Minggu, 9 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Pasar Murah Palembang, Obat Inflasi Rakyat”

“Pasar Murah Palembang, Obat Inflasi Rakyat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
  • visibility 1.256
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI PALEMBANG, ada satu kisah yang bikin emak-emak lebih semangat daripada nonton sinetron jam tujuh malam. Namanya Pasar Murah Pemkot Palembang. Wali Kota H. Ratu Dewa, yang biasanya sibuk dengan urusan birokrasi, tiba-tiba turun langsung meninjau. Lengkap dengan kupon yang dibagikan, warga Rusunawa Kasnariansyah pun antre dengan wajah penuh harapan.

Lho, kenapa?, karena di pasar murah ini, harga kebutuhan pokok bisa lebih ramah di kantong, misalnya saja, cabai yang di pasar tradisional sempat naik-turun kayak hubungan cinta anak muda, dari Rp75 ribu per kilo kini bisa ditebus Rp10 ribu per ons. Ayam juga tak lagi jumawa di harga Rp37 ribu per kilo, turun jadi Rp35 ribu. Sementara telur, ya, tetap setia di Rp24 ribu, tak goyah meski zaman gonjang-ganjing.

Ekonomi lokal itu sensitif, harga cabai naik sedikit saja, langsung jadi bahan gosip di dapur tetangga, kata orang bijak, “Kalau pedasnya cabai bisa bikin lidah terbakar, harganya bisa bikin dompet melepuh”. Di situlah pemerintah hadir, dengan menyelenggarakan pasar murah ini bukan sekadar jualan diskon, tapi juga alat pendingin inflasi.

Analogi gampangnya, inflasi itu kayak api dalam sekam, kalau dibiarkan, bisa menjalar ke mana-mana. Harga cabai naik, efeknya ke sambal pecel lele. Sambal mahal, lele sepi pembeli, pedagang lele merana, ekonomi kecil terganggu. Domino effect, istilah kerennya.  Pasar murah ini jadi pemadam kebakaran kecil-kecilan.

Jangan salah, pasar murah tidak selalu bikin pedagang pasar tradisional ngedumel, justru, dengan harga lebih terkontrol, ekspektasi pasar ikut stabil. Orang yang tadinya malas belanja karena harga selangit, kembali bergairah, ekonomi lokal pun bergerak.

Seorang pedagang ayam di Pasar 16 Ilir sempat nyeletuk, “Syukur ada pasar murah, pembeli jadi balik lagi. Walau harganya ditekan, setidaknya dagangan nggak busuk di lapak”. Nah, ini menarik, ternyata kebijakan sederhana bisa bikin efek domino positif, bukan hanya bagi warga, tapi juga pedagang.

Orang tua dulu sering bilang, “Harga boleh naik, asal jangan harga diri”, dalam konteks ini, harga kebutuhan pokok kalau melambung, masyarakat bisa kehilangan harga diri untuk sekadar bertahan hidup. Masa iya, orang harus pilih antara beli cabai atau bayar listrik?

Tentu, pemerintah punya PR lebih besar, karena pasar murah memang manjur sesaat ini, tapi kalau distribusi dan rantai pasok tak dibereskan, harga tetap bak roller coaster. Jangan sampai program ini cuma jadi panggung politik, kayak obat sakit kepala yang hanya menenangkan sebentar tapi penyakit aslinya tak pernah sembuh.

Coba kita lihat lebih jeli, ada tiga hal menarik dari pasar murah, pertama efek psikologis, misalnya masyarakat merasa ditolong pemerintah. Ini penting, karena rasa tenang bisa meredam kepanikan pasar, ke dua, efek ekonomi, harga stabil, daya beli meningkat, pedagang tradisional ikut terdorong, dan ke tiga efek sosial, ada interaksi, canda tawa, dan suasana gotong royong, pasar murah jadi ajang silaturahmi.

Namun, ada jug,a sindiran kecil, kalau setiap minggu warga harus antre kupon pasar murah, artinya daya beli masyarakat memang sedang megap-megap. Inflasi tak bisa ditutupi hanya dengan diskon mingguan, harus ada kebijakan jangka panjang, dari distribusi logistik hingga pemberdayaan petani lokal.

Dari cerita ini, kita belajar bahwa stabilitas harga bukan sekadar angka di laporan Badan Pusat Statistik, itu soal nasi di piring rakyat, soal anak-anak yang bisa makan telur tanpa harus menunggu gajian, soal ibu-ibu yang bisa tetap tersenyum meski dompetnya tipis.

Pasar murah hanyalah satu jalan, tapi di balik itu, ada pesan moral pemerintah dan masyarakat harus sama-sama menjaga api inflasi agar tidak membesar. Pemerintah mengatur kebijakan, rakyat ikut bijak dalam konsumsi, jangan sedikit-sedikit menyalahkan pedagang, karena rantai masalah ada di hulu hingga hilir.

Pada akhirnya, pasar murah di Palembang ini bisa jadi contoh, inflasi, meski menyeramkan, bisa juga ditertawakan asal solusinya nyata. Seperti kata pepatah kocak, “Kalau harga cabai bikin pedas di lidah, jangan sampai bikin perih di hati”.

Semoga pasar murah bukan sekadar agenda mingguan, tapi inspirasi agar ekonomi lokal terus bergerak. Karena, seperti kata orang warung kopi “Rezeki itu memang diatur Tuhan, tapi harga cabai sebaiknya diatur pemerintah”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Karnaval Anak PAUD Palembang, Penuh Warna Nusantara”

    “Karnaval Anak PAUD Palembang, Penuh Warna Nusantara”

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.050
    • 0Komentar

    KAMBANG Iwak, Palembang belum lama ini berubah menjadi pelangi hidup. Bukan karena hujan atau pelangi sungguhan, tapi ribuan anak PAUD dan TK dari 18 kecamatan se-Kota Palembang memadati kawasan ini dengan tawa riang dan busana adat berwarna-warni. Dari Sabang sampai Merauke, semua budaya Indonesia seakan menari bersama di bawah langit Palembang. Acara Gebyar PAUD, Pentas […]

  • Vaksin Kembali Datang, Sebanyak 639.990 Dosis  Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

    Vaksin Kembali Datang, Sebanyak 639.990 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 613
    • 0Komentar

    INDONESIA kembali kedatangan vaksin COVID-19 merk Pfizer sebanyak 639.990 dosis vaksin jadi dan siap pakai pada Jumat (10/9/2021). Vaksin Pfizer ini diperoleh dengan skema pengadaan melalui jalur bilateral. Pantauan InfoPublik di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (10/9/2021), vaksin Pfizer tersebut tiba pada pukul 09.15 WIB. Kedatangan vaksin Pfizer tersebut diangkut menggunakan maskapai Raya Airways […]

  • Lestarikan Bumi, PT Praisindo Teknologi Tanam 500 Mangrove di Sukawali Kabupaten Tangerang
    CSR

    Lestarikan Bumi, PT Praisindo Teknologi Tanam 500 Mangrove di Sukawali Kabupaten Tangerang

    • calendar_month Selasa, 26 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 823
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,[vrtimes] -PT Praisindo Teknologi bersama LindungiHutan menanam 500 bibit mangrove di Desa Sukawali, Kabupaten Tangerang (16/12). Aksi penanaman ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang senantiasa dilakukan perusahaan setiap tahunnya. Sebagai entitas bisnis yang sadar dan peduli terhadap kelestarian lingkungan, PT Praisindo Teknologi menjalin kerja sama dengan LindungiHutan […]

  • Mahasiswa Asal Muba Lolos Program IISMA ke Irlandia

    Mahasiswa Asal Muba Lolos Program IISMA ke Irlandia

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Meri Agustin (20), mahasiswa asal Desa Karang Anyar Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) lolos sebagai penerima beasiswa Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2023, yang akan mengikuti perkuliahan di luar negeri mulai September mendatang. Ia salah satu awardee IISMA merupakan mahasiswa Diploma III Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang, yang lolos ke […]

  • Menperin Dorong Pelaku Industri Jepang Aktif Berinvestasi di RI

    Menperin Dorong Pelaku Industri Jepang Aktif Berinvestasi di RI

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    INDONESIA dan Jepang terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif, khususnya di sektor industri. Sinergi kedua negara ini diharapkan membawa dampak positif dalam membangkitkan gairah usaha di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini. “Jepang merupakan salah satu negara mitra strategis bagi Indonesia. Hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Jepang untuk sektor nonmigas pada periode 2014-2019 […]

  • 2021, Muba Targetkan 90 % Desa ODF

    2021, Muba Targetkan 90 % Desa ODF

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin (Muba) menargetkan 90 % desa di wilayah Muba bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) pada 2021. Demikian disampaikan Bupati Musi Banyuasin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi saat memimpin Rapat Koordinasi Awal Dokumen Tatanan Kabupaten / Kota Sehat (KKS), Dalam Rangka Persiapan Kabupaten Muba Mengikuti Penilaian Swastisaba […]

expand_less
WordPress Archive Instec – Technology WordPress Theme Instive – Insurance WordPress Theme Insurance Agency WordPress Theme Insure – Insurance Business Elementor Template Kit InsureKit – Insurance Template Kits Insurez – Insurance Company WordPress Theme Insurgent – Personal Vcard Resume Portfolio WordPress Theme Intech – IT Solutions Company WordPress Theme Integra – IT Solution & Services Elementor Pro Full Site Template Kit Integro — IT Services & Digital Agency WordPress Theme