Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Menperin Ungkap “Compound Risk” yang Bisa Mengancam Masa Depan BUMN

Menperin Ungkap “Compound Risk” yang Bisa Mengancam Masa Depan BUMN

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta calon pemimpin BUMN mulai melihat risiko bisnis dengan cara yang berbeda. Menurutnya, ancaman terhadap perusahaan ke depan tidak selalu datang satu per satu. Sejumlah tekanan bisa muncul bersamaan dan saling memperbesar dampaknya.

Kondisi inilah yang disebut Agus sebagai compound risks.

Ia mencontohkan, perusahaan bisa saja menghadapi pelemahan nilai tukar ketika harga energi sedang naik. Pada saat yang sama, suku bunga meningkat, permintaan pasar melemah, rantai pasok terganggu, serangan siber terjadi, dan aturan perdagangan internasional berubah.

Jika berbagai tekanan tersebut terjadi dalam waktu berdekatan, dampaknya tentu berbeda dibandingkan ketika perusahaan hanya menghadapi satu masalah.

“Yang membuat tantangan semakin berat adalah risiko tersebut tidak datang satu per satu,” kata Agus saat memberikan pembekalan kepada peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) Pegawai BUMN Batch 1 Tahun 2026 di Kodiklat TNI, Serpong, Rabu (19/8).

Menurut dia, situasi tersebut membuat pemimpin BUMN tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dan pola kerja yang selama ini sudah berjalan.

BUMN tak boleh terlena dengan keberhasilan masa lalu

Agus juga mengingatkan bahwa ukuran perusahaan bukan jaminan bisnis akan tetap bertahan.

Perusahaan dengan aset besar, modal kuat, dan jumlah pegawai yang banyak tetap bisa kehilangan daya saing apabila terlambat membaca perubahan.

Hal serupa berlaku terhadap perusahaan yang selama bertahun-tahun mencatat kinerja positif. Keberhasilan masa lalu belum tentu bisa diulang jika lingkungan bisnis sudah berubah.

“Size is not security. Besarnya perusahaan bukan jaminan keamanan. Demikian pula, past success is not a guarantee of future relevance. Keberhasilan masa lalu tidak otomatis menjamin relevansi perusahaan di masa depan,” ujarnya.

Karena itu, Agus meminta calon pemimpin BUMN memikirkan sejak sekarang apakah bisnis yang mereka kelola masih akan memiliki tempat dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena perubahan dunia saat ini berlangsung jauh lebih cepat. Geopolitik dapat mengubah harga energi, konflik antarnegara bisa mengganggu jalur perdagangan, sementara perang dagang dapat membuat produk yang sebelumnya kompetitif kehilangan pasar.

Belum lagi perubahan nilai tukar dan suku bunga yang dapat memengaruhi biaya serta kelayakan investasi perusahaan.

AI ikut mengubah peta bisnis

Perubahan teknologi juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Agus menyoroti perkembangan artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah bukan hanya jenis pekerjaan, tetapi juga kebutuhan tenaga kerja, struktur biaya, hingga model bisnis perusahaan.

Artinya, perusahaan tidak cukup hanya menggunakan teknologi baru untuk meningkatkan efisiensi. Pemimpin juga perlu mempertimbangkan apakah teknologi tersebut pada akhirnya akan mengubah cara perusahaan menghasilkan pendapatan.

Hal lain yang perlu diantisipasi adalah transisi energi. Aset yang saat ini memiliki nilai ekonomi tinggi bisa menghadapi tekanan apabila teknologi, kebijakan energi, dan kebutuhan pasar berubah dalam beberapa tahun ke depan.

Perubahan regulasi internasional juga semakin menentukan daya saing perusahaan. Ketentuan mengenai emisi, traceability, keberlanjutan, standar ketenagakerjaan, antisuap, keamanan siber, dan perlindungan data kini semakin berkaitan dengan akses ke pasar dan pembiayaan internasional.

BUMN diminta tidak sekadar mengelola aset

Dalam pandangan Agus, tantangan tersebut menjadi lebih penting bagi BUMN karena perusahaan negara memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia.

BUMN berada di berbagai sektor strategis, termasuk energi, infrastruktur, pembiayaan, logistik, mineral, telekomunikasi, konstruksi dan pangan.

Karena itu, peran BUMN tidak semestinya berhenti pada kepemilikan aset atau pelaksanaan proyek.

Perusahaan negara, menurut Agus, perlu ikut membangun kemampuan industri nasional. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, memperluas pasar, melibatkan industri kecil dan menengah, serta mengembangkan teknologi dan sumber daya manusia.

Pandangan tersebut juga menjadi alasan mengapa hilirisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan pengolahan bahan mentah.

Indonesia perlu melangkah lebih jauh dengan mengembangkan teknologi, meningkatkan kualitas SDM, menciptakan produk bernilai tambah, membangun merek, dan membawa produk nasional ke pasar global.

“Industrialisasi adalah proses membangun kemampuan bangsa, mulai dari kemampuan mengolah sumber daya, menguasai teknologi, mengembangkan sumber daya manusia, memperkuat rantai pasok, menciptakan merek, hingga menembus pasar global,” kata Agus.

Industri nasional masih tumbuh

Peringatan tersebut disampaikan ketika kinerja industri pengolahan nonmigas masih menunjukkan perkembangan positif.

Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.

Sektor ini memberikan kontribusi 16,83 persen terhadap PDB atau sekitar Rp1.102,88 triliun.

Dari sisi investasi, realisasi industri pengolahan nonmigas mencapai Rp199,48 triliun. Nilai tersebut menyumbang 38,89 persen terhadap total investasi nasional.

Sektor manufaktur juga menjadi sumber penyerapan tenaga kerja yang besar. Hingga Februari 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 19,99 juta orang.

Kinerja ekspor pun masih menjadi salah satu kekuatan utama. Pada Januari-Juni 2026, ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD115,50 miliar, atau sekitar 82,03 persen dari total ekspor nasional.

Sementara itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2026 berada di level 53,1. PMI Manufaktur Indonesia juga kembali masuk zona ekspansi dengan skor 50,2.

Untuk Manufacturing Value Added (MVA), Indonesia mencatat nilai sekitar USD275,61 miliar pada 2025. Posisi tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Namun, angka-angka tersebut tidak berarti tantangan ke depan menjadi lebih ringan.

Justru ketika skala industri nasional semakin besar, kemampuan membaca perubahan menjadi semakin penting. Bagi calon pemimpin BUMN, pertanyaannya bukan hanya bagaimana menjaga bisnis tetap tumbuh, tetapi bagaimana memastikan bisnis tersebut masih relevan ketika berbagai risiko datang secara bersamaan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKP Tetapkan Pengakuan dan Perlindungan Bagi 22 Masyarakat Hukum Adat

    KKP Tetapkan Pengakuan dan Perlindungan Bagi 22 Masyarakat Hukum Adat

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.872
    • 0Komentar

    FASILITASI pengakuan dan perlindungan bagi Masyarakat Hukum Adat (MHA) di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil menjadi komitmen Kementerian Kelautan dan Kelautan (KKP). Hal tersebut telah dilakukan KKP sejak tahun 2016 melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL). Selama 5 tahun ini, Ditjen PRL KKP telah menginventarisir sejumlah 32 komunitas di 5 Provinsi yang teridentifikasi […]

  • Besok Peringatan Aksi Bersih-Bersih  Lingkungan Dunia, Wagub Ajak Masyarakat Terlibat Langsung

    Besok Peringatan Aksi Bersih-Bersih Lingkungan Dunia, Wagub Ajak Masyarakat Terlibat Langsung

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 741
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H Mawardi Yahya mengajak para Bupati/Walikota dan jajaran  di  Sumsel untuk terlibat langsung dalam aksi  (Word Cleanup Day)  atau Hari Bersih-Bersih Sedunia  yang jatuh pada hari Sabtu, 19 September 2021. “Melalui aksi bersih-bersih lingkungan ini kita harapkan akan menjadi budaya bagi masyarakat kita,” ucap Wagub  saat menerima audiesi  tim […]

  • BSB Kayuagung Dorong Nasabah Migrasi  ATM Model Chip

    BSB Kayuagung Dorong Nasabah Migrasi ATM Model Chip

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.809
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Kayuagung –Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung menghimbau Nasabahnya Ganti Anjungan Tunai Mandiri Dengan Kartu ATM Model Chip.Hal ini, salah satunya untuk lebih mengamankan kartu dari kejahatan diantaranya skimming. Upaya yang dilakukan Bank milik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ini sebagai peningkatan pelayanan kepada nasabah tetap aman dan nyaman. Nasabah yang masih memiliki kartu lama, diwajibkan […]

  • Mudik Tanpa Drama! Alhamdulillah Libur Lebaran 2025 Lebih Lama, Masjid Jadi Spot Istirahat Nyaman

    Mudik Tanpa Drama! Alhamdulillah Libur Lebaran 2025 Lebih Lama, Masjid Jadi Spot Istirahat Nyaman

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.057
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Mudik selalu jadi momen paling ditunggu, tapi juga paling menantang. Tahun lalu, siapa yang kena jebakan macet berjam-jam di tol? Atau yang harus antre panjang di rest area cuma buat ke toilet? Nah, Lebaran 2025 bakal beda! Pemerintah akhirnya bikin gebrakan dengan memperpanjang libur sekolah jadi sekitar 20 hari, dari 21 Maret sampai 8 […]

  • Returnable Package Makin Mudah, Ada Aturan Baru yang Wajib Diketahui

    Returnable Package Makin Mudah, Ada Aturan Baru yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Bagi pelaku usaha yang berulang kali melakukan kegiatan impor dan ekspor, kemasan bukan tak pembungkus barang. Ada jenis pengemas yang memang dirancang untuk digunakan kembali dalam beberapa kali pengiriman. Pengemas semacam ini dikenal sebagai returnable package. Di Indonesia, returnable package digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengemas karet, ikan, bahan kimia atau gas, […]

  • Pompa, Pipa, & Petani, Inovasi Teknologi Sederhana Hidupkan Sawah Mati

    Pompa, Pipa, & Petani, Inovasi Teknologi Sederhana Hidupkan Sawah Mati

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    BICARA soal  teknologi pertanian, banyak orang membayangkan drone terbang, traktor robotik, atau sensor canggih yang bisa bicara sama petani. Tapi di Desa Kudangwangi, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat “teknologi” yang bikin sawah bergoyang bukanlah hal futuristik. Cukup pompa sederhana dan pipa 12 inch, plus sedikit kerja sama, sawah yang tiga tahun tidur siang kini […]

expand_less
WordPress Archive PrivateContent – User Activities add-on PrivateContent – WordPress Bundle Pack Pro Grid : Ajax Post, Custom Post Display + Filter Pro News Ticker & Marquee for Visual Composer Pro News Ticker & Marquee for WPBakery Page Bilder : Display Post, Custom Post, RSS & WooCommerce ProAuto – Car Detailing, Service & Shop WordPress Theme Probiz – Multipurpose Business and Corporate WordPress Theme Probiz – Portfolio WordPress Theme ProDent | Dental Clinic & Doctor WordPress Theme + Elementor + RTL Product Alerts for WooCommerce