Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Natal & Tahun Baru, Inflasi Musiman yang Nggak Jinak-Jinak”

“Natal & Tahun Baru, Inflasi Musiman yang Nggak Jinak-Jinak”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 892
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SETIAP Natal dan Tahun Baru, inflasi selalu muncul sebagai cerita lama yang terulang, lonjakan harga pangan dan transportasi kembali terjadi, seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Pola ini bukan hal baru, justru karena berulang,  seharusnya bisa lebih diantisipasi lantaran kerap bikin suasana jadi ribut. Malah seandainya saja si inflasi bisa ngomong, dia akan bilang “Saya memang sering muncul, tapi kalau Natal dan Tahun Baru, saya biasanya datang lebih berisik lagi.”

Data Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 mencapai 0,64 persen secara bulanan (mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,17 persen. Secara tahunan, inflasi 2025 tercatat 2,92 persen (yoy), masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia.

Di atas kertas, inflasi terlihat terkendali, namun di lapangan, ceritanya tidak sesederhana itu.

Apalagi, Natal dan Tahun Baru itu bukan peristiwa mendadak, tanggalnya jelas, aktivitasnya bisa ditebak, sehingga ketika inflasi kembali naik di Desember, sulit menyebutnya sebagai kejutan.

Kenaikan inflasi Desember 2025 terutama didorong oleh kelompok volatile food yang melonjak 2,74 persen (mtm). Cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah kembali jadi langganan penyumbang inflasi. Penyebabnya pun klasik, gangguan cuaca, biaya produksi, dan lonjakan permintaan saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Bukan cerita baru, dan ini cerita yang diulang, inflasi pangan bukan sekadar angka statistik, inflasi langsung terasa di dapur rumah tangga. Kenaikan harga yang datang serempak membuat ruang kompromi makin sempit, terutama bagi masyarakat berpendapatan tetap.

Secara tahunan, inflasi volatile food pada 2025 tercatat 6,21 persen (yoy). Angka ini memang masih disebut “terkendali” dalam kerangka kebijakan, tetapi bagi konsumen, setiap lonjakan musiman tetap terasa tajam.

Inflasi mungkin bersifat sementara, tapi efeknya nyata, terutama saat kebutuhan justru sedang tinggi.

Selain pangan, administered prices juga ikut menyumbang inflasi Desember. Kelompok ini mencatat inflasi 0,37 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan harga bensin nonsubsidi, tarif angkutan udara, dan angkutan antarkota menjadi faktor pendorong. Mobilitas masyarakat yang meningkat saat liburan membuat penyesuaian harga nyaris tak terhindarkan.

Secara tahunan, inflasi administered prices tercatat 1,93 persen (yoy). Tidak tinggi, tapi cukup untuk menambah beban biaya perjalanan masyarakat yang ingin merayakan akhir tahun.

Dilaman resmi Bank Indonesia mencatat inflasi inti Desember 2025 sebesar 0,20 persen (mtm) dan 2,38 persen (yoy). Angka ini menunjukkan stabilitas permintaan domestik dan terjaganya ekspektasi inflasi.

Namun, dalam konteks Natal dan Tahun Baru, inflasi inti jarang jadi perhatian utama masyarakat. Yang paling terasa justru lonjakan harga pangan dan transportasi, dua pos yang sulit dihindari. Di sinilah jurang antara stabilitas makro dan realitas mikro terasa paling jelas.

Belum bisa ditaklukkan

Jika inflasi Nataru selalu muncul dengan komposisi yang hampir sama, pangan dan transportasi, maka persoalannya bukan lagi pada kejadian, melainkan pada pengelolaan pola. Setiap tahun, koordinasi pengendalian inflasi terus diperkuat. Sinergi pusat dan daerah berjalan. Program ketahanan pangan digaungkan. Tapi fakta  lonjakan musiman tetap muncul menunjukkan pekerjaan rumah belum sepenuhnya selesai.

Inflasi musiman memang sulit dihapus. tapi lonjakan yang berulang dan terasa seharusnya bisa diperkecil.

Natal dan Tahun Baru adalah ujian paling jujur bagi sistem pangan dan distribusi. Bukan di hari biasa, tapi di saat permintaan melonjak dan tekanan datang bersamaan. Jika pada momen seperti ini harga masih mudah bergejolak, artinya sistem belum cukup lentur menghadapi tekanan musiman. Bukan soal niat, melainkan soal kesiapan teknis di lapangan.

Barangkali tantangan terbesar justru ada pada sikap, karena terjadi setiap tahun, inflasi Nataru sering dimaklumi sebagai sesuatu yang “memang begitu.” Padahal, sesuatu yang berulang seharusnya makin mudah diantisipasi, bukan makin diterima tanpa evaluasi.

Oleh sebab itu, secara tahunan, inflasi 2025 memang masih dalam sasaran. Angkanya aman. Stabilitas terjaga. Tapi Natal dan Tahun Baru kembali mengingatkan stabilitas makro belum tentu berarti kenyamanan mikro.

Inflasi musiman tidak akan hilang sepenuhnya. Namun ia bisa dibuat lebih jinak, lebih terkelola, dan tidak selalu datang dengan dampak yang terasa tajam, karena selama inflasi Natal dan Tahun Baru terus dianggap sebagai cerita lama yang wajar diulang, ia akan terus datang tepat waktu dengan pola yang sama, dan dengan beban yang kembali ditanggung masyarakat.

Tahun boleh berganti,  semestinya cara membaca dan mengelola inflasi tidak berhenti di tempat yang sama. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bybit Luncurkan Staking ETH yang Dioptimalkan Menjelang Peningkatan Ethereum di Shanghai

    Bybit Luncurkan Staking ETH yang Dioptimalkan Menjelang Peningkatan Ethereum di Shanghai

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.135
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,- DUBAI, Uni Emirat Arab –  Bybit, bursa kripto yang paling banyak dikunjungi ketiga di dunia, meluncurkan Web3 Staking Pool barunya, memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan opsi staking ETH yang tidak rumit di bursa pada waktunya untuk jaringan Ethereum yang sangat dinantikan Peningkatan Shanghai.   Staking pool secara drastis menyederhanakan proses penambahan likuiditas ke protokol […]

  • Penuhi Syarat PTM, SLB Negeri Sekayu Disuntik Vaksin, Terwujudnya Herd Immunity Harus Digalakan

    Penuhi Syarat PTM, SLB Negeri Sekayu Disuntik Vaksin, Terwujudnya Herd Immunity Harus Digalakan

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    UPAYA Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam percepatan vaksinasi menuju terwujudnya herd immunity terus digalakkan, kali ini belasan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mengenyam ilmu pendidikan di Sekolah luar biasa (SLB) Negeri Sekayu melakukan vaksinasi tahap pertama, Kamis (23/9/2021). Kepala sekolah SLB Negeri Sekayu, Ahmad Suhaeli mengatakan guna mempersiapkan dan melanjutkan pembelajarannya secara tatap muka atau […]

  • Tahun Ajaran Baru, Pelajaran Tatap Muka Dilaksanakan

    Tahun Ajaran Baru, Pelajaran Tatap Muka Dilaksanakan

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    PEMERINTAH mengumumkan bahwa Pembelajaran Tatap Muka secara terbatas akan dilakukan pada tahun ajaran baru, bulan Juli 2021 mendatang. Keputusan ini diambil setelah Surat Kepeutusan Bersama empat Menteri, ditandatangani. Meskipun begitu mekanisme ini harus dipastikan setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi COVID-19 secara lengkap. Demikian ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar […]

  • Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah Masih Tinggi,  Kominfo Gandeng Pemerintah Daerah Agar Semakin Baik

    Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintah Masih Tinggi, Kominfo Gandeng Pemerintah Daerah Agar Semakin Baik

    • calendar_month Sabtu, 21 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 645
    • 0Komentar

    DIREKTUR Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong menyatakan saat ini kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah masih tinggi. Namun, demikian masih perlu ditingkatkan melalui orkestrasi narasi tunggal dengan melibatkan seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah. “Kalau kita lihat ya publik trust masyarakat kepada Pemerintah masih tinggi. Kita ingin meningkatkan lagi. Kalau sekarang sekian […]

  • Karhutla Riau Terkendali, 335 Perusahaan Masuk Pengawasan Ketat

    Karhutla Riau Terkendali, 335 Perusahaan Masuk Pengawasan Ketat

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Karhutla Riau masih relatif terkendali di tengah musim kemarau panjang yang meningkatkan risiko titik panas. Pemerintah kini memperketat pengawasan terhadap 335 perusahaan pemegang konsesi di Sumatera dan Kalimantan. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan pengawasan difokuskan pada upaya pencegahan kebakaran dan pengelolaan hidrologi gambut di wilayah konsesi. […]

  • BUMD Harus Sehat,yang Tidak Sehat Terpaksa di Likuidasi Sebut HDMY

    BUMD Harus Sehat,yang Tidak Sehat Terpaksa di Likuidasi Sebut HDMY

    • calendar_month Jumat, 12 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menegaskan pihak perlu mengambil langka audit agar Perusahaan Daerah [BUMD] di bawah naungan Pemprov. Sumsel dapat sehat dan profesional, jika yang tidak bisa sehat akan dilikuidasi. Kebijakan itu diambil, kata Gubernur Sumsel Herman Deru agar tidak membebani kas daerah. […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields Woocommerce Custom Order Statuses and Order Page Manager WooCommerce Custom Payment Label WooCommerce Custom Product Addons, Custom Product Options WooCommerce Custom Product Description in Loop for Products Catalog