Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Hidup Itu Kayak Ceret, Panas Dulu, Bermanfaat Kemudian

Hidup Itu Kayak Ceret, Panas Dulu, Bermanfaat Kemudian

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 1.074
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HALO, kenalin dulu, aku ini ceret, atau ada juga yang manggil teko, jangan salah, walaupun penampilanku sederhana, tugasku di dapur itu besar, aku ibarat bodyguard air panas, setia menampung, memanaskan, lalu menuangkan dengan sabar. Dari dapur kecil sampai kafe fancy, aku selalu ada.

Setiap kali api menyala di bawah perutku, aku rasanya kayak masuk ruang sauna tanpa tiket. Panas, gerah, tapi sabar, karena aku tahu tugas mulia, mengantar air mendidih buat bikin kopi, teh, atau mie instan di jam genting.

Coba pikirkan, kalau nggak ada aku, manusia bakal panik, gimana caranya bikin kopi pagi-pagi buta?, masa iya langsung minum bubuknya? Bisa-bisa gigi jadi kayak ladang pasir.

Aku sering heran, manusia tuh suka anggap remeh aku, padahal kalau dipikir-pikir, aku ini pahlawan tanpa tanda jasa. Aku bukan cuma wadah air panas, tapi juga pengikat silaturahmi. Dari obrolan tetangga yang mampir cuma buat “ngopi bentar,” sampai rapat keluarga yang dibuka dengan kalimat, “Bikin teh dulu, yok.” Nah, di situlah aku berperan.

Bahkan dapur buatku kayak panggung sandiwara, di sanalah aku beraksi. Panci, wajan, kompor, semua jadi kawan mainku. Kadang aku minder sih, soalnya wajan sering dipuji gara-gara bisa bikin telur dadar setengah matang, panci dipuja karena bisa bikin sop hangat. Aku? Cuma dianggap alat remeh, padahal tanpa aku, air cuma dingin kayak hati mantan pas udah move on.

Kalau udah mulai mendidih, suaraku bersiul, itu bukan tanda marah, tapi kode “Halo manusia, air panas sudah siap!”, Kadang aku merasa jadi MC kondangan, yang tugasnya cuma ngumumin giliran orang lain, tapi tetap penting. Bayangin kalau nggak ada MC, tamu bisa bingung,  kalau nggak ada aku, manusia juga linglung.

Banyak yang nggak tahu, jadi ceret itu ada suka-dukanya, pernah sekali, aku dipakai tanpa air, bayangin aja, perutku kosong, tapi aku disuruh duduk di atas kompor yang menyala. Rasanya pedih, kayak di-ghosting pas lagi sayang-sayangnya. Untung aku nggak gampang patah hati, cuma gosong sedikit di pantat, wajar lah namanya juga dapur.

Aku juga sering dengar manusia ngobrol sambil nunggu aku mendidih. Ada yang curhat soal kerjaan, ada yang curhat soal cinta. Pokoknya aku jadi saksi bisu kehidupan mereka. Dari cerita patah hati sampai gosip artis, semuanya mampir ke telingaku. Kadang aku pengin ikutan nimbrung, tapi ya gimana, aku cuma bisa mendesis, “ssstttt…”

Manusia suka bilang, “air mendidih itu tanda matang.” Nah, sama juga kayak hidup, hidup itu nggak akan matang kalau nggak dipanaskan oleh cobaan. Aku ini bukti nyata, kalau air cuma diem di perutku tanpa api, ya dingin terus. Tapi begitu api menyala, air jadi panas, naik, bahkan sampai mendidih. Itulah titik emas, saat air siap berguna.

Pepatah bilang, “Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit”, aku juga begitu, panas nggak datang sekaligus, tapi perlahan. Begitu pula manusia, sabar aja jalani proses, jangan pengin instan, nanti gosong kayak pantatku.

Pepatah lain bilang, “Air beriak tanda tak dalam”, tapi aku nggak gitu, aku mendidih justru tanda aku penuh, jadi kalau kamu lihat orang rame banget tapi kosong isinya, mungkin dia belum belajar sama aku.

Dari semua pengalaman di dapur, aku belajar satu hal, hidup ini bukan soal siapa yang paling panas, tapi siapa yang paling bermanfaat. Air panas yang aku simpan bisa bikin kopi untuk menyemangati pagi, teh buat nenangin sore, atau mie instan buat pengganjal perut anak kos di tanggal tua. Manfaat itu yang bikin aku merasa hidupku berharga.

Aku cuma ceret, tapi aku sadar, setiap benda di dunia punya perannya masing-masing, jangan remehkan yang kecil, karena bisa jadi justru yang kecil itulah yang bikin hidupmu lebih hangat.

Jadi, kalau suatu hari kamu lagi di dapur dan lihat aku mendidih, jangan cuma buru-buru matiin kompor lalu tuang air panas. Coba ingat pesan dariku, hidup itu kayak ceret. Kamu harus rela dipanaskan, bersabar menunggu, lalu akhirnya bermanfaat buat orang lain. Jangan takut jadi sederhana, karena kesederhanaan justru yang bikin kamu dekat dengan banyak orang.

Ingat, kopi enak, teh harum, atau mie instan gurih nggak akan pernah ada tanpa aku. Jadi, hormatilah teko dan ceret di rumahmu. Kalau manusia bisa menghargai sesama manusia seperti kamu menghargai ceret, mungkin dunia bakal lebih damai.

Aku bukan siapa-siapa, tapi aku selalu ada di setiap momen penting di dapurmu, jadi jangan lupa kalau butuh kehangatan, carilah aku, si ceret yang selalu setia di sudut dapur.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fasilitas Kredit Rumah ASN, BTN & Pemprov Sumsel Bakal Teken Kesepakatan   

    Fasilitas Kredit Rumah ASN, BTN & Pemprov Sumsel Bakal Teken Kesepakatan   

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.988
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Palembang dalam waktu dekat direncanakan akan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pemberian fasilitas kredit penyediaan rumah yang dipertuntukan bagi  Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemprov Sumsel. Hal tersebut terungkap dalam audensi  Kepala Cabang PT. BTN Liberty Lubis dan  BSCU Head PT. BTN Fidelis Zebua […]

  • HUT RI ke -74, Sumsel Bikin Acara Festival Gapura, Daftar Yuk !!

    HUT RI ke -74, Sumsel Bikin Acara Festival Gapura, Daftar Yuk !!

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H.Herman Deru mengajak masyarakat di daerah ini,  untuk terlibat secara langsung memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74 tahun 2019. Salah satu agenda perlombaan yang sayang jika dilewatkan adalah Festival Gapura HUT RI ke 74 Tahun 2019 dengan Tema “Sumsel Maju Untuk Semua” memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel […]

  • Perbaikan Infrastruktur Dasar Masih Fokus Pemkab OKI

    Perbaikan Infrastruktur Dasar Masih Fokus Pemkab OKI

    • calendar_month Rabu, 22 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.155
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Bupati Ogan Komering Ilir melalui Wakil Bupati Dja’far Shodiq mengatakan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, terutama jalan yang menghubungkan antara desa dan ibukota kecamatan tetap menjadi prioritas Pemda untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi. “Untuk itu, melalui forum Musrenbang rancangan RKPD tahun 2024 kami menghimbau agar permasalahan tersebut dapat dijadikan prioritas sehingga usulan-usulan […]

  • Raker 1, ISNU Karang Agung Ilir Rumuskan 8 Program Unggulan

    Raker 1, ISNU Karang Agung Ilir Rumuskan 8 Program Unggulan

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.445
    • 0Komentar

    PIMPINAN Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Karang Agung Ilir menggelar Rapat Kerja (Raker) kepengurusan periode 2022-2025 di Sekretariat Ansor Banser, Jalan Srikandi, Desa Sri Agung-KAI, akhir pekan lalu. Rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus tersebut, menurut Nur Sodik, M.Pd, Selaku ketua PAC ISNU, merupakan agenda penting guna mewujudkan alur kerja dan […]

  • Sampah Mulai Menumpuk, Wawako Palembang Himbau Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

    Sampah Mulai Menumpuk, Wawako Palembang Himbau Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    WAKIL Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda meninjau tumpukan sampah di jalan akses Jembatan Musi VI, Selasa (5/4/2022) sehingga diminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Tumpukan sampah itu dibuang oleh warga, salah satunya dari pasar yang berada di samping jalan. Saat ini tumpukan sampah itu sudah dibersihkan oleh petugas DLHK dan kecamatan. “Kita berharap agar warga […]

  • Keluarga Sulawesi Selatan Ikut Pertahankan Label Zero Konflik Sumsel

    Keluarga Sulawesi Selatan Ikut Pertahankan Label Zero Konflik Sumsel

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 940
    • 0Komentar

    SELAIN terus menjaga kerukunan internalnya, Gubernur Sumsel H.Herman dengan tegas juga meminta semua anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Sumsel ikut berkontribusi mempertahakan label zero konflik di Sumsel. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sumsel periode 2020-2025 di Ballroom The Zuri Hotel Palembang, Sabtu […]

expand_less
WordPress Archive Travila – Modern Travel & Tour Booking WordPress Theme Travis | Photography WordPress Theme Travisa – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit Travivu – Travel & Tour Booking WordPress Theme TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit Trawell – Travel Blog Elementor Template Kit Treck – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Treely Landscape & Gardening Elementor Template Kit