Marching Band Punya Banyak Manfaat untuk Anak, Ini yang Jarang Disadari
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Mentari pagi baru beberapa jam meninggi, namun panasnya sudah begitu menyengat, khas musim kemarau yang tengah melanda Kota Palembang. Di tengah cuaca yang membuat banyak orang memilih berteduh, puluhan anak justru berdiri tegak di atas aspal.
Seragam mereka tampak rapi, sebagian mengenakan jas berwarna merah marun dengan aksen emas, sebagian lagi memakai kostum biru mencolok lengkap dengan topi dan sarung tangan putih. Di tangan mereka tergenggam stik perkusi, sementara di punggung beberapa peserta menggantung alat musik yang bobotnya tidak ringan.
Tak ada keluhan yang terdengar.
Sesekali terdengar aba-aba dari drum major, hitungan demi hitungan dilontarkan dengan suara lantang, dalam hitungan detik, barisan yang semula tampak santai berubah menjadi formasi yang tertata rapi. Setiap langkah harus sama, setiap ayunan tangan harus seragam, dan setiap nada harus dimainkan pada waktu yang tepat.
Di balik penampilan yang hanya berlangsung beberapa menit, tersimpan latihan panjang yang dijalani berbulan-bulan.
Pemandangan seperti itu terlihat dalam Lomba Marching Band Piala Kemerdekaan Gubernur Sumatera Selatan 2026 yang digelar di Palembang, sebanyak 800 peserta dari sembilan kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel) berkumpul untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Namun, jika diperhatikan lebih jauh, perlombaan ini sesungguhnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara.
Marching band sebenarnya bisa menjadi ruang belajar yang mungkin tidak ditemukan sepenuhnya di ruang kelas.
Anak-anak belajar hadir tepat waktu, karena keterlambatan satu orang bisa mengganggu seluruh tim. Mereka belajar mendengarkan instruksi, menjaga konsentrasi di tengah keramaian, hingga mengendalikan rasa gugup saat tampil di depan ratusan pasang mata.
Pacu kebenarian
Oleh sebab itu, mereka juga belajar keberhasilan tidak pernah ditentukan satu orang saja, sebab permainan yang indah ini lahir ketika seluruh anggota bergerak dalam irama yang sama.
Nilai-nilai itulah yang juga disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat membuka Lomba Marching Band Piala Kemerdekaan RI ke 81, Gubernur Sumsel 2026.
Menurut Herman Deru, keberanian tampil di depan umum merupakan kemampuan yang harus terus diasah sejak usia dini. “Ini untuk memacu keberanian anak-anak muda untuk tampil. Tampil itu butuh mental, dan mental itu butuh diasah,” ujarnya.
Ia menilai marching band tidak hanya melatih kemampuan bermusik, tetapi juga membentuk disiplin, kekompakan, dan semangat kebersamaan di antara para anggotanya. Karena itu, Herman Deru berharap para peserta tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan agar mampu membawa nama Sumatera Selatan bersaing di tingkat nasional.
Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd.
Menurutnya, Piala Kemerdekaan menjadi awal dari proses pembinaan atlet muda drum band. Setelah kompetisi ini, PDBI Sumsel akan kembali menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) pada Oktober sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
“Semoga nantinya dari ajang ini lahir anak-anak berprestasi yang membanggakan Sumsel,” katanya.
Pada intinya, manfaat marching band ini memang jauh melampaui tak hanya memainkan alat musik atau berjalan mengikuti irama.
Apalagi di setiap latihan, anak-anak belajar menghargai waktu, selain itu mereka belajar untuk bertanggung jawab terhadap kelompok, membangun kepercayaan diri, bahkan mengendalikan emosi saat tampil, hingga memahami arti kerja sama.
Bekal-bekal itulah yang kelak akan tetap berguna, bahkan ketika mereka tidak lagi mengenakan seragam marching band.
Mungkin itulah alasan mengapa, di bawah terik matahari yang menyengat sekalipun, ratusan anak tetap berdiri tegap sambil menggenggam alat musik mereka.
Bagi mereka, marching band bukan hanya hobi atau perlombaan, permainan ini adalah tempat belajar untuk membentuk pribadi yang lebih disiplin, lebih percaya diri, dan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
