Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » “Sering Panen Tapi Harga Bikin Nangis, Wak Bek & Mang Zenal Bongkar Misteri Nasi Mahal di Negeri Sawah”

“Sering Panen Tapi Harga Bikin Nangis, Wak Bek & Mang Zenal Bongkar Misteri Nasi Mahal di Negeri Sawah”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 616
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya tata kelola distribusi beras untuk menekan laju kenaikan harga, terutama di daerah penghasil beras yang justru ironisnya ikut mengalami lonjakan harga.

Dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Pangan (25 Juli 2025), Mendagri juga menyebut beras kini jadi penyumbang inflasi nomor tiga, setelah bawang merah dan cabai rawit. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga meningkat dari 178 menjadi 205 kabupaten/kota hanya dalam sepekan.

Solusinya? Pemerintah bakal dorong subsidi transportasi pangan ke daerah terpencil, edukasi konsumsi pangan lokal non-beras, dan penegakan hukum secara bertahap ke pelaku manipulasi harga, tanpa bikin pasokan beras ke pasar jadi seret.

“Orangnya ditindak, tapi barangnya harus tetap sampai ke rakyat” kata Tito.

Pagi itu pun, Mang Zenal datang sambil bawa hape jadul yang cuma bisa buka berita kalau ditiup dulu kayak kaset Nintendo.

Kata Mang Zenal “Wak, ini aku baca! Kata Pak Tito, distribusi beras bermasalah. Makanya harga naik, bahkan di daerah penghasil sendiri, beliau bilang jangan sampai pasokan terganggu meski pelakunya ditindak”

Wak Bek, “Iyalah!, jangan kayak nangkap maling ayam, tapi ayamnya malah dijadikan barang bukti sampai busuk!”

Menurut BPS, Indonesia pada 2023 punya luas panen padi 10,21 juta hektare, produksi gabah 53,98 juta ton dan produksi beras konsumsi 31,10 juta ton

Sementara tahun 2024 (angka sementara), luas panen padi 10,05 juta hektare, produksi gabah 52,66–53,14 juta ton dan produksi beras konsumsi 30,34–30,62 juta ton. Angka ini jelas masih sangat besar. Tapi kenapa beras tetap mahal dan jadi penyumbang inflasi?

Mang Zenal :  “Ini negara bukan agraria, tapi agrariah… alias agraria yang bikin resah!”

Wak Bek       :  “Kalau dari angka, harusnya kita kenyang. Tapi dari kenyataan, kita malah ngutang buat beli nasi!”

Vietnam & Thailand Ngegas, Kita Ngedumel

Lihat negara tetangga Vietnam ekspor 8 juta ton beras meski lahan mereka lebih kecil dan Thailand punya sistem distribusi dan kontrol harga super rapi.

Kita? Masih ribut soal beras oplosan dan panen seremonial, sidak sana-sini, hasilnya foto-foto rame, tapi harga tetep naik pelan-pelan kayak dosa yang gak dirasa.

Mang Zenal   :”Vietnam ekspor beras, kita ekspor berita dan rilis media”

Wak Bek        :”Thailand ekspor hasil tani, kita ekspor polemik dan nasi bungkus wartawan”

Mendagri bilang subsidi transportasi penting buat wilayah sulit, dan penegakan hukum harus bertahap. Konsepnya keren, asal jangan jadi template PowerPoint rapat doang. Rakyat perlu eksekusi, bukan janji yang dibungkus nasi kotak.

Wak Bek      : “Kalau beras disegel, rakyat disuruh makan caption medsos kementerian?”

“Distribusi tak rapi, harga jadi ngeri”

Wak Bek, pengamat logistik warung kopi…..he..he

“Panen doang gak cukup, kalau hasilnya cuma numpuk di gudang para cukong” –  Mang Zenal, alumni penggiling padi Kelurahan Sabar Menanti.

Kalau semua masih rempong dan harga makin gak nyantai, Wak Bek dan Mang Zenal punya solusi rakyat jelata

Mang Zenal “Udahlah Wak, tanam kelor aja. Rebus daunnya, tambah garam, makan sambil nyanyi lagu Tanah Airku biar khidmat”

Wak Bek “Ha-ha! daripada lapar, karena nasi mahal, mending kenyang karena ketawa, daun kelor rebus, teh manis anget, dan berita lucu tiap pagi!”

Mang Zenal  :”Harga boleh naik, tapi akal sehat jangan ikut terbang, kalau petani nangis, negeri ikut ambyar”

Wak Bek     : “Jangan biarkan beras jadi barang mewah, nanti anak-anak kita kenalnya bukan nasi uduk, tapi nasi utang!”[***]

Catatan Redaksi: Tulisan ini adalah satire ringan soal peliknya harga beras di negeri agraris. Tokoh-tokoh seperti Wak Bek, Mang Zenal, Bu Ijah, dan Bang Jimi memang fiktif, tapi mereka mewakili suara rakyat yang nyata, petani kecil, warga kampung, sopir truk, dan emak-emak RT yang merasakan langsung dampak inflasi. Lewat humor dan celetukan mereka, kami mencoba menyampaikan keresahan rakyat dengan cara yang lebih hangat, jenaka, namun tetap tajam.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengamat: DPR tak boleh basa-basi jalankan hak angket

    Pengamat: DPR tak boleh basa-basi jalankan hak angket

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Analis politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi Kusman menilai hak angket sangat mungkin dijalankan DPR untuk menyelidiki putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 90/PUU-XXI/2023. Apalagi, Majelis Kehormatan MK telah memutus Ketua MK Anwar Usman melakukan pelanggaran etik berat karena terlibat dalam putusan itu. “MKMK itu sendiri menegaskan telah terjadi pelanggaran etik berat. Artinya, hak […]

  • Luar Biasa, Gubernur Gowes Sepeda 40 Km ke Sungsang

    Luar Biasa, Gubernur Gowes Sepeda 40 Km ke Sungsang

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 919
    • 0Komentar

    DINI Hari weekend-nya, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengisi agendanya dengan gowes sepeda  bersamaan memeriahkan HUT ke 74 Kodam II Sriwijaya. Gowes yang mengambil rute Makodam di  Kota Palembang hingga Tanjung Api-api sepanjang 73 Km tersebut juga melibatkan Forkopimda diantaranya Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan. Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto dan ratusan  peserta […]

  • 4 Kunci Dorong UMKM Agar Bisa Tembus Pasar Global 

    4 Kunci Dorong UMKM Agar Bisa Tembus Pasar Global 

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 973
    • 0Komentar

    DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi menyampaikan 4 kunci mendorong UMKM untuk selalu belajar agar menembus pasar global. Pertama, UMKM perlu fokus pada pemenuhan aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi, memperhatikan keunggulan produk, dan mempersiapkan produk yang diminati oleh pasar, baik domestik maupun internasional. Kedua, memperkuat kelembagaan dan manajemen usaha. Ketiga, meningkatkan mindset dan kompetensi digital, […]

  • Momentum Idul Fitri, Apriyadi halal bihalal, door to door ke rumah tomas

    Momentum Idul Fitri, Apriyadi halal bihalal, door to door ke rumah tomas

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 964
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,-  Usai melaksanakan Shalat Id dan halal bihalal bersama warga Muba di Rumah Dinas Bupati Muba, Pj Bupati Apriyadi didampingi Camat Sekayu Edy Heriyanto SH MSi door to door sowan ke rumah-rumah Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh Agama di Sekayu, Rabu (10/4/2024).   “Momentum silaturahmi dan meminta masukan-masukan agar Pemkab Muba bisa terus menjalankan […]

  • Rapat Klarifikasi Status Klub Sepakbola MBU, Ini Paparannya

    Rapat Klarifikasi Status Klub Sepakbola MBU, Ini Paparannya

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    PEJABAT Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Musni Wijaya memimpin langsung rapat klarifikasi status klub sepakbola Muba Babel United, Selasa (5/7/2022). Rapat tersebut bertujuan untuk klarifikasi terkait status MBU yang kini pindah home base ke Persipal Palu, hingga sistem pendanaannya selama di Kabupaten Muba. “Ini perlu kita klarifikasi mengenai kejelasan MBU yang kini sudah berpindah ke […]

  • Anggarkan Rp9,893 Miliar, Ruas Jalan Simpang Pauh-Beji Mulyo Diperbaiki

    Anggarkan Rp9,893 Miliar, Ruas Jalan Simpang Pauh-Beji Mulyo Diperbaiki

    • calendar_month Minggu, 17 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.248
    • 0Komentar

    JALAN sepanjang 4.1 kilometer meliputi jalan Simpang Pauh-Beji Mulyo (B1)-Berojaya Timur (B2)- Margo  Mulyo (B3)-Pandan Sari (B4) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang menghubungkan langsung ke ruas jalan Nasional Sungai Lilin-Jambi kembali diperbaiki dengan konstruksi kualitas jalan tol.   “Alhamdulillah di ruas jalan Simpang Pauh-Beji Mulyo (B1)-Berojaya Timur (B2)-Marga Mulyo (B3)-Pandan Sari (B4) sepanjang 4.1 kilometer […]

expand_less
WordPress Archive Tube – Responsive Adobe Muse Video Widget Tuber – Video & Podcast WordPress Theme Tucson – Sports, Fitness and Gym Responsive WooCommerce WordPress Theme Tuition Education & Online Course WordPress Theme Tukio | Event Landing Page WordPress Theme Tumli – A Personal Masonry Style WordPress Theme Tuna Form Wizard, Signup, Login, Reservation and Questionnaire Tunepain – Auto Parts WooCommerce WordPress Theme Tuning – Car Detailing & Dealer Shop WordPress theme Turan – Fashion Multipurpose WooCommerce Theme