 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) 7 yakni Kota Pagaralam, Lahat dan Empat Lawang hari ini  mengadakan kunjungan kerja (Reses) di Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat Kamis (19/12/19). Kegiatan reses ini dipusatkan di kantor Kecamatan Pajar Bulan dihadiri oleh masyarakat, forum Kades sekecamatan Pajar Bulan serta unsur […]

  • Piala Gub Sumsel Sepak Bola U-20

    Piala Gub Sumsel Sepak Bola U-20

    • calendar_month Kamis, 17 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.836
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Piala Gubernur Sumsel Sepakbola U-20 Tahun 2022 resmi ditutup oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru. Seremonial penutupan kompetisi bergengsi sekaligus pembagian hadiah pemenang yang bernilai puluhan juta tersebut digelar begitu meriah di Lapangan Athletic Komplek Jakabaring Sport City (JSC), Kamis (17/11) sore. Usai menyerahkan hadiah utama senilai Rp30 juta kepada club […]

  • Yuk, Berburu Burung Migran di Taman Nasional Sembilang

    Yuk, Berburu Burung Migran di Taman Nasional Sembilang

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.424
    • 0Komentar

      NAMA Sembilang oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin, secara resmi menjadi  Pusat pelayanan terpadu Sembilang  (Serambi Integrasi Pelayanan Publik Sedulang Setudung) Kabupaten Banyuasin, di OPI Mall Jakabaring Palembang. Taman nan elok ini terletak di Dusun Sei Sembilang, Desa Sungsang IV Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Kawasan Taman Nasional Sembilang ini juga berada di pesisir timur Provinsi Sumatera […]

  • Ditawari 6 Klub, Budiardjo Pilih SFC Karena Tantangan

    Ditawari 6 Klub, Budiardjo Pilih SFC Karena Tantangan

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 911
    • 0Komentar

    PELATIH Sriwijaya FC Budiardjo Thalib menjadi harapan besar publik sepakbola Sumatera Selatan. Pria asal Makasar itu ditarget manajemen harus mampu membawa Laskar Wong Kito ke Liga 1 musim depan. Tentunya tangan dingin Budiardjo Thalib sebagai pelatih terbukti bertuah. Total ada 7 klub yang diasuhnya jadi juara. Lima di antaranya, termasuk Persik Kediri, mampu naik ke […]

  • Wow Keren, HP Lipat Terbaru OPPO Find N2 Flip Terbaik di Q2 Tahun 2023, Simak Keunggulannya

    Wow Keren, HP Lipat Terbaru OPPO Find N2 Flip Terbaik di Q2 Tahun 2023, Simak Keunggulannya

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.450
    • 0Komentar

    Mengusung desain yang inovatif dan futuristik, OPPO Find N2 Flip menjadi salah satu pilihan terbaik bagi Anda yang ingin memiliki hp lipat dengan fitur unggulan dan harga yang terbaik. Dengan menawarkan konsep unik dengan layar yang dapat dilipat atau “flip” untuk menampilkan layar yang lebih besar. Berikut adalah ulasan mengenai handphone terbaru dari OPPO Find […]

  • Tanam Bibit Pohon Ketapang di Pesisir ‘Bumi Minangkabau’, Doni : “Titip ini ya, Pak,”

    Tanam Bibit Pohon Ketapang di Pesisir ‘Bumi Minangkabau’, Doni : “Titip ini ya, Pak,”

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr.(H.C.) Doni Monardo hadir di Pantai Kata, Desa Taluk, Kota Pariaman, Sumatera Barat, saat senja tiba sebelum berbuka puasa pada Rabu (14/4/2021). Kehadirannya itu tentu bukan untuk sekadar ngabuburit sembari menikmati pesona terbenamnya matahari di Samudera Hindia. Doni secara khusus datang ke wilayah pesisir ‘Bumi Minangkabau’ itu tak lain untuk […]

expand_less
WordPress Archive City Government & Municipal Portal Political WordPress Theme City2 – Multipurpose Directory WordPress theme CityBook – Directory & Listing WordPress Theme Cityo - Multiple Listing Directory WordPress Theme Cityrama – Listing & City Guide WordPress Theme CityTours – Travel and Hotels Site Template Cityvile – City Government & Municipal Elementor Template Kit Civi - Job Board WordPress Theme Civlo – Lawyer & Law Office Elementor Template Kit CiyaShop - Responsive Multi-Purpose WooCommerce WordPress Theme