Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Cerita dari Laut yang Tak Pernah Tidur, Transhipment & Traktor Nelayan

Cerita dari Laut yang Tak Pernah Tidur, Transhipment & Traktor Nelayan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 871
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di sebuah desa pesisir yang belum tentu masuk peta Google Maps, tinggallah seorang nelayan tua bernama Pak Dullah. Tiap pagi, beliau bercakap-cakap dengan angin dan ombak, bukan karena kesurupan, tapi karena hidupnya memang lekat dengan laut. Kalau laut bisa ngomong, mungkin mereka udah sahabatan sejak zaman ikan belum bisa berenang cepat.

Suatu pagi, saat Pak Dullah sedang merapikan jaring yang lebih tua dari sandal jepitnya, datang kabar besar dari warung kopi pinggir dermaga. “Pak, katanya Indonesia dapet tambahan kuota tuna!” teriak Jono, anak muda yang baru lulus pelatihan jadi tukang foto prewedding di perahu nelayan.

Pak Dullah yang biasanya kalem mendadak loncat kayak kena patil ikan lele. “Serius kau, Jon? Ini berarti bukan cuma laut yang makin luas, tapi juga harapan kita makin deras!”

Begitulah cara kabar dari Sidang IOTC di La Reunion, Prancis yang lebih terdengar seperti nama sabun hotel menjangkau desa nelayan. Padahal ini bukan kabar receh. Ini kabar kelas dunia. Indonesia, dengan segala kesabaran dan kelihaiannya dalam diplomasi laut, berhasil menambah kuota tiga jenis tuna  bigeye tuna, yellowfin tuna, dan si lincah skipjack tuna alias cakalang. Tambahannya bukan receh, tapi ribuan ton. Itu kalau dikalikan harga pasaran, bisa bikin Pak Dullah nambah bilik buat burung merpati.

Bayangkan Indonesia itu seperti emak-emak arisan yang pinter nego. Di forum IOTC yang isinya negara-negara dengan gigi taring di dunia perikanan, Indonesia bukan cuma duduk manis, tapi aktif menyodorkan proposal. Bahkan 14 proposal dari Indonesia berhasil diadopsi. Kalau ini dunia percintaan, Indonesia itu tipe yang bukan cuma cinta dalam diam, tapi juga aktif ngajak makan malam dan ketemu orang tua.

Negosiasi tentang transhipment alias alih muatan, konservasi hiu, sampai sistem pemantauan kapal alias VMS, semua dilahap habis. Kita bahkan berhasil menggolkan pengecualian soal kehadiran observer (pengamat) di kapal rawai tuna. Artinya? Indonesia nggak cuma pandai melaut, tapi juga lihai mengatur strategi di meja perundingan. Ini bukan main-main. Ini seperti ketika tukang bakso keliling tiba-tiba menang sayembara bisnis nasional.

Indonesia juga jago main tim. Bersama Maladewa, Afrika Selatan, Pakistan, dan Sri Lanka, kita membentuk Coastal States Alliance. Semacam aliansi Avengers versi nelayan, isinya negara-negara pantai yang punya kepentingan sama laut yang sehat, nelayan yang sejahtera.

Kalau dulu suara kita suka kalah sama negara-negara besar dengan kapal segede lapangan bola, sekarang kita nyatuin suara. Karena ya… suara nelayan kecil bisa bergemuruh juga kalau disuarakan bersama.

Tambahan kuota tuna itu bukan cuma soal angka dan tonase. Ini tentang martabat. Tentang nelayan-nelayan seperti Pak Dullah yang akhirnya punya peluang lebih besar untuk dapat hasil laut dengan cara yang adil. Tentang industri perikanan dalam negeri yang bisa tumbuh tanpa harus menunduk pada dominasi kapal asing. Dan tentu saja, tentang Indonesia yang tidak sekadar ‘punya laut’, tapi berdaulat atas lautnya sendiri.

Namun, seperti kata Pak Lotharia Latif, Dirjen Perikanan Tangkap, tambahan kuota bukan alasan untuk serakah. Justru ini saatnya kita menunjukkan bahwa menangkap ikan itu ada etikanya. Harus terukur, pakai alat tangkap yang sesuai, dan dilaporkan dengan rapi. Jangan sampai kita dikira maling di rumah sendiri. Kita bukan pencuri, kita penjaga. Penjaga laut, penjaga masa depan.

Menteri KKP, Pak Trenggono, juga tidak main-main. Beliau mendorong ekonomi biru, konsep yang bukan cuma menguras laut, tapi menjaga keseimbangan. Seolah bilang ke dunia, “Kami bisa makan dari laut tanpa membunuh laut.” Itu kalimat puitis yang seharusnya dicetak di kaos nelayan dan dijual online.

Dan Pak Dullah? Beliau kini makin semangat. Jaringnya ia tambal dengan cinta, perahunya ia cat ulang dengan harapan. Di atas laut yang tak pernah tidur, ia melaut sambil tersenyum, karena tahu bahwa Indonesia sedang bergerak di jalan yang benar. Bukan cuma demi ikan, tapi demi anak cucunya yang kelak bisa berenang di laut yang tetap penuh kehidupan.

Karena di negeri ini, tuna bukan sekadar ikan, tapi simbol perjuangan, keberanian, dan harapan.

Langkah Indonesia dalam memperjuangkan kuota tuna di forum internasional bukan cuma soal diplomasi hebat di ruang ber-AC, tapi juga tentang peluh dan harapan yang menetes di perahu-perahu kecil di pelosok negeri. Ini adalah bukti bahwa negara hadir, tidak sekadar sebagai penonton, tapi sebagai pemain utama dalam menjaga kedaulatan laut.

Dengan kuota yang bertambah, nelayan makin punya peluang. Dengan sistem yang lebih tertib, ikan bisa tetap lestari. Dan dengan semangat kolektif seperti Coastal States Alliance, suara negara-negara berkembang pun kini menggema lebih keras di samudera kebijakan dunia.

Harapan kita sederhana agar laut tetap biru, ikan tetap menari, dan nelayan tetap bisa pulang membawa rezeki, bukan hanya cerita. Karena ketika laut dijaga, masa depan ikut dibela. Dan Indonesia, lewat tangan-tangan cekatan para nelayannya, bisa terus membuktikan bahwa kedaulatan itu bukan soal ukuran kapal, tapi keberanian menjaga laut sendiri.

Dan Pak Dullah? Ia masih tersenyum di dermaga, menatap cakrawala dengan keyakinan baru bahwa esok lusa, cucunya bisa melaut bukan di laut yang kosong, tapi di laut yang penuh kehidupan, dan penuh cinta pada negeri sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK Kemenperin Jadi Magnet Baru, Bikin Anak Muda ‘Keracunan Produktif’

    SMK Kemenperin Jadi Magnet Baru, Bikin Anak Muda ‘Keracunan Produktif’

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.736
    • 0Komentar

    DULU, kalau bilang SMK, orang tua suka merutuk “Ah, itu sekolah tukang, jangan harap masa depan cemerlang”, sekarang malah berbalik 180 derajat,  pasalnya SMK binaan Kemenperin malah jadi magnet baru buat anak muda, karena rasio pendaftar tahun 2025 tembus 1 banding 10,7. Coba pikirkan satu kursi direbut sebelas orang!, kalau dulu rebutan SMA cuma soal […]

  • Kasus Sembuh di Muba Kembali Bertambah  24 Kasus

    Kasus Sembuh di Muba Kembali Bertambah  24 Kasus

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (19/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 24 kasus sembuh, dengan demikian total kasus sembuh di Muba menjadi sebanyak 276 kasus. Diketahui, sejak beberapa hari belakangan kasus sembuh COVID-19 di Muba terus bertambah, ini menyusul karena belakangan kasus positif COVID-19 di Muba sempat melonjak. “Ya, hari ini per 19 Oktober 2020 kasus sembuh […]

  • 4 Orang Warga Sumsel Nekat Datangi Kantor Gubernur, Ada Apa ?

    4 Orang Warga Sumsel Nekat Datangi Kantor Gubernur, Ada Apa ?

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    EMPAT Orang warga dari empat Kabupaten di Sumatera Selatan nekat mendatangi Kantor Gubernur Sumsel, guna bertemu langsung Gubernur Sumsel Herman Deru, Kamis sore kemarin. Uniknya ke empat orang itu berasal dari  daerah yang berbeda, yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan [OKUS], Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dan Kabupaten Lahat. Diketahui, mereka bernama […]

  • Greysia Polii/Apriyani Rahayu Diberi Hadiah Rumah Senilai Rp Rp 3,55 miliar, Menpora : Perjuangan Keduanya Layak di Apresiasi

    Greysia Polii/Apriyani Rahayu Diberi Hadiah Rumah Senilai Rp Rp 3,55 miliar, Menpora : Perjuangan Keduanya Layak di Apresiasi

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 628
    • 0Komentar

    MENPORA Amali bersama Ketum PBSI Agung Firman Sampurna dan Dirut PIK 2 Nono Sampono, menyaksikan peraih medali emas ganda putri bulutangkis Indonesia pada Olimpiade Tokyo, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Coach Eng Hian, menerima hadiah rumah dari pengembang Agung Sedayu Group dan Salim Group. Mereka mendapatkan rumah di kawasan elit Pantai Indah Kapuk 2 dengan nilai masing-masing […]

  • Republik dan Dua Racun Bakal Meriahkan Kampanye JKMA di Sekayu

    Republik dan Dua Racun Bakal Meriahkan Kampanye JKMA di Sekayu

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Sekayu- Berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan KPU, Rabu (10/4/2019) pukul 14.00 WIB pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf (JKMA) akan melaksanakan kampanye terbuka di bumi Serasan Sekate, yakni tepatnya di Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu. Dipastikan pada rangkaian ini akan dihadiri puluhan ribu massa pendukung militan (JKMA) yang berasal dari berbagai elemen organisasi dan sayap […]

  • Menyongsong Kebangkitan Bambu Indonesia

    Menyongsong Kebangkitan Bambu Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.773
    • 0Komentar

    BAMBU Indonesia tengah memasuki episode baru. Sebuah dokumen strategi nasional (stranas) sedang disiapkan. Dokumen ini akan menjadi acuan bersama lintas sektor dan para pemangku kepentingan, dalam pengembangan bambu terintegrasi hulu-tengah-hilir di Indonesia. “Semoga penyusunan stranas ini menjadi momentum bagi kebangkitan bambu di Indonesia,” ujar, Dr. Agus Justianto, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi (BLI), dalam sambutannya […]

expand_less
WordPress Archive PowerPack Addons for Elementor PowerPack for Beaver Builder PowerZone – Fitness and Gym WordPress Theme Praha – Electrician Experts WordPress Theme Prala – Backpack Traveler Blog Elementor WordPress Theme Pray – Charity / Nonprofit / Fundraising WordPress Preemptive – Business & Finance Elementor Template Kit Pregmom – Pediatrician Clinic Elementor Template Kit Pregnancy – Medical Doctor WordPress Theme Pregnata – Pregnancy Care & Obstetrician Elementor Template Kit