Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » TKA Sedikit, Tapi Riuhnya Bisa Bikin Kampung Heboh

TKA Sedikit, Tapi Riuhnya Bisa Bikin Kampung Heboh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 355
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUARA gaduh bisa ditimbang, mungkin beberapa hari terakhir bobotnya melebihi hasil panen sawit di Bayung Lencir.

Bukan karena harimau turun gunung, bukan pula karena harga BBM naik diam-diam, melainkan gara-gara sebuah video viral yang katanya menampilkan TKA Cina kabur ke hutan saat dirazia.

Narasinya dramatis. Ada kata “kabur” ada “hutan” ada “Cina illegal.”

Lengkap sudah bumbu film laga, tinggal kurangnya adalah musik latar dan slow motion. Sayangnya, setelah ditelusuri, ceritanya ambyar. Bukan sinetron, apalagi fakta. Hoaks.

Yang menariknya, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) di Musi Banyuasin tahun 2026 itu cuma 78 orang. Iya, tujuh puluh delapan. Bukan tujuh ratus. Bukan tujuh ribu. Tapi riuhnya? Bisa bikin grup Media Sosial RT kebakaran jenggot dari pagi sampai malam.

Ini menarik karena disinilah kita bisa belajar yang sedikit kadang ributnya bisa berisik, sementara yang banyak justru senyap tak dianggap.

Faktanya begini, dibalik 78 TKA yang sah dan lengkap dokumen, ada 276 tenaga kerja lokal yang bekerja di proyek yang sama.

Mereka berasal dari Mendis, Simpang Bayat, Pangkalan Bayat, Pagar Desa, sampai Sako Suban. Wong kito semua. Keringat asli, nasi bungkus lokal.

Tapi anehnya, yang diviralkan bukan ratusan warga lokal yang dapat kerja. Yang jadi santapan empuk justru puluhan orang asing yang legal.

Ini seperti hajatan besar
yang masak seharian nggak disorot,
yang datang sebentar malah jadi gosip seminggu.

Isu TKA bukan isu kaleng-kaleng. Begitu salah informasi, efeknya bisa panjang.

Warga resah, kepercayaan publik turun, investor mikir dua kali. Padahal di daerah, investasi itu ibarat pompa air.

Kalau jalan, banyak sumur ikut hidup. Kalau macet, yang kering bukan cuma tanah, tapi juga dapur warga.

Disnakertrans Muba sudah buka data seterang lampu jalan ternyata 44 TKA di PT CRBCI Norinco Intl KS, 34 TKA di PT CRBCI dan sisanya tersebar 1-9 orang di beberapa perusahaan.

Semua legal, lengkap paspor, ITAS, RPTKA, sampai PNBP. Ini bukan cerita katanya-katanya, ini angka, ini dokumen dan ini negara bekerja.

 

Transfer skill

Kenapa yang sedikit bisa heboh? karena hoaks itu seperti petasan, kecil, tapi suaranya bikin orang kaget. Sekali meletup, langsung disangka perang dunia.

Media sosial mempercepat semuanya. Jempol sering kali lebih cepat dari otak. Share dulu, cek belakangan. Kalau salah? Tinggal bilang, “Maaf kalau tidak benar.”

Masalahnya, hoaks tak pernah minta maaf ke dampaknya.

Di sinilah sudut pandang yang sering luput. TKA didatangkan bukan buat saingan nasi ‘wong kito’. Mereka umumnya tenaga ahli. Datang membawa keahlian teknis, bukan rebutan lapak.

Target akhirnya jelas transfer skill, proyek jalan, konektivitas hidup, ekonomi bergerak.

Kalau proyek jalan jadi, yang lewat bukan cuma truk perusahaan, tapi pedagang, petani, anak sekolah, dan ambulans desa.

Kadang kita lupa yang kelihatan sedikit di awal, efeknya bisa panjang ke belakang.

Jadi, kritis itu penting. Curiga itu sehat. Tapi kalau semua diselesaikan dengan viralisasi tanpa verifikasi, yang rusak bukan cuma nama orang, tapi juga nalar kolektif.

Disnakertrans sudah sediakan jalur resmi, bahkan nomor WhatsApp pengaduan. Artinya, negara tidak tutup telinga. Tinggal masyarakat mau pakai jalur lurus, atau tetap memilih jalan pintas bernama hoaks.

Di era digital, kita semua media. Tapi jadi media bukan berarti kehilangan tanggung jawab.

Karena sekali hoaks dilepas, kita tak pernah tahu ke mana ia akan melompat dan siapa yang akan tersandung.

Mungkin ini saatnya kita bertanya ke diri sendiri kita mau jadi penambah gaduh, atau penjaga keseimbangan?

TKA di Muba itu sedikit jumlahnya, resmi secara hukum, dan berdampak ekonomi.

Yang perlu diperbanyak bukan prasangka, tapi literasi. Bukan teriak di medsos, tapi cek data. Karena pembangunan tak butuh kegaduhan, tapi kepercayaan.

Dan seperti pepatah lama yang masih relevan sampai hari ini “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.”

Jangan sampai satu hoaks kecil merusak kepercayaan besar yang sedang dibangun bersama. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Honorer Tak Perlu Galau, Bupati : ASN/PNS di Banyuasin Masih Kurang, Yang Penting Disiplin

    Honorer Tak Perlu Galau, Bupati : ASN/PNS di Banyuasin Masih Kurang, Yang Penting Disiplin

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.792
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani menilai keberadaan tenaga honorer masih di butuhkan untuk membantu kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam melayani masyarakat, mengingat Kabupaten Banyuasin sejauh ini masih kekurangan ASN/PNS baik di OPD teknis maupun guru dan kesehatan. Bupati Kabupaten Banyuasin, H. Askolani.SH.,MH  didampingi Wakil H. Slamet.SH mengatakan, setiap OPD dilingkup Pemkab Banyuasin banyak yang tidak punya […]

  • Kolaborasi Sipil-Militer Bangun Sekolah Rakyat di Palembang

    Kolaborasi Sipil-Militer Bangun Sekolah Rakyat di Palembang

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    PALEMBANG akan mulai membangun Sekolah Rakyat Permanen pada Juni 2026. Proyek ini menargetkan 1.000 siswa dari SD hingga SMA, dengan seluruh biaya pendidikan, termasuk seragam, ditanggung Pemerintah Pusat. Inisiatif ini dibuat untuk menekan angka putus sekolah di kalangan keluarga miskin ekstrem di kota terbesar Sumatera Selatan. Pemerintah kota menggunakan lahan seluas 6,9 hektare milik Lanud […]

  • Bupati Banyuasin Lakukan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Sekolah Lakukan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Sekolah

    Bupati Banyuasin Lakukan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Sekolah Lakukan Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru di Sekolah

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.800
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin didampingi Wakil Bupati Banyuasin, Sekda Senen Har, dan Kadis Dinas Pendidikan H. M. Yusuf menggelar Sosialisasi adaptasi kebiasaan baru di dua sekolah yakni, Sekolah SDN 13 Kayuarakuning dan SMPN 2 Kayuarakuning, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Giat ini dalam rangka menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 dilingkungan pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Banyuasin. Bupati […]

  • Sandiaga Dukung Medan Siapkan Trevel Pattern

    Sandiaga Dukung Medan Siapkan Trevel Pattern

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.742
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung upaya pemerintah Kota Medan dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan menyiapkan travel pattern (pola perjalanan) wisatawan dari destinasi super prioritas Danau Toba untuk kemudian singgah di kota Medan dan menikmati keragaman daya tarik, salah satunya kuliner. Menparekraf Sandiaga […]

  • Dubes Thailand Akui Sumsel Mirip Seattle USA

    Dubes Thailand Akui Sumsel Mirip Seattle USA

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.342
    • 0Komentar

    Bersama sekitar delapan orang timnya, Duta Besar Thailand untuk Indonesia Mr Pichayapant Charnbhumidol melakukan pertemuan dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Ruang Rapat Gubernur Selasa (19/9) sore. Dalam kesempatan itu Dubes sempat mengatakan bahwa perkembangan Sumsel kink mirip dengan Kota Seattle di Amerika Serikat.

  • Penyerapan Beras Petani di Sumsel Masih Rendah, Bulog Divre Sumsel Babel  Lanjutkan Program di 2018

    Penyerapan Beras Petani di Sumsel Masih Rendah, Bulog Divre Sumsel Babel Lanjutkan Program di 2018

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 973
    • 0Komentar

    Penyerapan tertinggi berasal dari Belitang hampir mencapai 60%- nya dari 36.000 ton saat ini

expand_less
WordPress Archive Self-Hosted Google Fonts Pro Selin – Creative Coming Soon WordPress Plugin Seline – Creative Photography & Portfolio WordPress Theme Selio – Real Estate Directory Template Kit Sellbiz - Startup and Business Marketplace Elementor Template Kit Sellegance – Responsive and Clean OpenCart Theme Sellegance – Responsive WooCommerce Theme Selling Commander connector plugin for WooCommerce Selo – SEO & Digital Marketing Agency WordPress Theme Sendy Widget Pro