Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • visibility 438
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AKHIR  2025 lalu, uang di Indonesia lagi rajin-rajinnya berolahraga, berlari kencang sampai ngos-ngosan, tapi terlihat bahagia.

Menurut rilis Bank Indonesia dilaman resminya, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh 9,6 persen (yoy), naik dari November 2025 yang 8,3 persen (yoy).

Total M2 pun tembus Rp10.133,1 triliun. Angka ini kalau dibacakan dengan nada, bikin lidah bisa keseleo bahkan imajinasi pun keburu ikut capek.

Secara kasat mata, hal ini tentu kabar yang menggembirakan. Pasalnya, jika uang banyak berarti perekonomian itu hidup, transaksi jalan, dan mesin pertumbuhan tidak mogok di tengah jalan.

Namun dibalik kabar baik itu, ada satu kata yang mulai bikin dahi ekonom berkerut sambil senyum kecut karena inflasi.

Soalnya, dalam dunia ekonomi, kebanyakan uang itu ibaratnya gula, jika sedikit bikin manis,  sebaliknya, jika kebanyakan dan sering-sering bisa jadi penyakit diabetes.

Bank Indonesia menjelaskan, kenaikan M2 ini didorong oleh uang beredar sempit (M1), tumbuh 14,0 persen (yoy) serta uang kuasi sebesar 5,5 persen (yoy).

Bahkan M1 ini uang yang paling agresif, paling siap dipakai belanja.

Apalagi begitu gajian, wah, langsung lompat dari rekening ke kasir.

Tidak heran kalau akhir tahun lalu, pusat perbelanjaan rame, pasar menjadi hidup, dan promo diskon terasa seperti hujan deras di toko online.

Tapi masalahnya, ketika uang siap belanja tumbuh lebih cepat dari produksi barang dan jasa, tradisi itu biasanya harga ikut-ikutan lari.

Pedagang bukan malaikat, mereka juga manusia yang paham hukum pasar.

Kalau permintaan naik dan dompet ramai, harga bisa ikut nimbrung naik pelan-pelan, lalu tiba-tiba lompat.

Bahkan cerita makin seru lagi ketika negara ikut main.

BI mencatat tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat pada Desember 2025 tumbuh 13,6 persen (yoy), melonjak dari 8,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Artinya, pemerintah lagi aktif muter duit. Belanja negara jalan, proyek bergerak, dan likuiditas makin longgar.

Di satu sisi, ini dorongan positif, di sisi lain, seperti malah menambah bensin ke api yang sudah hangat.

Belum lagi urusan kredit, penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh 9,3 persen (yoy), lebih tinggi dari 7,9 persen (yoy) di November 2025.

Oleh sebab itu, kredit tumbuh sehat itu bagus, tanda ekonomi tidak takut melangkah.

Tapi kalau kredit mengalir deras ke konsumsi, bukan ke sektor produktif, inflasi bisa ikut bertepuk tangan sambil tersenyum lebar.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh 8,9 persen (yoy), melambat dari 9,7 persen (yoy) bulan sebelumnya.

Ini sinyal halus bahwa dunia global masih penuh kehati-hatian.

Dana asing masih masuk, tapi tidak lagi lari kencang.

Dalam kondisi seperti ini, kekuatan domestik memang jadi andalan, tapi justru di situlah risiko inflasi mengintip dari balik pintu.

Inflasi itu licik, dia tidak datang sambil teriak-teriak. Dia masuk pelan-pelan, hingga akhirnya nyasar ke harga cabe ikut naik seribu.

Selain itu ongkos naik dikit, kopi sachet diperkecil setengah senti.

Dilema klasik

Tahu-tahunya, rakyat menjadi sadar  karena uangnya semakin cepat habis, padahal belanjanya itu-itu saja.

Uang beredar memang banyak, tapi nilainya pelan-pelan tergerus.

Di sinilah dilema klasik muncul. Likuiditas longgar dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, tapi terlalu longgar bisa bikin harga liar.

Ibarat menyetir mobil, kalau terlalu kencang membelokannya, bisa -bisa mobil nyungsep. Sebaliknya, jika terlalu pelan, mesin mobil bisa mati.

Bank sentral dan pemerintah harus main cantik  tenang, tapi tetap harus waspada.

Oleh sebab itu, data BI ini sebenarnya sederhana, tapi penting, sebab uang banyak itu bukan jadi jaminan hidup semakin murah.

Justru tugas beratnya adalah memastikan uang itu mengalir ke sektor -sektor yang produktif, memperbesar pasokan barang dan jasa, bukan cuma mengejar konsumsi sesaat.

Kalau produksi naik seiring likuiditas, inflasi bisa dijaga tetap jinak. Kalau tidak, wah..bisa-bisa harga bisa lepas kandang.

Menutup 2025 lalu, sebenarnya Indonesia berada di posisi relatif nyaman, tapi tetap tidak boleh lengah.

Apalagi yang namanya likuiditas longgar merupakan peluang, bukan hadiah bebas risiko.

Inflasi memang belum berteriak, tapi napasnya sudah terdengar. Tinggal bagaimana kebijakan itu bisa dijaga, belanja juga bisa diarahkan, dan kredit harus tetap dikawal.

Karena pada akhirnya, ekonomi yang sehat itu bukan soal uang beredar segede apa, melainkan soal harga tetap masuk akal dan yang paling penting itu dompet rakyat tidak makin deg-degan setiap ke pasar. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sutradara Film Nasional dan Intenasional, Ackyl Anwari Putra Palembang Berpulang ke Rahmatullah

    Sutradara Film Nasional dan Intenasional, Ackyl Anwari Putra Palembang Berpulang ke Rahmatullah

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.863
    • 0Komentar

    Innalillahi Wainna Illahi Rojiun, Insan Perfilman Nasional dirundung duka, karena kehilangan Seknario sekaligus Sutradara lewat karya-karyanya dari tahun 1978 s/d 2004, Ackyl Anwari Sutradara yang sempat mengharumkan nama Indonesia, dengan memproduksi film Hollywood kerjasama antara Indonesia dan Amerika, film Pertempuran Segi Tiga, Jaringan Terlarang dibintangi Cynthia Rothrock. Namun sang Sutradara bertangan dingin, berdarah asli Palembang, […]

  • Dapoer Cinta, Menikmati Kuliner Bingen di Tepian Musi

    Dapoer Cinta, Menikmati Kuliner Bingen di Tepian Musi

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 3.076
    • 0Komentar

    Gemericik air Musi yang mengalir di seputaran Jembatan Musi 4 Palembang, seakan menjadi harmoni tersendiri. Menambah rasa nikmat di lidah ketika sajian bingen terhidang. Memang, menikmati kuliner, bukan semata soal rasa di lidah. Tetapi juga berkaitan dengan cara saji, suasana, dan harga. Kalau semua faktor itu tersaji dalam satu hidangan, maka semakin terasa di hati […]

  • Timnas All Star Cukur Old Star Musi Rawas 5 Gol Tanpa Balas

    Timnas All Star Cukur Old Star Musi Rawas 5 Gol Tanpa Balas

    • calendar_month Minggu, 27 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.416
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Musi Rawas – Timnas All Star yang dihuni rata-rata mantan pemain Timnas kembali ‘menelan korban’. Kali ini Old Star Musi Rawas mencukur tim besutan Nasir Salasa dengan skor telak 5-0 pada turnamen Alex Noerdin Cup 2019. Cristian Carrasco mencetak quattrick di laga ini, dengan mencetak gol pada menit ke-10, 25, 26 dan 53. Dan […]

  • Pj Bupati OKI Kunjungi Sekolah, Ini Hasilnya

    Pj Bupati OKI Kunjungi Sekolah, Ini Hasilnya

    • calendar_month Rabu, 15 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Asmar Wijaya mengunjungi sejumlah sekolah di Kecamatan Lempuing dan Mesuji OKI pada Selasa (14/5/2024). Sekolah yang dikunjungi antara lain SDN 1 Tugu Mulyo, SDN Cahya Bumi Kecamatan Lempuing dan SDN 3 Margo Bhakti Kecamatan Mesuji.   Kunjungan ini dilakukan untuk melihat kondisi sekolah, kegiatan belajar mengajar, […]

  • Resep Pempek Panggang Ikan Palembang dengan Bumbu Ebi Pedas Gurih

    Resep Pempek Panggang Ikan Palembang dengan Bumbu Ebi Pedas Gurih

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID -Resep pempek panggang ikan ini punya karakter yang berbeda dari pempek yang biasa disajikan dengan cuko. Adonan ikan tenggiri dan sagu dibentuk pipih, kemudian dipanggang sampai bagian luarnya sedikit kecokelatan. Setelah matang, pempek dibelah dan diisi bumbu ebi, cabai, serta bawang yang sudah ditumis sampai harum. Rasanya gurih, pedas, sedikit manis, dengan aroma bakaran […]

  • Raperda Usulan Pemkab Muba & Prakarsa DPRD Bakal Dibahas Empat Pansus

    Raperda Usulan Pemkab Muba & Prakarsa DPRD Bakal Dibahas Empat Pansus

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.802
    • 0Komentar

    EMPAT Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Musi Banyuasin direncanakan akan dibahas oleh empat Panitia Khusus DPRD Muba dari tanggal 4-19 Desember 2019. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan I Rapat ke-9 dalam rangka tanggapan atau jawaban Bupati Muba terhadap pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Muba, dan tanggapan Fraksi-fraksi terhadap pendapat Bupati Muba, di Ruang Rapat […]

expand_less
WordPress Archive Kids Care | Children WordPress Theme Kids – Day Care & Kindergarten WordPress Theme for Children Kids – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kids Zone - Children WordPress Theme Kidscamp – Kids Bootcamp WordPress Theme KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme