Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengapa BI Ubah Cara Main Cadangan Devisa?

Mengapa BI Ubah Cara Main Cadangan Devisa?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENGAPA BI ubah cara main cadangan devisa?, kalau pertanyaan ini diajukan lima tahun lalu, jawabannya mungkin pendek, demi stabilitas dan imbal hasil. Namun  sekarang ceritanya tentu sudah beda.

Sebab, dunia sudah keburu ribut, ekonomi global makin gampang kaget, dan Bank Indonesia tampaknya sadar satu hal penting, yaitu kalau masih pakai cara lama, bisa-bisa bukan untung yang didapat, tapi pusing tujuh keliling.

Hari-hari ini, ekonomi global rasanya seperti grup di media sosial keluarga besar, rame, penuh kabar mendadak, dan kadang bikin deg-degan.

Apalagi dengan suku bunga global kondisinya naik-turun tanpa pamit, dolar AS masih galak, dan geopolitik hobi bikin kejutan. Dalam kondisi seperti ini, cadangan devisa jelas bukan mainan, devisa bukan aset buat gaya-gayaan, tapi alat bertahan hidup ekonomi nasional.

Gampangnya begini, cadangan devisa itu mirip tabungan keluarga. Saat kondisi aman, kerjaan lancar, dan masa depan kelihatan cerah, wajar kalau tabungan diputar biar berkembang.

Tapi kalau hidup mulai penuh tanda tanya, harga naik, dan masa depan agak buram, memutar tabungan terlalu agresif malah kedengaran nekat. Bukan berani, tapi jadinya sembrono.

Selama ini, publik sering melihat cadangan devisa seperti melihat skor pertandingan, besar berarti menang, kecil berarti kalah. Padahal dalam dunia bank sentral, cadangan devisa itu bukan pajangan lemari.

Fungsinya seperti peredam kejut. Ketika pasar global mendadak panik, modal asing kabur, dan nilai tukar tertekan, cadangan devisa inilah yang dipakai untuk menenangkan keadaan supaya ekonomi domestik tidak ikut terjungkal.

Nah, di bagian ini ceritanya mulai berubah. Bank Indonesia tak lagi menaruh fokus utama pada mengejar imbal hasil. Urutan klasik pengelolaan cadangan devisa safety, liquidity, return sekarang dijalankan dengan disiplin lebih ketat. Keamanan dan likuiditas didahulukan, urusan untung menyusul. Ini bukan tanda BI takut risiko, tapi tanda BI paham risiko.

Kalau ditarik ke buku teks ekonomi, langkah ini masuk akal. Banyak studi pascakrisis global menunjukkan bahwa negara yang paling tahan banting bukan yang paling agresif mengejar cuan, melainkan yang punya bantalan cukup saat krisis datang tanpa undangan.

Cadangan devisa yang aman dan likuid memberi ruang bagi bank sentral untuk menjaga nilai tukar, menahan inflasi impor, dan mencegah kepanikan menyebar ke mana-mana.

Sinyal perubahan ini terasa jelas, dalam Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026 bertema “Beyond the Old Playbook” : Embracing a New Paradigm in Global Investment” di Bali diselenggarakan pada 29-30 Januari 2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menegaskan pentingnya paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa yang adaptif dan berhati-hati demi menjaga stabilitas makro dan ketahanan eksternal. Terjemahan bebasnya cara lama sudah tidak cukup.

FIT 2026 sendiri bukan sekadar ajang seminar sambil ngopi. Ini panggung pesan ke dunia bahwa Indonesia paham permainan baru. Stabilitas makro, hilirisasi, UMKM, pembiayaan, sampai digitalisasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Pelaku global

Semua disatukan dalam orkestrasi kebijakan supaya ekonomi nasional tidak gampang limbung ketika dunia mendadak oleng. Menariknya, pendekatan yang lebih kalem ini justru disambut positif oleh pelaku global. Global Head of Asset Allocation Invesco, Paul Jackson, menilai Indonesia relatif tangguh di tengah volatilitas global.

Investor hari ini tidak lagi sekadar cari negara dengan pertumbuhan tinggi, tapi negara yang tidak gampang panik saat keadaan memburuk. Dalam bahasa pasarnya tahan banting lebih seksi daripada sekadar cepat lari.

Namun ada sisi lain yang kerap luput dari perhatian. Fokus publik lebih banyak tertuju pada optimisme dan prospek cerah, padahal perubahan cara main cadangan devisa justru lahir dari pembacaan BI bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja.

BI tampaknya membaca  ketidakpastian global bisa panjang. Maka cadangan devisa diposisikan sebagai jangkar, bukan mesin balap.

Dampaknya memang tidak selalu kelihatan di permukaan. Tapi stabilitas nilai tukar membantu menahan harga barang impor. Sistem keuangan yang tenang menjaga kredit tetap mengalir.

Oleh sebab itu, kepercayaan investor memastikan pembangunan tidak tersendat. Semua bekerja senyap, tidak heboh, tapi menentukan. Seperti rem mobil yang jarang dipuji, tapi dicari saat darurat.

Ujung-ujungnya, mengapa BI ubah cara main cadangan devisa? Karena dunia sudah berubah dan pura-pura santai justru berbahaya. Di tengah ketidakpastian, kehati-hatian bukan tanda pengecut, tapi tanda kematangan kebijakan. Lebih baik siap menghadapi hujan daripada sibuk berharap cuaca cerah terus.

Orang tua dulu punya pepatah sederhana, katanya “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.”
Oleh karena itu, Bank Indonesia tampaknya sedang memilih berakit lebih dulu, capek sedikit di awal agar ekonomi Indonesia tetap bisa berenang dengan aman ketika arus global makin deras. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantau Vaksinasi Covid-19, Wawako : Masyarakat Tak Perlu Rasa Takut Berlebihan

    Pantau Vaksinasi Covid-19, Wawako : Masyarakat Tak Perlu Rasa Takut Berlebihan

    • calendar_month Senin, 18 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    MASYARAKAT Kota Palembang diminta jangan percaya jika ada yang mengatakan penyuntikan vaksinasi dipungut biaya. Vaksinasi diberikan untuk masyarakat sedikitpun tidak dipungut biaya alias gratis. “Kalau ada informasi bahwa ada biaya untuk vaksinasi ini tidaklah benar, karena vaksi Sinovac ini diberikan secara gratis,” tegasnya lagi saat memantau vaksinasi Sinovac Covid 19 untuk tenaga kesehatan (Nakes) di […]

  • Teken kesepakatan dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Muba ingin maksimalkan pengelolaan kuangan negara

    Teken kesepakatan dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Muba ingin maksimalkan pengelolaan kuangan negara

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Pemkab Muba melakukan Penandatanganan Perpanjangan Nota Kesepakatan dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan Terkait Sinergi Pengelolaan Keuangan Negara dalam Pelaksanaan Hubungan, Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan di Kantor Perwakilan Muba di Palembang, kemarin. Kerjasama ini guna memaksimalkan pengelolaan keuangan negara […]

  • Pemprov Gelar Lomba Masak Serba Ikan

    Pemprov Gelar Lomba Masak Serba Ikan

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.181
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Febrita Lustia Herman Deru didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, menghadiri kegiatan lomba masak serba ikan dalam rangka gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) di Opi Mall Jakabaring, Rabu (21/11/2018). Acara yang digagas oleh TP PKK Provinsi Sumsel ini merupakan salah satu […]

  • Kolaborasi Baik Antara Pemerintah dan Masyarakat Berpeluang Merubah Pandemi Menjadi Endemi

    Kolaborasi Baik Antara Pemerintah dan Masyarakat Berpeluang Merubah Pandemi Menjadi Endemi

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 766
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 diprediksi para pengamat akan menjadi endemi pada tahun 2022. Menanggapi hal ini, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa endemi digambarkan sebagai situasi kasus pandemi dapat terkendali, namun bukan berarti virus penyebab pandemi hilang sepenuhnya. “Hal-hal yang dapat mengindikasikan bahwa pandemi telah bertransisi menjadi endemi ialah jika kekebalan masyarakat meningkat terhadap […]

  • Resmikan Aplikasi E-Potensi Pajak Daerah

    Resmikan Aplikasi E-Potensi Pajak Daerah

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    PENDAPATAN  Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muba mengalami tren meningkat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba Riki Junaidi AP MSi dalam acara Gebyar Pajak Daerah Tahun 2021 di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin. Dikatakannya meskipun ditengah masa pandemi COVID-19 Pemkab Muba terus melakukan inovasi untuk meningkatkan PAD, alhasil […]

  • Konten Singapura Dirayakan di MIPCOM 2022 dengan Tampilan Pertama pada Produksi Bersama Regional Mendatang yang Sangat Dinanti

    Konten Singapura Dirayakan di MIPCOM 2022 dengan Tampilan Pertama pada Produksi Bersama Regional Mendatang yang Sangat Dinanti

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 628
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, CANNES, PRANCIS –  Para komisaris dan produser internasional disuguhi tampilan pertama dari serangkaian produksi bersama regional yang akan datang dari Singapura. Menanggapi permintaan global untuk konten Asia, acara sukses yang dipimpin oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura dan Association of Independent Producers (AIPRO) menandai ekspedisi ke-22 Singapura ke MIPCOM.   Delegasi […]

expand_less
WordPress Archive Banshee – News & Magazine WordPress Elementor Template Kit Bar and Pie Charts for Elementor WordPress Plugin Barata – Fast Food & Burger Elementor Template Kit Barberia | Salon Responsive WordPress Theme Baressco – Wine, Vineyard & Winery WordPress Theme Baretta – Paintball & Airsoft Club Elementor Template Kit Barhouse – Wooden House Construction and Woodworks WordPress Theme Baristar – Barista Courses & Training Elementor Template Kit Barley – Blog & Magazine Elementor Template Kit Barn2 Media Woocommerce Product Options