KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani memberikan wejangan (pembekalan) kepada siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi dalam kegiatan Jumpa Tokoh Nasional, akhir pekan lalu.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus menjadi ruang penguatan nilai pendidikan, kepemimpinan, dan kebangsaan bagi siswa.
Dalam pemaparannya, Faisal menjelaskan gagasan besar dalam dunia pendidikan tidak lahir secara individual, melainkan melalui proses diskusi dan kolaborasi.
Ia mencontohkan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang berkembang melalui ruang diskusi komunitas “Perkumpulan Selasa Kliwon”.
“Pemikiran-pemikiran besar Ki Hajar Dewantara tidak lahir dari dirinya sendiri, tetapi hasil diskusi dalam komunitas yang menjadi ruang peer learning,” ujar Faisal.
Menurutnya, konsep tersebut relevan dengan kehidupan siswa SMA Taruna Nusantara yang memiliki ikatan komunitas alumni yang kuat.
Ikatan itu, kata dia, harus menjadi modal sosial dalam membangun jejaring dan kontribusi bagi bangsa.
“Saya yakin komunitas ini akan menumbuhkan rasa persaudaraan, pengabdian, dan dorongan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Bukan menjadi yang terbaik, tetapi memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Faisal juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kualitas sumber daya manusia, paparnya menjadi faktor penentu utama, baik dari aspek intelektual, fisik, maupun karakter.
Ia kemudian membagikan prinsip yang ia pegang sejak muda, yakni menjadikan setiap orang sebagai guru dan setiap tempat sebagai ruang belajar.
“Kita belajar bukan hanya untuk lulus sekolah. Semua pengalaman, termasuk praktik di lapangan, merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Faisal juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai instrumen strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa, termasuk penguasaan teknologi dan penguatan integritas sejak dini.
Selain pembekalan kepemimpinan, Kepala BMKG juga memberikan edukasi kebencanaan kepada siswa. Ia menjelaskan potensi gempa di wilayah Cimahi yang berada dekat dengan Sesar Lembang.
BMKG, lanjutnya telah mengembangkan Earthquake Early Warning System (EEWS) yang dapat memberikan peringatan beberapa detik sebelum guncangan dirasakan.
“Wilayah rawan gempa tidak harus dihindari, tetapi harus dihadapi dengan kesiapsiagaan dan mitigasi risiko yang baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Ardiansyah, menambahkan kehadiran Kepala BMKG menjadi inspirasi bagi siswa dalam momentum Hardiknas.
“Hari ini kita menghadirkan praktisi yang telah berkontribusi langsung di bidang kebencanaan dan pemerintahan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan siswa, termasuk membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran BMKG, antara lain Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani, Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab, Penasihat BMKG Muslim Andri Setiadi, Ketua STMKG Deni Septiadi, serta Koordinator UPT BMKG Provinsi Jawa Barat Teguh Rahayu.
BMKG berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi sains dan kebencanaan di kalangan generasi muda serta memperkuat nilai integritas, kepemimpinan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. (***)