Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 452
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AKHIR  2025 lalu, uang di Indonesia lagi rajin-rajinnya berolahraga, berlari kencang sampai ngos-ngosan, tapi terlihat bahagia.

Menurut rilis Bank Indonesia dilaman resminya, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh 9,6 persen (yoy), naik dari November 2025 yang 8,3 persen (yoy).

Total M2 pun tembus Rp10.133,1 triliun. Angka ini kalau dibacakan dengan nada, bikin lidah bisa keseleo bahkan imajinasi pun keburu ikut capek.

Secara kasat mata, hal ini tentu kabar yang menggembirakan. Pasalnya, jika uang banyak berarti perekonomian itu hidup, transaksi jalan, dan mesin pertumbuhan tidak mogok di tengah jalan.

Namun dibalik kabar baik itu, ada satu kata yang mulai bikin dahi ekonom berkerut sambil senyum kecut karena inflasi.

Soalnya, dalam dunia ekonomi, kebanyakan uang itu ibaratnya gula, jika sedikit bikin manis,  sebaliknya, jika kebanyakan dan sering-sering bisa jadi penyakit diabetes.

Bank Indonesia menjelaskan, kenaikan M2 ini didorong oleh uang beredar sempit (M1), tumbuh 14,0 persen (yoy) serta uang kuasi sebesar 5,5 persen (yoy).

Bahkan M1 ini uang yang paling agresif, paling siap dipakai belanja.

Apalagi begitu gajian, wah, langsung lompat dari rekening ke kasir.

Tidak heran kalau akhir tahun lalu, pusat perbelanjaan rame, pasar menjadi hidup, dan promo diskon terasa seperti hujan deras di toko online.

Tapi masalahnya, ketika uang siap belanja tumbuh lebih cepat dari produksi barang dan jasa, tradisi itu biasanya harga ikut-ikutan lari.

Pedagang bukan malaikat, mereka juga manusia yang paham hukum pasar.

Kalau permintaan naik dan dompet ramai, harga bisa ikut nimbrung naik pelan-pelan, lalu tiba-tiba lompat.

Bahkan cerita makin seru lagi ketika negara ikut main.

BI mencatat tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat pada Desember 2025 tumbuh 13,6 persen (yoy), melonjak dari 8,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Artinya, pemerintah lagi aktif muter duit. Belanja negara jalan, proyek bergerak, dan likuiditas makin longgar.

Di satu sisi, ini dorongan positif, di sisi lain, seperti malah menambah bensin ke api yang sudah hangat.

Belum lagi urusan kredit, penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh 9,3 persen (yoy), lebih tinggi dari 7,9 persen (yoy) di November 2025.

Oleh sebab itu, kredit tumbuh sehat itu bagus, tanda ekonomi tidak takut melangkah.

Tapi kalau kredit mengalir deras ke konsumsi, bukan ke sektor produktif, inflasi bisa ikut bertepuk tangan sambil tersenyum lebar.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh 8,9 persen (yoy), melambat dari 9,7 persen (yoy) bulan sebelumnya.

Ini sinyal halus bahwa dunia global masih penuh kehati-hatian.

Dana asing masih masuk, tapi tidak lagi lari kencang.

Dalam kondisi seperti ini, kekuatan domestik memang jadi andalan, tapi justru di situlah risiko inflasi mengintip dari balik pintu.

Inflasi itu licik, dia tidak datang sambil teriak-teriak. Dia masuk pelan-pelan, hingga akhirnya nyasar ke harga cabe ikut naik seribu.

Selain itu ongkos naik dikit, kopi sachet diperkecil setengah senti.

Dilema klasik

Tahu-tahunya, rakyat menjadi sadar  karena uangnya semakin cepat habis, padahal belanjanya itu-itu saja.

Uang beredar memang banyak, tapi nilainya pelan-pelan tergerus.

Di sinilah dilema klasik muncul. Likuiditas longgar dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, tapi terlalu longgar bisa bikin harga liar.

Ibarat menyetir mobil, kalau terlalu kencang membelokannya, bisa -bisa mobil nyungsep. Sebaliknya, jika terlalu pelan, mesin mobil bisa mati.

Bank sentral dan pemerintah harus main cantik  tenang, tapi tetap harus waspada.

Oleh sebab itu, data BI ini sebenarnya sederhana, tapi penting, sebab uang banyak itu bukan jadi jaminan hidup semakin murah.

Justru tugas beratnya adalah memastikan uang itu mengalir ke sektor -sektor yang produktif, memperbesar pasokan barang dan jasa, bukan cuma mengejar konsumsi sesaat.

Kalau produksi naik seiring likuiditas, inflasi bisa dijaga tetap jinak. Kalau tidak, wah..bisa-bisa harga bisa lepas kandang.

Menutup 2025 lalu, sebenarnya Indonesia berada di posisi relatif nyaman, tapi tetap tidak boleh lengah.

Apalagi yang namanya likuiditas longgar merupakan peluang, bukan hadiah bebas risiko.

Inflasi memang belum berteriak, tapi napasnya sudah terdengar. Tinggal bagaimana kebijakan itu bisa dijaga, belanja juga bisa diarahkan, dan kredit harus tetap dikawal.

Karena pada akhirnya, ekonomi yang sehat itu bukan soal uang beredar segede apa, melainkan soal harga tetap masuk akal dan yang paling penting itu dompet rakyat tidak makin deg-degan setiap ke pasar. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fasilitas Olahraga Jangan Digunakan Untuk Belajar Kendaraan Biar Bisa Digunakan Hingga Anak Cucu, Pesan Pj Bupati Muaraenim

    Fasilitas Olahraga Jangan Digunakan Untuk Belajar Kendaraan Biar Bisa Digunakan Hingga Anak Cucu, Pesan Pj Bupati Muaraenim

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.515
    • 0Komentar

    PEJABAT (Pj.) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar meninjau fasilitas pendukung olahraga di Lapangan Merdeka Kecamatan Muara Enim. Pj. Bupati meminta kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) agar segera perbaiki fasilitas pendukung olahraga seperti pemasangan jaring gawang, papan skor, dan perataan kontur lapangan yang berlobang. Selain itu, Pj. Bupati mengatakan bahwa fasilitas olahraga ini dapat […]

  • Dijual Pada Peserta PON, Bahan Bekas Jadi UMKM Menarik

    Dijual Pada Peserta PON, Bahan Bekas Jadi UMKM Menarik

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.412
    • 0Komentar

    DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua, memberdayakan masyarakat sekitar dengan melakukan pelatihan untuk membuat sebuah produk kreatif, salah satunya dari bahan bekas pakai. Pelaksana Bidang Industri Disperindag, Mimika, Salma, Sabtu (2/11/2021) mengatakan untuk membuat suatu produk, masyarakat memanfaatkan tempurung kelapa menjadi tempat menyimpan tisu, bingkai foto, dan patung, pajangan, dan sebagainya. “Selain itu, […]

  • Sumber Kebocoran Data,  Kemendag Minta Masyarakat Tak Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

    Sumber Kebocoran Data, Kemendag Minta Masyarakat Tak Cetak Kartu Vaksin di Marketplace

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.617
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) meminta masyarakat untuk tidak mencetak kartu vaksin pada penyedia jasa cetak kartu vaksin COVID-19 di platform marketplace (lokapasar). Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Dirjen PKTN) Kemendag Veri Anggrijono menjelaskan mencetak kartu vaksin di marketplace adalah salah satu sumber kebocoran data pribadi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi. “Penyerahan tautan pesan singkat […]

  • Ketika Si Manis Menjebak Umat [Marshmallow Bertopeng Halal]

    Ketika Si Manis Menjebak Umat [Marshmallow Bertopeng Halal]

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 964
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Bayangkan anda lagi santai di ruang tamu, menonton sinetron sambil ngemil marshmallow rasa cokelat, eh tiba-tiba baca berita  label halal, tapi isinya babi, pasti kaget, pikiran juga gak karuan-karuan khusus muslim, ibarat seperti dikhianati mantan dua kali. Sakitnya itu bukan cuma di hati, tapi juga di kerongkongan yang baru saja menelan si empuk manis […]

  • VCI Global Umumkan Dividen Interim & Perkuat Kebijakan Dividen

    VCI Global Umumkan Dividen Interim & Perkuat Kebijakan Dividen

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    KUALA LUMPUR, Malaysia, (GLOBE NEWSWIRE) — VCI Global Limited (NASDAQ: VCIG) (“VCI Global”, atau “Perusahaan”) telah mengumumkan dividen interim single tier pertama sebesar USD0,01 per saham biasa . Pembayaran tersebut merupakan cara Perusahaan untuk memberikan penghargaan kepada para pemegang saham atas dukungan mereka selama bertahun-tahun.   Dividen akan dibayarkan pada hari Senin, 31 Juli 2023 […]

  • Pusri Sigap Bantu Pemerintah Tangani Penyebaran COVID-19

    Pusri Sigap Bantu Pemerintah Tangani Penyebaran COVID-19

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sigap membantu pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran Corona Virus Diseases 19 (COVID-19). Salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini terus melakukan pencegahan masuknya virus tersebut. Meskipun saat ini Provinsi Sumatera Selatan masih tergolong cukup aman dari COVID-19. Namun tentunya semua pihak harus selalu waspada dan menerapkan pola hidup sehat, karena […]

expand_less
WordPress Archive Kids Care | Children WordPress Theme Kids – Day Care & Kindergarten WordPress Theme for Children Kids – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kids Zone - Children WordPress Theme Kidscamp – Kids Bootcamp WordPress Theme KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme