Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Tiga Hari Tersesat, Dowinta Tetap Waras: Ketika Laut Menguji Cinta & Solidaritas

Tiga Hari Tersesat, Dowinta Tetap Waras: Ketika Laut Menguji Cinta & Solidaritas

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
  • visibility 742
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Kalau cinta diuji lewat cemburu, maka penyuluh KP diuji lewat ombak”

Sumselterkini.co.id,- Begitu kira-kira pengantar pembuka kalau kisah ini dibuat sinetron Ramadan. Tapi ini bukan sinetron. Ini nyata. Ini kisah tentang Dowinta, seorang Penyuluh Kelautan dan Perikanan dari Kepahiang, Bengkulu, yang tiba-tiba harus jadi nahkoda darurat, navigator nasib, sekaligus penenang keluarga di atas kapal yang mogok, di tengah Samudera Hindia, dan tanpa sinyal sama sekali.

Bayangkan niat hati mau menghadiri pemakaman adat suami tercinta di Pulau Enggano, eh, kapal malah nyangkut di tengah laut, mesin mati, angin kencang, sinyal menghilang entah ke mana mungkin ikut tenggelam bersama sinyal cinta mantan.

Sabtu, 24 Mei 2025, harusnya jadi hari perpisahan penuh makna. Tapi justru berubah jadi petualangan bertahan hidup. Tiga hari Dowinta dan keluarga terombang-ambing di lautan seperti sandal jepit hanyut di selokan. Bedanya, ini bukan got, ini Samudera Hindia, Kak!

Yang bikin salut, Dowinta tetap waras. Mungkin karena sudah terbiasa mendampingi nelayan yang sehari-hari hidup berteman ombak. Atau mungkin karena ia tahu, ketika sinyal ponsel hilang, sinyal persaudaraan di kalangan penyuluh justru hidup menyala-nyala.

Seperti pepatah nenek-nenek zaman dulu “Di saat badai datang, jangan cari wifi, tapi cari kawan sejati”. Dan benar saja. Ketika kabar Dowinta hilang kontak tersebar, jaringan penyuluh KP dari Bengkulu sampai Lampung langsung gaspol. Tanpa aba-aba, tanpa gladi resik.

Ketua IPKANI Bengkulu, Rahadian Harry D, langsung ‘angkat jangkar koordinasi’ dan menghubungi kolega di Lampung, Winarto Santosa. Winarto tak mau kalah, langsung menyisir pesisir. Dua penyuluh KP dari Pesisir Barat Muammar dan Okta Purnama jadi superhero lokal. Bukan pakai jubah, tapi pakai Google Maps dan semangat kemanusiaan.

“Kami bergerak secepat mungkin karena tahu, waktu adalah segalanya di laut,” kata Okta Purnama. Kalimat ini cocok dijadikan kutipan kalender dinding, berdampingan dengan foto pemandangan dan burung bangau.

Penyuluh KP sering kali dianggap seperti figuran dalam cerita pembangunan. Padahal, ketika kondisi darurat datang, mereka ini bisa menjelma jadi Tim SAR dengan modal WhatsApp, kompas digital, dan naluri kemanusiaan.

Dowinta akhirnya ditemukan di jarak 27 mil laut dari Pantai Bengkunat. Untung bukan 28 mil, nanti disangka sekuel film bencana. Kapal ditarik ke darat, Dowinta dan keluarga dalam kondisi stabil, hanya perlu teh hangat dan pelukan bukan infus.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, bilang dengan bangga, “Penyuluh KP tidak hanya dibina untuk memberdayakan masyarakat pesisir, tetapi juga siap bertindak dalam situasi darurat” Sebuah pernyataan yang bikin hati hangat, kayak makan pempek kapal selam pakai cuka buatan ibu sendiri.

Di dunia yang makin penuh sinyal tapi miskin rasa, kisah ini jadi tamparan halus. Ketika teknologi tak bisa diandalkan, yang menyelamatkan adalah solidaritas. Dalam banyak hal, laut memang bisa jadi guru kehidupan ia tak pernah memanjakan, tapi juga tak pernah pilih kasih. Laut memperlakukan semua orang sama asal bisa berenang dan tahan angin.

Penyuluh seperti Dowinta dan kawan-kawan adalah manifestasi nyata bahwa pembangunan tak hanya soal data dan dana, tapi soal hati dan aksi. Mereka bukan robot birokrasi. Mereka manusia dengan empati. Di tengah laut pun, mereka tetap jadi penyuluh menyuluh harapan, menyuluh keberanian, menyuluh makna solidaritas.

Tiga hari terombang-ambing bukan waktu yang sebentar. Apalagi tanpa tahu apakah pertolongan akan datang, atau hanya cerita yang kelak muncul di grup WA alumni sebagai “kabar duka”.

Namun Dowinta selamat. Dan bukan hanya karena keberuntungan, tapi karena jaringan manusia yang solid seperti tambang kapal. Kisah ini bukan sekadar cerita dramatis, tapi juga refleksi tentang pentingnya menjaga jaringan kemanusiaan—bukan hanya sinyal ponsel.

Karena ketika laut mengguncang, dan mesin kapal mogok, satu-satunya yang tak pernah rusak adalah cinta dari sesama penyuluh.

Mungkin… dari almarhum suami yang diam-diam masih menjaga dari seberang sana. “Laut bisa membuatmu kecil, tapi solidaritas membuatmu besar”
Dan dalam kisah ini, penyuluh KP tampil gagah tanpa seragam tempur, tanpa spotlight tapi dengan hati sebesar samudera.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi Warga yang Sakit

    Kunjungi Warga yang Sakit

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    HUMALDI  alias Didi (26) Warga Jalan Tuan Patinya, Rumah Susun (Rusun) Blok 9 Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukity Kecil, yang sehari-hari berkerja sebagai karyawan toko Pempek di 26 Ilir terpaksa terhenti lantaran hanya bisa terbaring di atas kasur, tidak bisa berjalan selama 2 bulan. Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda  yang kerap belusukan dan menemui warga […]

  • Kepri Diharapankan Bentuk Satgas Covid, Dengan Adanya Kepulangan Pekerja Migran Indonesia

    Kepri Diharapankan Bentuk Satgas Covid, Dengan Adanya Kepulangan Pekerja Migran Indonesia

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    DALAM upaya mencegah terjadinya penularan virus SARS-CoV-2 dari repatriasi Warga Negara Indonesia (WNI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk melalui wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo memberikan masukan agar pemerintah daerah setempat membentuk organisasi khusus lintas batas atau satgas kepulangan. Melalui satgas khusus […]

  • Relokasi Rumah Warga oleh PTBA, HNU : Harapan Baru, Rumah Baru, Suasana Baru

    Relokasi Rumah Warga oleh PTBA, HNU : Harapan Baru, Rumah Baru, Suasana Baru

    • calendar_month Minggu, 2 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.797
    • 0Komentar

    Plh Bupati Muara Enim  Nasrun Umar mengucapkan Alhamdulillah telah dipersiapkan tempat relokasi perumahan oleh PTBA sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang menurutnya sangat luar biasa. Namun, tentunya suksesnya pelaksanaan yang dilakukan oleh PTBA di dalam melakukan eksplorasinya tentu tidak akan lepas dari peran dan dukungan dari masyarakat utamanya yang berada di sekeliling PTBA. Untuk itu, […]

  • Muba Bakal Bangun 2 Lagi Sekolah Peternakan Rakyat

    Muba Bakal Bangun 2 Lagi Sekolah Peternakan Rakyat

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.390
    • 0Komentar

    PEMKAB segera realisasikan pendirian dua Sekolah Peternakan Rakyat (SPR). Pendirian SPR menyusul  ditandatanganinya  Nota Kesepahaman bersama antara  Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex dengan Rektor IPB Dr Arif Satria SP MSi,  pada 16 Juli 2019 lalu. Dijadwalkan rencana pembangunan SPR direalisasikan dan diawali deklarasi  pada16 Maret mendatang. Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan […]

  • Dukung Program BAZNAS, Pemprov Sumsel Raih BAZNAS Award

    Dukung Program BAZNAS, Pemprov Sumsel Raih BAZNAS Award

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    UNTUK kesekian kalinya kepemimpinan  pasangan Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya diapresiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Apresiasi tersebut ditandai dengan diberikannya penghargaan berupa  “BAZNAS Award 2022” yang diserahkan  langsung oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad yang diterima Wagub Mawardi Yahya bertempat di Golden Ballroom The Sultan […]

  • PWI Muba gelar UKW

    PWI Muba gelar UKW

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba, membuka acara Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (21/8/2023) di Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Musi Banyuasin. Hadir dari asesor senior sekaligus penguji kompetensi  antara lain, Dr. Firdaus Komar ketua PWI Sumsel, Mantan ketua PWI […]

expand_less
WordPress Archive Live Preview Switch Bar for WordPress Live Support Chat – Live Chat 3 LiveBlog for AMP Livemesh Addons for Beaver Builder Livemesh Addons for Elementor Premium LivePreview | Theme Demo Bar for WordPress Livesay – Event & Conference WordPress Theme LiveSmart Video Chat Livestorm Jetpack CRX Addon Livi – Education WordPress Theme