Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Cerita dari Laut yang Tak Pernah Tidur, Transhipment & Traktor Nelayan

Cerita dari Laut yang Tak Pernah Tidur, Transhipment & Traktor Nelayan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
  • visibility 876
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di sebuah desa pesisir yang belum tentu masuk peta Google Maps, tinggallah seorang nelayan tua bernama Pak Dullah. Tiap pagi, beliau bercakap-cakap dengan angin dan ombak, bukan karena kesurupan, tapi karena hidupnya memang lekat dengan laut. Kalau laut bisa ngomong, mungkin mereka udah sahabatan sejak zaman ikan belum bisa berenang cepat.

Suatu pagi, saat Pak Dullah sedang merapikan jaring yang lebih tua dari sandal jepitnya, datang kabar besar dari warung kopi pinggir dermaga. “Pak, katanya Indonesia dapet tambahan kuota tuna!” teriak Jono, anak muda yang baru lulus pelatihan jadi tukang foto prewedding di perahu nelayan.

Pak Dullah yang biasanya kalem mendadak loncat kayak kena patil ikan lele. “Serius kau, Jon? Ini berarti bukan cuma laut yang makin luas, tapi juga harapan kita makin deras!”

Begitulah cara kabar dari Sidang IOTC di La Reunion, Prancis yang lebih terdengar seperti nama sabun hotel menjangkau desa nelayan. Padahal ini bukan kabar receh. Ini kabar kelas dunia. Indonesia, dengan segala kesabaran dan kelihaiannya dalam diplomasi laut, berhasil menambah kuota tiga jenis tuna  bigeye tuna, yellowfin tuna, dan si lincah skipjack tuna alias cakalang. Tambahannya bukan receh, tapi ribuan ton. Itu kalau dikalikan harga pasaran, bisa bikin Pak Dullah nambah bilik buat burung merpati.

Bayangkan Indonesia itu seperti emak-emak arisan yang pinter nego. Di forum IOTC yang isinya negara-negara dengan gigi taring di dunia perikanan, Indonesia bukan cuma duduk manis, tapi aktif menyodorkan proposal. Bahkan 14 proposal dari Indonesia berhasil diadopsi. Kalau ini dunia percintaan, Indonesia itu tipe yang bukan cuma cinta dalam diam, tapi juga aktif ngajak makan malam dan ketemu orang tua.

Negosiasi tentang transhipment alias alih muatan, konservasi hiu, sampai sistem pemantauan kapal alias VMS, semua dilahap habis. Kita bahkan berhasil menggolkan pengecualian soal kehadiran observer (pengamat) di kapal rawai tuna. Artinya? Indonesia nggak cuma pandai melaut, tapi juga lihai mengatur strategi di meja perundingan. Ini bukan main-main. Ini seperti ketika tukang bakso keliling tiba-tiba menang sayembara bisnis nasional.

Indonesia juga jago main tim. Bersama Maladewa, Afrika Selatan, Pakistan, dan Sri Lanka, kita membentuk Coastal States Alliance. Semacam aliansi Avengers versi nelayan, isinya negara-negara pantai yang punya kepentingan sama laut yang sehat, nelayan yang sejahtera.

Kalau dulu suara kita suka kalah sama negara-negara besar dengan kapal segede lapangan bola, sekarang kita nyatuin suara. Karena ya… suara nelayan kecil bisa bergemuruh juga kalau disuarakan bersama.

Tambahan kuota tuna itu bukan cuma soal angka dan tonase. Ini tentang martabat. Tentang nelayan-nelayan seperti Pak Dullah yang akhirnya punya peluang lebih besar untuk dapat hasil laut dengan cara yang adil. Tentang industri perikanan dalam negeri yang bisa tumbuh tanpa harus menunduk pada dominasi kapal asing. Dan tentu saja, tentang Indonesia yang tidak sekadar ‘punya laut’, tapi berdaulat atas lautnya sendiri.

Namun, seperti kata Pak Lotharia Latif, Dirjen Perikanan Tangkap, tambahan kuota bukan alasan untuk serakah. Justru ini saatnya kita menunjukkan bahwa menangkap ikan itu ada etikanya. Harus terukur, pakai alat tangkap yang sesuai, dan dilaporkan dengan rapi. Jangan sampai kita dikira maling di rumah sendiri. Kita bukan pencuri, kita penjaga. Penjaga laut, penjaga masa depan.

Menteri KKP, Pak Trenggono, juga tidak main-main. Beliau mendorong ekonomi biru, konsep yang bukan cuma menguras laut, tapi menjaga keseimbangan. Seolah bilang ke dunia, “Kami bisa makan dari laut tanpa membunuh laut.” Itu kalimat puitis yang seharusnya dicetak di kaos nelayan dan dijual online.

Dan Pak Dullah? Beliau kini makin semangat. Jaringnya ia tambal dengan cinta, perahunya ia cat ulang dengan harapan. Di atas laut yang tak pernah tidur, ia melaut sambil tersenyum, karena tahu bahwa Indonesia sedang bergerak di jalan yang benar. Bukan cuma demi ikan, tapi demi anak cucunya yang kelak bisa berenang di laut yang tetap penuh kehidupan.

Karena di negeri ini, tuna bukan sekadar ikan, tapi simbol perjuangan, keberanian, dan harapan.

Langkah Indonesia dalam memperjuangkan kuota tuna di forum internasional bukan cuma soal diplomasi hebat di ruang ber-AC, tapi juga tentang peluh dan harapan yang menetes di perahu-perahu kecil di pelosok negeri. Ini adalah bukti bahwa negara hadir, tidak sekadar sebagai penonton, tapi sebagai pemain utama dalam menjaga kedaulatan laut.

Dengan kuota yang bertambah, nelayan makin punya peluang. Dengan sistem yang lebih tertib, ikan bisa tetap lestari. Dan dengan semangat kolektif seperti Coastal States Alliance, suara negara-negara berkembang pun kini menggema lebih keras di samudera kebijakan dunia.

Harapan kita sederhana agar laut tetap biru, ikan tetap menari, dan nelayan tetap bisa pulang membawa rezeki, bukan hanya cerita. Karena ketika laut dijaga, masa depan ikut dibela. Dan Indonesia, lewat tangan-tangan cekatan para nelayannya, bisa terus membuktikan bahwa kedaulatan itu bukan soal ukuran kapal, tapi keberanian menjaga laut sendiri.

Dan Pak Dullah? Ia masih tersenyum di dermaga, menatap cakrawala dengan keyakinan baru bahwa esok lusa, cucunya bisa melaut bukan di laut yang kosong, tapi di laut yang penuh kehidupan, dan penuh cinta pada negeri sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Usulkan GAJI PPPK Dibebankan Pada APBN

    Muba Usulkan GAJI PPPK Dibebankan Pada APBN

    • calendar_month Jumat, 8 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Rekrutmen Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama tetap akan dilaksanakan sembari menunggu Permenpan dan Pemerintah Daerah diminta untuk mengajukan usulan formasi pengadaan PPPK. Hal ini disampaikan oleh Deputi Mutasi BKN Aris Windiyanto pada Rapat koordinasi Kepegawaian Kantor Rwgional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang Tahun 2019 Wilayah Kerja Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu dan […]

  • Gubernur Open House, Ribuan Masyarakat Berbondong-bondong Kunjungi Griya Agung

    Gubernur Open House, Ribuan Masyarakat Berbondong-bondong Kunjungi Griya Agung

    • calendar_month Jumat, 15 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang –  Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, yang jatuh Jumat (15/6/2018) diisi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin dengan serangkaian kegiatan. Tak hanya Sholat Idul Fitri bersama keluarga besar di Masjid Agung, Gubernur juga menggelar Halal Bi Halal bersama ratusan masyarakat dari berbagai lapisan, hingga berujung pada road show ke kediaman […]

  • Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KDRT

    Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan KDRT

    • calendar_month Minggu, 8 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu, Muba- Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Muba menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan KDRT Upaya meningkatkan kualitas hidup dan perlindungan perempuan di Kabupaten Muba. Sosialisasi yang diikuti sangat antusias oleh ratusan peserta ini dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud diwakili Kepala DPPPA Muba Endang […]

  • HUT Kota Palembang, ada lomba gaplek untuk wartawan & ASN di Kominfo

    HUT Kota Palembang, ada lomba gaplek untuk wartawan & ASN di Kominfo

    • calendar_month Selasa, 11 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Sebanyak ratusan peserta yang terdiri dari Awak Media serta ASN di berbagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang padati halaman Kantor Dinas Kominfo kota Palembang, Selasa (11/06).   Diketahui, kehadiran para Awak Media serta ASN tersebut tak lain guna mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan oleh Dinas Kominfo Palembang dalam […]

  • Awas !!, Telat Lapor LHKPN, ASN Muba Bakal di Sanksi

    Awas !!, Telat Lapor LHKPN, ASN Muba Bakal di Sanksi

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba baka memberi sanksi bagi aparatur sipil negara [ASN] yang telat melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk tahun 2019 pada Tahun 2020 lalu.  Di tahun ini target 100% kembali diusahakan oleh Pemkab Muba. Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi pada acara Rapat Koordinasi dalam rangka Sosialisasi Peraturan KPK Nomor 02 Tahun 2020 […]

  • Palembang-Banyuasin Sepakat Bangun Wil.Perbatasan

    Palembang-Banyuasin Sepakat Bangun Wil.Perbatasan

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang – Kab. Banyuasin sepakat dalam membangun wilayah perbatasan.Walikota Palembang, H. Harnojoyo menjelaskan, hal tersebut merupakan suatu kelanjutan yang telah dilaksanakan Walikota sebelumnya, yaitu Edi Santana bersama mantan Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed. “Tapi tadi kami minta jangan hanya seremonial, tetapi harus kongkrit. Seperti contoh kecil masalah PDAM, tidak mungkin Palembang menikmati fasilitas air […]

expand_less
WordPress Archive PowerPack Addons for Elementor PowerPack for Beaver Builder PowerZone – Fitness and Gym WordPress Theme Praha – Electrician Experts WordPress Theme Prala – Backpack Traveler Blog Elementor WordPress Theme Pray – Charity / Nonprofit / Fundraising WordPress Preemptive – Business & Finance Elementor Template Kit Pregmom – Pediatrician Clinic Elementor Template Kit Pregnancy – Medical Doctor WordPress Theme Pregnata – Pregnancy Care & Obstetrician Elementor Template Kit