Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » TAWA TAPI TAHU : Kisah Pisau Dua Bilah yang Tak Pernah Saling Sikut

TAWA TAPI TAHU : Kisah Pisau Dua Bilah yang Tak Pernah Saling Sikut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 902
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NAMAKU gunting, Ya… benda kecil dengan dua bilah yang selalu nyempil di laci, di tas ibu-ibu arisan, atau di meja penjahit, jangan salah, meski aku kelihatan sederhana, aku ini saksi sejarah dari zaman cinta monyet sampai zaman cicilan kredit motor. Dari potong kertas ulangan saat bocah SD, sampai motong pita peresmian gedung yang diresmikan pejabat sambil senyum kaku. Aku memang tidak pernah masuk berita besar, tapi tanpaku, dunia bisa jadi lebih berantakan daripada hati mantan yang ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.

Aku sering dibilang “kecil-kecil cabe rawit.” Fungsiku memang sederhana memotong, tapi hei, jangan remehkan kata “memotong.” Pedang bisa memotong perang, pena bisa memotong kebodohan, sedangkan aku, gunting, bisa memotong semua hal remeh-temeh yang bikin manusia ribet.

Mulai dari label baju yang gatel kalau nggak digunting, plastik mie instan yang bikin lapar makin menggila kalau tak segera kubuka, hingga kuku ayam yang terlalu panjang pas lagi dimasak opor lebaran.

Banyak orang tidak sadar, aku punya filosofi hidup. Aku ini terdiri dari dua bilah besi yang kalau sendirian nggak ada artinya. Satu bilah tak bisa memotong apa-apa. Tapi ketika dua bilah itu dipertemukan dengan engsel kecil di tengah, barulah aku bisa bekerja. Itulah hidup sendiri mungkin hebat, tapi berdua bisa lebih tajam.

Pepatah bilang, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Aku contoh nyatanya. Kalau bilahku berpisah, jangankan potong kertas, motong benang pun aku tak mampu. Jadi, buat manusia yang suka ribut gara-gara beda pilihan politik atau rebutan jatah parkir, belajarlah dari aku beda arah, tapi satu tujuan.

Kadang aku juga jadi korban salah pakai, ada ibu-ibu yang seenaknya nyuruh aku motong plastik keras, padahal itu kerjaannya cutter. Ada anak kecil yang maksa pakai aku buat potong kawat, alhasil aku jadi ompong sebelah. Bayangkan rasanya, aku ini ibarat kakek tua yang dipaksa angkat galon Aqua, jelas gemeteran.

Tapi paling lucu kalau aku dipakai buat motong rambut. Halah, padahal rambut manusia itu butuh gunting khusus. Aku yang sehari-hari motong kertas tiba-tiba disuruh jadi tukang salon dadakan. Akhirnya potongannya miring kayak jalan aspal yang separuh belum dicor. Eh, malah ujung-ujungnya aku disalahkan “Guntingnya yang jelek!” Padahal salahnya tanganmu, Bro.

Ada juga kisah heroik, pernah aku dipakai guru SD buat motong pita waktu ada peresmian ruang kelas baru. Rasanya bangga, aku kayak selebriti dadakan. Semua anak tepuk tangan, semua kamera HP nyorot ke arahku. Tapi ya cuma sebentar, setelah itu aku balik lagi ke laci penuh debu. Begitulah hidup sekali-sekali jadi bintang, tapi lebih sering jadi penonton.

Kalau dipikir-pikir, aku ini banyak punya perumpamaan hidup. “Hidup itu kayak gunting, tajam kalau diasah, tapi tumpul kalau dibiarkan”. “Jangan jadi gunting dalam lipatan, manis di luar tapi diam-diam motong hubungan orang.”  dan “Kalau cinta sudah retak, setajam apa pun gunting tak bisa menyambung kembali.”

Manusia sering ribut soal cinta, padahal aku sudah kasih contoh nyata, aku bisa memotong, tapi aku tak bisa menyambung. Itu artinya, jaga baik-baik sebelum terputus.

Pesan ku jangan menyepelekan hal kecil. Lihatlah aku, tubuhku mungil, tapi jasaku besar. Aku ibarat rakyat kecil, kadang diremehkan, tapi tanpa aku, banyak urusan manusia bakal macet. Mau buka hadiah ulang tahun tanpa aku? Ya silakan coba sobek pakai gigi, nanti malah gigi palsu copot duluan.

Hidup manusia pun mirip denganku. Ada engsel yang menyatukan keluarga, sahabat, atau bahkan mimpi. Kalau engsel itu patah, dua bilah kehidupanmu bisa tercerai-berai. Makanya, rawatlah “engsel hidupmu.” Jangan gampang ngambek, jangan suka merusak kepercayaan, karena sekali rusak, yang tersisa cuma dua bilah tumpul tak berguna.

Ketajamanku juga mengajarkan hal penting  tajam bukan untuk melukai, tapi untuk memberi manfaat, manusia kalau tajam lidahnya bisa bikin orang lain sakit hati. Tapi kalau tajam pikirannya, bisa melahirkan karya besar. Jadi, jangan salah gunakan ketajaman, baik itu tajam kata-kata maupun tajam otak. Ingatlah pepatah “Lidah lebih tajam daripada pedang.” Nah, kalau bisa, buatlah lidahmu lebih bermanfaat daripada guntingku.

Aku, gunting, bukan siapa-siapa, aku cuma benda kecil yang sering kau lupakan keberadaannya. Tapi aku ingin kau sadar, betapa besar arti kebersamaan, ketajaman, dan kesederhanaan dalam hidup. Kalau aku saja bisa bermanfaat dengan hanya sepasang bilah, kenapa manusia yang punya otak, hati, dan rasa malah sering ribut tak karuan?

Ingatlah, hidup ini kadang perlu dipotong potong rasa malas, potong niat jahat, potong kebiasaan buruk. Tapi jangan pernah memotong silaturahmi, apalagi memotong hak orang lain.

Jadi kalau lain kali kau membuka laci dan melihatku, jangan hanya bilang, “Oh, ini cuma gunting.” Ingatlah aku sebagai sahabat kecil yang selalu siap membantu, meski kadang aku cuma diam, menunggu tanganmu menggerakkan aku.

Karena aku tahu, seberapa tajam pun aku, tanpa tangan manusia, aku hanyalah besi tak berguna. Tapi sebaliknya, tanpa aku, manusia sering kelimpungan hanya gara-gara seutas benang.

Begitulah hidup kadang hal remeh itulah yang justru bikin dunia tetap berjalan. Salam dari aku, gunting, si pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu setia menunggu giliran.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Tatap Muka Perlu Perhatikan Ini

    Sekolah Tatap Muka Perlu Perhatikan Ini

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    PEMERINTAH pusat telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai 1 Januari 2021. Namun, pembukaan kembali sekolah harus mengutamakan keselamatan siswa-siswi yang masuk rentang usia anak sekolah. Satgas Penanganan Covid-19 pun telah berkoordinasi dengan kementerian terkait, untuk kesiapannya.  Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku mengatakan PTM akan dilaksanakan jika persyaratan-persyaratan yang ditentukan […]

  • Terkait Suspensi, Menhub Fasilitasi Tuntutan Pengemudi Taxi Online

    Terkait Suspensi, Menhub Fasilitasi Tuntutan Pengemudi Taxi Online

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Diadakan operasi simpatik, tidak ada tilang.

  • Update Kamis, Total Kasus Positif COVID -19 di Sumsel Jadi 150 Orang

    Update Kamis, Total Kasus Positif COVID -19 di Sumsel Jadi 150 Orang

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 981
    • 0Komentar

    TOTAL kasus positif COVID-10 di Sumsel menjadi 150 orang setelah ada tambah 6 kasus. Tambahan 6 kasus tersebut berasal  3 dari Palembang dan 3 dari Lubuk Linggau per 30 April 2020. dr Nur Purwoo  Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sumsel menyebutkan  penambahan 6 orang kasus tersebut hasil dari penularan kasus lokal. Saat ini katanya Kota […]

  • PPKM Dilanjutkan Wilayah Jawa-Bali Terbebas dari Level 4

    PPKM Dilanjutkan Wilayah Jawa-Bali Terbebas dari Level 4

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali akan berlanjut dua minggu (21 September – 4 Oktober). Berdasarkan evaluasi, penanganan pandemi COVID-19 terus membaik. Terlihat dari seluruh kabupaten/kota di Jawa-Bali terbebas dari Level 4 dan untuk di luar Jawa/Bali cakupan wilayah di Level 4 turun dari 23 kab/kota menjadi 10 kab/kota. Demikianpun, jangan […]

  • Pastikan Vaksin Berjalan Lancar di Klaten, Presiden RI Tinjau dari Pintu, Begini Harapannya

    Pastikan Vaksin Berjalan Lancar di Klaten, Presiden RI Tinjau dari Pintu, Begini Harapannya

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengawali kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Tengah, Senin (13/9/2021), dengan meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara pintu ke pintu atau door to door di Dukuh Ngledok, Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten. Dilansir dari laman setkab.go.id, Presiden menegaskan peninjauan vaksinasi yang kerap dilakukannya adalah untuk memastikan vaksinasi […]

  • Pemprov Sumsel Berhasil Turunkan Grafik Covid-19, kata Presiden  

    Pemprov Sumsel Berhasil Turunkan Grafik Covid-19, kata Presiden  

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan (Sumel) menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang mampu turunkan grafik kasus Covid-19. Penurunan grafik Covid-19 tersebut disampaikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo dalam Pengarahan presiden RI kepada kepala daerah se-Indonesia tahun 2021 secara virtual, Senin (17/05/21). Jokowi mengatakan, ada 15 provinsi yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 seperti Aceh, Sumut, […]

expand_less
WordPress Archive PharmaCare – Pharmacy and Medical Store WordPress Theme Pharmacy Storefront WooCommerce Theme Pharmaton – Medical and Pharmacy WordPress Theme Phlox Pro – Elementor MultiPurpose WordPress Theme PHLY – Versatile Coming Soon Template PhoneRepair – Mobile Device Shop WordPress Theme Photas – Email Marketing Company Elementor Template Kit Photo Nexus | WordPress Theme Photo Stack Addon for Elementor PhotoCluster 1.8 | Gallery Module for Gmedia plugin