Salahgunakan Pupuk Bersubsidi, Dua Orang Tersangka Diamankan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Rabu, 2 Feb 2022
- visibility 629
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BARESKRIM Polri telah menetapkan dua orang tersangka berinisial AEF dan MD yang merupakan pemilik KPL (Kios Pupuk Lengkap) atas kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan menerangkan kerugian negara akibat tindakan kedua oknum tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.
“Penyalahgunaan pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut telah dilakukan oleh AEF dan MD sejak tahun 2020, yang menyebabkan alokasi pupuk tidak tepat sasaran, merugikan petani yang seharusnya menerima dan merugikan negara mencapai Rp30 miliar,” jelas Dirtipideksus Bareskrim Polri, kemaren.
Sejumlah barang bukti telah disita antara lain 2 mobil pick up, enam bendel dokumen eRDKKTA, 5 buah buku dan kartu tani, 1 mesin EDC keluaran Bank BRI, 400 karung pupuk urea bersubsidi dengan berat 20 ton, 200 karung pupuk Phonska bersubsidi dengan berat 10 ton hingga 30 karung pupuk organik seberat 1,5 ton.
Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan juga mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini ke oknum lain yang terlibat sehingga dapat memberikan efek jera pada para pelaku untuk tidak melakukan penyalahgunaan pendistribusian pupuk bersubsidi. “Sehingga, alokasi pupuk bersubsidi dapat tepat sasaran, mampu meringankan beban para petani dan mendukung pemerintah untuk swasembada pangan,” jelas Dirtipideksus Bareskrim Polri.Tribratanews (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi

Saat ini belum ada komentar