AI Makin Canggih, BI Ungkap 3 Tantangan Baru Bank Sentral
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bi.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO..ID – Bank Indonesia (BI) menilai perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menghadirkan tantangan baru bagi bank sentral, terutama dalam menjaga stabilitas keuangan dan keamanan sistem pembayaran.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan tantangan AI tidak dapat dihadapi satu negara sendiri sehingga diperlukan kerja sama antarbank sentral di kawasan melalui South East Asian Central Banks (SEACEN).
“AI menghadirkan tantangan yang tidak dapat dihadapi satu negara sendiri,” ujar Ricky melansir laman resmi Bank Indonesia saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi SEACEN di Bali, 5 Oktober 2026.
Ricky menyebutkan tiga prioritas bank sentral di era AI, yakni membangun tata kelola AI yang terpercaya dan akuntabel, memanfaatkan AI untuk sistem pembayaran yang aman dan efisien, serta memperkuat kerja sama regional melalui kebijakan, pengembangan kapasitas, dan riset bersama.
Menurut Ricky, pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarbank sentral semakin penting seiring cepatnya transformasi teknologi. Kolaborasi melalui SEACEN dinilai dapat membantu kawasan mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.
Direktur Eksekutif The SEACEN Centre Cynyoung Park mengatakan konektivitas sistem pembayaran lintas negara juga perlu diperkuat untuk mendukung perdagangan dan investasi regional. Sementara itu, Kepala Ekonom UNDP untuk Asia dan Pasifik Philip Schellekens menekankan pentingnya kepercayaan serta antisipasi risiko sistemik akibat perkembangan AI.
Konferensi bertema “Central Banking in the Age of Artificial Intelligence: Payments, Regulation, and Financial Stability for a Connected Asia” tersebut dilanjutkan dengan 25th SEACEN Executive Committee Meeting pada 6 Oktober 2026 yang dipimpin Ricky untuk membahas penguatan tata kelola dan kolaborasi bank sentral di kawasan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
