Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Hidup Itu Kayak Ceret, Panas Dulu, Bermanfaat Kemudian

Hidup Itu Kayak Ceret, Panas Dulu, Bermanfaat Kemudian

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 1.063
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HALO, kenalin dulu, aku ini ceret, atau ada juga yang manggil teko, jangan salah, walaupun penampilanku sederhana, tugasku di dapur itu besar, aku ibarat bodyguard air panas, setia menampung, memanaskan, lalu menuangkan dengan sabar. Dari dapur kecil sampai kafe fancy, aku selalu ada.

Setiap kali api menyala di bawah perutku, aku rasanya kayak masuk ruang sauna tanpa tiket. Panas, gerah, tapi sabar, karena aku tahu tugas mulia, mengantar air mendidih buat bikin kopi, teh, atau mie instan di jam genting.

Coba pikirkan, kalau nggak ada aku, manusia bakal panik, gimana caranya bikin kopi pagi-pagi buta?, masa iya langsung minum bubuknya? Bisa-bisa gigi jadi kayak ladang pasir.

Aku sering heran, manusia tuh suka anggap remeh aku, padahal kalau dipikir-pikir, aku ini pahlawan tanpa tanda jasa. Aku bukan cuma wadah air panas, tapi juga pengikat silaturahmi. Dari obrolan tetangga yang mampir cuma buat “ngopi bentar,” sampai rapat keluarga yang dibuka dengan kalimat, “Bikin teh dulu, yok.” Nah, di situlah aku berperan.

Bahkan dapur buatku kayak panggung sandiwara, di sanalah aku beraksi. Panci, wajan, kompor, semua jadi kawan mainku. Kadang aku minder sih, soalnya wajan sering dipuji gara-gara bisa bikin telur dadar setengah matang, panci dipuja karena bisa bikin sop hangat. Aku? Cuma dianggap alat remeh, padahal tanpa aku, air cuma dingin kayak hati mantan pas udah move on.

Kalau udah mulai mendidih, suaraku bersiul, itu bukan tanda marah, tapi kode “Halo manusia, air panas sudah siap!”, Kadang aku merasa jadi MC kondangan, yang tugasnya cuma ngumumin giliran orang lain, tapi tetap penting. Bayangin kalau nggak ada MC, tamu bisa bingung,  kalau nggak ada aku, manusia juga linglung.

Banyak yang nggak tahu, jadi ceret itu ada suka-dukanya, pernah sekali, aku dipakai tanpa air, bayangin aja, perutku kosong, tapi aku disuruh duduk di atas kompor yang menyala. Rasanya pedih, kayak di-ghosting pas lagi sayang-sayangnya. Untung aku nggak gampang patah hati, cuma gosong sedikit di pantat, wajar lah namanya juga dapur.

Aku juga sering dengar manusia ngobrol sambil nunggu aku mendidih. Ada yang curhat soal kerjaan, ada yang curhat soal cinta. Pokoknya aku jadi saksi bisu kehidupan mereka. Dari cerita patah hati sampai gosip artis, semuanya mampir ke telingaku. Kadang aku pengin ikutan nimbrung, tapi ya gimana, aku cuma bisa mendesis, “ssstttt…”

Manusia suka bilang, “air mendidih itu tanda matang.” Nah, sama juga kayak hidup, hidup itu nggak akan matang kalau nggak dipanaskan oleh cobaan. Aku ini bukti nyata, kalau air cuma diem di perutku tanpa api, ya dingin terus. Tapi begitu api menyala, air jadi panas, naik, bahkan sampai mendidih. Itulah titik emas, saat air siap berguna.

Pepatah bilang, “Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit”, aku juga begitu, panas nggak datang sekaligus, tapi perlahan. Begitu pula manusia, sabar aja jalani proses, jangan pengin instan, nanti gosong kayak pantatku.

Pepatah lain bilang, “Air beriak tanda tak dalam”, tapi aku nggak gitu, aku mendidih justru tanda aku penuh, jadi kalau kamu lihat orang rame banget tapi kosong isinya, mungkin dia belum belajar sama aku.

Dari semua pengalaman di dapur, aku belajar satu hal, hidup ini bukan soal siapa yang paling panas, tapi siapa yang paling bermanfaat. Air panas yang aku simpan bisa bikin kopi untuk menyemangati pagi, teh buat nenangin sore, atau mie instan buat pengganjal perut anak kos di tanggal tua. Manfaat itu yang bikin aku merasa hidupku berharga.

Aku cuma ceret, tapi aku sadar, setiap benda di dunia punya perannya masing-masing, jangan remehkan yang kecil, karena bisa jadi justru yang kecil itulah yang bikin hidupmu lebih hangat.

Jadi, kalau suatu hari kamu lagi di dapur dan lihat aku mendidih, jangan cuma buru-buru matiin kompor lalu tuang air panas. Coba ingat pesan dariku, hidup itu kayak ceret. Kamu harus rela dipanaskan, bersabar menunggu, lalu akhirnya bermanfaat buat orang lain. Jangan takut jadi sederhana, karena kesederhanaan justru yang bikin kamu dekat dengan banyak orang.

Ingat, kopi enak, teh harum, atau mie instan gurih nggak akan pernah ada tanpa aku. Jadi, hormatilah teko dan ceret di rumahmu. Kalau manusia bisa menghargai sesama manusia seperti kamu menghargai ceret, mungkin dunia bakal lebih damai.

Aku bukan siapa-siapa, tapi aku selalu ada di setiap momen penting di dapurmu, jadi jangan lupa kalau butuh kehangatan, carilah aku, si ceret yang selalu setia di sudut dapur.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akhir pekan

    Akhir pekan

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.089
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Puisi akhir pekan bisa nemani ente nyatai bersama keluarga, simak Di akhir pekan yang indah ini, Kita menemukan kedamaian dalam sepi. Langit biru cerah, mentari bersinar terang, Hatiku penuh sukacita, bebas dari segala beban. Di taman yang hijau dan berbunga, Kami berjalan berdua, tak ada tergesa. Langkah kami melambat, menikmati setiap detik, Menyatu […]

  • Dipandang Efektif, PPKM Jawa-Bali Berlanjut

    Dipandang Efektif, PPKM Jawa-Bali Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penanganan Covid-19 terus mengalami perbaikan yang ditandai dengan terus menurunnya jumlah daerah yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Untuk daerah Jawa-Bali, Provinsi Bali yang pada periode sebelumnya berada pada Level 4, di periode 6-13 September berhasil turun menjadi Level 3. “Dari 11 […]

  • Nelayan Muba Peroleh 1.036 Paket Konversi BBM ke BBG 

    Nelayan Muba Peroleh 1.036 Paket Konversi BBM ke BBG 

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    KABAR gembira bagi para nelayan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pasalnya perjuangan getol demi realisasi kebutuhan nelayan, oleh Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA ke Kementerian ESDM dengan di back up oleh Pimpinan Komisi VII DPR RI H Ir Alex Noerdin SH MM yang juga mantan Bupati Muba dan Gubernur Sumsel […]

  • Kapolda Kunjungan Kerja Ke Dinas Kesehatan, Polda Bengkulu Targetkan 17 Ribu Masyarakat Divaksin Perhari

    Kapolda Kunjungan Kerja Ke Dinas Kesehatan, Polda Bengkulu Targetkan 17 Ribu Masyarakat Divaksin Perhari

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    KAPOLDA Bengkulu, Irjen Pol. Drs. Guntur setyanto, M.Si., didampingi Karo Ops Polda Bengkulu Kombes Pol. Ddokkes Pembina Tingkat I dr. Ermita, Kabid Humas Kombes Pol. Sudarno S.Sos., M.H., dan Koorspripim AKBP Tonny Kurniawan S.I.K., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kantor badan dinas kesehatan Provinsi Bengkulu. Dalam kunjungan tersebut, kKapolda Bengkulu disambut oleh Kepala Dinas […]

  • HUT TNI ke-74, Dimanfaatkan Gubernur Untuk Ikut Lomba Menembak, Door…

    HUT TNI ke-74, Dimanfaatkan Gubernur Untuk Ikut Lomba Menembak, Door…

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Herman Deru mengikuti Lomba Tembak Reaksi  Eksekutif di Lapangan Tembak MAPOMDAM II Sriwijaya, dalam rangka Memperingati HUT ke-74 TNI Tahun 2019. (30/9/2019) Didampingi  oleh Kapolda Provinsi Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan SIP M. Hum, dan Komandan Pomdam II/Swj Kolonel Cpm Siagian Donald Meyer Baringin […]

  • Potret SD 143 yang Memprihatinkan, Kunjungan Wali Kota yang Membuka Mata

    Potret SD 143 yang Memprihatinkan, Kunjungan Wali Kota yang Membuka Mata

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Derit kayu tua terdengar saat Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, melangkah memasuki SD Negeri 143 di Kecamatan Gandus. Bangunan itu berdiri ringkih, atapnya menganga di beberapa sudut, plafon mengelupas, dan toilet nyaris tak bisa digunakan. Bau tak sedap dari parit mampet menyergap hidung, mengisyaratkan betapa sekolah ini jauh dari kata layak. Dewa menggeleng […]

expand_less
WordPress Archive Travila – Modern Travel & Tour Booking WordPress Theme Travis | Photography WordPress Theme Travisa – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit Travivu – Travel & Tour Booking WordPress Theme TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit Trawell – Travel Blog Elementor Template Kit Treck – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Treely Landscape & Gardening Elementor Template Kit