Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Pasar Murah Palembang, Obat Inflasi Rakyat”

“Pasar Murah Palembang, Obat Inflasi Rakyat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 1.269
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI PALEMBANG, ada satu kisah yang bikin emak-emak lebih semangat daripada nonton sinetron jam tujuh malam. Namanya Pasar Murah Pemkot Palembang. Wali Kota H. Ratu Dewa, yang biasanya sibuk dengan urusan birokrasi, tiba-tiba turun langsung meninjau. Lengkap dengan kupon yang dibagikan, warga Rusunawa Kasnariansyah pun antre dengan wajah penuh harapan.

Lho, kenapa?, karena di pasar murah ini, harga kebutuhan pokok bisa lebih ramah di kantong, misalnya saja, cabai yang di pasar tradisional sempat naik-turun kayak hubungan cinta anak muda, dari Rp75 ribu per kilo kini bisa ditebus Rp10 ribu per ons. Ayam juga tak lagi jumawa di harga Rp37 ribu per kilo, turun jadi Rp35 ribu. Sementara telur, ya, tetap setia di Rp24 ribu, tak goyah meski zaman gonjang-ganjing.

Ekonomi lokal itu sensitif, harga cabai naik sedikit saja, langsung jadi bahan gosip di dapur tetangga, kata orang bijak, “Kalau pedasnya cabai bisa bikin lidah terbakar, harganya bisa bikin dompet melepuh”. Di situlah pemerintah hadir, dengan menyelenggarakan pasar murah ini bukan sekadar jualan diskon, tapi juga alat pendingin inflasi.

Analogi gampangnya, inflasi itu kayak api dalam sekam, kalau dibiarkan, bisa menjalar ke mana-mana. Harga cabai naik, efeknya ke sambal pecel lele. Sambal mahal, lele sepi pembeli, pedagang lele merana, ekonomi kecil terganggu. Domino effect, istilah kerennya.  Pasar murah ini jadi pemadam kebakaran kecil-kecilan.

Jangan salah, pasar murah tidak selalu bikin pedagang pasar tradisional ngedumel, justru, dengan harga lebih terkontrol, ekspektasi pasar ikut stabil. Orang yang tadinya malas belanja karena harga selangit, kembali bergairah, ekonomi lokal pun bergerak.

Seorang pedagang ayam di Pasar 16 Ilir sempat nyeletuk, “Syukur ada pasar murah, pembeli jadi balik lagi. Walau harganya ditekan, setidaknya dagangan nggak busuk di lapak”. Nah, ini menarik, ternyata kebijakan sederhana bisa bikin efek domino positif, bukan hanya bagi warga, tapi juga pedagang.

Orang tua dulu sering bilang, “Harga boleh naik, asal jangan harga diri”, dalam konteks ini, harga kebutuhan pokok kalau melambung, masyarakat bisa kehilangan harga diri untuk sekadar bertahan hidup. Masa iya, orang harus pilih antara beli cabai atau bayar listrik?

Tentu, pemerintah punya PR lebih besar, karena pasar murah memang manjur sesaat ini, tapi kalau distribusi dan rantai pasok tak dibereskan, harga tetap bak roller coaster. Jangan sampai program ini cuma jadi panggung politik, kayak obat sakit kepala yang hanya menenangkan sebentar tapi penyakit aslinya tak pernah sembuh.

Coba kita lihat lebih jeli, ada tiga hal menarik dari pasar murah, pertama efek psikologis, misalnya masyarakat merasa ditolong pemerintah. Ini penting, karena rasa tenang bisa meredam kepanikan pasar, ke dua, efek ekonomi, harga stabil, daya beli meningkat, pedagang tradisional ikut terdorong, dan ke tiga efek sosial, ada interaksi, canda tawa, dan suasana gotong royong, pasar murah jadi ajang silaturahmi.

Namun, ada jug,a sindiran kecil, kalau setiap minggu warga harus antre kupon pasar murah, artinya daya beli masyarakat memang sedang megap-megap. Inflasi tak bisa ditutupi hanya dengan diskon mingguan, harus ada kebijakan jangka panjang, dari distribusi logistik hingga pemberdayaan petani lokal.

Dari cerita ini, kita belajar bahwa stabilitas harga bukan sekadar angka di laporan Badan Pusat Statistik, itu soal nasi di piring rakyat, soal anak-anak yang bisa makan telur tanpa harus menunggu gajian, soal ibu-ibu yang bisa tetap tersenyum meski dompetnya tipis.

Pasar murah hanyalah satu jalan, tapi di balik itu, ada pesan moral pemerintah dan masyarakat harus sama-sama menjaga api inflasi agar tidak membesar. Pemerintah mengatur kebijakan, rakyat ikut bijak dalam konsumsi, jangan sedikit-sedikit menyalahkan pedagang, karena rantai masalah ada di hulu hingga hilir.

Pada akhirnya, pasar murah di Palembang ini bisa jadi contoh, inflasi, meski menyeramkan, bisa juga ditertawakan asal solusinya nyata. Seperti kata pepatah kocak, “Kalau harga cabai bikin pedas di lidah, jangan sampai bikin perih di hati”.

Semoga pasar murah bukan sekadar agenda mingguan, tapi inspirasi agar ekonomi lokal terus bergerak. Karena, seperti kata orang warung kopi “Rezeki itu memang diatur Tuhan, tapi harga cabai sebaiknya diatur pemerintah”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Horee… 12  Desa Bakal Dibangun BTS, Ini Nama Desanya, Usulkan Juga 91 Titik Desa yang Blankspot 4G Hingga Usulan Baru Pemasangan Internet Bakti Kominfo untuk 11 Puskemas

    Horee… 12  Desa Bakal Dibangun BTS, Ini Nama Desanya, Usulkan Juga 91 Titik Desa yang Blankspot 4G Hingga Usulan Baru Pemasangan Internet Bakti Kominfo untuk 11 Puskemas

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.108
    • 0Komentar

    12 Desa di Kabupaten Muba bakal dibangun Base Transceiver Station (BTS) guna memaksimalkan layanan digital. Hal tersebut juga diketahui saat Kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ke Provinsi Sumatera Selatan Dalam Rangka Pertemuan Dengan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi […]

  • BEM FH Unsri Kecam Penembakan di Selandia Baru

    BEM FH Unsri Kecam Penembakan di Selandia Baru

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.445
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Badan Eksekutif Mahasiswa [BEM] Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) mengutuk keras aksi penembakan keji di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, kemarin. Ahmad Latif Anshori, Kepala Politik dan Kajian Strategis, BEM FH Unsri mengungkapkan, pihaknya mengutuk keras kejadian terorisme biadab ini yang telah merenggut banyak nyawa di dua Masjid di Selandia Baru “Kami BEM FH […]

  • Alex Noerdin : Provinsi Sumsel Harus Aman dari Segala Kerusuhan Umat Beragama

    Alex Noerdin : Provinsi Sumsel Harus Aman dari Segala Kerusuhan Umat Beragama

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Sumsel yang zero konflik, Sumsel yang umat, masyarakat dan rakyatnya menghargai sesama serta yang membawa kedamaian

  • Umumkan NetApp BlueXP: Pengalaman Data Terpadu untuk Evolved Cloud

    Umumkan NetApp BlueXP: Pengalaman Data Terpadu untuk Evolved Cloud

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 591
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – NetApp® (NASDAQ: NTAP), perusahaan perangkat lunak data-centric global, berbasis cloud, hari ini mengumumkan ketersediaan NetApp BlueXP, pesawat kontrol terpadu yang menghadirkan pengalaman multicloud hybrid sederhana untuk penyimpanan dan layanan data di lingkungan lokal dan cloud.   Organisasi saat ini semakin beralih ke lingkungan multicloud hybrid untuk mempercepat transformasi digital mereka dan […]

  • Sinergi Mantap! Pusri, Wuhuan & Adhi Karya Kompak Bikin Pabrik, Doa Anak Yatim Ikut Iringi

    Sinergi Mantap! Pusri, Wuhuan & Adhi Karya Kompak Bikin Pabrik, Doa Anak Yatim Ikut Iringi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.690
    • 0Komentar

    SEPERTI di dunia persilatan, ada namanya trio legendaris semacam Wiro Sableng, Bujang Ganong, dan Petruk, maka di dunia industri pupuk juga, ada istilahnya “trio sakti” yang lagi kompak luar biasa, yakni PT Pusri Palembang, Wuhuan Engineering Co. Ltd., dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Tiga raksasa ini lagi bersinergi bikin proyek Strategis Nasional Pabrik Pusri […]

  • Anggota Polsek  Petir, Pedamaran Amankan Warga Desa Kayulabu, Kasus Apa ?

    Anggota Polsek  Petir, Pedamaran Amankan Warga Desa Kayulabu, Kasus Apa ?

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.658
    • 0Komentar

    KARENA ketahuan, saat diduga hendak melakukan pemerkosaan, Faledi Harun (37) Warga Desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan ini lalu menganiaya korbannya. Informasi didapat menyebutkan, peristiwa itu terjadi Jumat (1/11/2019) dini hari sekira pukul 01.00 Wib, di rumah korban Yeni Haryani (33) yang berada di Dusun 1 Desa Kayulabu, hingga berujung […]

expand_less
WordPress Archive Instec – Technology WordPress Theme Instive – Insurance WordPress Theme Insurance Agency WordPress Theme Insure – Insurance Business Elementor Template Kit InsureKit – Insurance Template Kits Insurez – Insurance Company WordPress Theme Insurgent – Personal Vcard Resume Portfolio WordPress Theme Intech – IT Solutions Company WordPress Theme Integra – IT Solution & Services Elementor Pro Full Site Template Kit Integro — IT Services & Digital Agency WordPress Theme