Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Cerita dari Laut yang Tak Pernah Tidur, Transhipment & Traktor Nelayan

Cerita dari Laut yang Tak Pernah Tidur, Transhipment & Traktor Nelayan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 863
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di sebuah desa pesisir yang belum tentu masuk peta Google Maps, tinggallah seorang nelayan tua bernama Pak Dullah. Tiap pagi, beliau bercakap-cakap dengan angin dan ombak, bukan karena kesurupan, tapi karena hidupnya memang lekat dengan laut. Kalau laut bisa ngomong, mungkin mereka udah sahabatan sejak zaman ikan belum bisa berenang cepat.

Suatu pagi, saat Pak Dullah sedang merapikan jaring yang lebih tua dari sandal jepitnya, datang kabar besar dari warung kopi pinggir dermaga. “Pak, katanya Indonesia dapet tambahan kuota tuna!” teriak Jono, anak muda yang baru lulus pelatihan jadi tukang foto prewedding di perahu nelayan.

Pak Dullah yang biasanya kalem mendadak loncat kayak kena patil ikan lele. “Serius kau, Jon? Ini berarti bukan cuma laut yang makin luas, tapi juga harapan kita makin deras!”

Begitulah cara kabar dari Sidang IOTC di La Reunion, Prancis yang lebih terdengar seperti nama sabun hotel menjangkau desa nelayan. Padahal ini bukan kabar receh. Ini kabar kelas dunia. Indonesia, dengan segala kesabaran dan kelihaiannya dalam diplomasi laut, berhasil menambah kuota tiga jenis tuna  bigeye tuna, yellowfin tuna, dan si lincah skipjack tuna alias cakalang. Tambahannya bukan receh, tapi ribuan ton. Itu kalau dikalikan harga pasaran, bisa bikin Pak Dullah nambah bilik buat burung merpati.

Bayangkan Indonesia itu seperti emak-emak arisan yang pinter nego. Di forum IOTC yang isinya negara-negara dengan gigi taring di dunia perikanan, Indonesia bukan cuma duduk manis, tapi aktif menyodorkan proposal. Bahkan 14 proposal dari Indonesia berhasil diadopsi. Kalau ini dunia percintaan, Indonesia itu tipe yang bukan cuma cinta dalam diam, tapi juga aktif ngajak makan malam dan ketemu orang tua.

Negosiasi tentang transhipment alias alih muatan, konservasi hiu, sampai sistem pemantauan kapal alias VMS, semua dilahap habis. Kita bahkan berhasil menggolkan pengecualian soal kehadiran observer (pengamat) di kapal rawai tuna. Artinya? Indonesia nggak cuma pandai melaut, tapi juga lihai mengatur strategi di meja perundingan. Ini bukan main-main. Ini seperti ketika tukang bakso keliling tiba-tiba menang sayembara bisnis nasional.

Indonesia juga jago main tim. Bersama Maladewa, Afrika Selatan, Pakistan, dan Sri Lanka, kita membentuk Coastal States Alliance. Semacam aliansi Avengers versi nelayan, isinya negara-negara pantai yang punya kepentingan sama laut yang sehat, nelayan yang sejahtera.

Kalau dulu suara kita suka kalah sama negara-negara besar dengan kapal segede lapangan bola, sekarang kita nyatuin suara. Karena ya… suara nelayan kecil bisa bergemuruh juga kalau disuarakan bersama.

Tambahan kuota tuna itu bukan cuma soal angka dan tonase. Ini tentang martabat. Tentang nelayan-nelayan seperti Pak Dullah yang akhirnya punya peluang lebih besar untuk dapat hasil laut dengan cara yang adil. Tentang industri perikanan dalam negeri yang bisa tumbuh tanpa harus menunduk pada dominasi kapal asing. Dan tentu saja, tentang Indonesia yang tidak sekadar ‘punya laut’, tapi berdaulat atas lautnya sendiri.

Namun, seperti kata Pak Lotharia Latif, Dirjen Perikanan Tangkap, tambahan kuota bukan alasan untuk serakah. Justru ini saatnya kita menunjukkan bahwa menangkap ikan itu ada etikanya. Harus terukur, pakai alat tangkap yang sesuai, dan dilaporkan dengan rapi. Jangan sampai kita dikira maling di rumah sendiri. Kita bukan pencuri, kita penjaga. Penjaga laut, penjaga masa depan.

Menteri KKP, Pak Trenggono, juga tidak main-main. Beliau mendorong ekonomi biru, konsep yang bukan cuma menguras laut, tapi menjaga keseimbangan. Seolah bilang ke dunia, “Kami bisa makan dari laut tanpa membunuh laut.” Itu kalimat puitis yang seharusnya dicetak di kaos nelayan dan dijual online.

Dan Pak Dullah? Beliau kini makin semangat. Jaringnya ia tambal dengan cinta, perahunya ia cat ulang dengan harapan. Di atas laut yang tak pernah tidur, ia melaut sambil tersenyum, karena tahu bahwa Indonesia sedang bergerak di jalan yang benar. Bukan cuma demi ikan, tapi demi anak cucunya yang kelak bisa berenang di laut yang tetap penuh kehidupan.

Karena di negeri ini, tuna bukan sekadar ikan, tapi simbol perjuangan, keberanian, dan harapan.

Langkah Indonesia dalam memperjuangkan kuota tuna di forum internasional bukan cuma soal diplomasi hebat di ruang ber-AC, tapi juga tentang peluh dan harapan yang menetes di perahu-perahu kecil di pelosok negeri. Ini adalah bukti bahwa negara hadir, tidak sekadar sebagai penonton, tapi sebagai pemain utama dalam menjaga kedaulatan laut.

Dengan kuota yang bertambah, nelayan makin punya peluang. Dengan sistem yang lebih tertib, ikan bisa tetap lestari. Dan dengan semangat kolektif seperti Coastal States Alliance, suara negara-negara berkembang pun kini menggema lebih keras di samudera kebijakan dunia.

Harapan kita sederhana agar laut tetap biru, ikan tetap menari, dan nelayan tetap bisa pulang membawa rezeki, bukan hanya cerita. Karena ketika laut dijaga, masa depan ikut dibela. Dan Indonesia, lewat tangan-tangan cekatan para nelayannya, bisa terus membuktikan bahwa kedaulatan itu bukan soal ukuran kapal, tapi keberanian menjaga laut sendiri.

Dan Pak Dullah? Ia masih tersenyum di dermaga, menatap cakrawala dengan keyakinan baru bahwa esok lusa, cucunya bisa melaut bukan di laut yang kosong, tapi di laut yang penuh kehidupan, dan penuh cinta pada negeri sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Himbau Daerah Untuk Mengoptimalisasi Posko Demi Mencegah Lonjakan Kasus, Berdasarkan Evaluasi Masih Banyak Daerah Terjadi Lonjakan Kasus

    Satgas Himbau Daerah Untuk Mengoptimalisasi Posko Demi Mencegah Lonjakan Kasus, Berdasarkan Evaluasi Masih Banyak Daerah Terjadi Lonjakan Kasus

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    SATGAS telah mengevaluasi pembentukan Pos komando (posko), kenaikan kasus dan keterisian tempat tidur rumah sakit atau bed of ratio (BOR) pada 15 kabupaten/kota dengan kenaikan kasus tertinggi minggu ini. Hasil evaluasi, terdapat 11 dari 15 kabupaten/kota dengan pembentukan poskos masih rendah yaitu dibawah 50 persen. Sementara 4 lainnya, pembentukan posko sudah diatas 60 persen. “Hal […]

  • Kota Dipercantik, Kupang Tambah Destinasi Wisata Baru

    Kota Dipercantik, Kupang Tambah Destinasi Wisata Baru

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 563
    • 0Komentar

    PT BRANTAS Abipraya (Persero) telah menuntaskan pengerjaan penataan kawasan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kini Kupang memiliki wajah baru yang kian cantik dan dapat menjadi tambahan opsi destinasi wisata masyarakat Indonesia bila ingin menghilangkan rasa lelah. Kawasan kota Kupang inipun telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Dalam pengerjaan ini Brantas Abipraya […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Kasih Penghargaan untuk Kepala Daerah Ini

    BPJS Ketenagakerjaan Kasih Penghargaan untuk Kepala Daerah Ini

    • calendar_month Jumat, 13 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.190
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) KetenagaKerjaan  Pusat memberikan penghargaan kepada Gubernur Sumsel  Herman Deru atas komitmennya dalam melindungi  pekerja/buruh agar  terpenuhinya hak-hak dasar para pekerja yang ada di wilayah Sumsel. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur BPJS KetenagaKerjaan  Wilayah Sumbagsel, Eko Purnomo kepada Gubernur Herman Deru dalam rangkaian peresmian Implementasi New Service Blue […]

  • Rakor di Anjungan Bumi Perkemahan Pramuka

    Rakor di Anjungan Bumi Perkemahan Pramuka

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    GUNA mematangkan diri sebagai tuan rumah Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bhayangkara IV Tingkat Nasional Tahun 2022 (Pertikaranas 2022) di Bumi Perkemahan Gandus-Kwarda Sumsel November 2022 mendatang, Pemprov dan Kwarda Sumsel meminta dukungan dari Pemkab/Pemkot serta Kwarcab Pramuka di masing-masing daerah. Dalam kesempatan Rapat Koordinasi (Rakor)Pembangunan Anjungan Bumi Perkemahan Pramuka di Auditorium Graha Bina Praja […]

  • Ini Dia 6 Jenis Makanan Penambah Imun yang Bisa Mencegah Corona, Silahkan Dikonsumsi

    Ini Dia 6 Jenis Makanan Penambah Imun yang Bisa Mencegah Corona, Silahkan Dikonsumsi

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 544
    • 0Komentar

    LEBIH dari waktu-waktu sebelumnya, menjaga imunitas tubuh penting selama masa pandemi COVID-19. Nah, salah satu cara paling baik untuk menjaga tubuh tetap sehat adalah dengan menerapkan pola makan bergizi. Mengonsumsi makanan bergizi bisa membantu sistem kekebalan tubuh untuk berfungsi secara optimal. Dengan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat, kamu bisa terlindungi dari berbagai macam penyakit, […]

  • Bangun Find X5 Pro, OPPO Gunakan Rekayasa Tingkat Lanjut

    Bangun Find X5 Pro, OPPO Gunakan Rekayasa Tingkat Lanjut

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    SHENZHEN, CHINA- OPPO melakukan lebih dari 300 tes untuk membangun smartphone dengan kecerdasan tinggi, stabilisasi kamera 5 sumbu, tahan air, tahan lama, dan tahan lama. OPPO juga merancang dan mengoptimalkan ratusan proses yang masuk ke dalam konstruksi OPPO Find X5 Pro, untuk memastikan ponsel pertama yang keluar dari jalur produksi dan yang keseribu tidak hanya […]

expand_less
WordPress Archive PowerPack Addons for Elementor PowerPack for Beaver Builder PowerZone – Fitness and Gym WordPress Theme Praha – Electrician Experts WordPress Theme Prala – Backpack Traveler Blog Elementor WordPress Theme Pray – Charity / Nonprofit / Fundraising WordPress Preemptive – Business & Finance Elementor Template Kit Pregmom – Pediatrician Clinic Elementor Template Kit Pregnancy – Medical Doctor WordPress Theme Pregnata – Pregnancy Care & Obstetrician Elementor Template Kit