49 Buyer Taiwan Datang, Indonesia Cuma Bawa 21 Seller, Ada Apa dengan Pasar Wisata?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemendag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 49 buyer Taiwan hadir dalam Wonderful Indonesia Sales Mission 2026 di Taipei, Taiwan, Rabu (2/9), untuk mencari peluang bisnis pariwisata Indonesia.
Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan 21 pelaku industri Indonesia yang datang menawarkan produk wisata, mulai dari perjalanan, hotel hingga wisata pelayaran.
Besarnya jumlah buyer Taiwan dibandingkan penjual menjadi sinyal menarik bagi industri pariwisata Indonesia.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo menilai masih terbukanya ruang pertumbuhan jasa pariwisata Indonesia di pasar Taiwan, terutama melalui penguatan promosi dan kerja sama bisnis.
Tidak hanya Bali, sebutnya, pelaku industri Taiwan juga mulai mendapatkan lebih banyak pilihan destinasi wisata Indonesia, seperti Yogyakarta dan Surabaya.
Daniel dari Happy Go Travel, salah satu buyer yang hadir, mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat koneksi dengan mitra Indonesia serta memperluas pilihan perjalanan yang mereka tawarkan.
Peluang ini, tambahnya semakin terbuka dengan bertambahnya konektivitas udara. STARLUX Airlines akan membuka penerbangan langsung Taipei–Denpasar mulai 1 Oktober 2026 dengan frekuensi lima kali dalam sepekan.
Bali pun berpotensi menjadi pintu masuk bagi wisatawan Taiwan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Dalam misi penjualan tersebut, sebutnya lagi, 21 industri pariwisata Indonesia menawarkan beragam produk, termasuk tur, akomodasi, hingga layanan liveaboard. Produk diperkenalkan itu, tidak hanya mengandalkan wisata umum, tetapi juga menyasar minat khusus seperti wisata bahari, wellness, gastronomi, budaya, dan alam.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata RI Ni Made Ayu Marthini menerangkan kegiatan sejalan dengan strategi quality tourism.
Pemerintah ingin mendorong wisata bernilai lebih tinggi, sehingga pertumbuhan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang.
Dia mengatakan pasar Taiwan sendiri sudah memberikan kontribusi cukup besar bagi pariwisata Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik mencatat 108.989 kunjungan wisatawan asal Taiwan pada Januari–Juni 2026, menempatkan Taiwan sebagai sumber wisatawan mancanegara ke-13 bagi Indonesia pada semester I 2026.
Dengan pasar yang sudah terbentuk dan jumlah buyer yang jauh lebih besar dalam pertemuan bisnis tersebut, tantangannya kini bukan hanya mendatangkan wisatawan Taiwan.
Indonesia juga perlu memastikan semakin banyak produk pariwisata yang bisa mereka beli, semakin banyak daerah yang mereka kunjungi, dan semakin panjang waktu yang mereka habiskan di Indonesia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
