Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Apersi Sumsel : Kebijakan Pusat Dinilai Tidak Berpihak Pada Pengembang di Daerah

Apersi Sumsel : Kebijakan Pusat Dinilai Tidak Berpihak Pada Pengembang di Daerah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 2 Agt 2017
  • visibility 1.374
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI. ID,  Palembang – Asosiasi Pengembang dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menilai kebijakan pemerintah pusat dalam Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah banyak yang tidak berpihak pada pengembang daerah.

Sehingga program sejuta rumah yang dimulai pencanangannya pada April 2015 lalu, dinilai sulit terwujud.

Pasalnya, subsidi untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dipangkas menjadi Rp 3,1 triliun dari sebelumnya Rp 9,7 triliun.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sumsel Syamsu Rusman mengatakan, dengan pemangkasan dana bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu, maka subsidi DP yang diterapkan 1 persen akan hilang.

“Jelas berpengaruh dampaknya bagi pengembang di Sumsel. Dimana selama ini yang menyalurkan rumah bersubsidi BTN, namun sekarang tidak lagi, karena ada pemangkasan subsidi FLPP,” katanya, Selasa (2/7/2017).

Selain pemangkasan subsidi, banyaknya kebijakan pemerintah pusat yang tidak berpihak pada pengembangan rumah menjadikan realisasi 1 juta rumah sulit terwujud.

Dia menuturkan, alasan pemangkasan subsidi FLPP tidak bisa dibenarkan. Itu hanya akan memberatkan konsumen MBR dan juga pengembang. Dimana pemerintah beralasan selama ini aubsidi tidak tepat sasaran, sehingga dana banyak dialihkan ke infastruktur.

“Pemangkasan subsidi FLPP terus dikompensasi untuk Subsidi Selisih Bunga (SSB) jelas tidak menarik buat bank teknis penyalur KPR. Bukan karena risiko, melainkan bank nggak ada yang mau karena harus nanggung 100 persen.

Padahal data BPS backlock (kebutuhan) rumah murah sekitar 11 juta, hal ini menjadikan lebijakan pemerintah tidak baku dan konsiaten dengan program 1 juta,” tuturnya.

Syamsu menambahkan, target Sejuta Rumah semakin sulit terwujud, karena Paket Kebijakan Ekonomi XIII tentang perumahan untuk MBR juga tak jalan.

Di lapangan, kata Syamsu, banyak pemerintah daerah (pemda) yang masih belum menjalankan regulasi tersebut. Sebaliknya, yang ada malah semakin masif praktik pungutan liar.

“Kalau Pemda menolak melakukan deregulasi perumahan demi mempertahankan pendapatan asli daerah (PAD) masih bisa diterima. Tapi bila menolak hanya untuk mempertahankan pundi-pundi itu menghambat betul,” cetusnya.

Karena itu, Apersi Sumsel akan merevisi target pembangunan rumah dari realisasi tahun 2016 sebanyak 8 ribu unit. Sedangkan target tahun ini dari 12 ribu unit baru teralisasi sekitar 6 ribu unit.

“Kami wait and see saja menunggu kebijakan baru untuk langkah selanjutnya. Meski 2018 masih ada program FLPP, tetapi pada wacana 2019 subsidi FLPP akan dihapus,” tandasnya.

Terpisah Kepala Cabang PT BTN Syariah Palembang Asep Hermansyah, tidak mempermasalahkan pemotongan subsidi tersebut, karena hanya berubah mekanisme saja.

“Kalau buat kami, tidak ada pengaruh di penyaluran KPR subsidi. Tetap jalan, karena sekarang skimnya subsidi selisih margin. Berapapun demand KPR subsidi tetap bisa dilayani,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan melakukan penyesuaian anggaran untuk FLPP 2017 dari Rp 9,7 triliun menjadi hanya Rp 3,1 triliun.

Pemangkasan subsidi FLPP ini dilakukan sebagai penyesuaian target Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi menjadi menjadi 279.000 unit yang terdiri atas KPR Subsidi Selisih Bunga sebesar 239.000 unit dan KPR FLPP sebesar 40.000 unit.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Resmikan Sentra Ternak Dompet Dhuafa di Banyuasin

    Gubernur Resmikan Sentra Ternak Dompet Dhuafa di Banyuasin

    • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.775
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru meresmikan Sentra Ternak Dompet Dhuafa (DD) Farm Sumatera Selatan di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kab Banyuasin, belum lama ini. Sentra Ternak Dompet Dhuafa adalah kawasan peternakan modern yang terintegrasi, sebagai salah satu bentuk implementasi zakat produktif berkat amanah kebaikan para donaturnya. Dimana pengelolaannya dilakukan oleh mitranya. Gubernur mengapreasiasi adanya DD […]

  • Resmikan di Bandara, Sumsel Hadirkan Pojok Baca Hingga Pelosok Kabupaten

    Resmikan di Bandara, Sumsel Hadirkan Pojok Baca Hingga Pelosok Kabupaten

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    GUNA meningkatkan minat baca masyarakat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya menyiapkan sarana dan prasarana baca  yang diikuti dengan  edukasi literasi dan edukasi penggunaan teknologi informasi melalui Pojok Baca Digital (Pocadi). Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru  saat meresmikan Pocadi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, belum lama […]

  • Ditunjuk Kemenparekraf Jadi Percontohan Penerapan Peduli Lindungi, Obyek Wisata Perhutani Lawu Park, Ini Harapannya

    Ditunjuk Kemenparekraf Jadi Percontohan Penerapan Peduli Lindungi, Obyek Wisata Perhutani Lawu Park, Ini Harapannya

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.047
    • 0Komentar

    SALAH satu obyek wisata Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta yaitu Lawu Park, ditunjuk oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia sebagai salah satu lokasi pilot project tempat uji coba penerapan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat masuk wana wisata. Lawu Park terletak di daerah Cemoro Kandang Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, […]

  • Orasi di Mobil Komando, Amran Arfan Sebut “Kami Bagian dari Kontra” Terkait Perppu Ormas

    Orasi di Mobil Komando, Amran Arfan Sebut “Kami Bagian dari Kontra” Terkait Perppu Ormas

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.555
    • 0Komentar

    “Melalui sebuah renungan dan kajian, fraksi kami mengambil sikap untuk tidak menyetujui itu. Perppu ini terlihat terburu-buru dikeluarkan,”

  • Kumpulkan Pemangku Adat, Daerah Ini Ingin Desa  “Adem”

    Kumpulkan Pemangku Adat, Daerah Ini Ingin Desa “Adem”

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    PEMANGKU Pemangku Adat menjadi peranan penting turut menjaga zero konflik hingga ke kawasan pelosok. Bahkan, dalam kaitan ini Plt Bupati Beni Hernedi, Selasa (21/12/2021) mengumpulkan para Pemangku Adat di Muba guna menggelar Rapat Tahunan Forum Masyarakat Pemangku Adat dan Pemangku Adat Marga Kabupaten Muba di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate. Diketahui, keberadaan hukum adat secara […]

  • Rumah Murah Di Kawasan Elit Untuk Anggota Polri dan ASN, Siapa Mau ?

    Rumah Murah Di Kawasan Elit Untuk Anggota Polri dan ASN, Siapa Mau ?

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.923
    • 0Komentar

    “Jadi perumahan ini menerapkan konsep yang berimbang untuk masyarakat yang gajinya sekitar  empat jutaan. Kita harap konsep seperti ini dapat ditiru daerah lain,”

expand_less
WordPress Archive Give – Razorpay Gateway Give – Recurring Donations Give – Sofort Payment Gateway Give – Square Gateway Give – Stripe Gateway Give – Tributes Give – Zapier Giver – Senior Care WordPress Theme Givoxin – Charity Elementor Template Kit Giza – Creative Resume WordPress Theme