Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Menperin Ungkap “Compound Risk” yang Bisa Mengancam Masa Depan BUMN

Menperin Ungkap “Compound Risk” yang Bisa Mengancam Masa Depan BUMN

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta calon pemimpin BUMN mulai melihat risiko bisnis dengan cara yang berbeda. Menurutnya, ancaman terhadap perusahaan ke depan tidak selalu datang satu per satu. Sejumlah tekanan bisa muncul bersamaan dan saling memperbesar dampaknya.

Kondisi inilah yang disebut Agus sebagai compound risks.

Ia mencontohkan, perusahaan bisa saja menghadapi pelemahan nilai tukar ketika harga energi sedang naik. Pada saat yang sama, suku bunga meningkat, permintaan pasar melemah, rantai pasok terganggu, serangan siber terjadi, dan aturan perdagangan internasional berubah.

Jika berbagai tekanan tersebut terjadi dalam waktu berdekatan, dampaknya tentu berbeda dibandingkan ketika perusahaan hanya menghadapi satu masalah.

“Yang membuat tantangan semakin berat adalah risiko tersebut tidak datang satu per satu,” kata Agus saat memberikan pembekalan kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) Pegawai BUMN Batch 1 Tahun 2026 di Kodiklat TNI, Serpong, Rabu (19/8).

Menurut dia, situasi tersebut membuat pemimpin BUMN tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dan pola kerja yang selama ini sudah berjalan.

BUMN tak boleh terlena dengan keberhasilan masa lalu

Agus juga mengingatkan bahwa ukuran perusahaan bukan jaminan bisnis akan tetap bertahan.

Perusahaan dengan aset besar, modal kuat, dan jumlah pegawai yang banyak tetap bisa kehilangan daya saing apabila terlambat membaca perubahan.

Hal serupa berlaku terhadap perusahaan yang selama bertahun-tahun mencatat kinerja positif. Keberhasilan masa lalu belum tentu bisa diulang jika lingkungan bisnis sudah berubah.

“Size is not security. Besarnya perusahaan bukan jaminan keamanan. Demikian pula, past success is not a guarantee of future relevance. Keberhasilan masa lalu tidak otomatis menjamin relevansi perusahaan di masa depan,” ujarnya.

Karena itu, Agus meminta calon pemimpin BUMN memikirkan sejak sekarang apakah bisnis yang mereka kelola masih akan memiliki tempat dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena perubahan dunia saat ini berlangsung jauh lebih cepat. Geopolitik dapat mengubah harga energi, konflik antarnegara bisa mengganggu jalur perdagangan, sementara perang dagang dapat membuat produk yang sebelumnya kompetitif kehilangan pasar.

Belum lagi perubahan nilai tukar dan suku bunga yang dapat memengaruhi biaya serta kelayakan investasi perusahaan.

AI ikut mengubah peta bisnis

Perubahan teknologi juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Agus menyoroti perkembangan artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah bukan hanya jenis pekerjaan, tetapi juga kebutuhan tenaga kerja, struktur biaya, hingga model bisnis perusahaan.

Artinya, perusahaan tidak cukup hanya menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi. Pemimpin juga perlu mempertimbangkan apakah teknologi tersebut pada akhirnya akan mengubah cara perusahaan menghasilkan pendapatan.

Hal lain yang perlu diantisipasi adalah transisi energi. Aset yang saat ini memiliki nilai ekonomi tinggi bisa menghadapi tekanan apabila teknologi, kebijakan energi, dan kebutuhan pasar berubah dalam beberapa tahun ke depan.

Perubahan regulasi internasional juga semakin menentukan daya saing perusahaan. Ketentuan mengenai emisi, traceability, keberlanjutan, standar ketenagakerjaan, antisuap, keamanan siber, dan perlindungan data kini semakin berkaitan dengan akses ke pasar dan pembiayaan internasional.

BUMN diminta tidak sekadar mengelola aset

Dalam pandangan Agus, tantangan tersebut menjadi lebih penting bagi BUMN karena perusahaan negara memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia.

BUMN berada di berbagai sektor strategis, termasuk energi, infrastruktur, pembiayaan, logistik, mineral, telekomunikasi, konstruksi dan pangan.

Karena itu, peran BUMN tidak semestinya berhenti pada kepemilikan aset atau pelaksanaan proyek.

Perusahaan negara, menurut Agus, perlu ikut membangun kemampuan industri nasional. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, memperluas pasar, melibatkan industri kecil dan menengah, serta mengembangkan teknologi dan sumber daya manusia.

Pandangan tersebut juga menjadi alasan mengapa hilirisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan pengolahan bahan mentah.

Indonesia perlu melangkah lebih jauh dengan mengembangkan teknologi, meningkatkan kualitas SDM, menciptakan produk bernilai tambah, membangun merek, dan membawa produk nasional ke pasar global.

“Industrialisasi adalah proses membangun kemampuan bangsa, mulai dari kemampuan mengolah sumber daya, menguasai teknologi, mengembangkan sumber daya manusia, memperkuat rantai pasok, menciptakan merek, hingga menembus pasar global,” kata Agus.

Industri nasional masih tumbuh

Peringatan tersebut disampaikan ketika kinerja industri pengolahan nonmigas masih menunjukkan perkembangan positif.

Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.

Sektor ini memberikan kontribusi 16,83 persen terhadap PDB atau sekitar Rp1.102,88 triliun.

Dari sisi investasi, realisasi industri pengolahan nonmigas mencapai Rp199,48 triliun. Nilai tersebut menyumbang 38,89 persen terhadap total investasi nasional.

Sektor manufaktur juga menjadi sumber penyerapan tenaga kerja yang besar. Hingga Februari 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 19,99 juta orang.

Kinerja ekspor pun masih menjadi salah satu kekuatan utama. Pada Januari-Juni 2026, ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD115,50 miliar, atau sekitar 82,03 persen dari total ekspor nasional.

Sementara itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 berada di level 53,1. PMI Manufaktur Indonesia juga kembali masuk zona ekspansi dengan skor 50,2.

Untuk Manufacturing Value Added (MVA), Indonesia mencatat nilai sekitar USD275,61 miliar pada 2025. Posisi tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Namun, angka-angka tersebut tidak berarti tantangan ke depan menjadi lebih ringan.

Justru ketika skala industri nasional semakin besar, kemampuan membaca perubahan menjadi semakin penting. Bagi calon pemimpin BUMN, pertanyaannya bukan hanya bagaimana menjaga bisnis tetap tumbuh, tetapi bagaimana memastikan bisnis tersebut masih relevan ketika berbagai risiko datang secara bersamaan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Gerakan Bedah Rumah Serentak se-Sumsel 80 % Selesai

    Program Gerakan Bedah Rumah Serentak se-Sumsel 80 % Selesai

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.322
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sebanyak 8.391 rumah yang mengikuti program Gerakan Bedah Rumah Serentak se-Sumsel, 80 % di antaranya telah selesai, dan diharapkan dalam waktu dekat ini bisa segera mencapai 100 %. “Alhamdulillah, Gerakan Bedah Rumah Serentak se-Sumsel kemudian Pembangunan Sanitasi Serentak se-Sumsel ini memberikan inspirasi kepada daerah lain untuk melakukan hal yang sama,” ucap Penjabat (Pj) […]

  • South Sumatera Funbike 2019, Kegiatan Apa ?

    South Sumatera Funbike 2019, Kegiatan Apa ?

    • calendar_month Minggu, 28 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.176
    • 0Komentar

    RIBUAN masyarakat dari berbagai penjuru tumpah ruah meramaikan kegiatan Sepedaan dan Senam Masal South Sumatera Funbike 2019 di Pelataran Benteng Kuto Besak, minggu (28/7/2019). Acara ini digagas dalam rangka menyambut hari kemerdekaan RI ke 74 sekaligus membudayakan masyarakat agar mulai membiasakan diri rajin berolahraga. Kegiatan ini diisi dengan bersepeda bareng Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru […]

  • Terkait Kemenkeu Berencana Tempatkan Dana di Bank Daerah, Sekper Bank SumselBabel : Belum Terupdate, Tapi Bisa Saja Diterima

    Terkait Kemenkeu Berencana Tempatkan Dana di Bank Daerah, Sekper Bank SumselBabel : Belum Terupdate, Tapi Bisa Saja Diterima

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.765
    • 0Komentar

    TERKAIT rencana Kementrian Keuangan [Kemenkeu] RI  menempatkan dana di bank daerah, mendapat tanggapan positif dari manajemen Bank SumselBabel [ BSB]. Menurut Sekretaris Perusahan BSB, Norman Akil menempatkan dana untuk bank daerah sebanarnya tujuan yang sama, sebagai bekal likuiditas buat bank daerah agar dapat berekspansi di masa pandemi. “Meski belum ter- update, kalau memang ada untuk Bank Pembangunan […]

  • Wabup Muba : PMI Wajib Dibantu & Dianggarkan Dalam APBD

    Wabup Muba : PMI Wajib Dibantu & Dianggarkan Dalam APBD

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menghadiri pembukaan orientasi dan sosialisasi Undang-Undang No.1 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 2019 tentang Kepalangmerahan, di Hotel Harper Palembang, Senin (9/12/2019). Sosialisasi juga dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya selaku Dewan Pelindung PMI Sumsel, dan Ketua PMI Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru. Di sela acara tersebut […]

  • Demi Suksesnya PON, Tuan Rumah Jamin Ketersediaan Air Bersih

    Demi Suksesnya PON, Tuan Rumah Jamin Ketersediaan Air Bersih

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.469
    • 0Komentar

    SUKSESNYA berskala besar selevel Pekan Olahraga Nasional (PON) tak bisa mengabaikan kesiapan infrastruktur penunjangnya, termasuk di antaranya dukungan penyediaan air bersih. Oleh karena itulah, selain membangun arena olahraga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga melengkapi pembangunan sarana dan prasana air bersih untuk mendukung penyediaan air minum venue PON XX di Provinsi Papua. Dilansir […]

  • Fitri Ingatkan Masyarakat Teliti Beli Produk Makanan Selama Ramadhan

    Fitri Ingatkan Masyarakat Teliti Beli Produk Makanan Selama Ramadhan

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    Palembang – Wakil Walikota Palembang Fitriani Agustinda mengingkatkan masyarakat Palembang agar lebih teliti membeli produk makanan guna menghindari produk kadaluarsa kemasan selama bulan ramadhan. Pada sidak pertama, Fitri beserta rombongan mendatangi pasar moderen Transmart. Di tempat ini tidak ada temuan produk mengandung bahan berbahaya dan produk kemasan kadaluarsa. Dirinya mengingatkan untuk selalu memeriksa tanggal kadaluarsa produk […]

expand_less
WordPress Archive PrivateContent – User Activities add-on PrivateContent – WordPress Bundle Pack Pro Grid : Ajax Post, Custom Post Display + Filter Pro News Ticker & Marquee for Visual Composer Pro News Ticker & Marquee for WPBakery Page Bilder : Display Post, Custom Post, RSS & WooCommerce ProAuto – Car Detailing, Service & Shop WordPress Theme Probiz – Multipurpose Business and Corporate WordPress Theme Probiz – Portfolio WordPress Theme ProDent | Dental Clinic & Doctor WordPress Theme + Elementor + RTL Product Alerts for WooCommerce