Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Hidup Itu Kayak Ceret, Panas Dulu, Bermanfaat Kemudian

Hidup Itu Kayak Ceret, Panas Dulu, Bermanfaat Kemudian

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 1.086
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HALO, kenalin dulu, aku ini ceret, atau ada juga yang manggil teko, jangan salah, walaupun penampilanku sederhana, tugasku di dapur itu besar, aku ibarat bodyguard air panas, setia menampung, memanaskan, lalu menuangkan dengan sabar. Dari dapur kecil sampai kafe fancy, aku selalu ada.

Setiap kali api menyala di bawah perutku, aku rasanya kayak masuk ruang sauna tanpa tiket. Panas, gerah, tapi sabar, karena aku tahu tugas mulia, mengantar air mendidih buat bikin kopi, teh, atau mie instan di jam genting.

Coba pikirkan, kalau nggak ada aku, manusia bakal panik, gimana caranya bikin kopi pagi-pagi buta?, masa iya langsung minum bubuknya? Bisa-bisa gigi jadi kayak ladang pasir.

Aku sering heran, manusia tuh suka anggap remeh aku, padahal kalau dipikir-pikir, aku ini pahlawan tanpa tanda jasa. Aku bukan cuma wadah air panas, tapi juga pengikat silaturahmi. Dari obrolan tetangga yang mampir cuma buat “ngopi bentar,” sampai rapat keluarga yang dibuka dengan kalimat, “Bikin teh dulu, yok.” Nah, di situlah aku berperan.

Bahkan dapur buatku kayak panggung sandiwara, di sanalah aku beraksi. Panci, wajan, kompor, semua jadi kawan mainku. Kadang aku minder sih, soalnya wajan sering dipuji gara-gara bisa bikin telur dadar setengah matang, panci dipuja karena bisa bikin sop hangat. Aku? Cuma dianggap alat remeh, padahal tanpa aku, air cuma dingin kayak hati mantan pas udah move on.

Kalau udah mulai mendidih, suaraku bersiul, itu bukan tanda marah, tapi kode “Halo manusia, air panas sudah siap!”, Kadang aku merasa jadi MC kondangan, yang tugasnya cuma ngumumin giliran orang lain, tapi tetap penting. Bayangin kalau nggak ada MC, tamu bisa bingung,  kalau nggak ada aku, manusia juga linglung.

Banyak yang nggak tahu, jadi ceret itu ada suka-dukanya, pernah sekali, aku dipakai tanpa air, bayangin aja, perutku kosong, tapi aku disuruh duduk di atas kompor yang menyala. Rasanya pedih, kayak di-ghosting pas lagi sayang-sayangnya. Untung aku nggak gampang patah hati, cuma gosong sedikit di pantat, wajar lah namanya juga dapur.

Aku juga sering dengar manusia ngobrol sambil nunggu aku mendidih. Ada yang curhat soal kerjaan, ada yang curhat soal cinta. Pokoknya aku jadi saksi bisu kehidupan mereka. Dari cerita patah hati sampai gosip artis, semuanya mampir ke telingaku. Kadang aku pengin ikutan nimbrung, tapi ya gimana, aku cuma bisa mendesis, “ssstttt…”

Manusia suka bilang, “air mendidih itu tanda matang.” Nah, sama juga kayak hidup, hidup itu nggak akan matang kalau nggak dipanaskan oleh cobaan. Aku ini bukti nyata, kalau air cuma diem di perutku tanpa api, ya dingin terus. Tapi begitu api menyala, air jadi panas, naik, bahkan sampai mendidih. Itulah titik emas, saat air siap berguna.

Pepatah bilang, “Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit”, aku juga begitu, panas nggak datang sekaligus, tapi perlahan. Begitu pula manusia, sabar aja jalani proses, jangan pengin instan, nanti gosong kayak pantatku.

Pepatah lain bilang, “Air beriak tanda tak dalam”, tapi aku nggak gitu, aku mendidih justru tanda aku penuh, jadi kalau kamu lihat orang rame banget tapi kosong isinya, mungkin dia belum belajar sama aku.

Dari semua pengalaman di dapur, aku belajar satu hal, hidup ini bukan soal siapa yang paling panas, tapi siapa yang paling bermanfaat. Air panas yang aku simpan bisa bikin kopi untuk menyemangati pagi, teh buat nenangin sore, atau mie instan buat pengganjal perut anak kos di tanggal tua. Manfaat itu yang bikin aku merasa hidupku berharga.

Aku cuma ceret, tapi aku sadar, setiap benda di dunia punya perannya masing-masing, jangan remehkan yang kecil, karena bisa jadi justru yang kecil itulah yang bikin hidupmu lebih hangat.

Jadi, kalau suatu hari kamu lagi di dapur dan lihat aku mendidih, jangan cuma buru-buru matiin kompor lalu tuang air panas. Coba ingat pesan dariku, hidup itu kayak ceret. Kamu harus rela dipanaskan, bersabar menunggu, lalu akhirnya bermanfaat buat orang lain. Jangan takut jadi sederhana, karena kesederhanaan justru yang bikin kamu dekat dengan banyak orang.

Ingat, kopi enak, teh harum, atau mie instan gurih nggak akan pernah ada tanpa aku. Jadi, hormatilah teko dan ceret di rumahmu. Kalau manusia bisa menghargai sesama manusia seperti kamu menghargai ceret, mungkin dunia bakal lebih damai.

Aku bukan siapa-siapa, tapi aku selalu ada di setiap momen penting di dapurmu, jadi jangan lupa kalau butuh kehangatan, carilah aku, si ceret yang selalu setia di sudut dapur.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WNI di Luar Negeri Terkonfirmasi Covid-19 Capai 3.677 Orang

    WNI di Luar Negeri Terkonfirmasi Covid-19 Capai 3.677 Orang

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Luar Negeri (Kemlu) menyatakan, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang terkonfirmasi COVID-19 mencapai 3.677 orang. Hal itu disampaikan melalui akun twitter@Kemlu_RI pada Selasa (2/3/2021) melansir infopublik.id Selain itu, ada penambahan sejumlah 73 orang yang terkonfirmasi COVID-19, dan  tersebar di Bahrain (1 WNI), Panama (3 WNI), Kuwait (1 WNI), dan Hong Kong (68 WNI). Total WNI terkonfirmasi […]

  • Banyak Perpustakaan di Indonesia Belum Penuhi Standar Nasional, Itu Berdasarkan Data

    Banyak Perpustakaan di Indonesia Belum Penuhi Standar Nasional, Itu Berdasarkan Data

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    BERDASARKAN data tahun 2020 ada 253.809 perpustakaan di Indonesia. Dari jumlah tersebut hanya 2 persen saja yang memenuhi standar nasional perpustakaan, kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional RI, Beni Kurniadi saat Talk Show Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat oleh Perpustakaan Nasional RI serta Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perpustakaan Nasional RI dengan Pemprov Sumsel […]

  • Alhamdulillah, Idul Adha 1440 H, Rumah Tahsin dan Tafidz Kamiliyah Sembelih 14 Ekor Hewan Kurban

    Alhamdulillah, Idul Adha 1440 H, Rumah Tahsin dan Tafidz Kamiliyah Sembelih 14 Ekor Hewan Kurban

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    Daging kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat  sekitar RTTK yang kurang mampu, anak yatim dan dhuafa yang berhak menerimanya.

  • Muba Beri Bonus & Semangati Atlet

    Muba Beri Bonus & Semangati Atlet

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    MESKI dipadatkan dengan agenda Pemerintahan, namun tidak membuat Bupati dan Wakil Bupati Muba Dodi -Beni untuk datanf di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke XII di Kota Prabumulih. Buktinya, Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini Rabu (20/11/2019) pagi menyempatkan waktu menyambangi atlet-atlet kontingen Muba di Prabumulih untuk memberikan semangat secara langsung kepada atlet yang sedang berkompetis. […]

  • Media Rutin Soroti Kepala Daerah, Kemendagri Apresiasi

    Media Rutin Soroti Kepala Daerah, Kemendagri Apresiasi

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi kepada media yang memberitakan perilaku tidak baik kepala daerah karena itu bagian dari pengawasan. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Akmal Malik melalui keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021) “Kami sangat apresiasi media yang terus memberitakan perilaku-perilaku tidak baik karena merupakan sanksi yang luar biasa bagi mereka yang […]

  • Lantik Pengurus ISKI Sumsel, Ketua ISKI Pusat : Sarjana Komunikasi Harus Ciptakan Suasana Adem Ayem

    Lantik Pengurus ISKI Sumsel, Ketua ISKI Pusat : Sarjana Komunikasi Harus Ciptakan Suasana Adem Ayem

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.745
    • 0Komentar

    Bertempat di Hotel Luminor, Jl. Jend. Sudirman Palembang, kepengurusan Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi (ISKI) Sumatera Selatan masa bakti 2022-2025 resmi dilantik. Pelantikan langsung dilakukan oleh Ketua Umum ISKI Pusat, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, M.Si, Senin (19/12/2022). Dr. Yenrizal, M.Si selaku Ketua ISKI Wilayah Sumsel yang baru dilantik menyatakan bahwa kepengurusan baru ini akan fokus pada […]

expand_less
WordPress Archive Travila – Modern Travel & Tour Booking WordPress Theme Travis | Photography WordPress Theme Travisa – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit Travivu – Travel & Tour Booking WordPress Theme TRAVOL — Travel Agency Elementor WordPress Theme Travon - Hotel, Flights and Tour Meta Search Affiliate Theme Travosca – Travel Elementor Template Kit Trawell – Travel Blog Elementor Template Kit Treck – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Treely Landscape & Gardening Elementor Template Kit