Industri Kreatif & UKM

Catat ! Kata Istri Gubernur Sumsel, Pempek Udang Asli Sungsang Bakal Ikuti Jejak Pempek Ikan  

Foto : Humas Pemprov Sumsel

KETUA Tim Penggerak (TP) PKK Sumsel Hj Feby Deru demi menggali berbagai potensi yang ada di sejumlah kabupaten di Sumsel. Salah satunya adalah, potensi perikanan dan kuliner pempek udang sungsang yang saat ini mulai berkembang pesat.

Kunjungan itu dilakukannya di sela-sela acara menggalakkan penanaman mangrove di sekitar Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Api-Api, Selasa (9/7/2019) lalu.

Didampingi Ketua Dharma Wanita Sumsel Hj Renny Nasrun dan rombongan organisasi kewanitaan di Sumsel mereka menyempatkan diri mampir ke Kampung Nelayan Sungsang menggunakan jalur darat.

Selain menyapa warga sekitar, kedatangannya kali pertama itu tak lain untuk melihat langsung seberapa besar potensi hasil laut dan kuliner berbahan dasar udang di wilayah tersebut. Targetnya ia ingin kuliner pempek udang mengikuti jejak pempek ikan Palembang yang sudah lebih dulu go internasional.

“Kalau pempek ikan semua orang sudah kenal dari Palembang. Sekarang giliran pempek udang Sungsang kita kenalkan juga biar go nasional bila perlu go internasional. Soalnya pempek udang ini khas sekali dan tak kalah lezat. Bagi yang sudah tahu pasti ketagihan,” ujar Feby bersemangat.

Bukan hanya pempek, hasil laut Sungsang yang melimpah membuat aneka jenis olahan udang produksi rumahan warga banyak dijumpai di wilayah tersebut seperti terasi udang, kemplang, kerupuk, tekwan, beragam ikan asin dan lainnya. Namun karena kurangnya pelatihan, pembinaan serta akses masuk yang masih susah alhasil pengemasna yang dilakukan para UKM masih seadanya.

” Kuliner udang di sini banyak sekali. Makanya saya ajak Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel dan juga Dinas Perdagangan kesini. Biar sekalian melihat potensi di daerah perairan ini. Terutama untuk packing produk UKM sekaligus menjalankan program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK,” jelasnya.

Untuk menyemangati pelaku UKM di sana, Feby Deru dan rombongan memborong aneka jenis hasil laut di gudang pengepul seperti udang burung yang biasanya diekspor, kemudian ikan tenggiri, ikan parang, ikan dorang, bawal, kucing dan banyak lagi lainnya.

Menurut Feby, kekayaan laut Sungsang ini harusnya bisa menjadi penopang hidup masyarakat. ” Intinya fokus ya. Jangan meniru daerah lain. Kembangkan saja hasil kekayaan laut ini, buatlah pempek udang dan olahan lain. Eksplorasi dengan kreatif agar olahan kulinernya menjadi menarik. Kita akan support pembiayaan dan pembinaan,” imbuhnya.

Sementara itu Jimmy, salah seorang pekerja di Gudang pengepul ikan Aldo Saputra, di Desa Sungsang III Kabupaten Banyuasin mengungkapkan di gudangnya perhari bisa 2-3 ton ikan dna udang didapat dari nelayan. Selain dijual keluar hasil itulah yang diolah menjadi produk makanan sehari-hari seperti pempek udang.

Karena memang terkenal dengan hasi lautnya yang banyak, diakui Jimmy terkadang banyak pendatang sengaja berkunjung untuk membeli ikan dna udang dalam jumlah besar saat singgah ke kampung mereka.

“Pasti senang kalau dapat kunjungan seperti ini, karena biasanya memancing tamu lain untuk datang kesini membeli ikan-ikan ini,” tutupnya.[**]

 

Penulis : one

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com