Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Cahaya Harapan di Tengah Abu – Kisah Warga Korban Kebakaran Palembang

Cahaya Harapan di Tengah Abu – Kisah Warga Korban Kebakaran Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • visibility 1.316
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ASAP masih tercium samar di udara, puing-puing kayu hangus berserakan di tanah, berdiri bagai saksi bisu atas ganasnya api yang beberapa hari lalu melalap habis puluhan rumah di Kelurahan 3–4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, serta Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II. Di balik reruntuhan itu, suara tangis anak kecil kadang terdengar, berpadu dengan bisik doa dari warga yang masih berusaha tegar menatap masa depan.

Bagi sebagian besar korban, kehilangan ini bukan sekadar rumah,  karena tempat mereka menaruh kenangan, membesarkan anak, hingga menyimpan harapan.

Kini semuanya hanya tinggal abu. “Saya cuma sempat selamatkan baju di badan,” ucap seorang ibu dengan mata berkaca-kaca. Tangannya menggenggam erat anak balitanya, seolah tak ingin lagi kehilangan apa pun. Trauma masih melekat, dan bayangan api yang melahap rumah terus menghantui.

Namun di balik kesedihan itu, hadir pula cahaya kecil yang memberi penguatan kemarin, Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Palembang, Putri Azizah Prima Salam, datang menyapa para korban. Dengan langkah perlahan ia masuk ke tenda darurat, duduk bersila di antara warga, mendengarkan keluh kesah mereka tanpa sekat. Tak ada jarak antara seorang pejabat dengan rakyatnya yang ada hanyalah empati.

“Bapak, Ibu, anak-anak, tolong tetap tabah. InsyaAllah akan ada jalan keluar, kami hadir untuk menguatkan, untuk menunjukkan bahwa kalian tidak sendirian,” ucapnya, menatap penuh iba wajah-wajah yang masih muram.

Kedatangannya bukan sekadar membawa bantuan berupa beras, air mineral, mie instan, hingga kebutuhan pokok lain. Lebih dari itu, ia membawa harapan. Membawa keyakinan bahwa masih ada orang-orang yang peduli, masih ada tangan yang ingin bergandeng untuk meringankan beban.

Kebakaran bukan sekadar menghanguskan dinding kayu atau perabot rumah tangga. Ia juga menyisakan luka batin, anak-anak yang seharusnya berlari riang di halaman kini takut melihat api. Orang tua yang seharusnya sibuk menyiapkan sarapan kini hanya bisa termenung, memikirkan bagaimana membangun kembali kehidupan dari nol.

“Bukan hanya harta benda yang hilang, hati kami juga ikut terbakar, tapi ketika ada yang peduli, setidaknya kami merasa masih ada harapan,” kata seorang bapak sambil menatap tumpukan barang sisa yang ia selamatkan, sebuah kompor tua, dan sebuah bingkai foto keluarga yang gosong di pinggirnya.

Pesan itu sejalan dengan apa yang disampaikan Putri Azizah. “Musibah kebakaran ini memang berat, tapi jangan pernah merasa sendiri. Kami semua hadir bersama bapak-ibu untuk bangkit lagi. Kita akan saling menguatkan,” ujarnya.

Di balik kesedihan, musibah ini juga menunjukkan satu hal: gotong royong masih menjadi kekuatan masyarakat Palembang. Tetangga yang rumahnya selamat membuka pintu bagi korban. Kerabat yang jauh datang memberi pakaian bekas layak pakai, organisasi, komunitas, dan relawan bergerak tanpa menunggu instruksi, semua tergerak oleh rasa kemanusiaan.

Putri Azizah menegaskan, kepedulian ini adalah inti dari kehidupan bermasyarakat. “Kalau satu jatuh, yang lain harus membantu berdiri. Itulah arti gotong royong. Itulah kekuatan kita,” katanya.

Suasana yang awalnya muram perlahan berubah menjadi sedikit hangat, ada tawa kecil dari anak-anak ketika menerima bingkisan makanan. Ada senyum samar dari seorang nenek saat tangannya digenggam erat oleh relawan,  kehadiran orang-orang yang peduli membuat mereka percaya, bahwa duka ini tak akan mereka hadapi sendirian.

Musibah selalu datang tanpa permisi, tak seorang pun tahu kapan api bisa melahap rumah atau banjir bisa merendam pemukiman. Namun setiap musibah selalu menyimpan pelajaran.

Dari abu yang tersisa, warga belajar arti ketabahan, dari rasa kehilangan, mereka belajar mensyukuri yang masih tersisa, nyawa, keluarga, dan ikatan satu sama lain.

Kunjungan Ka Kwarcab bukan hanya seremonial, melainkan simbol dari pesan moral yang lebih besar bahwa dalam kehidupan, seberat apa pun cobaan, manusia butuh saling menguatkan, sebab tidak ada yang lebih menenangkan hati selain tahu bahwa kita tidak sendirian.

Senja mulai turun di langit Palembang, sisa-sisa cahaya matahari memantul di genangan air bekas pemadaman. Di tenda darurat, warga mulai menata kembali apa yang bisa ditata. Hidup memang tidak akan kembali sama seperti semula, tapi semangat perlahan bangkit.

Seorang anak kecil berlari sambil membawa sebungkus roti dari bantuan yang diterima. Ia tersenyum-senyum polos yang menjadi pengingat, bahwa harapan tidak boleh padam bahwa dari abu sekalipun, kehidupan bisa tumbuh kembali.

Musibah ini meninggalkan luka, tapi juga menumbuhkan solidaritas, dari sinilah, warga Palembang bisa belajar  gotong royong bukan sekadar kata, melainkan kekuatan nyata.

Seperti yang diucapkan Putri Azizah dengan penuh keyakinan, “InsyaAllah selalu ada jalan keluar. Selalu ada cahaya, bahkan di tengah abu sekalipun”.

Kebakaran boleh saja melahap rumah dan harta benda, tapi tidak akan pernah bisa memadamkan semangat untuk bangkit kembali karena selama masih ada kepedulian, harapan akan selalu menyala.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Air Sugihan, Lahannya Luas, tapi Air Bersihnya Langka”

    “Air Sugihan, Lahannya Luas, tapi Air Bersihnya Langka”

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau Air Sugihan bisa curhat, mungkin dia bakal bilang, “Lahan aku sih luas, tapi jangan tanya soal air bersih. Kayak taman luas tapi nggak ada air mancurnya.”. Ya, begitulah nasib kecamatan satu ini. Lahan gambut terbentang sejauh mata memandang, perkebunan menjalar, seperti mie instan yang belum diseduh, tapi untuk urusan air bersih? Masih […]

  • Bupati Banyuasin Sambut Kedatangan Dandrem 044 Gapo

    Bupati Banyuasin Sambut Kedatangan Dandrem 044 Gapo

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani SH MH didampingi Wabup H Slamet diruang kerjanya, Senin (27/7/2020) menerima kunjungan silaturahmi Danrem 044 Gapo Brigjen TNI Jauhari. Sinergi kedua lembaga ini tentu akan berdampak positif. dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing, baik dalam pembangunan, keamanan maupun pelayanan masyarakat. Bahkan orang nomor satu di Banyuasin ini akan melakukan kunjungan balik […]

  • Sumsel Gelar Turnamen E – Sport Gubernur Cup

    Sumsel Gelar Turnamen E – Sport Gubernur Cup

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 818
    • 0Komentar

    SUASANA tampak berbeda pada pembukaan The Final E-Sport Tournament Gubernur Sumsel Cup 2021 Mobile Legends dan PUBG Mobile di Graha Tribun Sumsel, Minggu (12/12/2021). Pasalnya, Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) menjadi salah satu caster untuk pertama kalinya pada pertandingan tersebut. Secara tidak langsung Bapak Pembangunan ini dengan gaya khasnya bersama caster nasional yang berasal […]

  • Entaskan Masalah Banjir, Normalisasi Sungai Masih Jadi Fokus Pemkot Palembang, Salah Satunya di Sekanak, Wawako Ungkap PU Bakal Lakukan Pengerukan Sepanjang 1,2 Km, Ini Anggarannya…

    Entaskan Masalah Banjir, Normalisasi Sungai Masih Jadi Fokus Pemkot Palembang, Salah Satunya di Sekanak, Wawako Ungkap PU Bakal Lakukan Pengerukan Sepanjang 1,2 Km, Ini Anggarannya…

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.250
    • 0Komentar

    UPAYA Pemerintah Kota Palembang dalam mengentaskan permasalahan banjir hingga saat ini masih terus dilakukan, salah satunya dengan melakukan normalisasi sungai yang dinilai berperan penting dalam mengantisipasi banjir ketika tingginya debit air saat musim penghujan. Dalam hal ini, Pemerintah kota Palembang akan segera melakukan normalisasi aliran Sungai Sekanak yang  mengalir menuju kolam retensi Siti Khadijah. Pasalnya, […]

  • Percaya, Banyak Jalan yang Kondisinya Gelam & Serem, Ternyata 2.800 Titik Lampu Jalan di Palembang Rusak

    Percaya, Banyak Jalan yang Kondisinya Gelam & Serem, Ternyata 2.800 Titik Lampu Jalan di Palembang Rusak

    • calendar_month Selasa, 4 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.505
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Banyak jalan -jalan di Kota Palembang yang kondisinya gelap dan menyeramkan lantaran lampunya jalannya pada padam. Banyak Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa mengakui sendiri karena 2.800 titik lampu jalan di Palembang rusak. Hal itu akan dilakukan pemantauan secara langsung olehnya. “Diantaranya berdasarkan hasil pantauan ada sekitar 2.800-an lampu jalan yang rusak. […]

  • Asa Plt Bupati Presiden & Mentan dapat panen sawit di Muba

    Asa Plt Bupati Presiden & Mentan dapat panen sawit di Muba

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 793
    • 0Komentar

    Peluang serta progres perkebunan dan pertanian di Kabupaten Muba menjadi magnet positif bagi kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, sektor perkebunan dan pertanian terus digenjot Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi demi menuju hasil yang signifikan.   Di hadapan Menteri Pertanian, Dr Syahrul Yasin Limpo di kantornya, Jakarta, Selasa (26/7/2022), Pj Bupati Apriyadi melaporkan sejumlah progres […]

expand_less
WordPress Archive Seadive – Scuba Diving Centre Elementor Template Kit SeaFood Company – Fish Restaurant WordPress Theme Sealosca – Sea Adventure Travel Template Kit Search and Filter for WooCommerce Search & Go – Directory WordPress Theme Search & Go – Smart Directory Theme Search Manager | Plugin for WooCommerce and WordPress SearchWP bbPress Integration SearchWP BigCommerce Integration SearchWP Boolean Search Query