Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » Tak Perlu Hijrah ke Kota Besar, GSIH Buka Jalan Talenta Daerah ke Investor dan Pasar Global

Tak Perlu Hijrah ke Kota Besar, GSIH Buka Jalan Talenta Daerah ke Investor dan Pasar Global

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Talenta digital dari daerah selama ini tidak hanya membutuhkan koneksi internet untuk berkembang. Mereka juga membutuhkan akses ke investor, industri, pasar, hingga jejaring global. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencoba memangkas jarak tersebut melalui Garuda Spark Innovation Hub (GSIH).

GSIH diluncurkan dengan menghubungkan 10 kota dalam satu jaringan ekosistem inovasi. Konsep ini dirancang agar potensi startup dan talenta lokal tidak berhenti sebagai gagasan di daerah, tetapi memiliki jalur untuk berkembang ke tingkat nasional bahkan internasional.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, pembangunan ekosistem digital tidak cukup hanya dengan memperluas konektivitas fisik. Tantangan berikutnya adalah memastikan koneksi tersebut menghasilkan pertumbuhan.

“Kita tidak boleh berhenti hanya di konektivitas. Kita harus memastikan keterhubungan itu tertranslasikan menjadi pertumbuhan atau connectivity become growth,” ujar Meutya saat peluncuran 10 lokasi GSIH secara serentak di BSD City, Tangerang Selatan, Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, pemerataan akses menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi Indonesia. Talenta di daerah harus memiliki kesempatan untuk bertemu dengan pihak-pihak yang dapat membantu membawa inovasinya lebih jauh.

Akses yang dimaksud mencakup inovasi, talenta, investor, industri, hingga pasar. Dengan begitu, konektivitas digital tidak berhenti pada kemampuan untuk terhubung ke internet, tetapi berkembang menjadi konektivitas terhadap ekosistem ekonomi digital.

10 kota jadi pintu masuk jaringan GSIH

GSIH memakai pola Hub and Spoke. Sepuluh hub ditempatkan di Jakarta, Batam, Medan, Bandung, Malang, Makassar, Papua, Yogyakarta, Aceh, dan Surabaya.

Dari titik tersebut, jaringan spoke akan menghubungkan ekosistem di daerah lain. Pola ini memungkinkan startup daerah, talenta digital, dan inovasi lokal masuk ke jaringan yang lebih luas tanpa harus selalu berpindah ke pusat-pusat ekonomi.

Bagi pengembangan startup daerah, model tersebut membuka peluang untuk mendapatkan pendampingan sekaligus mempertemukan inovator dengan investor dan mitra industri.

Kementerian Komdigi menargetkan jaringan Garuda Spark terus diperluas hingga mencapai 500 titik. Khusus pada 2026, pemerintah menargetkan tambahan 20 Garuda Spark.

Namun, Meutya menegaskan bahwa perluasan jaringan tidak semata-mata soal mengejar jumlah lokasi.

“Target kita tidak hanya angka tapi juga pemerataannya. Kita ingin memastikan anak-anak muda di daerah tidak harus selalu pergi ke pusat untuk mendapatkan akses terhadap ekosistem inovasi,” katanya.

Dari potensi lokal menuju pasar global

Penguatan ekosistem inovasi daerah juga berkaitan dengan ambisi Indonesia membangun kemandirian di bidang digital.

Meutya mengatakan, pemerintah ingin semakin banyak inovasi lahir dari talenta Indonesia sendiri. Pada saat yang sama, inovasi tersebut perlu memiliki kesempatan untuk bersaing di pasar internasional.

Karena itu, GSIH tidak hanya diarahkan sebagai ruang pengembangan startup atau tempat berkumpulnya talenta. Jaringan tersebut diposisikan sebagai global gateway dua arah.

Artinya, inovasi Indonesia diharapkan dapat menembus pasar luar negeri, sementara investasi, teknologi, dan jejaring global dapat masuk ke Indonesia melalui kemitraan yang lebih kuat.

“Daya saing kita menjadi setara di tingkat global, startup kita dihargai di tingkat global, talenta-talenta kita sejajar dan sama tinggi dengan talenta-talenta di mancanegara,” ujar Meutya.

Pendekatan GSIH dirangkum dalam prinsip Locally Adapted, Nationally Coordinated, Globally Connected. Potensi di setiap daerah dikembangkan berdasarkan karakter lokal, kemudian diperkuat melalui jaringan nasional sebelum diarahkan menuju ekosistem global.

Model tersebut menjadi penting karena Indonesia memiliki basis penduduk usia produktif yang besar. Meutya menyebut sekitar 68 persen penduduk Indonesia pada 2030 diproyeksikan berada dalam kelompok usia 15–64 tahun.

Kelompok tersebut dinilai menjadi modal besar bagi transformasi digital apabila tersedia ruang dan akses yang memadai untuk berkembang.

“Ujungnya adalah kedaulatan digital,” kata Meutya.

Peluncuran GSIH ditandai dengan kerja sama Kementerian Komdigi bersama Sinar Mas Land, Indosat Ooredoo Hutchison, Ericsson, dan Nongsa Digital Park.

Dengan jaringan tersebut, pemerintah ingin mengubah pola pengembangan inovasi: bukan lagi talenta daerah yang selalu harus mendatangi pusat untuk mencari peluang, tetapi ekosistem nasional dan global yang semakin mudah dijangkau dari daerah. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Harapkan Maksimalkan Lawan Pandemi, Saat Tahun Baru Islam

    Presiden Harapkan Maksimalkan Lawan Pandemi, Saat Tahun Baru Islam

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 yang masih terjadi di Indonesia telah menyebabkan adanya penyesuaian dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas keagamaan. Presiden Joko Widodo mengatakan, penyesuaian tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk perubahan yang lebih baik dan contoh hijrah yang diamanahkan oleh Nabi Muhammad saw. “Itu adalah ikhtiar kebaikan, itu salah satu contoh dari hijrah yang diamanahkan oleh Nabi […]

  • Palembang Sediakan Pojok Pasar Gratis, Sementara Baru Ada 5 Lima, Berikuti Lokasinya & Apa Manfaatnya untuk Masyarakat !

    Palembang Sediakan Pojok Pasar Gratis, Sementara Baru Ada 5 Lima, Berikuti Lokasinya & Apa Manfaatnya untuk Masyarakat !

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota [Pemkot] Palembang menyediakan Pojok Pasar [PP] disejumlah pasar tradisional, untuk sementara ini baru ada lima pojok pasar. PP disediakan agar masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mengecek makanan secara  gratis. “Saya imbau warga Palembang untuk bisa mengecek makanannya aman atau tidak dari zat berbahaya di Pojok Pasar secara gratis,”pesan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat […]

  • Shalat Sambil Hemat Listrik? Masjid Ini Bisa!

    Shalat Sambil Hemat Listrik? Masjid Ini Bisa!

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 519
    • 0Komentar

    MASJID Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo di Palembang kini bukan hanya pusat ibadah, tapi juga pionir energi bersih. Dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 18,2 kWp yang baru saja diresmikan, masjid ini membuktikan shalat dan hemat listrik bisa berjalan beriringan. Coba pikirkan, misalnya saja jamaah yang datang untuk shalat, AC tetap dingin, lampu […]

  • Gubernur Dukung Muhibah Maritim Alumni Menwa

    Gubernur Dukung Muhibah Maritim Alumni Menwa

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

    Alumni Menwa RI dengan peserta 150 orang dari 20 Provinsi se-Indonesia.

  • Morowali, dari Desa Pesisir jadi ‘Ibu Kota’ Vokasi Logam

    Morowali, dari Desa Pesisir jadi ‘Ibu Kota’ Vokasi Logam

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    DULU, kalau orang dengar nama Morowali, yang terbayang cuma perahu kayu, suara ombak sopan, dan bau ikan segar yang bisa bikin kucing kampung rela jadi perantau. Kini, Morowali, dari Desa Pesisir Jadi ‘Ibu Kota’ Vokasi Logam bukan sekadar judul manis untuk berita, tapi kenyataan di lapangan. Kabupaten di Sulawesi Tengah ini bukan cuma rumah bagi […]

  • Bank Riau Kepri Galakan Wajib Lapor LHKPN

    Bank Riau Kepri Galakan Wajib Lapor LHKPN

    • calendar_month Kamis, 16 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.651
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Pekanbaru –  Manajemen Bank Riau Kepri serius menekankan transparansi dilingkungan dengan menjadikan pengisian laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) sebagai indikator  transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Menurut Direktur Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari, kewajiban pelaporan LHKPN yang dilakukan instansinya sudah lama diterapkan. Hanya saja, saat ini Bank Riau Kepri berupaya memperluas kewajiban penyetoran LHKPN. “Sebenarnya […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Side Cart – Slide-In Cart with Ajax & Mini Cart Features WooCommerce Simple Auctions WooCommerce Simple Storewide Sale WooCommerce Single Product Page Builder WooCommerce Slack WooCommerce Smart Coupons Woocommerce SMS/WhatsApp Notifications WooCommerce SnapScan Gateway WooCommerce Social Login WooCommerce Social Login – WordPress Plugin