Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Seni Rupa Jadi Mesin Ekonomi Kreatif, Dari Kuas ke Kurs Rupiah

Seni Rupa Jadi Mesin Ekonomi Kreatif, Dari Kuas ke Kurs Rupiah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
  • visibility 846
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU orang tua kita bilang “seni itu buat menghaluskan budi”, sekarang pepatahnya harus di-upgrade “seni juga bisa menggemukkan dompet dan menambah devisa”. Jangan salah, pameran “Art for Peace and a Better Future” yang digelar SBY Art Community di ASHTA District 8 bukan sekadar ajang pamer lukisan yang bikin orang mangap-mangap sambil selfie. Ini semacam SPBU baru yang ngisi bahan bakar pertumbuhan ekonomi kreatif.

Bayangkan saja, seni rupa itu ibarat rendang, memang awalnya dimasak dengan penuh perasaan, tapi ketika matang, bisa dijual, diekspor, bahkan dijadikan oleh-oleh diplomasi. Nah, ekonomi kreatif kita sedang lapar mesin baru, dan seni rupa hadir bukan cuma sebagai lauk pauk, tapi jadi kompor induksi yang nyalain api pertumbuhan.

Pameran ini menghadirkan 31 karya lukis dengan tema perdamaian, keberlanjutan, dan harapan lintas generasi. Kalau dipikir-pikir, satu lukisan bisa punya nilai dua kali lipat. Pertama, nilai estetika yang bikin penonton terkesima. Kedua, nilai ekonomi yang bisa bikin saldo rekening ikut tersenyum.

Coba bandingkan, harga satu lukisan kadang setara satu unit motor matik, bahkan ada juga yang bisa nyalip harga rumah subsidi. Itu baru lukisan individu, belum lagi kalau bicara multiplier effect. Dari jasa pencetak katalog, sewa galeri, lighting, sampai jualan kopi sachet di pojok pameran semua dapat cuan. Jadi, kalau ada yang bilang seni cuma hobi mahal, ya salah besar. Ini hobi yang bisa jadi pabrik lapangan kerja.

Kemenekraf menyebut ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth, dan pameran ini ibarat test drive mesin baru itu, seni rupa kini bukan hanya urusan kampus seni yang penuh aroma cat minyak, tapi sudah naik kelas jadi mesin pendorong ekonomi.

Ibarat pasar malam, pameran “Art for Peace and a Better Future” bukan sekadar tontonan, tapi juga tempat transaksi ide, karya, bahkan peluang bisnis. Bedanya, di sini tidak ada komidi putar, yang ada adalah lukisan raksasa kolaboratif ukuran 2,5 x 7 meter yang jadi magnet ekonomi. Lukisan ini ibarat billboard ekonomi kreatif, besar, terang, dan mengundang perhatian investor maupun kolektor.

Oleh sebab itu, kalau sawah dikelola baik, hasilnya bisa panen padi, jagung, sampai singkong. Nah, seni rupa itu sama kalau digarap serius, bisa panen uang, devisa, dan branding bangsa. Tapi kalau dianggap sekadar taman hias, ya paling cuma jadi tempat foto-foto.

SBY Art Community dengan melibatkan empat institusi seni plus pelukis profesional sudah kasih contoh gotong royong. Mahasiswa, dosen, pelukis, bahkan Presiden ke-6 turun bareng. Ini bukan sekadar pamer karya, tapi pamer ekosistem. Dari proses kreatif sampai hasil akhir, semua bisa jadi bahan bakar ekonomi kreatif.

Dampak paling nyata tentu ada di dompet seniman. Tapi jangan lupa efek domino-nya lapangan kerja, dari kurator, fotografer, penjaga galeri, sampai tukang parkir, semua kecipratan, branding kota, Jakarta dengan pameran ini jadi magnet wisata seni.

Turis asing bisa mampir, dompet daerah ikut montok, ekonomi digital, setiap karya diunggah ke media sosial, memicu interaksi, konten viral, bahkan peluang NFT dan Pendidikan publik,  anak-anak muda belajar bahwa jadi pelukis itu bukan “nganggur artistik”, tapi bisa jadi profesi keren yang gajinya setara manajer bank.

Dengan kata lain, seni rupa bisa jadi “pupuk” yang menyuburkan ekonomi kreatif, bukan sekadar vas bunga di ruang tamu bangsa.

Ada yang bilang investasi paling aman itu emas, ada juga yang percaya saham, tapi jangan lupa, lukisan juga bisa jadi “emas cair”. Bedanya, kalau emas disimpan di brankas, lukisan bisa dipajang di ruang tamu, bikin tamu klepek-klepek. Jadi kalau ada yang nanya: “Kenapa beli lukisan, bukannya lebih baik nabung?” Jawab saja, “Ya biar duit saya bisa bikin orang senyum, bukan cuma bikin bank senyum.”

Kita sering meremehkan coretan. Padahal dari coretan di dinding gua ribuan tahun lalu, manusia belajar sejarah. Dari coretan kuas sekarang, kita bisa belajar ekonomi. Seni rupa bukan sekadar “lukisan bagus buat wallpaper Instagram”, tapi mesin yang bisa menggerakkan industri, menciptakan kerja, dan menyemai perdamaian.

Pameran “Art for Peace and a Better Future” bukan sekadar etalase lukisan, melainkan showcase bahwa seni rupa adalah mesin ganda, mesin damai sekaligus mesin ekonomi kreatif.

Seperti kata pepatah, “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”, sekali menggelar pameran, perdamaian digelorakan, ekonomi pun ikut berdenyut.

Oleh sebab itu, maka, sudah saatnya kita berhenti memandang seni sebagai pengeluaran, dan mulai melihatnya sebagai investasi, karena kalau kuas bisa menggores perdamaian, kenapa tidak bisa juga menggores pertumbuhan ekonomi?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahan Gambut Terbakar, Tim Gabungan Berhasil Padamkan 5 Hektar Lahan Terbakar di Indragiri Hulu

    Lahan Gambut Terbakar, Tim Gabungan Berhasil Padamkan 5 Hektar Lahan Terbakar di Indragiri Hulu

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.990
    • 0Komentar

    TIM gabungan yang terdiri dari Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Satgas PB BPBD) Kabupaten Indragiri Hulu, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Regdam PT SBL, Kesatuan Pengelolaan Hutan Indragiri, Satpol PP dan masyarakat setempat berhasil memadamkan kebakaran 5 hektar lahan di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, Jumat (8/10). Diketahui jenis […]

  • Sumsel Kirim 3 Pelajar ke Inggris

    Sumsel Kirim 3 Pelajar ke Inggris

    • calendar_month Selasa, 15 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Provinsi Sumatera Selatan mengirim tiga wakil pelajar ke Inggris untuk mengikuti program persiapan menuju Universitas berkoordinasi dengan City College Plymouth. Ketiga siswa tersebut masing-masing, yakni Achmad Farda  Daud (SMAN 1 Palembang), Annisa Nur Afifah (SMAN 17 Palembang) dan Fildha Rafensca Tsanavaro (SMAN 17 Palembang). Mereka akan menjalani program persiapan ini 6 bulan […]

  • Kreativitas PKK Palembang & Bikcik Moya, dari Mie Gabus Kelor hingga Sambal Kulit Nangka

    Kreativitas PKK Palembang & Bikcik Moya, dari Mie Gabus Kelor hingga Sambal Kulit Nangka

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    KALAU ada pepatah “dari dapur dunia bisa berubah,” mungkin itu khusus dititipkan buat Bikcik Moya. Perempuan paruh baya yang hobinya nongkrong di dapur dari pagi sampai sore, bukan untuk ngerumpi sama panci, tapi untuk mengutak-atik resep. Katanya, bau bawang goreng lebih romantis dari parfum mahal. Nah, ketika mendengar kabar ada Lomba Pangan Lokal B2SA (Beragam, […]

  • Elektabilitas Jokowi Terus Unggul, Bukti di Cintai Rakyat

    Elektabilitas Jokowi Terus Unggul, Bukti di Cintai Rakyat

    • calendar_month Jumat, 16 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA-  Berdasarkan hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang dilaksanakan pada 10-19 Oktober 2018 dengan menggunakan metodemultistage random sampling dengan melibatkan jumlah responden 1.200 orang. Menunjukan Elektabilitas Calon Presiden no urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin  mencapai 57,7 persen. Sementara Prabowo-Sandi masih stagnan di bawah 30 persen, yaitu 28,6 persen. “Survei ini membuktikan […]

  • Perdayakan Ekonomi Digital Indonesia, Microsoft Dirikan Pusat Data Pertama di Indonesia

    Perdayakan Ekonomi Digital Indonesia, Microsoft Dirikan Pusat Data Pertama di Indonesia

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.272
    • 0Komentar

      HARI ini Microsoft mengumumkan inisiatif Berdayakan Ekonomi Digital Indonesia, yang menandai komitmen perusahaan dalam pertumbuhan dan transformasi digital masyarakat Indonesia, para developer, ekosistem startup, dunia usaha dan juga pelayanan publik. Sebagai bagian dari inisiatif tersebut, Microsoft juga akan membangun datacenter region pertamanya di Indonesia untuk menghadirkan layanan cloud terpercaya secara lokal, dengan keamanan data kelas dunia, privasi, dan kemampuan […]

  • Horee !! Listrik Pengage Nyala Kembali

    Horee !! Listrik Pengage Nyala Kembali

    • calendar_month Rabu, 16 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 906
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sanga Desa – Setelah padam selama 15 jam terhitung sejak pukul 23.00 WIB Senin (14/1/2019) malam, akhirnya listrik di beberapa Desa di Kecamatan Sanga Desa, yakni Pengage, Air Balui, dan Ngulak kembali normal, Selasa (15/1/2019). Diberitakan sebelumnya listrik padam tersebut akibat pohon durian yang tumbang menimpa tiang listrik, kejadian tersebut dikarenakan hujan deras disertai […]

expand_less
WordPress Archive Carousel Ultimate – Advanced Carousel WordPress Plugin Carrby – Agency Portfolio WordPress Theme Carrentx – Car Rental Elementor Template Kit CarRepair – Local Business Template Kit Carry Hill School – Education WordPress Theme Cars4Rent | Car Rental & Taxi Service WordPress Theme Carsentro – Car Dealer & Listing Company Elementor Template Kit Carshen - Car Detailing Service Car Repair Elementor Template Kit CarSpot – Car Directory Listing WordPress Plugin Carsten – Hotel Booking WordPress Theme