Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Cerita dari Laut yang Tak Pernah Tidur, Transhipment & Traktor Nelayan

Cerita dari Laut yang Tak Pernah Tidur, Transhipment & Traktor Nelayan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 868
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di sebuah desa pesisir yang belum tentu masuk peta Google Maps, tinggallah seorang nelayan tua bernama Pak Dullah. Tiap pagi, beliau bercakap-cakap dengan angin dan ombak, bukan karena kesurupan, tapi karena hidupnya memang lekat dengan laut. Kalau laut bisa ngomong, mungkin mereka udah sahabatan sejak zaman ikan belum bisa berenang cepat.

Suatu pagi, saat Pak Dullah sedang merapikan jaring yang lebih tua dari sandal jepitnya, datang kabar besar dari warung kopi pinggir dermaga. “Pak, katanya Indonesia dapet tambahan kuota tuna!” teriak Jono, anak muda yang baru lulus pelatihan jadi tukang foto prewedding di perahu nelayan.

Pak Dullah yang biasanya kalem mendadak loncat kayak kena patil ikan lele. “Serius kau, Jon? Ini berarti bukan cuma laut yang makin luas, tapi juga harapan kita makin deras!”

Begitulah cara kabar dari Sidang IOTC di La Reunion, Prancis yang lebih terdengar seperti nama sabun hotel menjangkau desa nelayan. Padahal ini bukan kabar receh. Ini kabar kelas dunia. Indonesia, dengan segala kesabaran dan kelihaiannya dalam diplomasi laut, berhasil menambah kuota tiga jenis tuna  bigeye tuna, yellowfin tuna, dan si lincah skipjack tuna alias cakalang. Tambahannya bukan receh, tapi ribuan ton. Itu kalau dikalikan harga pasaran, bisa bikin Pak Dullah nambah bilik buat burung merpati.

Bayangkan Indonesia itu seperti emak-emak arisan yang pinter nego. Di forum IOTC yang isinya negara-negara dengan gigi taring di dunia perikanan, Indonesia bukan cuma duduk manis, tapi aktif menyodorkan proposal. Bahkan 14 proposal dari Indonesia berhasil diadopsi. Kalau ini dunia percintaan, Indonesia itu tipe yang bukan cuma cinta dalam diam, tapi juga aktif ngajak makan malam dan ketemu orang tua.

Negosiasi tentang transhipment alias alih muatan, konservasi hiu, sampai sistem pemantauan kapal alias VMS, semua dilahap habis. Kita bahkan berhasil menggolkan pengecualian soal kehadiran observer (pengamat) di kapal rawai tuna. Artinya? Indonesia nggak cuma pandai melaut, tapi juga lihai mengatur strategi di meja perundingan. Ini bukan main-main. Ini seperti ketika tukang bakso keliling tiba-tiba menang sayembara bisnis nasional.

Indonesia juga jago main tim. Bersama Maladewa, Afrika Selatan, Pakistan, dan Sri Lanka, kita membentuk Coastal States Alliance. Semacam aliansi Avengers versi nelayan, isinya negara-negara pantai yang punya kepentingan sama laut yang sehat, nelayan yang sejahtera.

Kalau dulu suara kita suka kalah sama negara-negara besar dengan kapal segede lapangan bola, sekarang kita nyatuin suara. Karena ya… suara nelayan kecil bisa bergemuruh juga kalau disuarakan bersama.

Tambahan kuota tuna itu bukan cuma soal angka dan tonase. Ini tentang martabat. Tentang nelayan-nelayan seperti Pak Dullah yang akhirnya punya peluang lebih besar untuk dapat hasil laut dengan cara yang adil. Tentang industri perikanan dalam negeri yang bisa tumbuh tanpa harus menunduk pada dominasi kapal asing. Dan tentu saja, tentang Indonesia yang tidak sekadar ‘punya laut’, tapi berdaulat atas lautnya sendiri.

Namun, seperti kata Pak Lotharia Latif, Dirjen Perikanan Tangkap, tambahan kuota bukan alasan untuk serakah. Justru ini saatnya kita menunjukkan bahwa menangkap ikan itu ada etikanya. Harus terukur, pakai alat tangkap yang sesuai, dan dilaporkan dengan rapi. Jangan sampai kita dikira maling di rumah sendiri. Kita bukan pencuri, kita penjaga. Penjaga laut, penjaga masa depan.

Menteri KKP, Pak Trenggono, juga tidak main-main. Beliau mendorong ekonomi biru, konsep yang bukan cuma menguras laut, tapi menjaga keseimbangan. Seolah bilang ke dunia, “Kami bisa makan dari laut tanpa membunuh laut.” Itu kalimat puitis yang seharusnya dicetak di kaos nelayan dan dijual online.

Dan Pak Dullah? Beliau kini makin semangat. Jaringnya ia tambal dengan cinta, perahunya ia cat ulang dengan harapan. Di atas laut yang tak pernah tidur, ia melaut sambil tersenyum, karena tahu bahwa Indonesia sedang bergerak di jalan yang benar. Bukan cuma demi ikan, tapi demi anak cucunya yang kelak bisa berenang di laut yang tetap penuh kehidupan.

Karena di negeri ini, tuna bukan sekadar ikan, tapi simbol perjuangan, keberanian, dan harapan.

Langkah Indonesia dalam memperjuangkan kuota tuna di forum internasional bukan cuma soal diplomasi hebat di ruang ber-AC, tapi juga tentang peluh dan harapan yang menetes di perahu-perahu kecil di pelosok negeri. Ini adalah bukti bahwa negara hadir, tidak sekadar sebagai penonton, tapi sebagai pemain utama dalam menjaga kedaulatan laut.

Dengan kuota yang bertambah, nelayan makin punya peluang. Dengan sistem yang lebih tertib, ikan bisa tetap lestari. Dan dengan semangat kolektif seperti Coastal States Alliance, suara negara-negara berkembang pun kini menggema lebih keras di samudera kebijakan dunia.

Harapan kita sederhana agar laut tetap biru, ikan tetap menari, dan nelayan tetap bisa pulang membawa rezeki, bukan hanya cerita. Karena ketika laut dijaga, masa depan ikut dibela. Dan Indonesia, lewat tangan-tangan cekatan para nelayannya, bisa terus membuktikan bahwa kedaulatan itu bukan soal ukuran kapal, tapi keberanian menjaga laut sendiri.

Dan Pak Dullah? Ia masih tersenyum di dermaga, menatap cakrawala dengan keyakinan baru bahwa esok lusa, cucunya bisa melaut bukan di laut yang kosong, tapi di laut yang penuh kehidupan, dan penuh cinta pada negeri sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas Pers Desak Segera Revisi UU ITE

    Komunitas Pers Desak Segera Revisi UU ITE

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 722
    • 0Komentar

    SEJUMLAH lembaga dan organisasi pers memenuhi undangan dari Kementerian Polhukam Republik Indonesia untuk memberi masukan kepada Tim Kajian Revisi UU ITE yang dikepalai oleh Dr. Sigit Purnomo dari Kedeputian III Polhukam di Jakarta, Rabu. Pertemuan tersebut diikuti ketua dan direktur lembaga yakni Ade Wahyudin (LBH Pers), Wens Manggut (Asosiasi Media Siber Indonesia), Sasmito Madrim (Aliansi […]

  • Tiga Unit Smoke Removal Semprotka  Disinfektan Ke Jalan Protokol

    Tiga Unit Smoke Removal Semprotka Disinfektan Ke Jalan Protokol

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 973
    • 0Komentar

    Tiga unit mobil bermuatan ribuan liter cairan Disinfektan milik Dinas Penangulangan Bencana dan Pemadaman Kebakaran (DPBPK) Kota Palembang, Senin (23/3/2020) disemprotkan di sepanjang jalan protokol. Penyemprotan yang dimodifikasi mengunakan kendaraan Smoke Removal (pengusir asap), air bercampur cairan pembunuh virus Cerona ini, disemprotkan di median, bahu jalan.Tak jarang kendaraan yang melintas,sengaja memandikan kendaraan dengan cairan tersebut. […]

  • Dukung Antikorupsi, Kamar Dagang Asing Bersama Bekerjasama dengan Komisi Antikorupsi Nasional

    Dukung Antikorupsi, Kamar Dagang Asing Bersama Bekerjasama dengan Komisi Antikorupsi Nasional

    • calendar_month Rabu, 26 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 604
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, BANGKOK THAILAND – Kamar Dagang Asing Bersama/Joint Foreign Chambers of Commerce (JFCCT) Bekerjasama dengan Komisi Antikorupsi Nasional guna mendukung antikorupsi/National Anti-Corruption Commission (NACC).   Joint Foreign Chambers of Commerce (JFCCT) mengadvokasi nol toleransi, selain itu bekerjasama juga dengan, Anti-Corruption Organization of Thailand (ACT) dan Thai Collective Action Against Corruption ( CAC) untuk mendukung antikorupsi di […]

  • Terkait Kasus Ini, Polri Kerjasama dengan Polisi Malaysia

    Terkait Kasus Ini, Polri Kerjasama dengan Polisi Malaysia

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    KASUS tenggelamnya kapal pengangkut pekerja migran WNI di perairan Johor Baru, Malaysia, masih terus diusut. Polri pun bekerjasama dengan pihak terkait, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia dan Kepolisian Diraja Malaysia dalam menelusuri pihak pemesan tenaga kerja yang diberangkatkan secara ilegal tersebut. “Terkait kasus ini supply and demand juga pasti ada, tetapi supply and […]

  • Hadiri Seminar Kuliner Palembang Tech Conference IKA Unsri, Ini Tips Singkat Gub Untuk Kaum Milenial

    Hadiri Seminar Kuliner Palembang Tech Conference IKA Unsri, Ini Tips Singkat Gub Untuk Kaum Milenial

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.384
    • 0Komentar

    Sumsel kaya akan khasanah kuliner mulai dari pempek dan turunannya hingga beragam masakan pindang dari berbagai daerah di Sumsel.

  • Vape Berisi Etomidate, Modus Baru Peredaran Narkoba

    Vape Berisi Etomidate, Modus Baru Peredaran Narkoba

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Vape berisi etomidate menjadi modus baru yang mulai digunakan jaringan narkoba lintas negara untuk menyelundupkan barang terlarang ke Indonesia. Modus ini terungkap setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar jaringan peredaran narkotika di Kota Batam, Kepulauan Riau. Pengungkapan tersebut memperlihatkan perubahan cara kerja sindikat dalam mengedarkan narkotika. Jika selama […]

expand_less
WordPress Archive PowerPack Addons for Elementor PowerPack for Beaver Builder PowerZone – Fitness and Gym WordPress Theme Praha – Electrician Experts WordPress Theme Prala – Backpack Traveler Blog Elementor WordPress Theme Pray – Charity / Nonprofit / Fundraising WordPress Preemptive – Business & Finance Elementor Template Kit Pregmom – Pediatrician Clinic Elementor Template Kit Pregnancy – Medical Doctor WordPress Theme Pregnata – Pregnancy Care & Obstetrician Elementor Template Kit