Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Expo, Es Cendol & Ekonomi Rakyat Tak Pernah Libur”

“Expo, Es Cendol & Ekonomi Rakyat Tak Pernah Libur”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • visibility 1.342
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI INDONESIA, tak ada yang lebih semarak dari dua jenis pesta, yaitu  pesta rakyat dan pesta diskon, dua-duanya bikin dompet menipis tapi hati bahagia. Nah, di Muba Expo 2025 baru selesai diselenggarakan, keduanya ibarat kawin sah, karena pesta rakyat sekaligus pesta diskon.

Coba bayangkan, dari stand UMKM sampai panggung dangdut, semua berlomba menarik perhatian, yang jualan batik pakai toa, yang jualan bakso pakai wajan seukuran drum, yang jualan es cendol? tinggal duduk manis, karena pembeli ngantri seperti antre bansos.

Di tengah kerlap-lampu expo, rakyat berdesakan cari jajanan, selfie bareng artis ibu kota, dan sesekali ngelirik harga sandal diskon. Sementara pejabat naik panggung, senyum sumringah sambil bilang, “Ini bukti ekonomi rakyat bangkit!” katanya!,  padahal di bawah panggung, ibu-ibu masih sibuk nawar harga daster.

Ya… begitulah, Muba Expo ini bukan cuma soal hiburan dan lampu LED warna-warni, namun dibalik tenda biru dan aroma sate kambing, ada mesin ekonomi kecil yang berdentum halus tapi pasti. Tengok saja, katanya perputaran uang sampai Rp5,9 miliar, wah luar biasa….., karena angka segitu kalau dikumpulkan dalam bentuk uang logam, mungkin bisa bikin pameran tersendiri “Pameran Koin Rakyat Merdeka!”, keren juga…

Sementara si satu sisi, ada pejabat yang keliling stand dengan wajah sumringah, tiap berhenti disapa pedagang, lalu selfie sambil bilang, “Luar biasa, UMKM Muba keren!”, mantap!.

Di sisi lain, ada pedagang yang dalam hati membatin, “Iya Pak, keren… apalagi kalau diborong”, he…he..

Begitulah simbiosis expo, pejabat cari pencitraan, rakyat cari pelanggan, anak muda cari sinyal WiFi gratis. Semua hidup rukun dalam suasana ekonomi rakyat yang “guyub dan ngopiable”.

Kalau diperhatikan, Muba Expo ini seperti Instagram ekonomi rakyat versi offline, tiap stand berlomba tampil kece, dengan spanduk bertulisan bombastis “Diskon Habis-Habisan Sebelum Mantan Balikan!” atau “Beli Dua Gratis Senyum Penjaga Stand”, hay..he..

Oleh sebab itu, jangan salah, yang datang bukan cuma warga Sekayu, tapi sebaliknya ada yang dari pelosok, naik motor 3 jam, hanya demi nyobain es kepal Milo “legendaris” yang katanya viral di TikTok tiga tahun lalu.

Di tengah keramaian, expo pepatah bilang “Ekonomi itu kayak es cendol, gak cukup manis doang, harus ada santannya biar gurih dan adem di hati”.

Wah…itu sebenarnya bijak betul, pepatah itu mungkin terdengar sepele, tapi kalau dipikir-pikir, dalam juga, sebab ekonomi rakyat gak bisa cuma dikasih janji manis kayak sirup merah di atas cendol. Harus ada santan kebijakan nyata, entah itu dukungan permodalan, pembinaan, atau sekadar mempermudah izin usaha, karena tanpa itu, UMKM cuma hidup sekejap, hanya di event tahunan bahkan nantinya hanya  jadi penonton di panggung pembangunan yang megah tapi dingin.

Meski demikian,  ada satu hal yang luar biasa dari rakyat kecil, yakni daya tahannya, misalnya saja pada umumnya pedagang gorengan di pojokan stand bisa tetap tersenyum meski kipas anginnya kalah angin sama kipas panggung artis. Penjual es kelapa masih semangat meski suaranya tenggelam oleh karaoke “Cinta Tak Direstui” dari lomba sebelah.

Mereka inilah sebenarnya wajah ekonomi Indonesia yang sesungguhnya, mereka tidak menunggu rapat koordinasi lintas kementerian. Tidak peduli kurs dolar naik atau turun, yang penting, hari ini ada pembeli, ada harapan.

Butuh berkembang

Namun ironinya, justru dari lapak-lapak sederhana inilah pemerintah sering dapat angka manis untuk dibacakan di podium, “Pertumbuhan ekonomi meningkat 0,3 persen!”, padahal yang bikin angka itu naik bukan pejabat yang berjas, tapi ibu-ibu yang jual risoles sampai tengah malam.

Kalau boleh jujur, acara seperti Muba Expo ini bagus banget, asal jangan berhenti di spanduk sukses besar. Kadang, setelah lampu padam dan panggung dibongkar, tinggal kenangan dan tumpukan brosur dan menunggu event lagi ber bulan-bulan. Oleh sebab itu sebenarnya yang dibutuhkan saat ini, bukan cuma expo tahunan, tapi ekosistem yang bikin UMKM gak cuma eksis seminggu, tapi berkembang setahun penuh.

Kita sering bangga bilang “UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional”, tapi lupa kasih vitamin dan akses yang ngasilkan pendapatan yang stabil, kalau pun ada yang mapan hanya segelintir, padahal tulang kalau terus dipikul tanpa nutrisi, bisa keropos juga.

Mungkin, sudah saatnya expo seperti ini bukan sekadar tempat selfie pejabat dan pesta rakyat sesaat, tapi wadah nyata menumbuhkan ekonomi lokal secara berkelanjutan, karena yang dibutuhkan rakyat bukan sekadar musik panggung, tapi juga musik kebijakan yang ke depan, nadanya enak didengar sampai ke warung kopi.

Jadi, buatlah expo bukan sekadar ajang foto bersama, tapi ruang pembelajaran bersama, jika perlu, bikin lomba “Stand Paling Ramah Pelanggan” atau Produk Lokal Terkreatif yang berhadiah pembinaan, bukan cuma piagam, karena bagi rakyat kecil, penghargaan tak berarti banyak kalau tak diikuti kesempatan berkembang.

Pada akhirnya ketika malam penutupan tiba, lampu panggung mulai padam, artis ibu kota melambaikan tangan, dan rakyat bubar pelan-pelan sambil menggandeng anak kecil yang masih pegang balon. Tapi jangan salah, meski panggung selesai, ekonomi rakyat belum tidur.
Besok pagi, para pedagang sudah siap buka lapak lagi. Ada yang jual sarapan lontong, ada yang buka bengkel, ada yang lanjut jualan online pakai stok dari expo.

Mereka mungkin tak paham teori ekonomi makro, tapi mereka tahu satu hal rezeki tak pernah libur dan selama masih ada rakyat yang jajan cilok di bawah lampu kelap-kelip pembangunan, ekonomi Muba tak akan padam.

Ibaratnya  ekonomi rakyat itu seperti cendol, kalau dicampur tangan pemerintah yang bijak, rasa manisnya bisa dinikmati semua, bukan cuma di expo, tapi di kehidupan sehari-hari.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sesuai SKB 3 Menteri, Ada Perubahan Cuti Nasional 2022

    Sesuai SKB 3 Menteri, Ada Perubahan Cuti Nasional 2022

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.296
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah menyepakati dan menetapkan perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2022 yang sesuai kesepakatan tiga menteri. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Menag), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Nomor 375 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022 tentang […]

  • Proklim Utama Dari kementerian KLHK RI  untuk  Ds Tanjung Tiga Semende Darat Ulu

    Proklim Utama Dari kementerian KLHK RI  untuk  Ds Tanjung Tiga Semende Darat Ulu

    • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 895
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI memberikan Penghargaan kepada Desa Tanjung Tiga Kec. Semende Darat Muara Enim untuk ketegori Proklim utama, yang diserahkan secara virtual oleh Menteri KLHK RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., dan diterima oleh Bupati Muara Enim yang diwakili Staf Ahli Bupati Muara Enim Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Amrullah Jamaluddin, […]

  • Minta Minta Dijalan, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Respon Bayi Jadi Manusia Silver

    Minta Minta Dijalan, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Respon Bayi Jadi Manusia Silver

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 674
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial melalui Balai Handayani, Balai Mulya Jaya, Balai Melati, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan respon kasus ke Pamulang Tangerang Selatan. Tim Kemensos berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan dan melakukan asesmen di Rumah Singgah milik pemerintah daerah tersebut. Sebelumnya, potret bayi 10 bulan yang dicat silver viral di media sosial. Bayi tersebut […]

  • Keren, 2 Univesitas dari Negara Berbeda Ini di Gaet Bupati Banyuasin, Apa Tujuannya ?

    Keren, 2 Univesitas dari Negara Berbeda Ini di Gaet Bupati Banyuasin, Apa Tujuannya ?

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.159
    • 0Komentar

    “Uniten Malaysia merupakan University yang menyatukan ilmu umum (Tehnik, IT dan Ekonomi) dengan Ilmu Tahfidz Qur’an, sehingga selesai Kuliah 8 semester (4 tahun) para Alumni Hafal 30 Juz dan bahasa Inggris aktif, sedangkan untuk Awan Institut Jordania Kabupaten Banyuasin kerjasama dalam program Banyuasin religius terutama rumah tahfidz.

  • Nespresso Luncurkan Konsep Keberlanjutan Baru – RE:FARM Bermitra dengan K11 Musea & Common Farms

    Nespresso Luncurkan Konsep Keberlanjutan Baru – RE:FARM Bermitra dengan K11 Musea & Common Farms

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.905
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR  – Nespresso dengan bangga mempersembahkan RE:FARM, pameran pengalaman terbatas waktu yang menyoroti perjalanan melingkar penuh kopi – dari kapsul hingga cangkir ke meja makan – semuanya di bawah satu atap. RE:FARM akan berlangsung dari September 2022 hingga Juni 2023 dan konsumen dapat melihat, menyentuh, dan merasakan sendiri hasil dari […]

  • Berikan Data Yang Benar Demi Suksesnya Pendataan Keluarga, Minta Gubernur

    Berikan Data Yang Benar Demi Suksesnya Pendataan Keluarga, Minta Gubernur

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H Herman Deru minta agar masyarakat memberikan data yang benar kepada petugas BKKBN demi suksesnya pendataan keluarga. Pendataan Keluarga (PK) di Sumsel  yang merupakan program nasional dari BKKN  dilakukan pada keluarga Gubernur Sumsel  sebagai tanda di launchingnya secara serentak PK di seluruh wilayah Sumsel berbarengan dengan daerah lainnya secara Nasional. Pendataan Keliarga […]

expand_less
WordPress Archive Autema – Quick Loans, Bitcoin, Business Coach and Insurance Agency WordPress Theme Authentic – Lifestyle Blog & Magazine WordPress Theme Authorize.net for Arforms Authorize.net Payment Terminal Autima – Car Accessories Theme for WooCommerce WordPress Autism – Autistic Children Care WordPress Theme + RTL Auto Grid Responsive Gallery Auto Showroom – Car Dealership WordPress Theme Auto Spa – Car Wash WordPress Theme Autocar – Car Dealer Elementor Template Kit